
Dave sedang bersama dengan Sila dan juga Mika di kursi penumpang bagian belakang mobilnya. Diah ada di depan di kursi penumpang sebelah Joseph yang sedang mengemudikan mobil Dave.
Diah memang ikut karena mulai sekarang, Diah akan bekerja untuk Sila. Tetap sebagai pengasuh Mika. Karena menurut Sila, cara kerja Diah sangat baik dan cekatan. Dia juga terlihat sangat telaten dan juga sangat sayang pada Mika.
Tapi sejak tadi, mata Joseph sesekali terus melirik ke arah spion yang terpasang di dalam mobil. Joseph melihat ke arah Dave dan Mika yang sekarang sedang main permainan gunting, kertas dan baru. Yang menarik perhatian Joseph adalah sesekali Dave menggelitik Mika jika gadis kecil itu kalah dari Dave.
'Tuan sejak tadi menyentuh nona kecil, tapi sepertinya dia tidak apa-apa. Dia tidak mual atau marah, apa tuan sudah sembuh ya?' tanya Joseph dalam hati.
Tapi karena Joseph memang sedang mengemudi dan dia harus fokus karena keselamatan orang-orang yang ada di dalam mobil ini adalah tanggung jawabnya. Maka Joseph berusaha mengesampingkan hal tersebut dan fokus kembali mengemudi.
Beberapa lama kemudian, mereka sudah tiba di area parkir apartemen Dave. Joseph memarkirkan mobil Dave di tempat biasa. Lalu dengan cepat membukakan pintu mobil untuk Dave, Diah juga membantu membukakan pintu mobil untuk Sila dan juga Mika.
"Nah, sayang sekarang kita akan tinggal disini. Ini rumah om Dave!" ucap Dave yang langsung menggandeng tangan Mika setelah Mika di turunkan dari mobil oleh Sila.
Mika kecil memang sangat menyukai Dave, tapi dia bingung kenapa dia harus tinggal di rumah Dave.
"Kata mama, Mika akan tinggal dengan mama. Kenapa malah tinggal dengan om Dave?" tanya Mika.
Wajah Mika begitu polos saat menanyakan hal itu pada Dave.
Dave yang tadinya berdiri di samping Mika sambil menggenggam tangan mungil Mika lalu berjongkok di depan Mika.
"Mika sayang, mama dan om Dave sudah menikah. Dan sekarang mama tinggal bersama om Dave. Jadi Mika juga tinggal dengan om!" jelas Dave berusaha selembut mungkin bicara pada Mika.
Sila begitu terharu melihat betapa sabarnya Dave menjelaskan semua keingintahuan Mika. Tidak hanya Sila, Joseph bahkan tersenyum tipis nyaris tak terlihat. Dan Diah juga sama, sejak tadi setelah selesai menurunkan semua tas dari bagasi di bantu Joseph. Diah terus tersenyum melihat ke arah Mika. Dia ikut senang, Mika kembali ke ibunya. Dimana memang seharusnya dia berada.
Mika lalu melihat ke arah Sila, melihat putri kecilnya melihat ke arahnya. Sila malah merasa gugup.
"Mama kan sudah menikah dengan papa, bagaimana bisa menikah dengan om Dave?" tanya Mika lagi.
Pertanyaan polos dari gadis kecil yang polos. Tapi Sila kemudian merasa harus menjelaskan semuanya pada Mika tanpa ada yang harus di tutupi lagi. Sila ikut berjongkok di depan Mika, di sebelah Dave.
__ADS_1
Sambil menyentuh lembut pipi anaknya itu, Sila tersenyum lalu berkata.
"Sayang, mama dan papa sudah berpisah. Sekarang mama tidak bisa jelaskan alasan nya. Tapi yang pasti meskipun papa dan mama berpisah, kasih sayang kami tidak akan pernah berkurang untuk Mika!" jawab Sila yang sudah berusaha memilah kata-kata yang baik dan tidak menjelekkan Hadi di mata putrinya.
Dave juga ikut tersenyum dan berkata.
"Benar sekali. Justru sekarang Mika akan mendapatkan banyak sekali kasih sayang, dari papa dan juga mama baru Mika nanti. Juga dari mama Sila dan Daddy Dave!" ucap Dave yang membuat wajah Sila bersemu merah.
"Daddy Dave?" tanya Mika bingung.
Dave langsung mengangguk dengan cepat.
"Iya, sekarang kan om ini papa Mika juga, jadi Mika mau kan panggil om dengan panggilan Daddy?" tanya Dave dengan mata yang penuh harap.
Mika lalu melihat ke arah Sila, dan Sila pun mengangguk menyetujui keinginan Dave.
Mika yang memang menyukai Dave, karena dia sangat baik pada Mika. Dan juga setelah mendengar ucapan Dave kalau Mika akan dapatkan lebih banyak kasih sayang karena akan punya dua mama dan dua papa langsung mengangguk paham dan tersenyum senang.
"Katakan lagi!" ujar Dave.
"Daddy!" panggil Mika yang langsung menubruk Dave, memeluk Daddy nya itu.
Dave benar-benar merasa bahagia, meskipun Mika bukan anak kandungnya tapi tetap saja rasanya ada perasaan haru dan sulit di jelaskan di hati Dave.
Diah bahkan sudah menyeka air matanya sejak tadi. Dia begitu terharu melihat kasih sayang Dave untuk Mika. Benar-benar memperlakukan Mika seperti anak kandungnya. Sila juga sama, dia merasa sangat bahagia. Karena Mika bisa menerima Dave, dan Dave juga sangat menyayangi Mika.
"Baiklah sekarang kita masuk ya, Daddy sudah siapkan kamar yang cantik untuk putri kecil kesayangan Daddy!" ucap Dave yang langsung kembali berdiri dan menggandeng tangan Mika.
Sila juga ikut berdiri dia melihat ke arah Dave dan Mika yang berjalan mendahului nya.
'Aduh, kenapa aku merasa tersisih ya sekarang!' batin Sila bercanda dengan dirinya sendiri dan dengan senyuman di wajahnya.
__ADS_1
Tapi saat Sila akan melangkah mengikuti Dave yang sudah berada di dekat pintu lift. Joseph langsung menghampiri Sila, dengan tetap menjaga jarak aman agar tuannya tidak amarah, Joseph bertanya.
"Nyonya, apa penyakit tuan sudah sembuh?" tanya Joseph penasaran.
Mendengar apa yang ditanyakan oleh Joseph, Sila malah jadi bingung.
"Penyakit?" tanya Sila balik pada Joseph.
Joseph langsung mengangguk dengan cepat.
"Iya nyonya, Myshopobia parah tuan. Apa sudah sembuh?" tanya Joseph lagi.
"Setahu ku belum, ada apa Jo?" tanya Sila yang malah makin di buat penasaran dengan pertanyaan dari Joseph itu.
"Apa nyonya tidak perhatikan, sejak tadi dari rumah tuan Hadi Tama. Tuan Dave selalu bersentuhan dengan nona kecil, tapi dia tidak apa-apa. Dia bahkan selalu tersenyum. Aku kira tuan memang sudah sembuh?" tanya Joseph setelah menjelaskan alasannya bertanya seperti itu pada Sila.
Sila pun terdiam, dia lalu melihat ke arah Dave yang masih menggandeng tangan Mika. Arah pandangan Sila fokus pada tangan Dave yang memegang langsung tangan mungil Mika.
"Kamu benar Jo, sejak tadi dia memegang Mika. Dan dia tidak apa-apa!" ucap Sila yang sebenarnya merasa senang melihat Dave tidak ada masalah saat dekat dengan Mika.
Tapi dia juga penasaran, apa mungkin suaminya itu sudah sembuh.
"Jo!" panggil Sila pada Joseph dan langsung menghadap ke arah Joseph.
"Iya nyonya!" jawab Joseph dengan cepat.
"Tolong hubungi dokter Jimmy ya, aku sangat penasaran. Apa mungkin mas Dave sudah sembuh!" ujar Sila yang langsung di balas anggukan kepala oleh Joseph.
***
Bersambung...
__ADS_1