
Karina langsung memalingkan pandangannya ke belakang. Dia benar-benar di buat merinding dengan apa yang dia lihat ada di dalam kotak kardus yang di buka oleh Randy.
Randy pun dengan cepat menutup kotak kardus itu lagi. Randy tidak menyangka akan mendapati sebuah boneka dengan pakaian pengantin yang berlumuran darah di dalam kotak kardus itu.
Randy langsung memeluk Karina dan menenangkan Karina yang terlihat sangat syok. Karena tangannya gemetaran dan wajahnya juga pucat.
"Karina, kamu tenang ya. Aku akan minta beberapa pengawal berjaga di sini. Kita masuk dulu, aku akan telepon pengawal agar membuang benda ini dari rumah kontrakan mu!" ucap Randy yang merangkul erat Karina dan mengajaknya segera masuk ke dalam rumah.
Namun begitu Karina akan membuka kunci pintu rumah kontrakan nya. Dia benar-benar terkejut karena pintu rumahnya sudah tidak terkunci, dan ada kerusakan di handle pintu.
Randy lantas menahan Karina agar tidak masuk ke dalam rumah. Dia khawatir ada orang lain di dalam rumah kontrakan Karina.
"Aku akan periksa, kamu tetap di belakang ku ya?" tanya Randy dan Karina pun mengangguk.
Setelah Randy menghubungi anak buahnya, dia pun membuka pintu rumah kontrakan Karina.
Matanya juga menunjukkan ekspresi geram, ketika melihat semua barang di dalam rumah Karina hancur berantakan.
Randy terus masuk ke dalam rumah. Dapur Karina benar-benar sudah tidak bisa di pakai. Banyak barang yang pecah dan bekas terbakar.
Karina yang mengikuti Randy pun melihat pintu kamarnya terbuka. Langkahnya tanpa sadar berjalan cepat ke arah sana. Dan Karina langsung membelalakkan matanya karena melihat semua pakaian dan isi lemarinya di lumuri sesuatu yang seperti darah, warnanya merah dan baunya sangat tidak sedap.
Karina bahkan nyaris munt4h saat berada beberapa detik di dalam kamarnya itu. Mendengar Karina yang hendak munt4h, Randy yang tadinya di dapur bergegas ke arah kamar.
Melihat kondisi kamar Karina, Randy langsung mengajaknya untuk keluar.
"Sayang, kita keluar dulu!" ucap Randy memapah Karina.
Karina yang sangat syok dan matanya yang sudah berkaca-kaca tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya dengan rumahnya ini. Selama bertahun-tahun dia tinggal di tempat ini semuanya baik-baik saja, lantas kenapa sekarang semua jadi berantakan seperti ini. Karina masih tidak bisa berpikir dengan jernih.
Setelah beberapa saat akhirnya, anak buah Randy datang. Tapi tak banyak barang yang bisa mereka selamatkan. Bahkan beberapa dokumen di lemari Karina sudah menjadi bubur kertas berwarna merah dan berbau tidak enak.
Randy juga sudah mengabarkan berita ini pada Dave. Dia tetap butuh bantuan Dave untuk menyelidiki masalah ini. Karena anak buahnya tidak sebanyak dan seprofesional anak buah Dave.
__ADS_1
Mendengar kabar itu Dave dan Sila pin segera meluncur ke rumah kontrakan Karina.
Randy dan Karina masih berada di teras depan rumah kontrakan Karina yang di bereskan oleh anak buah Randy. Melihat banyaknya barang yang dikeluarkan untuk di buang, Randy berpikir kalau tidak mungkin lagi Karina bisa tinggal di dalam rumah kontrakan nya itu. Selain tidak layak, karena kerusakan yang terjadi.
Semua yang dia lihat tadi, kardus di luar rumah lalu kondisi rumah tangga seperti di amuk seseorang membuat Randy mengkhawatirkan keselamatan calon istrinya itu.
"Sayang, meskipun di rapikan. Kamu sepertinya sudah tidak aman tinggal di sini. Kita ke rumah ayah dan ibu dulu saja ya, kamu bisa tinggal sementara di sana...!"
Karina lantas menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak Randy, kita belum menikah. Tidak pantas aku tinggal di rumah mu!" ujar Karina.
Tak berapa lama kemudian Sila dan Dave pun datang ke rumah kontrakan Karina. Sila langsung bergegas turun dari mobil dan menghampiri Karina.
"Sayang, perhatikan langkahmu!" seru Dave yang khawatir karena Sila berjalan dengan langkah yang cepat.
Karina yang melihat kedatangan Sila langsung bangkit berdiri dan menghampiri Sila yang berjalan dengan cepat ke arahnya.
"Sila!" lirih Karina sambil memeluk Sila.
"Apa yang terjadi?" tanya Sila.
Meski Randy sudah mengatakan kalau ada yang berusaha meneror Karina. Tapi Sila penasaran apa saja bentuk teror orang itu pada Karina.
Setelah para anak buah Randy mengeluarkan semua barang yang harus di buang ke sebuah mobil bak terbuka. Sila langsung menutup mulutnya karena merasa mu4l dan hendak munt4h.
"Apa itu?" tanya Sila.
"Mereka membakar sebagian besar barang-barang di ruang makan dan dapur, mereka juga menumpahkan cairan berbau busuk itu di semua isi kamar Karina!" jelas Randy.
"Mereka? mereka siapa?" tanya Sila cemas.
"Kami belum tahu, tapi yang bisa di pastikan adalah. Tidak mungkin semua ini dilakukan oleh satu orang. Setidaknya untuk tidak ketahuan, harus ada yang berjaga mengawasi situasi, dan untuk cairan sebanyak itu paling tidak butuh beberapa jerigen, atau ember besar. Benar-benar tidak mungkin dapat dilakukan satu atau dua orang?" jelas Randy panjang lebar.
__ADS_1
Dave yang sudah terlebih dahulu masuk dan memeriksa kondisi rumah kontrakan Karina langsung menghampiri Randy.
"Apa sebelumnya ada wanita yang datang padamu dan minta tanggung jawab?" tanya Dave begitu front4l pada kakak kandungnya itu.
Mata Randy langsung menyipit tajam ke arah Dave.
"Dave, aku sudah susah payah mendapatkan kepercayaan Karina. Jangan menyulut api...!"
Belum selesai Randy berkata, tangan Dave terangkat dan jari telunjuknya bergerak ke kanan lalu ke kiri. Menunjukkan kalau dia tidak sedang menyulut api antara Randy dan Karina.
"No... no... aku tidak sedang menyulut api. Aku bicara setelah aku melihat situasi dan kondisi yang ada!" jelas Dave.
Sila yang masih merangkul Karina pun mendengarkan dengan seksama apa yang ingin Dave jelaskan. Hal yang sama juga di lakukan oleh Karina. Dia juga memperhatikan Dave dengan seksama.
"Pertama, semua ini terjadi di rumah kontrakan Karina. Kedua, kardus itu hanya berisi satu patung boneka saja. Dan itu mempelai wanita. Ketiga, ini jelas-jelas di tujukan untuk mengancam Karina ,membuat Karina syok dan tujuannya sudah jelas ingin menakuti Karina. Karena apa? karena sebentar lagi dia akan menikah dengan mu!" jelas Dave panjang lebar lalu melihat ke arah Randy.
"Jadi aku rasa ini dilakukan oleh wanita yang telah kamu buat patah hati!" lanjut Dave.
Karina dan Sila langsung menatap tajam ke arah Randy. Sila juga tidak terima kalau sampai semua ini terjadi karena Randy.
"Makanya buaya darat, sebelum melamar sahabat ku selesaikan dulu urusan mu dengan semua wanita-wanita mu. Aku tidak mau ya, kalau sampai Karina kenapa-napa karena masalahmu dengan para mantan mu itu belum kelar!" kesal Sila pada Randy.
"Sila, aku ini kakak ipar mu. Kenapa memanggil ku begitu?" protes Randy.
"Sila benar kadal buntung, jangan datang melamar ku kalau masalah mu dengan para mantan mu belum selesai?" ucap Karina membela Sila.
"Dave...!" panggil Randy pada Dave.
Tapi bukannya membela sang kakak, Dave justru berdiri di samping Sila.
"Istriku benar kak, sebaiknya cari tahu siapa wanita yang belum terima kau tinggalkan. Dia sudah bertindak seekstrim ini, bukan mustahil dia akan mengacau di hari pernikahan mu nanti!" tambah Dave.
***
__ADS_1
Bersambung...