Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 238


__ADS_3

Umar dan temannya membawa Jupri ke ruangan lain yang terpisah dengan Iwan dan Ferguso (preman yang kepalanya plontos, dia masih keturunan Argentina, kakek dari paman dari ibu kakeknya adalah penjual nacos di Argentina).


Wajah Jupri benar-benar pucat, keringat yang mengalir membentuk rute sirkuit Mandalika di pelipis nya bukan lagi sebesar biji jagung. Tapi sudah sebesar biji berondong jagung. Lebih besar sedikit dari biji jagung kan.


Randy melihat ke arah dua anak buah Roy yang membawa Jupri. Setelah mereka membawa Jupri ke hadapan Randy. Randy menatap tajam ke arah Jupri.


"Siapa namamu?" tanya Randy.


"Jawab!" bentak Umar yang langsung menekan keras lengan Jupri.


"Ju... Jupri!" jawab Jupri sambil meringis kesakitan karena tekanan di lengannya oleh Umar.


"Siapa yang menyuruh mu, meneror Karina?" tanya Randy dengan mata uang tatapannya masih tajam ke arah Jupri.


"Jawab!" teriak Umar di telinga Jupri lalu kembali menekan lengan Jupri.


Lagi-lagi Jupri meringis kesakitan, dia merasa tulangnya lengannya jika di tekan sekali lagi pasti akan patah. Matanya sudah berair menahan rasa sakit.


"Ampun, tuan. Ampun... aku mengaku salah tuan!" Jupri terisak dengan tangan yang berusaha dia lepaskan dari Umar untuk di satukan dengan tangannya yang satu lagi mengambil posisi memohon ampun kepada Randy.


"Baiklah, aku akan melepaskan mu. Asal kamu katakan semua yang kamu tahu!" ucap Randy dengan tatapan serius pada Jupri yang sudah pucat dan ketakutan setengah mati.


Jupri langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. Masih dengan berderai air mata di wajahnya.


"Lepaskan dia!" Umar dan temannya langsung melepaskan Jupri dan mendorongnya hingga jatuh di depan Randy.


Randy kemudian mengambil sebuah kursi besi yang ada di dekatnya. Dia memposisikan kursi itu persis di depan Jupri yang tangan dan kakinya terlihat gemetaran.


Randy langsung duduk di kursi itu dengan gayanya yang meski ingin terlihat menakutkan tapi tidak semenakutkan gaya Umar dan yang lain.

__ADS_1


"Sekarang katakan!" seru Randy.


Sedikit tersentak ke belakang, Jupri langsung mengatakan dari awal kronologi dia menerima panggilan telepon dari Iwan. Iwan adalah ketua mereka. Sebenarnya anggota mereka terdiri dari lima orang, tapi yang ikut dalam misi ini hanya tiga orang saja. Karena yang dua lagi sedang menunggu istri mereka yang sedang persalinan.


Randy sedikit mengernyitkan dahinya mendengar alasan dari dua orang yang tidak ikut dengan gerombolan preman yang meneror rumah kontrakan Karina. Tapi kemudian dia melupakan itu dan kembali fokus pada cerita Jupri.


Jupri lalu melanjutkan ceritanya, kalau mereka sama sekali tidak pernah bertemu dengan orang yang memerintahkan mereka untuk memberikan teror dan menakut-nakuti penghuni rumah kontrakan itu. Mereka bahkan tidak tahu siapa penghuni rumah kontrakan itu, mereka hanya di berikan alamat dan di transfer sejumlah uang saja.


Randy segera mencengkeram kedua rahang Jupri dengan kuat.


"Kamu tidak berbohong?" tanya Randy dengan mata yang melotot pada Jupri.


Jupri langsung menggelengkan kepalanya dengan sangat cepat berkali-kali.


"Tidak tuan, aku tidak bohong!" jawab Jupri sambil matanya mengeluarkan air mata.


"Lalu ceritakan rahasia yang satu lagi!" ujar Randy membuat mata Jupri melotot lebar.


"Tidak mau bicara, Umar potong tangan dan kakinya!" teriak Randy.


Mendapatkan perintah seperti itu dari Randy, Umar pun segera menarik lengan Jupri. Jupri yang ketakutan karena memang sejak awal Umar telah memukulinya dan membuatnya babak belur tanpa bisa melawan membuat Jupri sangat takut pada Umar.


Jupri juga yakin kalau Umar akan benar-benar memotong tangan dan kakinya karena Umar memang sama sekali tidak punya belas kasih. Wajahnya bahkan sangat datar dan ekspresi wajahnya sangat seram.


"Ampun tuan, ampun tuan... baik... baik. akan aku ceritakan. Tapi aku mohon ampuni aku tuan, anak ku masih kecil-kecil. Mereka masih sangat membutuhkan aku tuan. Aku mohon...!" Jupri terus memohon ampun dan menangis sesenggukan.


Jupri teringat akan anak dan istrinya yang masih sangat membutuhkan nya. Dia juga melakukan semua ini demi anak dan istrinya. Hidup memang seperti ini, semua tergantung bagaimana pilihan yang kita pilih. Namun Jupri tidak punya banyak pilihan, dua menyadari semua yang dia lakukan salah, dia bahkan menyembunyikan semua pekerjaan nya dari anak dan istrinya. Tapi pendidikan yang tidak lulus SD, membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan layak. Dia hanya bisa berkelahi dan badannya lumayan tinggi. Itu saja keahliannya. Jadi dia masuk anggota preman yang di ketuai oleh Iwan.


"Kalau begitu katakan!" bentak Randy begitu mengintimid4si Jupri.

__ADS_1


Jupri sampai terjungkal ke belakang sangking takut dan kaget dalam waktu yang bersamaan.


"Ka... kami juga yang memotong kabel rem mobil mewah berwarna putih gading itu tuan...!"


Mata Randy terbelalak lebar. Mobil mewah berwarna putih gading. Randy ingat mobil berwarna putih gading adalah mobil yang dikendarai Alisha saat akan memberikan kejutan anniversary untuk Randy.


Randy matanya langsung memerah. Dia langsung mencengkram kerah baju Jupri dan mengangkat nya ke atas.


"Bren9sek!! jadi kau yang sudah membuat istriku kecelakaan????" tanya Randy dengan berteriak persis di depan wajah Jupri.


Membuat wajah Jupri basah dengan campuran air mata dan air yang muncr4t dari mulut Randy.


"Ampun tuan, bukan aku. Aku hanya mengawasi. Iwan yang memotong kabel rem itu...!" jelas Jupri ketakutan.


"Siapa yang membayar kalian untuk melakukan itu, katakan! siapa???" teriak Randy yang membuat Umar dan temannya bahkan memundurkan langkahnya karena tidak pernah melihat Randy semarah ini sebelumnya.


"Se... se... seorang wanita yang selalu menyebut dirinya nyonya dari keluarga.. Pra... Praja!" jawab Jupri ketakutan setengah mati.


Randy begitu terkejut. Matanya merah dan berkaca-kaca. Tangannya secara tidak sadar bahkan sudah terlepas dari kerah baju Jupri. Membuat Jupri kembali jatuh tersungkur di lantai.


"Alisha!" teriak Randy yang langsung berlutut dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Umar dan temannya hanya bisa saling pandang. Mereka mengenal Alisha, dan mereka tahu seperti apa saat Randy kehilangan Alisha dulu. Sekarang dia tahu kalau Alisha bukan meninggal karena kecelakaan tapi karena di celakai oleh seseorang. Mereka berdua yakin, kalau Randy pasti saat ini sangat terpukul.


"Akan ku bunuh kau!" pekik Randy yang langsung akan maju dan meninju Jupri.


Namun Umar yang menyadari hal itu langsung menarik Randy menahun dari Jupri.


"Tuan, jangan lakukan itu. Jangan kotori tangan tuan. Biar aku saja yang menghabisinya. Tapi tidak kah tuan ingin membawa wanita yang telah menyebabkan semua ini ikut membayar kejahatannya itu, jika pria ini mati, maka tidak ada bukti tuan!" jelas Umar.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2