Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 291


__ADS_3

Sila menghampiri Niken yang sedang menyuapi Mika eskrim rasa strawberry kesukaan Tasya. Kenapa bukan kesukaan Mika, karena Mika suka rasa coklat. Berhubung eskrim pesanan Mika belum datang, maka Tasya membagi eskrim nya dengan Mika.


Kenapa juga Tasya dan Niken tidak memesankan lebih dulu eskrim untuk Mika? itu karena yang mereka makan itu eskrim, dengan cepat akan meleleh. Tidak seperti burger, ayam goreng atau bakso kesukaan author.


Ketika Sila duduk, Niken langsung bertanya pada Sila.


"Dia itu sekertaris nya suami mu kan Sila?" tanya Niken dan langsung di balas anggukan oleh Sila.


"Iya kak, sudah lama ya dia di sana?" tanya Sila pada Niken. Sebenarnya pertanyaan Sila itu iseng saja, tapi dia tidak menyangka kalau Niken malah sangat antusias menjawabnya.


"Sudah lama Sila, Tasya... coba mana hape mu? tunjukkan rekaman tadi pada Tante Sila!" seru Tasya yang langsung meraih ponselnya dari dalam tas selempang nya.


Sila terlihat agak terkejut, pasalnya dia tidak menyangka kalau Niken dan Tasya akan merekam kejadian yang terjadi pada Anita. Sila tahu kalau kakak iparnya itu sangat perduli pada segala sesuatu di sekitarnya, tapi merekam apa yang terjadi. Sila bahkan tidak akan mungkin sampai melakukan itu.


"Nih lihat deh.. !" seru Niken sambil memperlihatkan rekaman di ponsel Tasya.


"Tadinya kan aku mau bodo amat lah ya sama apa yang terjadi sama mereka. Tapi aku ingat, kalau kemarin kan perempuan yang disana itu datang ke pernikahan Randy sama Karina. Nah terus aku ingat kamu bilang dia sekertaris suami kamu, sebab dia terus dekat-dekat sama Shafa kan. Jadinya aku rekam deh, soalnya suaminya kasar banget. Kali-kali aja ini rekaman ke pakai nanti!" terang Niken blak-blakan.


Niken bicara tentang alasannya merekam kejadian yang terjadi pada Anita dan Anwar. Sedangkan Sila sudah melihat beberapa detik kejadian itu.


Sila sampai geleng-geleng kepala, ketika Anwar bahkan membanting gelas dan sendok di depan Anita hingga nyaris mengenai wajah Anita. Belum lagi cacian yang begitu kasar yang di keluarkan oleh Anwar pada Anita. Sindiran kasar, mengatasi Anita perawan tua dan masih banyak lagi yang bahkan Sila yang hanya mendengarnya sampai mengelus dada.


"Keterlaluan, pria begini mau di nikahi oleh Anita. Aku rasa hidupnya akan hancur!" seru Sila yang terbawa emosi.


Sejak usia kehamilan nya masuk lima bulan kan Sila memang selalu emosional pada hal-hal kecil dan selalu terbawa perasaan pada apa yang dia lihat dan dia dengar.


"Mereka mau baru mau nikah? parah sih itu, baru pacaran aja begitu. Gimana nikah nanti. Bisa babak belur tuh perempuan!" tambah Niken geram yang membuat Sila makin kesal saja pada sosok Anwar.


"Tasya, ingat ya. Sekali pacar kamu main kasar. Putusin aja!" seru Niken pada putrinya yang masih SMP.


Tasya pun hanya bisa menggigit sendok eskrim nya dan melihat ibunya dengan tatapan bingung. Sila juga menepuk dahinya sendiri mendengar apa yang dikatakan Niken pada Tasya.


"Kak, sabar. Tasya masih SMP!" tegur Sila.

__ADS_1


"Tapi dia sudah punya pacar Sila, aku lihat di tas nya banyak surat cinta dari teman laki-laki di sekolahnya!" seru Niken yang sepertinya sedang curhat colongan pada Sila.


Tasya pun jadi makin salah tingkah di buatnya.


Tapi Sila juga berpikir untuk membicarakan hal ini pada Dave. Bukan mau ikut campur urusan orang lain, tapi Anita itu adalah orang kepercayaan Dave. Sudah bertahun-tahun dia bekerja di perusahaan dan sudah seperti orang yang sangat mengerti Dave. Maka dari itu, Sila juga tidak mau kalau sampai terjadi hal buruk pada Anita.


Apalagi sebuah pernikahan itu ikatan sakral, selimut hidup. Dan lagi, Sila sempat punya dugaan kalau Anwar selingkuh.


'Aku harus membicarakan ini dengan mas Dave!' batin Sila.


Karena Tasya sejak tadi malah bengong, Sila pun berusaha mengalihkan topik agar suasananya tidak canggung.


"Oh, ya? paling itu cinta monyet saja kak. Jangan di tanggapi ya Tasya. Fokus belajar dan mengejar cita-cita mu. Kalau kamu sukses, maka cinta akan datang dengan sendirinya. Oh ya, tadi sudah dapat seragam barunya?" tanya Sila berusaha mengalihkan topik pembicaraan karena Niken sepertinya makin kesal putrinya tidak bilang kalau dapat banyak surat cinta.


"Sudah Tante!" jawab Tasya.


"Mau pesan eskrim lagi?" tanya Sila.


"Sudah Tante!" jawab Tasya lagi.


Di perjalanan menuju ke perusahaan Hendrawan Grup. Oman masih terus melirik Anita yang duduk di sebelahnya sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela.


Kesal terus di perhatikan, Anita pun menoleh ke arah Oman dan berkata.


"Bisa tidak kalau menyetir itu fokus saja ke jalan. Gak usah lihat sana sini!" tegur Anita.


Sebenarnya ucapan Anita itu benar bukan? kalau sedang mengemudikan kendaraan maka sebaiknya memang fokus ke depan saja.


"Aku tidak lihat sana sini, aku hanya melihat ke arah mu!" jawab Oman santai.


Dan jawaban dari Oman itu malah makin membuat Anita kesal.


"Kamu ini, sudah aku bilang jangan campuri urusan ku. Kamu tidak usah sok perduli padaku. Tidak usah sok kasihan!" keluh Anita.

__ADS_1


"Tapi aku benar-benar memergoki pacar mu itu sedang berciuman dengan wanita lain di klub malam!"


Anita menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.


"Cukup Oman, itu sudah selesai. Dia sudah menjelaskan nya. Dia mabuk dan wanita itu terus merayunya. Bukan mau dia!" bantah Anita yang begitu percaya pada alasan yang disampaikan oleh Anwar padanya.


"Kamu naif sekali Anita, jelas-jelas dia memangku wanita itu...!"


"Stop Oman, dia sudah minta maaf. Aku sudah memaafkannya. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan!" tegas Anita.


"Tapi itu kalau tidak di sengaja Anita. Pacar mu itu sengaja selingkuh di belakang mu. Kenapa kamu seolah menutup mata dan telingamu dari kenyataan itu?" tanya Oman.


Anita benar-benar sudah kesal.


"Berhenti di sini!" seru Anita.


"Tidak!"


"Aku bilang berhenti di sini!" pekik Anita yang kesabaran nya sudah habis.


"Tidak akan, nyonya memintaku untuk mengantarmu sampai ke perusahaan!" bantah Oman.


"Kalau begitu diam lah! tidak usah ikut campur urusan ku!" Anita kembali memperingatkan Oman.


"Apa yang terjadi padamu, akan tetap menjadi urusan ku Anita. Kalau pacarmu itu baik, aku akan diam dan tidak ikut campur. Tapi dia pria bren9sek Anita, dia sudah selingkuh di belakangmu entah sudah berapa kali dia melakukannya...!"


"Diam Oman, kau tidak berhak ikut campur...!"


"Aku berhak...!" sela Oman lagi.


"Atas dasar apa?" tanya Anita kesal.


"Karena aku menyukaimu!"

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2