Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 78


__ADS_3

Dave sudah mengantarkan ayah Sila ke rumah sakit. Dave bahkan sudah menghubungi Oman agar anak buahnya itu datang terlebih dahulu ke rumah sakit untuk mengurus segala administrasi nya.


Setalah Dave sampai, Oman langsung menghampiri nya karena Oman memang sudah menunggu di depan rumah sakit. Dengan beberapa orang yang memang sudah di perintahkan oleh Jimmy untuk membantu Dave dan Oman.


Benar sekali, Dave mengajak ayah Sila ke rumah sakit milik Jimmy. Selain karena Jimmy adalah sahabatnya, di rumah sakit ini memang tenaga medisnya semua sangat profesional dan ahli. Karena itu rumah sakit milik Jimmy adalah salah satu rumah sakit swasta terbaik di tempat ini. Jangan tanya biayanya, karena yang berkualitas memang ada harganya.


Tini yang melihat begitu banyak kemudahan untuk suaminya merasa sangat bersyukur. Begitu Prio Utomo di tangani, Sila langsung menunggu ayahnya di ruang tunggu bersama sang ibu yang terus dia rangkul sambil terus mengelus lengan ibunya itu perlahan untuk menenangkan ibunya.


"Ayah mu terlalu banyak pikiran nak, masalahnya ayahmu berhutang banyak pada Baron Cs. Dan bunga pinjaman nya di luar perkiraan ayahmu, dia pikir menjual mobilnya dan juga mobil Bima serta semua perhiasan ibu dan Niken bisa membayar separuhnya, tapi ternyata malah tidak ada dari separuh bunga pinjamannya. Ayahmu syok dan jatuh sakit, tapi mobil Bima sudah di jual. Dia sangat tidak enak pada Niken, Dion dan Tasya!" keluh sang ibu dengan suara yang terdengar sangat sedih.


"Ibu jangan cemas ya, semua pasti akan bisa kita lewati!" ucap Sila yang di balas helaan nafas panjang ibunya.


Tidak lama kemudian, hanya sekitar 45 menit dokter yang menangani ayah Sila sudah keluar dari ruang penanganan.


Sila dan ibunya langsung berdiri, karena Dave tadi pergi bersama Oman untuk membicarakan sesuatu sepertinya.


"Dokter, bagaimana ayah saya?" tanya Sila tak sabar ingin tahu bagaimana kondisi ayahnya.


"Pasien mengalami penurunan kesehatan drastis, kondisi itu bisa di karenakan pasien sangat tertekan dan banyak pikiran untung saja pasien tidak mengalami gejala serangan jantung, jika tidak dalam kondisinya saat ini dan usia pasien saat ini, hal buruk bisa saja terjadi. Untuk sementara biarkan pasien beristirahat. Dan saya harap agar pasien di jauhkan dulu dari hal-hal yang bisa membuatnya emosi berlebih, maksud saya keluarga pasien harus menjaga kestabilan emosi di depan pasien. Saya permisi!" jelas sang dokter panjang lebar.


Sila dan ibunya sama-sama menghela nafas lega karena ternyata kondisi Prio Utomo tidak parah. Tapi tetap saja Sila dan ibunya harus selalu menjaga kondisi yang kondusif agar Prio Utomo tetap dalam kondisi baik.


Beberapa saat kemudian, Prio Utomo dipindahkan ke ruang rawat. Sila dan ibunya pun duduk di kursi di dekat Prio Utomo. Sila yang berdiri di samping ibunya terus mengusap pundak Tini perlahan.


"Ibu pasti belum sarapan ya? Sila carikan ibu sarapan dulu ya?" tanya Sila menawarkan pada ibunya.


Tini terlihat pucat dan lemas, Sila tahu kalau ibunya itu pasti belum sarapan.


Tapi baru Sila akan keluar, pintu masuk rawat inap terbuka. Dan Dave bersama dengan Oman yang masuk ke dalam ruangan itu. Dan di tangan Oman sudah ada banyak makanan dan buah yang langsung di letakkan di atas meja.

__ADS_1


"Aku permisi tuan, nyonya!" ucap Oman meminta ijin sebelum kembali keluar dari ruangan itu.


Tini langsung berdiri dan menghampiri Dave. Di jarak yang cukup dekat, Dave mundur.


"Maaf Bu, tapi aku...!"


Sila uang mengerti Dave tidak nyaman ibunya mendekatinya lalu merangkul lengan ibunya.


"Ibu, tuan Dave memiliki Myshopobia. Dia tidak bisa berada dekat dekat dengan orang lain. Setidaknya jaraknya harus satu meter darinya!" jelas Sila agar ibunya tidak salah mengira.


Meskipun tadi di rumah Dave sudah menjelaskan, tapi Tini yang bahkan tidak lulus SMA tidak mengerti maksudnya Myshopobia itu apa.


Setelah mendengar penjelasan Sila, Tini akhirnya mengangguk paham.


"Kalau begitu saya yang minta maaf tuan Dave!" ucap Tini tidak enak.


Setelah mendengar perkataan Dave itu, Tini langsung melihat ke arah Sila. Dan seakan mengerti kalau ibunya seolah bertanya padanya, Sila langsung mengangguk.


"Baiklah nak Dave, ibu mau mengucapkan banyak terimakasih pada nak Dave. Ibu tidak tahu bagaimana jadinya kalau tidak ada nak Dave!" ucap Tini tulus dari hatinya.


'Sila adalah istriku Bu, masalahnya tentu saja merupakan masalah ku juga!' batin Dave sambil terus memandangi Sila.


Melihat Dave terus memandangnya Sila jadi salah tingkah. Dan melihat Sila salah tingkah begitu, Dave tersenyum tipis.


Sila akhirnya mengajak ibunya dan Dave untuk makan buah bersama. Suka mengupas apel dan memotongnya di dua piring yang memang ada di ruangan itu karena ruangan itu adalah ruang VVIP. Sudah seperti rumah sendiri saja.


Sambil makan buah Tini banyak bertanya tentang Dave, dan Tini sangat senang karena Dave selalu menjawab pertanyaan nya dengan baik dan sopan. Tini senang sekali, Sila mendapatkan atasan yang begitu baik seperti Dave.


"Nak Dave sudah berumah tangga?" tanya Tini membuat Sila langsung menoleh ke arah ibunya.

__ADS_1


"Ibu, kenapa bertanya seperti itu?" bisik Sila pada ibunya.


Dave malah tersenyum ketika Sila terlihat panik.


"Sudah Bu, aku sudah menikah dengan seorang wanita yang bagiku dia sangat cantik, baik dan istimewa!" jawab Dave sambil melihat ke arah Sila.


Tentu saja Sila kembali jadi salah tingkah. Tapi mendengar jawaban Dave, sepertinya ibu Tini sangat kecewa.


"Oh begitu ya, tentu saja ya nak Dave. Pria sangat baik seperti mu mana mungkin belum menikah!" ucap Tini menutupi rasa kecewanya.


Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba pintu terbuka lagi. Dan yang masuk ke dalam adalah Bima dan Joseph. Joseph menunggu dekat pintu, lalu Bima menghampiri Sila dan ibunya.


"Ibu, Sila... !" melihat Dave juga ada di sebelah mereka Bima langsung menghadap ke arah Dave.


"Tuan Dave, terimakasih banyak!" ucap Bima dengan mata berbinar dan sedikit membungkukkan badannya.


Sila yang sudah tahu kalau Dave sudah membantu ayahnya membayarkan hutangnya pada Baron Cs juga ikut terharu ketika melihat Bima berterimakasih pada Dave.


"Tidak perlu sungkan Bima!" sahut Dave.


"Tidak tuan, anda benar-benar baik. Aku tidak tahu bagaimana cara membalas semua kebaikan tuan ini. Tuan sudah membawa ayah ku ke rumah sakit, dan tuan juga sudah membayarkan semua hutang ayahku pada Baron Cs. Terimakasih banyak tuan!" ucap Bima yang tidak tahi bagaimana lagi cara menyampaikan terimakasih yang lebih baik daripada ini.


Tini yang mendengar itu, matanya langsung berkaca-kaca.


'Ya Tuhan, ternyata masih ada manusia berhati malaikat seperti tuan Dave!' batin Tini begitu terharu terhadap segala kebaikan Dave .


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2