
Setelah semuanya berkumpul di ruang keluarga. Davina dan Rizal lalu memberikan sebuah hadiah pada Karina dan Randy. Yaitu tiket perjalanan bulan madu ke Maldives berdua selama satu minggu.
Karina tersipu menerima hadiah dari ibu dan ayah mertuanya itu. Randy malah begitu senang, karena akan berdua terus bersama Karina selama beberapa hari tanpa ada yang mengganggu mereka.
Rizal juga mengatakan, agar Karina berhenti bekerja dari perusahaan Dave. Kalau mau bekerja, dia bisa bekerja di perusahaan Randy saja. Itu akan lebih baik.
"Tidak ayah, aku dan Karina sudah sepakat. Setelah kami menikah Karina akan berhenti bekerja dan hanya akan menjadi ibu rumah tangga saja. Mengurusku dan mengurus anak-anak kami nantinya!" ucap Randy membuat wajah Karina lagi-lagi memerah.
Sila tersenyum senang melihat sahabatnya yang kini terlihat begitu bahagia. Padahal awalnya hubungannya dengan Randy banyak sekali masalahnya, karena ulah Randy. Tapi dia senang Randy benar-benar berubah dan membuat Karina bisa tersenyum bahagia.
Apalagi Dave juga sudah bilang pada Sila, kalau nanti semua tanggung jawab Karina, Randy yang akan menanggung semuanya. Sila juga jadi tenang sekali mendengar itu, karena Randy benar-benar seperti Dave yang tulus mencintai istri dan seluruh keluarga istrinya juga.
Setelah memberi hadiah pada Karina, Davina dan Rizal mulai menatap Joseph dan shafa.
"Lalu kalian berdua! kapan kalian berdua akan menikah?" tanya Davina secara langsung membuat Joseph merasa sangat terkejut.
"Jangan terkejut seperti itu Jo, kami akan menyangka kalau kamu memang tidak berniat menikahi Shafa!" celetuk Dave yang langsung membuat Joseph menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak tuan, aku sangat ingin menikahi Shafa...!"
Joseph menghentikan perkataannya ketika semua orang disana termasuk Shafa terkekeh mendengar apa yang dia katakan.
Joseph sadar kalau dirinya terlalu blak-blakan.
"Santai Jo!" ejek Randy pada Joseph.
"Baiklah, jadi bagaimana rencana kalian?" tanya Rizal menengahi.
"Tuan besar, aku tidak punya siapapun di dunia ini selain keluarga tuan besar. Tapi aku ingin sekali melamar Shafa secara resmi!" Joseph menjeda kalimatnya kemudian melihat ke arah Sila.
Joseph terlihat sedih, Sila lalu menggenggam tangan Dave.
__ADS_1
"Mas, bolehkah kalau aku dan keluarga ku menjadi perwakilan keluarga untuk Joseph?" tanya Sila pelan pada suaminya.
Mendengar apa yang dikatakan Sila, Dave merasa sangat tersentuh, Dave sangat terharu karena sang istri begitu mengerti kesedihan Joseph yang merupakan orang kepercayaan nya.
Dengan cepat Dave mengangguk, dan menggenggam erat tangan Sila yang sedang menggenggam tangannya.
"Iya sayang, terimakasih banyak. Kamu sangat pengertian!" ucap Dave pelan juga.
"Jo, kamu bisa melakukan itu. Ayah Prio akan datang bersama mu mewakili pihak keluargamu!" ujar Dave.
Penuturan Dave itu membuat semua orang tersenyum. Mereka juga sangat senang mendengar ucapan Dave itu. Joseph langsung melihat ke arah Sila.
"Terimakasih nyonya Sila!" ucap Joseph dengan mata berkaca-kaca.
Rizal dan Davina juga sangat senang, keluarga ini benar-benar sempurna. Para menantu yang hatinya sangat tulus dan besar. Sungguh beruntung Rizal dan Davina punya menantu yang akan membuat keluarga mereka ikatannya semakin erat, saling menyayangi dan mendukung satu sama lain.
Sebuah ungkapan dari seorang penyair terkenal pernah mengatakan hal seperti ini. Menantu yang salah akan membawa sebuah keluarga yang bahagia menjadi berantakan dan hancur. Sebaliknya, menantu yang benar akan membuat keluarga itu makin utuh dan kokoh. Mungkin itulah yang saat ini Davina dan Rizal rasakan. Ketiga menantunya sangat luar biasa, membuat keutuhan dan kekuatan keluarga Hendrawan semakin kokoh dan penuh dengan kasih sayang.
Shafa dan Joseph juga harus berpisah, karena Joseph akan kembali ke apartemennya. Setelah Randy kembali dari bulan madu, baru mereka akan membahas masalah pernikahan Joseph dan Shafa.
Sore harinya...
Ketika berada di pesawat. Randy dan Karina terlihat sangat mesra. Randy benar-benar tak melepaskan rangkulannya dari Karina.
Namun tiba-tiba saja seorang wanita berdiri di samping Randy. Dan memanggil Randy dengan suara yang begitu nyaring.
"Randy!" panggil wanita itu.
Sontak saja Karina dan Randy langsung menoleh. Randy sedikit terkejut melihat seorang wanita muda yang cantik sedang memakai pakaian pramugari di depannya. Dan Randy ingat kalau wanita muda itu adalah salah satu wanita yang pernah menghangatkan ranjangnya dulu.
"Kamu...!"
__ADS_1
"Siapa dia?" tanya Karina yang sudah mulai curiga dari gelagat wanita di depannya yang terlihat begitu senang dengan mata berbinar saat melihat Randy.
Dan Randy malah terlihat gugup. Hal itu membuat Karina malah jadi curiga pada suaminya.
"Randy, kamu kemana saja? sejak malam itu aku terus mencoba menghubungi mu. Jahat sekali kamu, setelah merayuku selama tiga hari lalu tidur dengan ku kamu malah meninggalkan aku begitu saja...!"
"Diam!!" pekik Randy.
Karina langsung melepaskan tangan Randy dari bahunya.
"Sa.. sayang...!" Randy berusaha menjelaskan dan kembali merangkul Karina tapi Karina terus menepis tangan Randy dan memalingkan wajahnya ke arah jendela pesawat.
"Selesaikan dulu urusan mu dengan wanita yang sudah tidur dengan mu itu!" tegas Karina tanpa melihat ke arah Randy.
Randy yang merasa kalau Karina sangat kesal pun berdiri dan menarik tangan wanita muda yang juga adalah pramugari di pesawat yang mereka tumpangi ini. Karina melihat ke arah Randy membawa wanita itu pergi. Sejujurnya Karina sangat kesal, rasanya dadanya sesak mendengar wanita itu mengatakan kalau suaminya dulu pernah tidur dengan wanita itu.
Meski sebenarnya Karina sudah menyiapkan mental untuk ini semua. Tapi tetap saja dia tidak menyangka kalau rasanya akan sesesak itu di dadanya.
'Huh, ini baru satu wanita. Entah berapa banyak lagi yang akan bicara seperti ini di hadapanku nantinya. Ya Tuhan... kuatkan hatiku, tolong buat pikiran ku tetap dalam keadaan waras. Agar aku tidak terbawa perasaan. Aku yakin Randy sekarang benar-benar sudah berubah, tolong jauhkan kami dan rumah tangga kami dari masa lalu Randy ya Tuhan, amin!' Karina memejamkan matanya dan terus berdoa dalam hati.
Karina berusaha untuk menghela nafas panjang agar hatinya tenang. Tapi saat dia membuka matanya, dia malah di buat terkejut karena di wanita yang di ajak bicara oleh suaminya malah terlihat menarik Randy dan berusaha mencium suami Karina itu.
Merasa kesabaran nya sudah habis. Karina langsung berdiri dan menghampiri mereka berdua.
Brukkk
Karina mendorong wanita itu dengan kuat hingga menabrak pintu toilet.
"Kurang ajar ya kamu! aku tadi bilang kalian bisa bicara untuk menyelesaikan urusan kalian yang belum selesai. Bicara! dengar tidak? kenapa malah mencoba menyentuh dan mencium suami ku? sebagai wanita kamu harusnya punya harga diri, jangan menunjukkan kalau kamu itu murahan!" seru Karina dengan mata melotot pada wanita yang tengah mencoba berdiri dengan benar karena nyaris terjatuh ke lantai akibat dorongan dari Karina tadi.
***
__ADS_1
Bersambung...