Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 180


__ADS_3

Sementara itu di sebuah rumah sederhana, benar-benar sederhana. Sedang berkumpul beberapa orang di ruang tamu. Semalam Hadi dan Rosa juga kedua orang tuanya tiba terlalu malam, hingga pembicaraan tentang pernikahannya dan Rosa terpaksa di tunda hingga pagi ini.


Hadi yang pertama mengawali pembicaraan, Dahlia terus menangis mendengar apa yang terjadi pada Rosa, sambil terus merangkul anaknya itu yang juga sedang menangis.


Sekali lagi, Haris harus menahan malu, menahan sakit di hatinya karena ulah Hadi. Bisa-bisanya dia memaksa seorang gadis dan gadis itu masih perasaan. Rasanya kalau itu terjadi saat usia Hadi 20 tahun, Haris ingin sekali mengubur anaknya itu hidup-hidup. Sangking merasa malunya pada apa yang di perbuat Hadi.


Murti pun sangat sedih melihat anak dan ibu yang ada di depannya itu. Dia juga seorang ibu, dia juga bisa melihat kondisi perekonomian Rosa dan ibunya, pasti sangat sulit bagi Dahlia berjuang untuk membesarkan Rosa seorang diri karena sang ayah yang telah meninggal sejak Rosa masih berusia 2 tahun. Dia bisa merasakan apa yang Dahlia rasakan. Rasa sedih dan kecewa pada Hadi juga mulai membuat air matanya berkaca-kaca.


"Sekarang tidak akan ada lagi yang akan mau menikahi mu nak. Ibu membiarkan mu bekerja di kota agar kehidupan mu lebih baik, tidak seperti ibu. Sekarang bagaimana....?" tanya Dahlia yang terlihat sangat sedih.


Tapi yang membuat Haris dan Murti terharu adalah Dahlia sama sekali tidak marah-marah atau meluapkan kekesalannya pada Hadi. Tidak juga mem4ki Hadi atau m3mukulnya selayaknya seorang ibu yang marah pada seseorang yang telah menghancurkan masa depan anaknya.


"Mungkin nasib kita memang harus begini..hiks!" tangis Dahlia semakin pilu.


Hadi juga bisa melihat semua itu, Dahlia dan Mila ibu dari Susan sangatlah berbeda. Jika yang ada di hadapannya saat ini Mila, Hadi pasti sudah babak belur, di cak4r, di pukull, di m4ki-m4ki atau mungkin lebih parah dari itu. Rosa juga sama, dia hanya menangis dan meratapi nasibnya, jika itu Susan maka sudah pasti akan ada kehebohan karena dia akan berteriak-teriak tidak karuan dan mempermalukan Hadi.


Dan karena sikap Dahlia dan Rosa, Hadi dan kedua orang tuanya pun semakin respect pada meraka. Hadi bahkan merasa kalau keputusannya menikahi Rosa adalah pilihan yang tepat.


"Bu, maksud kedatangan ku kemari adalah untuk bertanggung jawab pada Rosa. Aku akan menikahinya Bu!" ucap Hadi dengan antusias.


Dahlia menyeka air matanya.


"Nak, jika kamu hanya ingin menikahi Rosa karena rasa bersalah sebaiknya tidak usah. Karena kalau kamu tidak mencintainya, anak ibu ini cepat atau lambat akan tersingkir. Apa bedanya keadaannya sekarang dan saat itu tiba?" tanya Dahlia pada Hadi.

__ADS_1


Hadi yang mendapatkan pertanyaan seperti itu pun terdiam. Dia berpikir keras, dia memang tidak mencintai Rosa untuk sekarang, tapi dia berpikir bukan tidak mungkin dia akan perlahan mencintai Rosa karena perhatian dan sifat Rosa yang tenang dan pengertian.


"Bu, aku akan berusaha mencintai Rosa...!"


"Nak, janji memang mudah di ucapkan. Tapi kami ini orang biasa, kalaupun kamu ingkar janji kami juga bisa apa nak?" tanya Dahlia.


Dan pertanyaan Dahlia itu seolah menoh0k Hadi begitu dalam.


"Bisakah nak Hadi berjanji hanya akan punya istri Rosa seorang?" tanya Dahlia.


Hadi langsung kaget, dia langsung melihat ke arah ayah dan ibunya. Permintaan Dahlia itu sungguh tidak mungkin bisa di kabulkan Hadi, karena undangan pernikahan nya dengan Susan sudah tersebar. Dan Susan juga tengah mengandung anaknya.


Dahlia melihat reaksi Hadi dan kedua orang tuanya langsung tersenyum lirih.


"Bu, aku minta maaf. Tapi ada hal perlu ini tahu. Dua minggu lagi aku akan menikah dengan wanita yang sudah mengandung anakku..!"


Dahlia langsung berdiri.


"Apa sebenarnya maksud kalian, kalian ingin menghinaku atau bagaimana? bagaimana mungkin pria yang dua minggu lagi akan menikah malah datang melamar anakku? apa kalian ingin anakku jadi istri simpanan?" tanya Dahlia dengan ekspresi sangat emosional.


Haris dan Murti juga ikut berdiri, mereka benar-benar tak bisa berkata-kata lagi. Hadi pun berusaha untuk menenangkan Dahlia yang sudah mulai emosional.


"Bu, aku akui aku salah. Dan aku ingin bertanggung jawab pada Rosa, aku akan menikahinya dan menjadikan nya istri pertama ku, istri ku yang sah Bu!" Hadi masih berusaha membujuk Dahlia.

__ADS_1


"Kalau begitu apa nanti anakku yang akan tidur di kamar mu?" tanya Dahlia.


Hadi terdiam, jika dia mengiyakan permintaan Dahlia, maka Susan pasti akan meng4muk dan membuat masalah besar. Susan sekarang sangat berbeda dengan Susan yang dulu, dia sekarang sangat tempramen dan keras kepala.


Melihat reaksi Hadi, Dahlia kembali tersenyum getir.


"Hah, sudah ku duga. Walaupun anakku akan menjadi istri pertama, dia juga hanya akan seperti simpanan yang bahkan akan di biarkan tidur sendirian di kamar tamu kan?" tanya Dahlia begitu membuat Haris dan Murti merasa sangat malu.


"Bu Dahlia, Rosa istri pertama Hadi. Pasti Rosa yang akan tidur bersama Hadi nanti. Biar Susan yang tidur di kamar tamu!" sahut Murti yang sudah sangat malu, dan tidak ingin lebih di buat malu lagi oleh Hadi.


Hadi langsung menatap ibunya saat Murti mengatakan itu pada Dahlia.


Murti tahu apa arti tatapan mata Hadi.


"Sudahlah Hadi, seorang pria itu berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Kamu juga akan menikahi Rosa sebagai istri pertama mu, maka kamu harus berikan hak nya juga selayaknya istri pertama mu!" tegas Murti yang membuat Hadi hanya bisa mengusap kepalanya dengan kasar.


Rosa hanya melihat semua drama yang ada di depannya dengan menundukkan kepala dan sesekali menyeka air matanya yang memang sejak tadi dibiarkan terus mengalir. Tapi dalam hatinya dia tersenyum bahagia.


'Bagus, sekarang drama ini mertua dan menantu akan semakin seru. Calon ibu mertuaku ini sepertinya juga tidak suka pada Susan. Baguslah, aku akan mendekatinya untuk sama-sama membuat Susan semakin menderita, dan kesal di waktu yang bersamaan. Susan... pembalasan itu akan selalu lebih kejam!' batin Rosa.


Setelah semua keputusan di ambil, dan di putuskan kalau Rosa akan mendapatkan haknya sebagai istri pertama. Termasuk tinggal sekamar dengan Hadi, Dahlia pun merestui rencana pernikahan Hadi dan Rosa. Semua segera di urus, malam ini pernikahan antara Rosa dan Hadi akan di laksanakan. Akad nikah sederhana dengan mengundang perangkat desa serta para tetangga dekat rumah Dahlia saja.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2