Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 60


__ADS_3

Ketika Karina sedang mengerjakan pekerjaan nya yang tertunda akibat ulah Randy yang meminta dirinya membuatkan minum padahal itu sama sekali bukanlah tugas yang seharusnya dia lakukan. Beberapa orang teman kerjanya sudah lebih dahulu keluar dari ruangan divisinya untuk istirahat makan siang. Tentu saja, mereka yang keluar terlebih dahulu itu adalah para karyawan yang sudah menyelesaikan pekerjaan mereka terlebih dahulu.


Salah seorang teman kerja Karina mendekatinya karena melihat Karina yang sedang sibuk menginput data dari beberapa dokumen yang ada di depannya.


"Karina, kenapa sejak pagi tidak berkurang juga ini dokumen yang menumpuk di atas meja mu?" tanya Sonia berbasa-basi.


Karina hanya bisa menghela nafasnya malas meladeni Sonia.


'Huh, palingan juga dia cuma basa-basi. Di jawab buang-buang waktu, gak di jawab nanti dia nyolot!' batin Karina yang masih serius mengetik dengan keyboard yang ada di depannya.


Tapi sebelum Karina membuka suara, salah seorang temannya datang lagi menghampiri nya dan menepuk bahu Karina hingga membuat Karina salah mengetik.


"Ya ampun!" pekik Karina lalu menoleh ke arah tangan yang menepuk bahunya lalu pada si pemilik tangan tersebut.


"Ih Nindy, bisa gak sih kalau gak pakai ngagetin, salah kan jadinya!" kesal Karina.


Sebenarnya perutnya sudah mulai lapar tapi dia tidak mungkin meninggalkan semua dokumen ini, dia pasti akan di tegur oleh kepala divisi nya kalau sampai pekerja yang biasa dia kerjakan sebelum makan siang ini bahkan separuhnya saja belum selesai.


"Eh iya sorry... aku sengaja!" ucap Nindy malah terkekeh begitu puas.


Ketika Karina mengepalkan tangannya karena geram pada ulah teman-teman kerjanya itu, keduanya malah sudah bergegas berlari keluar dari ruangan itu.


"Uh, menyebalkan. Ini hari apa sih? kenapa hari ini cobaan hidup ku bertubi-tubi. Aih.. jadi lebay bener kan aku!" gumam Karina lalu kembali meneruskan pekerjaannya.


Satu persatu rekan kerjanya keluar, menyisakan Karina seorang yang masih ada dua dokumen lagi yang harus di input.


Ketika Karina sedang serius, mendadak dia mendapatkan perasaan yang begitu tidak enak. Tapi Karina berusaha untuk tidak menghiraukan perasaan itu dan segera melanjutkan pekerjaannya. Sampai dia mendengar suara derap langkah yang begitu teratur, pelan tapi pasti mendekat ke arahnya.


Deg deg deg

__ADS_1


Debaran jantung Karina benar-benar di buat tak karuan.


'Aih, pasti semua ini efek perut ku yang sudah lapar!' batin Karina yang mencoba untuk tetap positif thinking.


Srett


Mata Karina langsung tertuju pada lembar kerjanya yang tiba-tiba melayang. Oh bukan melayang, ternyata ada sebuah tangan yang sangat Karina tidak sukai sedang memegang lembar itu dan menariknya ke arahnya.


'Ya Tuhan, kenapa kadal buntung ini lagi sih?' tanya Karina kesal dalam hatinya.


"Jadi bukan hanya buat kopi saja kamu tidak becus, mengerjakan pekerjaan seperti ini saja juga tidak becus. Semua orang sudah selesai dengan pekerjaan mereka dan kamu masih disini sendirian macan betina?" tanya Randy dengan nada suara dan ekspresi wajah begitu merendahkan Karina.


'Heh, ini semua juga karena kamu kadal buntung. Jika kamu tidak mengganggu ku pekerjaan ku pasti juga sudah selesai dari tadi!' kesal Karina dalam hatinya.


Bukan kali ini saja, Randy mengganggu nya sat bekerja. Kemarin saat Randy melakukan hal yang sama seperti ini pada Karina. Dia berusaha meraih lembar dokumen yang di pegang Randy. Alhasil dia malah di peluk oleh pria itu dan Randy nyaris bisa mencium Karina.


Karena itu kali ini Karina tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Dia membiarkan lembar dokumen itu di ambil oleh Randy, dan Karina memilih melanjutkan ke halaman yang lain dulu.


Dan setelah Randy melihat Karina diam saja dan tidak mengambil lembar dokumen yang ada di tangannya. Pria itu pun tersenyum menyeringai.


'Rupanya selain galak dan cantik, dia juga cukup pintar!' batin Randy yang semakin di buat semakin ingin menaklukkan Karina.


Selama ini belum pernah ada wanita yang bersikap begitu biasa padanya. Bahkan wanita secantik dan sekaya Riyanti saja bisa dengan mudah dia taklukan. Randy masih tak percaya kalau hanya karyawati biasa saja, dia tidak bisa mendapatkan nya.


Randy meletakkan lembar dokumen itu kembali ke atas meja. Lalu beralih berjalan ke belakang Karina. Dia memperhatikan cara Karina mengetik, Randy masih terus berusaha untuk menggoda Karina. Dan dia masih berusaha mengganggu konsentrasi Karina. Tapi sayang sekali karena Karina lebih mementingkan perutnya yang sudah terasa lapar, dia mengacuhkan Randy dan menganggap pria itu tidak ada.


Merasa di acuhkan Randy pun kembali tersenyum menyeringai. Kemudian dia perlahan makin dekat dengan Karina, merasa kan ada sesuatu yang mendekat di punggungnya. Karina pun jadi merinding.


'Ya ampun, ini orang maunya apa sih?' tanya Karina dalam hatinya.

__ADS_1


Tapi Karina masih tetap berusaha untuk tenang dan menganggap Randy tidak ada. Tapi tiba-tiba saja...


Cup


Mata dan mulut Karina terbuka sangat lebar. Dia langsung memutar kursinya dan memegang puncak kepalanya yang tadi di cium oleh Randy.


Karina dengan mata yang sudah merah karena marah pun berdiri dan segera mengangkat tangannya untuk melayangkan sebuah tamparan di wajah Randy. Tapi sebelum dia bisa melakukan itu, Randy sudah terlebih dahulu menangkap tangan Karina.


Randy malah tersenyum puas melihat Karina yang mata dan wajahnya sudah merah padam karena marah padanya.


"Aku tidak pernah bertemu orang yang begitu kurang ajar seperti mu. Lepaskan tanganku!" pekik Karina begitu kesal pada Randy.


"Hei, kenapa mengamuk seperti ini. Kamu benar-benar seperti macan betina. Aku hanya mencium puncak kepala mu saja, jangan membesar-besarkan!" ucap Randy uang semakin membuat darah Karina mendidih.


Karina berusaha keras melepaskan tangannya dari Randy tapi pegangan tangan Randy sangat kuat.


Karina lantas melihat ke arah sepatu Randy, dan menginjak sepatu bagian depan Randy itu dengan hak sepatunya dengan seluruh tenaga yang dimiliki oleh Karina.


"Aghk" pekik Randy pelan dan langsung melepaskan tangan Karina dengan cepat.


"Rasakan itu, dasar kadal buntung!" seru Karina yang dengan cepat berlari meninggalkan ruangan itu.


Dia bahkan lupa kalau semua pekerjaannya belum di save di komputer nya tadi. Yang dia pikirkan hanya secepatnya lepas dari kadal buntung yang selalu berusaha mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Karina lalu bergegas menuju ke toilet di dekat lift. Setelah sampai di toilet, Karina langsung mengambil beberapa tissue lalu dia basahi dengan air. Setelah itu dia mengusap kepalanya, dimana Randy tadi menciumnya. Karina mengusap kepalanya itu dengan kuat.


"Ih, menjijikkan sekali. Kenapa kadal buntung itu selalu mengejar ku, aih benar-benar hari yang tidak beruntung!" keluh Karina sambil terus membersihkan kepalanya.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2