Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 75


__ADS_3

Suara Alarm


Tangan putih seorang wanita sedang berusaha keluar dari selimutnya dan mencoba meraih ponsel yang ada di atas meja tepat di sebelah tempat tidurnya.


Matanya yang belum terbuka sepenuhnya, bahkan mata sebelah kirinya masih terpejam dan enggan terbuka. Wanita itu adalah Karina, dia yang melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 6.00 pagi pun segera menyingkap selimut yang dia pakai untuk menutupi tubuhnya dari dinginnya udara pagi hari.


Sambil menurunkan kakinya dari atas tempat tidur, Karina langsung meraih ikat rambut yang dia ambil dari dalam laci.


"Sila, ayo bangun sudah jam 6. Aku mandi duluan ya, nanti biar aku yang buatkan sarapan!" ucap Karina yang lantas berdiri dan mulai berjalan ke arah lemarinya mengambil handuk bersih yang tergantung di gantungan baju di pintu lemarinya.


Tak kunjung mendengar suara Sila, Karina lalu berbalik niatnya untuk kembali membangunkan Sila. Tapi begitu dia berbalik, matanya yang awalnya masih sulit terbuka langsung terbuka lebar.


"Sila!" pekik Karina yang tidak melihat Sila di tempat tidur dimana tadi malam terakhir kali dia melihat sahabatnya itu di sana.


Karina lantas mencari Sila di kamar mandi, siapa tahu saja dia sudah bangun terlebih dahulu. Tapi setelah Karina memeriksanya, Sila tidak ada di kamar mandi.


Karina mulai panik, satu tangan di belakang pinggang dan satu lagi memegangi kepalanya Karina terus mondar mandir di dalam kamarnya sambil berpikir kira-kira Sila kemana.


"Dia tidak keluar malam malam, dan melakukan hal aneh lagi kan?" tanya Karina yang ingat kalau Sila sempat hampir tenggelam di laut saat dirinya tahu kalau Hadi telah mengkhianati nya.


Tapi kemudian Karina langsung mengambil ponselnya, dia berniat untuk menghubungi Sila. Tapi saat dia melihat ke layar ponselnya. Ternyata ada sebuah pesan dari Sila. Setelah membaca pesan itu, Karina langsung memeluk ponselnya dan merebahkan dirinya di atas kasur.


"Ya Tuhan, aku sudah panik sekali tadi. Syukurlah akhirnya dia dan bos nya berbaikan!" gumam Karina senang.


Tapi tak lama kemudian lalu Karina bangkit dari posisi rebahan nya dan duduk di tepi tempat tidur.


"Kalau mereka sudah baikan, artinya Sila akan segera menjadi nyonya Dave Hendrawan. Wah... itu keren sekali. Sahabat ku akan menjadi nyonya CEO!" gumam Karina begitu senang. Dia sampai jingkrak jingkrak saat berjalan ke kamar mandi sangking senangnya mengetahui sahabat nya akan menikah dengan salah satu CEO perusahaan paling besar di kota ini.


***


Sementara itu di apartemen Dave, Sila baru saja membuka matanya. Dia terbangun karena Dave memang sedang mengganggunya.

__ADS_1


Sila melenguh karena tangan Dave bergerak nakal di tubuhnya.


"Sayang, aku tahu kamu lelah. Tapi kita harus segera bersiap. Ayo bangun!" ucap Dave lembut sambil menciumi setiap inci wajah Sila.


"Tu... em... mas! kita mau kemana?" tanya Sila. Awalnya dia akan kembali memanggil Dave dengan panggilan seperti biasanya yaitu tuan. Tapi melihat Dave menyipitkan matanya Sila langsung merubah panggilannya sesuai dengan apa yang mereka sepakati semalam.


Semalam setelah pergumulan panas mereka, Dave meminta agar Sila jangan lagi memanggil nya dengan panggilan tuan. Semua itu penting, agar Sila bisa merasa lebih dekat dengan Dave, hingga tidak ada jarak lagi antara mereka.


"Kita akan ke rumah ayahmu, Oman sudah menyiapkan semua bukti yang akan menunjukkan pada kedua orang tuamu kalau kamu sama sekali tidak bersalah Sila. Kamu di jebak oleh mantan suami mu itu!" kelas Dave.


Sila langsung memandang suaminya itu dengan penuh rasa syukur. Pria di depannya itu bukan manusia, dia benar-benar seperti malaikat. Sila langsung memeluk erat Dave.


"Terimakasih mas!" ucap Sila sangat berterima kasih pada Dave.


Dave lalu mencium puncak kepala Sila dan memeluknya dengan erat.


"Sudah kewajiban ku sebagai suami mu sayang, sekarang cepat mandi atau ayah dan ibu mu akan berada dalam masalah!" seru Dave.


Sula langsung melepaskan pelukannya dari Dave.


"Aku akan ceritakan di mobil, cepat ayo mandi. Atau aku akan memakan mu lagi!" ucap Dave sambil memukul lembut bo*Kong Sila.


Membuat wajah Sila merah dan langsung berlari menuju kamar mandi. Setelah Sila menutup pintu kamar mandi, Dave segera keluar dari kamarnya. Dia ingat telah melemparkan ponselnya begitu saja di sofa semalam. Jadi Dave keluar untuk mengambil ponselnya. Masih dengan balutan selimut di pinggangnya.


Dave lalu menghubungi Oman.


"Selamat pagi tuan!" sapa Oman.


"Bagaimana, apa debt kolektor anak buah Baron Cs itu? apa sudah datang?" tanya Dave mengingat ini adalah hari dimana hutang ayah mertuanya tuan Prio Utomo jatuh tempo.


"Belum tuan, mungkin sebentar lagi!" jawab Oman dengan cepat.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan ayah dan ibu mertuaku. Apa mereka baik-baik saja?" tanya Dave lagi pada Oman.


"Begini tuan, semalam anak laki-laki tuan Prio datang bersama dengan istrinya dan dua orang anak mereka. Sepertinya mereka juga cemas pada tuan Prio Utomo dan nyonya Tini. Tapi dengan kehadiran mereka, tuan Prio dan nyonya Tini setidaknya masih tetap bisa tenang sampai saat ini, aku dengar mereka juga sudah menjual mobil mereka dan aku rasa mereka akan mencoba bicara lagi pada Baron Cs untuk minta waktu lebih lama lagi untuk bisa melunasi hutang tuan Prio!" jelas Oman panjang lebar pada Dave tentang semua hasil penyelidikan nya beberapa hari ini.


"Baiklah, kamu tetap stay di sana. Bantu sebisa mungkin kalau anak buah Baron Cs datang ke rumah ayah mertuaku. Aku dan Sila akan tiba sekitar satu jam lagi?" seru Dave.


"Siap tuan!" jawab Oman dengan yakin.


Setelah itu Dave pun memutuskan panggilan telepon nya. Dia lalu menghubungi Joseph.


"Halo tuan, uangnya sudah di siapkan! sekarang aku akan berangkat ke apartemen tuan!" kata Joseph bahkan sebelum Dave bertanya padanya.


Joseph memang anak buah yang bisa di andalkan.


"Baiklah, tidak usah naik. Tunggu saja di basemen!" perintah Dave pada Joseph.


"Baik tuan!" sahut Joseph cepat.


Lalu Dave kembali memutuskan panggilan telepon nya.


Setelah bersiap, Sila dan juga Dave turun ke bawah lebih tepatnya ke basemen. Begitu pintu lift terbuka. Joseph yang sengaja memarkirkan mobilnya di dekat lift langsung keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu mobil untuk Dave dan juga Sila.


Setelah itu mereka pun meninggalkan apartemen dan menuju ke rumah Sila.


"Mas, tadi mas bilang akan menjelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi pada ayah dan ibu?" tanya Sila pada Dave.


Dave langsung menggenggam tangan istrinya itu dan menatapnya dengan lembut.


"Ayah dan ibumu, terlibat hutang pada debt kolektor!"


"Ayah!" lirih Sila yang terlihat sedih.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2