
Flashback On
Luna masih tidak ingin meninggalkan ruangan Dave ketika Dave memintanya dan juga Anita keluar. Alasan sebenarnya adalah karena dia merasa tidak Sila masih ada di dalam ruangan Dave.
"Eh, Anita siapa sih perempuan tadi itu?" tanya Luna yang masih sesekali menoleh ke arah ruangan Dave.
"Kamu tidak dengar, tuan Dave memanggilnya Sila, dan tuan Dave bilang dia sekertaris nya juga!" jawab Anita santai sambil terus berjalan di depan Luna dan tidak perduli meskipun Luna masih terus menoleh ke arah belakang.
"Tapi untuk apa dia di dalam, seharusnya dia juga ikut kita kan?" tanya Luna lagi yang masih penasaran kenapa Dave hanya minta Sila yang tinggal di dalam ruangannya dan menyuruh Anita dan dirinya keluar.
Anita menghentikan langkahnya, dia lalu berbalik dan melihat ke arah Luna yang masih tidak rela melangkah dengan cepat. Anita berdecak kesal, pasalnya pekerjaan nya masih sangat banyak.
"Ck... kamu tidak dengar, tuan Dave ada pekerjaan untuknya. Sudahlah kenapa malah sibuk mengurusi pekerjaan orang lain, kita kan punya pekerjaan masing-masing. Dan Sila memang tugasnya sama seperti tuan Joseph, mengurus keperluan pribadi tuan Dave. Sebaiknya cepat jalan dan masuk ke ruangan sekertaris, aku masih banyak pekerjaan!" ujar Anita lalu kembali berbalik dan berjalan dengan cepat masuk ke dalam ruangannya.
Sementara Luna masih asik dengan pikirannya sendiri dan tidak juga menambah langkahnya.
'Benar juga, apa yang aku cemaskan. Dave kan Myshopobia dan sekertaris nya tadi juga pakai sarung tangan sama seperti Anita, aku terlalu banyak berpikir. Dave mana mungkin menyukai wanita lain, ups... lebih tepatnya dia mang tidak akan menyukai siapapun!' batin Luna sambil terkikik geli sendiri.
Saat Luna sudah masuk ke ruang sekertaris, Anita sudah menyiapkan 5 dokumen di atas meja yang tadinya di tempati oleh Sila. Di dalam ruang sekertaris ini hanya ada 3 meja, milik Anita, Joseph dan yang terakhir di siapkan tadi pagi adalah milik Sila. Tapi karena belum ada meja untuk Luna, maka Anita meletakkan semua dokumen yang akan di pelajari Luna di meja kerja Sila.
"Ck... dimana meja kerjaku?" tanya Luna pada Anita.
Anita langsung menunjuk meja Sila.
"Di sini saja dulu, itu milikku dan itu punya tuan Joseph. Tapi kurasa Tuan Joseph yang lebih banyak di lapangan tidak akan keberatan jika meja itu dipakai Sila!" jawab Anita sesuai dengan pemikiran nya.
"Lalu untuk apa kamu letakkan semua dokumen ini di atas meja kerjaku?" tanya Luna yang langsung mencoba duduk di kursi kerjanya.
Anita mulai kesal, selain pekerjaan nya masih sangat banyak. Dia masih mendapatkan tugas untuk mengajari Luna. Tapi wanita di depannya itu seolah hanya akan main-main saja dan tidak serius bekerja.
"Sudah cukup, dengarnya Luna semua ini adalah dokumen yang harus kamu pelajari. Mulai lah membacanya satu persatu. Disini semua job description kamu ada. Mengerti!" tegas Anita.
Luna yang merasa Anita kurang ajar saat bicara padanya langung berdiri.
"Kamu bilang apa? kamu panggil aku apa? heh... aku ini calon istri Dave! seenaknya saja kamu panggil aku dengan nama, panggil aku nona Luna!" omel Luna pada Anita.
Anita malah terkekeh geli.
__ADS_1
"Apa selain otak? telinga mu juga bermasalah?" tanya Anita dan apa yang dia tanyakan pada Luna itu membuat wanita berdress mini ketat berwarna merah itu langsung melotot tidak senang.
"Kamu tidak dengar tadi apa yang tuan Dave katakan saat aku memanggil mu nona Luna, dia menegurku dan menyuruhku memanggil namamu saja. Kamu adalah junior ku, aku adalah seniormu. Mengerti!" tegas Anita.
Luna sangat kesal mendengar perkataan Anita. Dia langsung melemparkan semua dokumen uang harus dia pelajari ke lantai.
Bruk bruk bruk
Semua dokumen itu terjatuh, kertas berserakan di lantai.
Anita hanya bisa menghela nafasnya saja, dia langsung berjalan ke arah meja kerjanya.
"Terserah, aku masih banyak pekerjaan!" ucapnya lalu mulai membuka laptop nya dan mulai mengerjakan pekerjaannya.
Luna semakin kesal saja karena merasa Anita mengacuhkannya. Lalu berjalan mendekati Anita.
"Dengar ya! aku akan pastikan besok Tante Davina memecat mu!" gertak Luna sambil menunjuk ke arah Anita.
Tapi Anita yang emang sedang mengerjakan pekerjaan tidak merespon atau menanggapi apa yang baru saja di katakan oleh Luna. Dan itu membuat Luna semakin kesal.
"Hei, berani kamu mengacuhkan aku. Aku akan laporkan pada Dave!" gertaknya lagi.
Brakk
Anita melotot, di dalam laptop itu banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan bahkan beberapa belum dia salin ke dalam flashdisk. Anita langsung berdiri dan menggebrak meja.
"Keterlaluan juga ada batasnya, masalah mu hanya denganku, bukan dengan pekerjaan!" kesal Anita.
Tapi Luna yang merasa puas karena sudah berhasil membuat Anita marah malah duduk di atas meja kerja Anita sambil melihat lihat kukunya yang baru kemarin di meni cure.
"Salah sendiri tidak mendengarkan aku!" balas Luna santai.
Anita lalu berjalan ke arah Luna.
"Kamu tahu berapa file penting yang ada di dalam laptop itu? kamu pikir tuan Dave akan diam saja kalau kamu bertingkah seperti ini?" tanya Anita kesal.
"Aku tidak perduli, dan kalaupun kamu mengadu pada Dave, dia juga tidak akan pernah marah padaku. Aku ini calon nyonya Dave Hendrawan. Siapa kamu?" ucap Luna bangga dan memandang remeh pada Anita.
__ADS_1
Anita mendengus kesal lalu keluar dari ruangannya menuju ruangan Dave.
Flashback Off
Dave berjalan menuju ruang sekertaris, diikuti oleh Anita dan juga Sila. Saat Dave masuk ke dalam ruangan sekertaris. Dia melihat ruangan itu sudah berantakan. Beberapa kertas dokumen berserakan di lantai, laptop pecah dan juga Luna yang hanya duduk santai di atas meja.
"Luna!" bentak Dave.
Luna yang sedang bermain ponsel langsung turun dan menghampiri Dave.
"Dave!" panggil Luna manja.
Dave langsung berkacak pinggang.
"Apa-apaan ini?" tanya Dave kesal.
"Dave, sekertaris mu itu tidak sopan padaku, dia panggil aku dengan nama dan memberikan banyak sekali pekerjaan padaku. Aku kan...!"
"Bereskan semua kekacauan ini!" bentak Dave lagi menyela ucapan Luna.
Mendengar itu Luna langsung melihat ke arah Anita uang sedang berdiri di belakang Dave.
"Heh, dengar tidak? cepat bereskan!" serunya pada Anita.
Anita malah tersenyum sinis padanya. Dan benar saja Dave lagi-lagi membentak Luna.
"Luna, kenapa malah menyuruh Anita. Aku menyuruh mu!" tegas Dave.
"Tapi Dave... ini!"
"Bereskan, aku dan Sila akan pergi meeting. Jika saat aku kembali semua belum beres, maka besok kamu tidak perlu lagi datang ke kantor untuk bekerja!" tegas Dave dengan nada dingin membuat Luna gemetaran dan menundukkan kepalanya.
Tidak hanya itu, Dave bahkan meminta Luna menyalin file yang ada di laptop yang telah dia rusak. Dia harus menyalinnya secara manual. Anita sungguh senang mendengar semua tugas yang di berikan untuk Luna.
'Rasakan itu, dasar manja!' batin Anita puas.
***
__ADS_1
Bersambung...