Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 151


__ADS_3

Rizal hanya bisa mengangguk paham saat Adi Praja menepuk bahunya lalu pamit undur diri dari tempat itu.


Sementara itu Karina yang sudah di antar kan oleh Joseph menuju lantai dimana kamar rawat Randy berada, terkejut ketika hendak menuju ke kamar Randy, dia di tabrak oleh dua orang wanita yang berjalan bergandengan dan wanita yang lebih tua menarik wanita yang lebih muda yang sepertinya adalah anaknya yang sedang menangis sesegukan.


Dugh


Wanita paruh baya itu membuat Karina sedikit terhuyung ke belakang. Tapi bukannya minta maaf, wanita paruh baya yang ternyata adalah Aline itu malah menatap Karina dengan tajam, sangat tajam seakan kalau itu sebuah pedang. Maka Karina pasti akan tertusuk dan langsung game over.


"Punya mata gak sih? heh gak tahu apa orang lagi kesel, bikin emosi saja!" pekik Aline marah-marah pada Karina.


"Nyonya, tapi nyonya yang yang menabrak saya. Jalan di sana lebar, nyonya yang sibuk menarik-narik tangan wanita itu dan menabrak saya!" jawab Karina yang tidak mau di salahkan karena memang dia sama sekali tidak salah.


"Bukannya minta maaf malah berkelit, kamu tidak tahu siapa saya?" tanya Aline lagi sambil membentak Karina yang hanya bisa menghela nafasnya panjang.


"Siapa pun nyonya, pasti bukan orang baik!" ketus Karina yang memang suasana hatinya sedang kesal.


Sejak tadi dia sangat kesal ketika Joseph terus mengacuhkannya dan memikirkan harus bertemu dengan Randy dan keluarganya membuatnya semakin tidak bisa berpikir jernih, sekarang ada wanita tua yang marah-marah tidak jelas padanya. Emosinya makin tidak terkendali, jadi Karina menjawab wanita itu tanpa rasa takut sekalipun. Dia pikir kalau mau berkelahi ya berkelahi saja.


Aline yang mendengar jawaban ketus Karina, dia merasa sangat kesal. Sudah kesal pada apa yang dilakukan Dave, dia juga kesal karena suaminya tidak melakukan apapun untuk tetap berusaha melanjutkan rencana pertunangan Dave dan Luna, malah sekarang di buat kesal oleh wanita muda yang entah siapa dan darimana datangnya. Emosi Ali e benar-benar sudah sampai di ubun-ubun.


Aline melepaskan tangan Luna, lalu mendekati Karina berniat memukulnya. Tapi baru Aline mengangkat tangannya.


Tap


Tangan Aline tertahan oleh sebuah tangan kekar, yang pasti bukan tangan Karina. Mata Aline langsung tertuju pada pemilik tangan itu.


"Joseph!" geram Aline.

__ADS_1


"Lepaskan tanganku, jangan ikut campur urusan ku!" seru Aline menggertak Joseph.


"Nyonya hampir memukul calon nyonya muda pertama keluarga Hendrawan. Tentu saja saja ini menjadi urusan ku!" balas Joseph dengan nada dingin pada Aline.


Aline langsung menarik tangannya, matanya langsung kembali melihat ke arah Karina.


'Jadi ini calon istri Randy? heh... tidak kakaknya tidak adiknya, selera mereka benar-benar payah. Wanita yang outfit nya tidak lebih dari 200 ribu begini mau di jadikan istri!' batin Aline meremehkan Karina.


Luna juga melihat ke arah Karina, ada rasa kesal di hati Luna melihat Karina. Karena sebenarnya dia memang lebih menyukai Randy ketimbang Dave. Hanya saja ibunya selalu memaksanya mendekati Dave.


"Mari nona!" ucap Joseph mempersilahkan Karina untuk melanjutkan langkahnya ke kamar rawat Randy.


Dengan kesal, Aline kembali menarik tangan Luna. Tapi kali ini Luna menepis tangan ibunya.


"Luna!" bentak Aline karena Luna menepis tangannya.


"Luna!" teriak Aline memanggil Luna.


Adi Praja yang mendengar keluhan Luna pun mendekati Aline.


"Keterlaluan kamu, kamu ini manusia atau bukan? anak mu sendiri kamu suruh menjadi wanita murahan demi ambisi mu! bahkan seekor binat4ng pun masih bisa menjaga kehormatan anaknya sendiri. Aku tidak menyangka kalau kamu sama sekali tidak berubah Aline. Kamu tetaplah Aline yang dua puluh tujuh tahun lalu aku nikahi karena kelicikan mu, wanita licik dan kejam seperti mu pasti akan mendapatkan balasan suatu saat nanti!" geram Adi Praja yang langsung meninggalkan Aline dan mengejar Luna.


Aline hanya diam sambil menggertakkan giginya. Dia memandang ke arah pintu rawat Randy.


'Ini semua karena kalian keluarga Hendrawan, jangan harap kalian akan bahagia. Aku bisa melenyapkan Alisha, bukan hal sulit untuk melenyapkan dua menantu kalian itu, lihat saja nanti!' geram Aline dalam hati.


Sementara itu Luna yang sudah sangat frustasi hanya bisa terus berlari dan berlari meninggalkan rumah sakit. Adi Praja berusaha mengejarnya.

__ADS_1


"Luna!" panggil Adi Praja.


Luna berhenti mendengar suara sang ayah. Luna berbalik dan Adi Praja langsung memeluk putrinya yang sudah berderaian air mata itu.


"Aku mu4k ayah, aku tidak mau lagi jadi boneka ibu. Aku capek, aku malu... aku menyedihkan ayah!" lirih Luna di pelukan sang ayah.


Adi Praja sampai menangis sambil memeluk anaknya dan mengusap punggung Luna beberapa kali memberikan semangat dan dukungan pada Luna. Selama ini dia sudah tertipu dengan sandiwara Aline yang bersikap baik di depannya dan seolah sangat menyayangi Luna. Adi Praja tidak tahu kalau ternyata Aline bahkan bertindak kejam seperti itu sampai mengh4sut Luna dan mendorongnya menjadi wanita yang seperti tidak punya harga diri.


"Sudah nak, sudah! masih ada ayah kan. Sekarang apapun yang terjadi padamu cobalah untuk lebih terbuka dan menceritakan semuanya pada ayah. Ayah akan melindungi mu!" ujar Adi Praja membuat tangis Aline semakin menjadi.


Jika tahu sang ibu sebenarnya hanya memanfaatkan nya untuk kepentingan dan obsesi nya sendiri. Luna pasti sudah sejak dulu tidak menuruti semua perintah sang ibu. Dia terlalu naif, hingga dengan mudah silau pada semua kata-kata indah ibunya dan silau pada semua kemewahan keluarga Hendrawan yang memang tidak mungkin bisa dia jangkau.


Sementara itu di dalam ruang rawat Randy, setelah keluarga Praja pergi. Davina perlahan mendekati Sila.


Davina dengan mata yang berkaca-kaca langsung memeluk menantunya itu. Dave dan yang lain tersenyum, karena melihat Davina bisa menerima Sila. Tapi tak lama kemudian Davina melepaskan pelukannya dari Sila dan beralih ke Dave.


"Kenapa sudah dua bulan, dan Sila sudah hamil. Kamu baru membawanya pada kami?" tanya Davina penuh selidik pada Dave.


Dave pun tidak ingin menyembunyikan apapun dari keluarganya. Mungkin mereka semua mengira Sila masih single, karena memang dia masih muda. Tapi mungkin lebih baik jujur sekarang daripada menjadi beban. Mungkin akan sulit bagi semua menerima kalau Sila itu adalah janda dengan satu anak ketika menikah dengan Dave.


Dave menggenggam tangan Sila.


"Ayah, Ibu. Sila adalah janda dengan satu anak ketika aku menikahinya!" jujur Dave.


Mendengar ucapan Dave, Davina yang tadinya sudah sangat senang benar-benar di buat terkejut. Dia bahkan mundur beberapa langkah dan menatap tak percaya pada Sila dan Dave, Davina bahkan memegang dadanya dengan satu tangan, dan satu tangan lagi menutup mulutnya yang terbuka sangking terkejut nya.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2