
Hadi harus terus minta maaf atas kelakuan Susan yang sejak tadi membuat Dave berekspresi sangat dingin dan tidak senang padanya. Dalam hatinya Hadi merasa sangat kesal pada Susan, dalam satu hari dia sudah membuat banyak masalah untuk Hadi. Dari mulai bertengkar dengan ibu Hadi, lalu mengubah vendor acara makan malam ini, untung saja acaranya berjalan baik, lalu membuat Dave menjadi berubah dingin lagi padanya, padahal setelah penandatanganan kontrak tadi Dave cukup bisa di ajak bicara tidak seperti biasanya.
"Tuan Dave, sekali lagi aku minta maaf. Aku akan menegur Susan lagi nanti!" ucap Hadi dengan senyuman yang dibuat-buat.
Tanpa melihat ke arah Hadi, Dave berkata.
"Wanita mu itu sudah menganggu sekertaris pribadi ku, bahkan dia sudah berani memfitnah nya. Kalau aku tidak memandang keluarga mu dan sekarang aku sedang berada di rumah ku, aku tidak perlu berpikir dua kali untuk membatalkan kerja sama ini!" tegas Dave.
Wajah Hadi langsung menjadi pucat. Bagaimana pun dia tidak boleh kehilangan kerja sama ini, karena ini adalah cara satu-satunya agar dia di promosikan menjadi wakil CEO. Hadi juga sudah keluar banyak uang untuk semua persiapan mendapatkan proyek ini.
"Tuan Dave tolong jangan seperti itu, aku juga minta maaf pada Sila, seharusnya aku tidak membiarkan Susan sampai berkata seperti itu!" ujar Hadi pada Dave.
Tapi Dave sama sekali tidak memberikan tanggapan. Hadi lalu beralih pada Sila yang sedang berdiri diam dan terus melihat ke arah kamar Mika. Dan akhirnya muncul lah sebuah ide di kepala Hadi.
"Sila!" panggil Hadi membuat Sila menoleh ke arah pria itu.
"Sila, aku sungguh minta maaf. Aku benar-benar akan menegur Susan dengan keras. Dan kamu, kamu bisa datang setiap hari kemari untuk menjenguk Mika. Di sini ada ayah dan juga ibu, kamu juga bisa bertemu mereka. Pintu rumah ini akan selalu terbuka lebar untuk mu!" ucap Hadi mencoba untuk membuat Sila menjadi emosional lagi.
Hadi tahu kalau kelemahan Sila adalah Mika. Dia pasti akan membujuk Dave agar memaafkannya dan tetap menjalin kerja sama dengannya. Lagipula Mika ada di tangan Hadi, Sila pasti tidak mau perusahaan tempat Hadi hancur, karena hal itu juga akan mempengaruhi kehidupan Mika ke depannya. Begitulah yang ada di pikiran Hadi.
Tapi dia memang benar, setelah Hadi mengatakan kalau Sila bisa menemui Mika setiap hari. Mata Sila kembali berbinar. Dia melihat ke arah Dave yang memang sedang menunggu reaksi Sila.
Dave menghela nafasnya, sepertinya istrinya itu sangat berharap apa yang dikatakan Hadi itu benar. Namun Dave juga tidak mau kalau Sila terus datang ke rumah Hadi.
"Baiklah, aku tidak akan membatalkan kerja sama ini. Tapi Sila juga tidak bisa terus datang kesini, wanita mu itu mungkin akan lebih nekat lagi nanti! bagaimana kalau kamu antar Mika besok sore dan ijinkan anakmu menginap di rumah orang tua Sila?" tanya Dave.
Sila terkesiap ketika Dave mengatakan itu, masalahnya dia sudah tidak tinggal lagi dengan kedua orang tuanya. Bagaimana besok dia bisa ke rumah orang tuanya dan menemui Mika. Bahkan menginap disana?
Hadi juga bingung dengan apa yang baru saja di katakan oleh Dave.
__ADS_1
"Tuan Dave bukankah tuan tadi mengatakan kalau Sila sudah tidak tinggal di sana?" tanya Hadi bingung.
Dave lalu melihat ke arah Sila yang sepertinya juga bingung dan sedih di saat bersamaan.
"Itu kan kemarin-kemarin, besok dia juga sudah pasti akan bisa tinggal di sana lagi!" ucap Dave yang membuat Sila dan Hadi bertanya-tanya.
Dave, Joseph dan Sila pun akhirnya meninggalkan rumah Hadi setelah Hadi sendiri yang mengantarkan nya sampai ke depan pintu mobil Dave.
Di perjalanan pulang, Sila masih heran dengan ucapan Dave tadi yang mengatakan kalau besok dia sudah bisa tinggal di rumah orang tuanya lagi.
"Tuan!" panggil Sila lembut pada Dave.
"Hm!" dan Dave hanya berdehem saja sambil menoleh ke arah Sila.
"Tuan tadi mengatakan kalau aku besok bisa tinggal di rumah ayah ku lagi? tapi tuan ayah ku sudah mengusir ku, dia bilang dia tidak mau melihat ku lagi!" ucap Sila dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Dave langsung menarik Sila ke pelukannya.
Joseph yang sesekali melirik ke arah kaca spion di dalam mobil pun merasa terharu. Tuannya itu selama ini sangat dingin dan cuek pada siapapun. Tapi setelah bertemu dengan Sila, tuannya itu berubah sangat hangat dan begitu perduli. Dia juga sudah tidak sering marah-marah pada Joseph seperti dulu. Dan hal itu membuat Joseph jadi sangat respect pada Sila.
"Aku sudah berusaha membuktikan aku tidak bersalah, tapi hasilnya...!" Sila tidak meneruskan ucapannya karena jari telunjuk Dave sudah menempel di depan bibirnya.
"Kamu percaya padaku kan?" tanya Dave dan Sila langsung mengangguk.
"Kalau begitu tunggu dan lihat saja, aku yang akan membuktikan semua itu pada ayahmu!" ucap Dave membuat Sila mengangguk meskipun dia tidak mengerti sebenarnya apa yang sudah Dave rencanakan untuk membantunya membuktikan kalau Sila tidak bersalah.
Beberapa saat kemudian mereka tiba di sebuah klub malam. Sila pun heran kenapa Dave membawanya ke tempat seperti ini, tapi dia tetap diam dan tidak bertanya. Karena dia percaya Dave tidak akan membuatnya berada dalam masalah.
"Sila, ayo!' ajak Dave setelah melihat Sila yang sudah turun dari mobil tapi tak beranjak dari sana padahal Joseph dan Dave sudah berjalan maju.
__ADS_1
Mendengar ajakan Dave Sila langsung melangkahkan kakinya dengan cepat.
"Dimana dia?" tanya Dave pada Oman yang sudah menunggunya di depan pintu klub malam itu.
"Di ruang VIP tuan!" jawab Oman dengan datar.
Sila pun mengikuti langkah Dave, Joseph dan Oman. Meski dia terus bertanya-tanya tentang apa yang akan di lakukan Dave. Dan orang yang di tanyakan Dave tadi.
Mereka berempat menaiki sebuah anak tangga dan berjalan ke sebuah ruangan yang di depannya tertulis VIP room. Oman langsung membukakan pintu itu, Sila juga ikut masuk.
Namun setelah masuk ke ruangan itu, Sila di buat terkejut karena melihat beberapa orang berpakaian hitam yang mengelilingi seorang pria gendut, yang di ikat di sebuah kursi dengan wajah yang sangat ketakutan.
Sila langsung mundur dan bersembunyi di belakang Dave.
"Tuan, siapa orang itu dan kenapa dia di perlakukan seperti itu?" tanya Sila yang merasa takut.
Dave langsung merangkul Sila.
"Dia adalah pria yang di bayar oleh mantan suami mu untuk tidur dengan mu!" jawab Dave.
Deg
"Ja... jadi dia, pria yang malam itu..?" tanya Sila dengan suara dan juga tangan gemetaran. Matanya sudah merah dan berkaca-kaca.
Brukk
Sila begitu syock dan langsung pingsan ketika menyangka kalau pria di depannya itulah yang sudah tidur dengannya malam itu.
***
__ADS_1
Bersambung...