
Sementara itu di butik, semua pakaian dan perhiasan juga sudah selesai di pilih. Waktu juga sudah menjelang siang. Jadi Davina berinisiatif untuk mengajak semua menantunya makan siang. Tak terkecuali dengan Resa.
Di sebelah butik ada sebuah restoran yang cukup mewah. Davina meminta asisten pribadi nya untuk memesankan ruang VIP di sana. Setelah siap, mereka pun bergegas ke restoran itu.
Sesampainya di restoran, Resa seperti tak mau jauh dari Davina. Dia menempel terus pada Davina. Dan itu membuat Shafa jengkel dan menahan kesal sendiri.
Karina yang melihat itu pun mencoba untuk meredakan emosi Shafa. Karina merangkul lengan Shafa dan berkata.
"Hei, sudahlah. Aku yakin ibu dan Resa hanya bicara tentang pakaian dan perhiasan tadi. Jangan terlalu over thinking Shafa!" ucap Karina lembut menasehati Shafa.
Shafa pun menghela nafasnya panjang.
"Kak, kamu tidak tahu seperti apa penyihir wanita tua yang kejam seperti ibu tiri itu. Kamu lupa bagaimana dia menjodohkan kak Dave dengan Luna. Pokoknya ibu tirinya Cinderella itu kalau sudah jadi Mak comblang mode on, susah di bilangin!" jelas Shafa mendeskripsikan seperti apa ibunya pada Karina.
Karina sedikit mengernyitkan keningnya. Tapi dia juga tidak mau Shafa terus bersikap seperti itu. Justru menurut Karina, itu akan semakin membuat Davina tidak respek pada Shafa.
"Aku tahu, tapi bersikap lah dewasa. Coba sikapi hal ini dengan lebih bijaksana. Kamu dan Joseph saling mencintai bukan?" tanya Karina dan Shafa mengangguk.
"Kalau begitu kamu harus yakin, cinta kalian pasti bisa membuat kalian mengatasi semua masalah, halangan, dan rintangan yang membentang!" ucap Karina.
Shafa menghela nafas lagi. Menurutnya apa yang dikatakan Karina benar. Tapi tetap saja, dia tidak ingin siapapun dekat-dekat dengan Joseph. Meskipun hanya sebatas teman.
Mereka pun makan siang bersama. Semua orang terlihat sangat senang kecuali Shafa. Karena ternyata apa yang dia pikirkan tadi menjadi kenyataan. Davina benar-benar akan mengajak Resa ke apartemen Joseph dengan alasan membesuk Joseph yang masih dalam masa pemulihan.
Karina hanya bisa menghela nafas melihat Shafa yang sejak tadi selalu melihat Resa dengan tatapan tidak senang.
"Sila, apa menurutmu kita juga harus ikut ke apartemen Joseph. Sepertinya Shafa...!" Karina menjeda kalimatnya dan menoleh ke arah Shafa.
Sila juga menoleh ke arah pandangan Karina tertuju.
"Aku akan bertanya pada ibu dulu!" ucap Sila.
Sila pun mendekati ibunya.
"Bu, bagaimana kalau kami ikut dengan ibu menjenguk Joseph...!"
Tapi belum selesai Sila bicara, Davina sudah menyela perkataan nya.
"Sayang apa yang kau katakan? kalian bertiga harus kembali ke salon. Kalian harus treatment. Supaya lusa penampilan kalian cetar membahana! sudah sana, kalian bertiga kembali ke salon saja. Ibu akan pergi dengan Resa saja!" seru Davina.
__ADS_1
Sila pun terdiam sejenak lalu menjawab.
"Baiklah Bu!" jawab Sila.
Sila pun hanya bisa menggandeng Karina dan Mika berjalan ke arah pintu ruangan itu untuk keluar dan kembali ke salon lagi untuk treatment dan segala macamnya untuk menunjang penampilan mereka lusa.
Shafa tidak beranjak dari kursinya, dan masih terlihat kesal.
"Loh Shafa, kenapa tidak ikut kakak kakak ipar mu?" tanya Davina membuat langkah Sila dan Karina terhenti dan menoleh ke arah Davina lagi.
"Apa aku juga harus ikut mereka, aku mau ikut ibu saja!" tolak Shafa.
"Tidak bisa, kamu juga harus tampil menawan. Maksud ibu kalian bertiga itu ya kamu, Sila dan Karina. Mika tidak masuk hitungan, kan Mika anak bawang!" jelas Davina.
Mendengar itu Shafa semakin keki saja. Tapi dia tetap beranjak dari kursi dan mengikuti Sila dan Karina.
"Shafa, positif thinking saja. Percayalah pada Joseph!" ucap Karina pelan menggandeng Shafa.
Setelah mereka pergi dari restoran. Davina juga mengajak Resa keluar dari restoran.
"Kira-kira kita bawa apa ya ke sana?" tanya Davina sambil berpikir.
"Kau benar, tapi apa ya makanan kesukaan Joseph?" tanya Davina lagi.
"Kita bawa buah saja Tante, semua orang suka buah kan?" tanya Resa dan Davina pun mengangguk setuju.
Davina dan Resa mampir ke toko buah terlebih dahulu sebelum ke apartemen Joseph. Resa terlihat sangat bersemangat, dia benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan Joseph. Davina sudah bercerita banyak tentang Joseph, tentang Joseph yang pandai ilmu bela diri, sangat setia pada Rizal dan seluruh anggota keluarganya.
Resa punya ekspektasi besar pada sosok pria ini. Yang pasti menurutnya penampilan nya pasti rapi. Rumahnya juga pasti rapi dan bersih. Resa sangat suka kebersihan dan kerapihan.
Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di apartemen Joseph.
Ting tong
Bel apartemen berbunyi. Joseph pun membuka kan pintu apartemen nya.
"Nyonya besar!" sapa Joseph.
Davina sangat terkejut, dia bahkan tercengang melihat pria di depannya itu. Pria yang biasanya selalu memakai setelah jas rapi di depannya. Kini hanya pakai sarung dan kaos tanpa lengan.
__ADS_1
"Maaf nyonya besar, saya tidak tahu nyonya yang datang. Sebentar saya ganti baju!" ucap Joseph sambil membuka lebar pintu apartemennya.
Mata Davina kembali terbelalak saat melihat apartemen Joseph yang sudah seperti kapal pecah. Resa yang melihat semua itu juga langsung menelan salivanya dengan susah payah. Semua ini benar-benar di luar ekspektasi nya. Wajah Joseph sih lumayan tampan. Tapi penampilan nya tadi benar-benar membuatnya tak bisa berkata-kata. Di tambah ruang tamu apartemennya ini, seperti sudah tiga hari tidak di sapu dan di bersihkan.
Flashback On
Begitu keluar dari restoran, Shafa langsung menghubungi Joseph.
Dengan Sila dan Karina di sebelahnya. Sementara Mika, sudah di minta pergi ke salon duluan bersama dengan Diah.
"Halo Shafa!" ucap Joseph.
"Pak tua, nenek sihir itu benar-benar membawa Resa ke apartemen mu. Sedang apa kamu sekarang?" tanya Shafa.
"Aku sedang makan siang!" jawab Joseph.
"Suruh dia pakai sarung dan mengacak-acak rambutnya!" ucap Sila pada Shafa.
"Hei pak tua, kau dengar kata kak Sila kan. Cepat pakai sarung dan acak-acak rambut mu!" seru Shafa.
"Pakai kaos oblong juga, suruh dia berolahraga agar dia terlihat seperti belum mandi!" tambah Karina.
"Dengar tidak pak tua, ucapan kak Karina?" tanya Shafa jutek.
"Lalu buat seolah ruang tamunya sudah sebulan tidak di bersihkan!" lanjut Sila lagi.
"Iya benar!" sambung Karina.
Mereka bertiga pun cekikikan, membayangkan akan seperti apa image Joseph nanti di mata Resa. Pria tua jomblo yang super super jorok.
"Ya ampun, kalian bertiga senang ya kalau aku terlihat seperti Shia la Beouf dalam film Fury? kalian tega sekali?" tanya Joseph.
Ketiganya tidak perduli dan malah memutuskan panggilan teleponnya.
Flashback Off
Dan akhirnya Joseph melakukan semua yang diminta Shafa atas saran dari Sila dan Karina.
***
__ADS_1
Bersambung...