Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 71


__ADS_3

Sila terlihat sangat frustasi, dia terus menangis di pelukan Dave. Meskipun Dave sudah berusaha menenangkan Sila. Tapi sepertinya percuma saja. Sila tetap terisak.


Memang berat berada di posisi Sila, dia harus menerima cobaan demi cobaan dalam rentan waktu yang bersamaan. Belum sembuh lukanya itu, dia sudah di beri cobaan lagi. Sila bahkan tidak bisa menolak pernikahan nya dengan Dave, karena memang dia tidak punya pilihan lain untuk mendapatkan hak asuh Mika.


Tapi dia lupa kalau dirinya juga punya aib yang begitu besar. Meskipun Dave bilang mencinta nya dengan tulus dan menerima dia apa adanya, tetap saja kalau Hadi dan wanita selingkuhan nya itu nanti buka suara, Sila tetap akan jadi alasan Dave dipermalukan.


Sila tidak mau hal itu terjadi, dalam pikirannya saat ini. Dave berhak mendapatkan wanita yang lebih baik darinya. Bukan wanita bodoh dan kotor seperti dirinya.


Sila lalu menarik dirinya dari peluang Dave.


"Tuan, sebaiknya tuan ceraikan saja aku. Aku hanya akan menjadi beban untuk tuan, kalau keluarga tuan tahu hal ini mereka akan sangat kecewa tuan. Dan kalau orang lain tahu, maka akan menjadi noda yang mencoreng wajah dan nama baik tuan!" lirih Sila masih sambil terisak.


Jimmy yang melihat Sila begitu emosional lantas menepuk bahu Dave pelan.


"Dave, sebaiknya katakan saja yang sebenarnya!" ucap dokter Jimmy yang membuat Sila lantas menoleh dengan cepat ke arah dokter Jimmy.


Tapi sepertinya Dave masih sangat ragu untuk mengatakan nya. Ketakutan akan kebencian Sila nanti padanya membuatnya tak bisa mengeluarkan kata-kata itu.


"Ada apa? apa tuan akan menceraikan ku?" tanya Sila yang sudah dalam keadaan kalut dan gusar.


Mendengar pertanyaan Sila, Dave segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak Sila, aku tidak akan pernah menceraikan mu. Jangan bicara begitu!" ucap Dave yang gusar.


"Lalu apa tuan, apa ada yang terjadi pada Mika, atau ayah ku?" tanya Sila yang pikirannya sudah mulai melantur kemana-mana karena sangat emosional.


Lagi-lagi Dave menggelengkan kepalanya.


"Sila kamu sedang hamil!" ucap dokter Jimmy yang tidak ingin Sila lebih berpikir yang tidak-tidak lagi.


"Hamil?" tanya Sila dengan mata terbuka lebar.


Sila lantas melihat ke arah perutnya. Sila melihat ke arah Dave, jika ini adalah anak Dave Sila pasti akan senang. Tapi dia juga ingat kalau terakhir dirinya datang bulan adalah satu minggu sebelum pernikahan Zain. Jadi menurut perhitungan nya, bisa saja kalau anak yang dikandung Sila ini adalah anak dari laki-laki yang malam itu bersamanya. Sila benar-benar tidak berdaya, dia langsung lemas dan seperti merasa darahnya tak mengalir lagi di tubuhnya.


Melihat Sila yang semakin sedih dan frustasi. Dave lagi-lagi memeluknya dalam dekapannya.


Tapi saat Dave memeluknya, Sila mendorong Dave.

__ADS_1


"Lepaskan aku tuan, jangan sentuh wanita kotor seperti aku ini!" ucap Sila dengan nada yang meninggi.


Jimmy dan Joseph terkejut mendengar Sila berteriak seperti itu. Selama ini mereka tahu kalau Sila adalah wanita yang lembut dan sabar. Jika Sila sudah berteriak seperti itu, artinya dia benar-benar sangat tertekan.


Jimmy yang tidak ingin terjadi hal yang tidak di inginkan pada Sila dan kehamilannya pun mengajak Joseph untuk keluar.


"Jo, ayo pergi. Dave pasti bisa mengatasi ini!" ucap Jimmy pada Joseph.


Meski dengan langkah yang sedikit ragu. Tapi Joseph tetap mengikuti langkah Jimmy keluar dari ruangan itu.


"Sila tenanglah. Tidak baik untuk anak dalam kandungan mu!" ucap Dave lembut berusaha menenangkan Sila.


Dengan deraian air mata, Sila lalu berdiri dan menghadap ke arah Dave.


"Tuan, sudah cukup. Bersikap baik juga ada batasnya, tolong jangan bersikap terlalu baik padaku. Sudah cukup semua kebaikan tuan padaku, aku sekarang sedang hamil tuan, dan ini mungkin bukan anak tuan, karena pernikahan kita masih baru. Lepaskan saja aku tuan, hiks... hiks...!" Sila benar-benar frustasi. Dia sampai terduduk di lantai dengan air mata yang berderai.


Dave mengusap kepalanya gusar. Benar apa kata Jimmy, dia memang harus jujur atau Sila akan semakin sedih dan frustasi karena mengira orang lain lah ayah dari anak yang sedang dia kandung.


Dave lalu berusaha mengajak Sila untuk bangun dan duduk kembali di sofa. Dengan tatapan hangat dan tangannya yang menggenggam erat tangan Sila Dave mulai menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Sila, anak itu adalah anak ku!" ucap Dave tapi masih belum membuat Sila menghentikan tangisannya dan masih menggelengkan kepalanya.


Sila langsung menarik tangannya dari genggaman Dave lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya itu. Mendengar usia kehamilan nya sudah lebih dari empat minggu, Sila yakin kalau anak ini adalah anak dari pria yang bersamanya malam itu.


Dave lagi-lagi menghela nafas.


"Tapi anak itu adalah anakku, karena pria yang bersama mu malam itu adalah... Aku!" jujur Dave pada Sila.


Mendengar pernyataan Dave barusan, Sila langsung melihat ke arah Dave.


"Jangan berbohong tuan, tuan tidak mungkin melakukan itu!" ucap Sila yang berusaha meyakinkan dirinya kalau orang yang sudah dia anggap malaikat di depannya itu pasti tidak akan melakukan perbuatan tercela seperti itu padanya. Juga meninggalkan nya begitu saja, sedangkan dia tahu pakaian Sila saat itu bahkan sudah robek.


"Aku tidak berbohong Sila. Pria di kamar 1101 itu adalah aku. Malam itu aku menginap di sana karena Shafa, adikku akan menikah di hotel Emerald itu!" jelas Dave.


Sila masih terdiam dan terus mencoba mencari kebenaran di mata dan ucapan Dave.


"Tahi lalat di punggung kiri mu, aku minta kamu mencoba pakaian di butik waktu itu untuk memastikan kalau wanita pada malam itu adalah kamu!" jelas Dave lagi.

__ADS_1


Mata Sila semakin terbuka lebar. Dia memegang dadanya yang terasa sakit dengan kuat.


"Malam itu aku ...!"


Dave menjeda kalimatnya karena Sila langsung berdiri dan menatap dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Dave.


Melihat Sila berdiri, Dave ikut berdiri.


"Aku minta maaf Sila, tapi malam itu melihat mu dengan pakaian dan keadaan mu yang seperti itu, aku...!"


Air mata kembali mengalir dari mata Sila, tapi dia tidak terisak. Sila menangis tanpa suara. Dia tidak menyangka kalau Dave lah pria pada malam itu.


"Jadi semua kebaikan mu itu...?"


Sebelum selesai mengatakan apa yang ingin dia katakan. Dave menggenggam kedua tangan Sila.


"Aku mencintai mu Sila, dan itu kebenaran nya. Pagi itu setelah pernikahan Shafa aku kembali ke kamar itu tapi kamu sudah tidak ada...!"


Tapi kata-kata Dave terhenti ketika Sila menarik paksa tangannya.


"Kenapa tuan, kenapa tuan yang aku anggap sebagai malaikat justru adalah pria yang membuat semua kehancuran ini terjadi padaku! kenapa?" lirih Sila lalu berjalan melewati Dave dan keluar dari ruangan itu.


Dave berusaha mengejar Sila, tapi Sila malah berteriak dan mengatakan untuk jangan mengikutinya. Atau dia akan nekat. Dave pun menghentikan langkahnya. Tapi Dave tetap meminta Joseph mengikuti Sila dari jauh dan melindungi nya. Begitu keluar dari klub malam, Sila langsung menghentikan sebuah taksi dan masuk ke dalam taksi itu.


Joseph juga langsung mengendarai mobil Jimmy, agar Sila tidak curiga kalau dia mengikuti Sila.


Sementara itu Jimmy yang melihat Dave begitu sedih menepuk bahu sahabatnya itu.


"Tenanglah Dave, sikapi masalah ini dengan bijak. Setidaknya kamu sudah jujur dan tidak ada lagi yang ditutupi dari Sila. Semua keputusan ada di tangan Sila, dan apapun keputusan Sila nanti sebagai pria sejati kamu harus menerima kenyataan itu!" ucap Jimmy panjang lebar.


Dave yang pikirannya masih kacau pun pergi begitu saja dan masuk ke dalam mobilnya lalu pergi meninggalkan Jimmy.


Sementara itu Jimmy tidak menyangka kalau dirinya bisa mengatakan hal bijak seperti itu lantas membusungkan dadanya dan melipat tangannya di depan dada. Hingga pada akhirnya dia menyadari kalau mobilnya tadi dipakai Joseph dan Dave pun sudah pergi meninggalkannya.


Jimmy pun menepuk dahinya sendiri.


"Astaga, inikah definisi air susu di balas air tuba?" tanya Jimmy yang terpaksa menghentikan sebuah taksi untuk pulang ke apartemen nya.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2