
"Ya ampun keripik ku habis, Jo ambilkan keripik rasa ayam geprek di dapur dong!" ucap Shafa yang langsung membuat Joseph segera bangun dan pergi ke dapur.
Setelah Joseph pergi, Shafa pura-pura menepuk dahinya.
"Ya ampun, mana ada keripik rasa ayam geprek, pak tua itu mau mencarinya sampai jenggotan juga tidak akan ketemu, sebentar ya!" ucap Shafa pada Randy.
Shafa pun menyusul Joseph ke arah dapur. Karina yang di tinggalkan bersama Randy hanya berdua saja menjadi sangat canggung. Apalagi adegan di layar televisi mereka masih tentang dua orang sejoli itu yang masih menampakan adegan romantis meski adegan ciumannya sudah berakhir.
Karina yang merasa sangat canggung pun lebih memilih untuk berdiri.
"Maaf Randy, aku rasa aku lebih baik kembali ke kamar ku...!"
Randy yang tahu ketidaknyamanan dari Karina langsung ikut berdiri.
"Aku tahu kamu gugup Karina, film ini memang seharusnya kita lihat setelah kita menikah! aku akan ganti filmnya. Kamu duduk dulu ya!" ucap Randy.
Setelah Randy berkata demikian, Karina pun kembali duduk di sofa. Randy mencari film yang lain, untung saja memang banyak film tema keluarga. Randy pun memilih film berjudul 'Keluarga, rumah tempat ku kembali' (pada gak pernah dengar ya ada judul film itu? ya iyalah, orang itu karangan author aja, he he he).
Setelah Randy memutar film itu, dia kembali duduk di sebelah Karina.
"Aku yakin kamu suka film ini, ceritanya seorang wanita yang begitu bucin pada kekasihnya sampai dia mau di ajak k4win lari sama kekasihnya itu, setahun pertama mereka sangat bahagia, tahun kedua ada bayi mungil yang membuat mereka bertambah bahagia, tahun ketiga sang suami berjaya tapi bukannya bahagia, itulah awal mula kehancuran di pemeran wanita...!"
Randy terdiam dan menjeda kalimatnya saat Karina memperhatikan nya.
"Apa aku sangat tampan?" tanya Randy bercanda karena baru kali itu Karina melihatnya dengan intens.
Karina terkekeh pelan bahkan mendorong Randy yang sedikit mendekat ke arahnya.
"Jangan terlalu percaya diri Randy, aku tidak sedang memperhatikan wajahmu, aku sedang menyimak cerita mu. Aku rasa kita tidak perlu menonton filmnya, aku akan tahu jalan cerita juga endingnya dari cerita mu kan?" tanya Karina yang membuat Randy juga terkekeh bersamanya.
Mendengar suara tertawa dari ruang tengah, Shafa pun menjadi heran. Pasalnya dia justru mengharapkan ada adegan romantis di ruangan itu bukannya suara tertawa.
"Ck... kenapa mereka malah tertawa. Kaka Randy pasti tidak menggunakan kesempatan ini dengan maksimal!" gerutu Shafa.
__ADS_1
Sementara Joseph yang sudah memeriksa tiga kali semua belanjaan Shafa di supermarket tidak menemukan keripik rasa ayam geprek yang Shafa mau.
"Nona, aku tidak menemukan nya. Aku sudah bongkar semua ini, dan tidak ada keripik yang kamu maksud!" seru Joseph.
"Cari yang benar pak tua, pasti ada!" jawab Shafa yang sibuk mendengarkan Randy dan Karina, bahkan menempelkan telinganya di dinding berusaha mendengarkan apa yang mereka bicarakan hingga membuat mereka tertawa.
Namun ketika sedang asik mencuri dengar, tiba-tiba saja Shafa di kejutkan suara Joseph.
"Nona kamu mengupin9?" tanya Joseph membuat Shafa terjingkat kaget.
Shafa langsung berbalik dan mengusap dadanya pelan.
"Pak tua, astaga. Kamu mengagetkan aku. Mau aku mati muda ya?" tanya Shafa kesal.
"Nona sedang apa? jangan-jangan nona mengerjaiku ya? keripik rasa ayam geprek itu memang tidak ada kan?" tanya Joseph dengan wajah datar.
Shafa yang ketahuan mengerjai Joseph hanya bisa tertawa canggung dan menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.
Shafa pun segera berjalan ke arah ruang tamu, ternyata dia tidak mendengar suara atau backsound musik twilight lagi. Malah dia mendengar lagu jaman ayah dan ibunya dulu di backsound film yang sedang di putar.
"Ya Tuhan, kak Randy usahaku benar-benar kamu buat sia-sia. Menyebalkan!" kesal Shafa sampai menghentak-hentakkan kakinya di lantai beberapa kali.
Joseph yang melihat itu menyadari kalau sebentar Shafa sedang berusaha untuk yang kedua kalinya mendekatkan Randy dan Karina.
"Kamu tidak menyerah juga ya?" tanya Joseph yang sebenarnya cukup kagum pada Shafa dan segala usahanya untuk mendekatkan dan mempererat hubungan Karina dan Randy.
Mendengar pertanyaan itu terlontar dari Joseph, Shafa langsung berdecak kesal.
"Heh, mengejarmu bertahun-tahun saja aku tidak menyerah, apalagi baru beberapa hari berusaha menyatukan kak Randy dengan kak Karina, ini belum ada apa-apanya di banding makan hati ku selama ini padamu!" ungkap Shafa yang tanpa sadar telah membuat Joseph terdiam.
'Makan hati? apa selama ini aku sudah menyakitimu Shafa?' tanya Joseph dalam hati.
"Kalau menyakiti mu, kenapa kamu tidak menyerah saja?" tanya Joseph yang mulai penasaran.
__ADS_1
"Kenapa tidak menyerah katamu? hatiku sudah ada padamu, kalau aku menyerah aku bisa mati lah, hal seperti itu saja masih bertanya!" gerutu Shafa yang langsung keluar dari dapur.
Shafa pun menghampiri Karina dan Randy yang tengah terlihat mulai akrab.
"Mana keripik mu?" tanya Randy yang melihat Shafa datang dengan tangan kosong.
"Sudah tidak ingin makan keripik!" jawabnya lalu ikut menonton film tema keluarga itu.
***
Sementara di rumah Hadi. Susan yang sejak pagi tidak menemukan Hadi jadi uring-uringan sendiri di rumah calon suaminya itu.
Dia bahkan memarahi asisten rumah tangga Hadi hanya karena salah mengambilkan warna piring saat dia akan makan, dia juga marah dan hampir memecat seorang asisten rumah tangga yang terlambat mengupaskannya buah setelah makan.
Keributan yang di buat Susan itu akhirnya memancing emosi Murti.
"Susan, apa-apaan kamu? kamu belum resmi ya jadi nyonya di rumah ini. Sudah main mau pecat orang sembarangan!" kesal Murti pada calon menantunya itu.
"Sebaiknya ibu tidak usah ikut campur, toh hanya tinggal hitungan hari lagi aku jadi nyonya di rumah ini!" bantah Susan yang tak mau kalah dari Murti.
"Aku ini ibunya Hadi, kamu berani ya bicara tidak sopan seperti itu padaku?" tanya Murti yang mulai memerah matanya.
"Kalau begitu katakan saja pada mas Hadi, mana dia. Katakan padanya aku akan memecat semua asisten rumah tangga nya di rumah ini!" seru Susan yang ingin ibu mertuanya segera menghubungi Hadi.
Karena sejak pagi Susan berusaha menghubungi Hadi tapi nomernya tidak aktif.
'Heh, enak saja. Dia sedang bersama istrinya yang jauh lebih baik dan sopan dari pada kamu. Untuk apa aku mengganggu nya!' batin Murti.
Murti memang tahu kalau Hadi sedang ke rumah Rosa. Sebab Hadi juga sudah minta ijin pada ibunya, dan ibunya juga mengijinkan Hadi pergi.
"Kalau kamu berani memecat semua asisten rumah tangga di sini lakukan saja, setelah itu kerjakan semua pekerjaan di rumah ini dengan tangan mu sendiri!" balas Murti langsung meninggalkan Susan yang terlihat makin geram.
***
__ADS_1
Bersambung...