Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 221


__ADS_3

Susan dan ibunya sudah di larikan ke rumah sakit. Polisi pun memberi tahu kabar ini pada Hilman. Bukan main pilunya Hilman mendengar kabar dua wanita yang sangat dia cintai mengalami kecelakaan dan sedang kritis di rumah sakit. Hilman pun segera ke rumah sakit untuk melihat bagaimana kondisi istri dan anaknya.


Di lain sisi, Dave sudah mendapatkan kabar dari anak buahnya kalau Hadi Tama sudah di tangkap oleh polisi. Dan Susan sedang dalam pengejaran. Dave menghela nafasnya lega, karena pada akhirnya, meski tanpa campur tangannya pun tetap saja Hadi Tama berakhir dengan buruk.


"Jadi bagaimana? mereka sudah di tangkap?" tanya Rizal yang terus memperhatikan sikap Dave yang terus menyimak kabar baru tentang kasus Hadi Tama.


Dave mengangguk.


"Sudah ayah, kata Roy Hadi Tama sangat kooperatif. Dia di bawa tanpa perlawanan dari rumahnya, namun sayang Susan, selingkuhan nya itu melarikan diri tapi dia juga sudah dalam pengejaran. Lari dari polisi hanya akan membuat hukumannya bertambah!" jelas Dave.


Tapi ketika Dave sedang berkata demikian, Sila yang tak sengaja mendengar apa yang dikatakan suaminya itu dari balik pintu ruang kerja yang memang terbuka satu daun pintu pun terdiam mematung di tempatnya.


'Mas Hadi benar-benar di tangkap polisi. Huh...!' Sila menghela nafasnya sangat panjang.


Sila pun masuk ke dalam dan sedikit mengetuk pintu.


"Mas, ayah!" sapa nya lalu melangkah masuk ke dalam.


"Makan siang sudah siap!" ucap Sila dengan sopan.


Rizal dan Dave sama-sama melihat ke arah Sila. Rizal mengerti kalau menantunya itu pasti mendengar apa yang Dave katakan tadi. Rizal langsung berdiri dari kursinya, lalu saat berjalan melewati Dave, Rizal menepuk bahu Dave sekilas dan berkata.


"Jelaskan semua yang terjadi pada Sila, dia berhak tahu!" ucap Rizal yang kemudian keluar dari ruang kerja itu.


Sila masih diam di tempatnya, Dave pun berdiri dan berjalan ke hadapan istrinya itu. Sambil menggenggam kedua tangan Sila, Dave berkata.

__ADS_1


"Kamu sudah mendengarnya kan. Hadi dan Susan terlibat k4sus penggelap4n dana perusahaan dan juga fitnah bahkan mencelakai orang lain. Sekarang dia sudah di tahan di kantor polisi!" terang Dave.


Sila masih diam sambil menatap suaminya itu. Dia pun sebenarnya sudah tidak terkejut dengan hal itu, sebab sejak mengenal Susan. Perangai Hadi memang sudah jauh berubah dari pria baik dan bertanggung jawab yang pernah dia kenal.


"Aku tahu kamu tidak akan memikirkan atau kasihan pada Hadi Tama itu. Aku tahu rasa cemas mu ini benar-benar hanya karena Mika. Tenang saja, video viral itu sudah aku tarik dari media sosial. Mika tidak akan mendengar hal buruk tentang ayah kandungnya. Setidaknya sampai dia mengerti!" jelas Dave.


Sila pun langsung memeluk Dave. Dia sungguh bersyukur suaminya benar-benar mengerti betul dirinya.


Tapi baru akan bersama dengan Dave melangkah ke ruang makan. Salah seorang asisten rumah tangga kediaman Hendrawan menemui Sila dan Dave dengan terburu-buru.


"Permisi tuan, nyonya. Di depan pintu ada seorang ibu yang menangis histeris bahkan berlutut di depan pintu dan tidak mau berdiri, katanya dia ingin bertemu dengan nyonya Sila!" terang asisten rumah tangga Rizal itu.


Sila dan Dave pun saling pandang. Sila masih bingung, tapi Dave sudah tahu kemungkinan siapa wanita yang disebut ibu oleh asisten nya itu.


"Siapa ya mas?" tanya Sila yang tak bisa menebaknya.


"Kita lihat saja!" ajak Dave merangkul pinggang Sila.


'Siapa lagi sayang, dia pasti ibunya Hadi. Mantan mertuamu itu. Siapa lagi yang bisa dia mintai pertolongan selain dirimu!' batin Dave sambil berjalan bersama Sila ke arah pintu utama kediaman Hendrawan.


Begitu Sila dan Dave berjalan ke arah pintu, seorang wanita paruh baya langsung berlari ke arah Sila dan berlutut di depannya sambil terisak menangis.


Sontak saja Sila terkejut. Apalagi wanita yang berlutut itu adalah Murti, mantan ibu mertuanya.


"Bu Murti! Bu bangun Bu. Jangan begini!" pinta Sila sangat merasa tidak enak karena Murti lebih tua darinya.

__ADS_1


Dia juga sangat menghormati Murti meski apa yang sudah ibu itu dan anaknya lakukan padanya selama ini.


Sila berusaha memapah ibu Murti untuk bangkit berdiri. Dave yang berada di samping Sila pun tampak memutar matanya malas.


Sesungguhnya dia tidak suka kalau orang-orang yang berhubungan dengan Hadi Tama masih saja mengganggu hidupnya dan Sila. Tapi karena kali ini memang situasinya sangat rumit. Dave mencoba untuk bersabar. Karena dia tahu pasti sifat dari isterinya itu, Sila itu sangat tidak tegaan orangnya.


"Sila tolong Hadi Sila, tolong ibu.. Hadi di bawa polisi... hiks hiks..!" isakan tangis Murti semakin menjadi.


Membuat apa yang ingin dia sampaikan pada Sila menjadi tidak jelas. Sila pun langsung mengajak Murti untuk duduk. Dia meminta asisten rumah tangga yang masih berada di sana untuk mengambilkan minum untuk Murti dan berkata pelan pada asisten rumah tangga mertuanya itu agar jangan sampai Mika melihat situasi di ruang tamu.


Asisten rumah tangga Rizal itu pun mengangguk paham. Saat akan mengambil minum ke dapur, dia memberitahu Davina kalau ada ibu-ibu yang datang dan menangis minta bantuan Sila. Dan Sila mengatakan padanya kalau jangan sampai Mika melihat situasi itu. Davina pun mengerti, dia pun segera mengalihkan perhatian Mika saat Mika bertanya tentang Sila dan Dave yang tak kunjung bergabung dengan mereka untuk makan siang.


"Oma, Opa. Mama sama Daddy mana sih?" tanya Mika sebal menunggu kedua orang tuanya itu karena dia sudah tidak sabar ingin makan ayam goreng tepung dengan saus keju yang sudah mengeluarkan aroma yang membuatnya sangat merasa lapar.


"Mika, kita makan duluan saja ya. Daddy sama mama sedang ada keperluan lain!" jelas Davina yang langsung mengambilkan dua potong ayam langsung ke atas piring yang ada di depan Mika.


Wajah imut Mika yang seperti mendapatkan harta karun itu pun membuat Rizal dan Davina terkekeh.


"Lihat wajahnya, sama persis seperti Dave kecil saat mendapatkan sosis bakar jat4hnya Randy!" ucap Rizal sambil terkekeh.


Sementara itu di ruang tamu, setelah meminum minuman yang di berikan asisten rumah tangga Rizal. Murti kembali memegang kedua tangan Sila yang sedang duduk di depannya.


"Sila, tolong Hadi. Ibu tidak tahu harus minta tolong pada siapa lagi. Tolong Hadi nak, Hadi di bawa ke kantor polisi, dia akan di penjara. Tolong kami Sila!" pinta Murti masih sambil terisak meskipun sudah tidak sehisteris tadi.


Sila hanya diam, dia juga sedih melihat mantan ibu mertuanya itu menangis dan memohon seperti itu. Tapi dia juga tidak bisa menolong ataupun membantu Hadi. Setiap orang punya kapasitas nya sendiri, dan membantu Hadi karena k4sus yang menjeratnya ini bukanlah kapasitas Sila lagi. Dia sudah mengikhlaskan Hadi dan tidak melaporkan semua perbuatan kejinya pada Sila. Itulah sebatas kapasitas nya karena dia memikirkan Mika juga pak Haris. Tapi kalau Hadi terjerat kasus lain, maka itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Sila.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2