
Niken bertanya, bagaimana bisa Sila mengetahui semua itu. Dan Sila pun mengatakan kalau dia mendengarnya langsung dari Hadi.
Tangan Niken terkepal kuat, sangat kuat. Seperti yang telah dia katakan pada Sila tadi meskipun Sila hanya adik iparnya, tapi dia benar-benar sudah menganggap Sila seperti adik kandungnya sendiri. Hingga Niken pun bisa merasakan rasa sakit hati yang teramat sangat pada Hadi setelah Sila mulai menceritakan tentang kejadian saat dia frustasi dan ingin bertemu dengan Mika.
"Aku datang ke sana kak, aku datang ke kantor mas Hadi. Tapi saat aku tiba di depan pintu ruangan mas Hadi. Aku sendiri mendengar suara perempuan itu, dia yang mengatakan kalau dia telah menunggu mas Hadi selama satu tahun untuk menceraikan ku dan menikahi nya. Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku dengar, sampai mas Hadi sendiri yang mengatakan dia yang telah menjebak ku. Heh...!" Sila tersenyum getir.
"Bagaimana ada seorang suami yang bisa menjebak istrinya untuk tidur dengan laki-laki lain!"
Brakk
Niken benar-benar sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Dia menggebrak meja membuat Sila terkejut dan langsung memegang tangan kakak iparnya itu. Sila melihat mata Niken merah, dia tahu kakak iparnya itu sangat marah.
Sila kemudian berpikir, jika Niken saja reaksinya seperti ini. Lalu bagaimana dengan Bima?
"Dasar laki-laki breng*sek. Aku salah pernah mengira kalau dia adalah malaikat yang di kirimkan Tuhan untuk mu Sila. Aku bahkan yang sudah meminta padamu waktu itu agar cepat meresmikan hubungan kalian. Aku tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini!" Niken pun menangis.
Ada rasa bersalah dalam hatinya karena dulu sewaktu Sila dan Hadi pacaran, dia juga ikut mendesak keduanya untuk segera meresmikan hubungan mereka.
Sila bahkan harus berdiri dan merangkul Niken yang terlihat begitu emosional.
"Kak, kakak tenang ya. Jangan terbawa emosi...!"
__ADS_1
"Bagaimana kakak tidak emosi Sila, dia... laki-laki baji*Ngan itu mengusir mu dari rumah mu sendiri. Rumah yang sudah susah payah kamu bangun dari hasil keringat mu sendiri. Aku masih ingat ketika kamu menjadi wakil kepala divisi, dia masihlah staf administrasi Sila. Dengan bantuan mu dia bisa kuliah lagi, setelah mendapatkan gelar sarjana jabatannya pun semakin tinggi dan baik. Lihat apa balasan nya padamu Sila?" tanya Niken yang kembali mengungkit perjuangan Sila untuk Hadi.
"Sudah kak! aku sudah ikhlas... aku hanya ingin hak asuh Mika...!"
"Sila jangan lepaskan laki-laki jahat itu begitu saja. Bukankah kamu sudah punya semua bukti kejahatan nya?" tanya Niken dan Sila pun mengangguk.
"Kalau begitu jangan lepaskan dia, biarkan dia mendekam dan membusuk di dalam penjara!" kata Niken yang masih emosi.
Sila masih terdiam, Dave juga pernah mengatakan hal yang sama seperti itu padanya. Tapi dia benar-benar masih sangat ragu untuk melakukan itu. Pasalnya dia masih memikirkan Mika. Bagaimana dengan Mika, jika semua orang dan semua teman-teman nya nanti tahu kalau ayah kandungnya adalah seorang yang kejam dan seorang narapidana.
Bagaimana dengan Pak Haris dan Zain, kedua orang itu sangat baik pada Sila. Apalagi pak Haris juga sudah tua dan mulai sakit-sakitan. Lalu bagaimana dia nanti kalau Hadi masuk penjara. Sementara yang mencukupi segala kebutuhan keluarga Hadi adalah Hadi sendiri. Setidaknya kehidupan Hadi lebih mapan dari saudara-saudaranya yang lain. Semua itu masih ada dalam pikiran Sila.
Lalu bagaimana kalau Mika tahu bahwa ibunya lah yang sudah menyebabkan ayahnya masuk ke dalam penjara. Sila sama sekali tidak ingin semua hal itu.
"Tapi dia pantas mendapatkan nya Sila, yang dilakukan Hadi padamu itu lebih dari jahat, dia itu sungguh kejam dan tidak punya hati!" bantah Niken lagi.
Niken masih tidak terima dengan jawaban Sila yang mengatakan dirinya iklhas menerima semua yang telah Hadi lakukan dan hanya ingin hak asuh Mika saja.
"Aku tahu kak, aku yang merasakan nya. Rasa sakit itu aku tahu sekali. Tapi Mika tidak tahu apa-apa kak, Mika hanya tahu kalau ayah nya adalah ayah paling baik di dunia, paling menyayanginya. Anak umur 4 tahun itu tidak akan mengerti kalau ayahnya telah berkhianat dan menyakiti ibunya. Dia tidak akan tahu itu, dan dia sama sekali tidak perlu tahu itu. Kak Niken, aku mengerti kakak hanya ingin keadilan untuk ku, tapi aku yakin suami ku akan memberikan nya padaku. Tanpa menyeret mas Hadi ke penjara!" jelas Sila panjang lebar.
Melihat Sila merasa begitu yakin. Niken akhirnya mengalah. Dia memeluk Sila dengan erat dan mengusap punggung adik iparnya itu beberapa kali sebagai penyemangat, sebagai bentuk dukungan nya untuk Sila.
__ADS_1
"Tadinya aku dan mas Dave membawa semua bukti itu untuk di tunjukkan pada ayah agar ayah tidak lagi salah paham padaku, tapi sepertinya semua itu sudah tidak perlu!" ucap Sila lega karena ayahnya sudah menerima dan memaafkannya.
Niken mengangguk paham.
"Iya Sila, seandainya aku tahu dimana kamu selama ini. Aku pasti akan menjemput mu. Kasihan ayah, dia terus tidur di kamar ku karena sangat merindukan mu. Dia juga selalu minta ibu memasak makanan kesukaan mu. Kakak mu Bima sudah berusaha mencari mu, tapi tak bisa menemukan mu. Kamu mencari di minimarket, restoran, toko buku, butik dan tempat seperti itu lainnya. Tapi kami tidak menemukan mu. Rupanya kamu bekerja di perusahaan yang sangat besar, oh... aku salah, kamu bahkan nyonya bos di sana. Iya kan?" tanya Niken yang sudah mulai tenang dan bisa kembali bercanda dengan Sila yang juga menanggapi apa yang dikatakan Niken itu dengan senyuman.
Sementara itu, di apartemen Dave. Joseph masih sibuk merapikan dan memasukkan semua bukti yang tadinya akan dia tunjukkan pada Prio Utomo ke dalam brankas di ruang kerja Dave.
"Tuan, semua bukti tentang penyalahgunaan dana sebelum kerja sama ini terjadi juga sudah di kumpulkan. Jika tuan ingin menghancurkan karir tuan Hadi, itu sangat mudah. Besok pun tuan bisa melakukan nya!" kata Joseph yakin.
Tapi Dave yang duduk di kursi kerjanya sambil memegang sebuah pena langsung menghela nafas dan menyandarkan dirinya di sandaran kursi yang nyaman itu.
"Tidak bisa semudah itu Jo, Hadi tidak boleh hancur semudah itu. Dia sudah menyakiti istriku dengan rasa sakit yang teramat sangat. Aku juga akan memberikan nya rasa sakit dan frustasi yang pernah di rasakan oleh Sila!" tutur Dave.
"Jadi?" tanya Joseph.
"Jo, menurut mu mana yang akan lebih terasa sakit dan memalukan. Seorang asisten manager yang di copot jabatan nya karena korupsi dan etika buruk, atau seorang wakil CEO yang di pecat secara tidak hormat karena hal yang sama?" tanya Dave membuat Joseph mengerti arah pembicaraan tuannya itu.
'Oh, rupanya tuan ingin tuan Hadi jadi CEO dulu, setelah dia merasa di atas awan. Tuan akan menjatuhkan nya. Luar biasa, ini baru tuan Dave Hendrawan yang aku kenal, tegas dan tanpa ampun!' batin Joseph.
***
__ADS_1
Bersambung...