Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 126


__ADS_3

Sila sedang memasak di dapur di bantu oleh Diah. Ketika bel pintu apartemen Dave berbunyi. Sila sebenarnya sudah tahu siapa yang kemungkinan membunyikan bel itu.


"Diah, kamu bisa lanjutkan semuanya kan? aku akan kembali lagi nanti!" ucap Sila pada Diah.


Diah pun langsung mengangguk paham.


"Iya nyonya!" jawabnya cepat.


Sila pun melepaskan Appron yang dia pakai lalu meletakkan nya kembali di tempat semula. Sambil berjalan ke arah ruang tamu, dimana Joseph sudah membukakan pintu untuk Jimmy.


"Hei, mana bos mu?" tanya Jimmy yang langsung masuk ke apartemen Dave sebelum di persilahkan.


"Di kamar nona kecil!" jawab Joseph.


Jimmy pun mengangguk dua kali.


"Oh, jadi mereka sudah tinggal di sini?" tanya Jimmy.


"Selamat sore dokter Jimmy!" sapa Sila yang langsung berjalan menghampiri dokter Jimmy.


"Sore Sila, selamat karena kamu sudah mendapatkan hak asuh atas putrimu!" ucap Jimmy.


"Terimakasih dokter, semua ini berkat mas Dave. Dia sudah banyak sekali membantuku!" jawab Sila.


"Dimana pria itu?" tanya Jimmy.


Joseph yang mendengar pertanyaan Jimmy itu berdecak kesal. Masalahnya tadi dia sudah mengatakan kalau bosnya ada di kamar Mika. Jimmy malah bertanya lagi pada Sila dimana bos nya.


"Di kamar Mika. Silahkan dokter!" ucap Sila mempersilahkan dokter Jimmy mengikutinya ke kamar Mika.


"Tidak perlu formal begitu Sila, anggap saja aku ini teman mu juga!" ucap Jimmy yang mendapatkan tatapan tidak senang dari Joseph.


Sila hanya tersenyum melihat sikap Joseph dan juga Jimmy lalu berjalan duluan ke arah kamar Mika. Sila sangat penasaran apakah suaminya itu benar-benar sudah sembuh atau belum.


"Mas...!" panggil Sila pada Dave.


Pria tampan itu sedang menyusun permainan puzzle dengan Mika di atas tempat tidur Mika.


Melihat Sila datang dan memanggil nya, Dave menoleh lalu tersenyum pada Sila.


"Sayang, kemari lah. Lihat, Mika berhasil menyusun puzzle ini dengan sangat cepat. Dia pintar sekali, persis seperti mu!" ucap Dave yang lalu melambaikan tangannya pada Sila.


Sila lalu mendekat dan menerima uluran tangan Dave. Dia melihat hasil karya Mika dan juga suaminya itu.


"Wah, pintar sekali anak mama!" puji Sila yang lalu membuat Mika tersenyum senang.

__ADS_1


Sila lalu menghela nafas dan bicara pada Dave.


"Mas... aku meminta dokter Jimmy kemari!" ucap Sila yang langsung mendapatkan perhatian penuh dari Dave.


Pria itu me oleh ke arah Sila dan memeluk pinggang istrinya itu dengan ta gan kiri, lalu tangan kanannya mengusap perut Sila perlahan.


"Apa ada masalah dengan mu?" tanya Dave.


"Apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya Dave yang wajahnya langsung berubah cemas.


Sila langsung menggelengkan kepalanya.


"Bukan aku mas, bisa kita keluar sebentar?" tanya Sila.


Dave yang masih bingung pun langsung turun dari atas tempat tidur Mika.


"Mika sayang, Mika bermain sendiri di sini sebentar ya!" ucap Sila dan gadis kecil itu mengangguk cepat.


Sila menggandeng tangan Dave dan mengajaknya keluar dari kamar Mika.


"Hai Dave!" sapa Jimmy yang berada di ruang tengah. Tepat di depan kamar Mika.


Sila langsung mengajak Dave untuk duduk, setelah mereka duduk. Sila kemudian menepuk punggung tangan Dave perlahan.


"Mas, mas menyadarinya tidak? sejak menjemput Mika tadi, mas menggandeng tangannya, bercanda dengannya dan menggendongnya?" tanya Sila yang langsung membuat Dave baru menyadari semua itu.


Setelah memperhatikan tangannya Dave lalu melihat ke arah Sila lagi.


"Kamu benar sayang, aku baru menyadarinya!" jawab Dave.


Sila tersenyum lagi kemudian berkata.


"Karena itu aku meminta dokter Jimmy kemari. Aku ingin memastikan apa mungkin mas sudah sembuh?" tanya Sila.


Setelah mendengarkan alasan Sila memanggil dokter Jimmy. Dave lantas beralih ke dokter Jimmy.


"Kenapa masih diam, cepat periksa!" seru Dave.


Dokter Jimmy pun mendengus kesal.


"Iya iya!" jawab nya lalu mendekati Dave dan duduk di sebelahnya di sisi lain Dave.


Beberapa pemeriksaan di lakukan, beberapa pertanyaan juga di lontarkan pada Dave. Setelah memastikan, Jimmy pun terdiam dengan tangan memegang dagu seperti orang yang sedang serius berpikir tentang sesuatu.


"Coba kamu pegang Joseph, Dave!" ucap Jimmy yang membuat ketiga orang di ruangan itu memperlihatkan ekspresi yang begitu berbeda.

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan Jimmy, Sila tersenyum dan mengangguk. Dave menatap Jimmy dengan tajam, sedangkan Joseph terlihat mengerutkan keningnya.


"Hei, ada apa? aku hanya bilang coba saja kamu pegang Joseph!" ucap dokter Jimmy kembali mengulang perkataannya.


"Mau aku pukul ya?" tanya Dave.


"Ck... Sila bujuk dia, kamu kan pawangnya!" ucap Jimmy yang langsung membuat Dave mengambil ancang-ancang akan memukul ke arah Jimmy.


Tapi dengan cepat Sila memegang tangan Dave dan menghentikan suaminya itu.


"Mas, dokter Jimmy hanya mencoba untuk memeriksa keadaan mu. Jo, berikan tangan mu!" perintah Sila.


Mendengar Sila bicara begitu dan bosnya hanya diam, Joseph yang sejak tadi berdiri agak jauh dari mereka mendekat ke arah Dave. Dan mengulurkan tangannya.


"Mas, coba pegang!" ucap Sila yang membuat Dave cemberut.


"Ayo mas!" ucap Sila.


Sementara Jimmy hanya terkekeh pelan sambil sesekali memalingkan wajahnya.


'Rasakan kamu Dave, memang enak aku mengerjai mu!' batin Jimmy yang sudah mengetahui alasan Dave bisa menyentuh Mika tanpa ada perasaan tidak nyaman.


Dave berusaha mendekatkan tangan ke arah tangan Joseph yang terulur, tapi dia malah begitu kesal rasanya. Melihat reaksi suaminya, Sila sudah tahu dan langsung meminta Joseph menjauh.


"Jo, duduklah!" ucap Sila.


Joseph kembali menuruti perintah nyonya bos nya dan duduk sedikit jauh dari semuanya.


Setelah itu Dave malah memegang kepalanya yang terasa sakit dan tidak nyaman.


Sila yang melihat suaminya seperti itu langsung memijat kepala Dave.


"Jadi bagaimana dokter Jimmy?" tanya Sila.


Jimmy yang ditanya pun langsung memasang ekspresi wajah serius.


"Dave belum sembuh, dia bisa menyentuh Mika karena perasaan sayangnya pada Mika begitu besar. Seperti pada Ibunya dan juga Shafa. Dave tidak bermasalah ketika menyentuh mereka, karena kasih sayang Dave yang begitu besar pada mereka!" jawab dokter Jimmy.


Sila pun melihat ke arah Dave yang menyandarkan kepalanya di bahu Sila.


'Ternyata begitu!' batin Sila yang merasa begitu terharu karena Dave begitu menyayangi putrinya meskipun Mika bukan anak kandungnya.


"Yah kurasa begitu, jadi aku juga bisa pastikan kalau Dave sama sekali tidak sayang pada Joseph!" lanjut ucapan dokter Jimmy yang membuat Dave memicingkan matanya pada dokter pribadi sekaligus sahabatnya itu.


***

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2