Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 98


__ADS_3

Setelah kepergian Sila dan juga Dave, Joseph hanya mengawasi rumah kontrakan Karina dari jauh. Dari sebuah gardu jaga, atau gardu yang biasanya dipakai warga untuk berkumpul saat ronda yang letaknya tidak jauh dari rumah kontrakan Karina.


Gardu ronda yang dulu pernah menjadi tempat Karina bersembunyi ketika ada dua orang berbadan tegap seperti debt kolektor yang mendatangi rumahnya, yang dulu di tegur oleh pak hansip Ucup dan ternyata hanya ingin memberitahu kan kabar tentang Sila saja.


Dua orang lainnya juga berjaga di sisi lain rumah Karina. Karena menurut pengalaman Joseph, Randy itu termasuk tipikal orang yang nekat, dan sangat ambisius. Dia tidak akan berhenti berusaha sebelum mendapatkan apa yang dia mau. Sebenarnya hal itu bagus, karena itu artinya dia termasuk pria yang tangguh. Tapi sayangnya dia akan berusaha dengan cara yang benar atau juga cara yang salah. Itulah yang tidak baik dari seorang Randy Hendrawan.


Beberapa lama menunggu, benar saja. Sebuah sedan hitam yang sudah limited edition berhenti tepat di depan rumah Karina. Sedan hitam berhenti mendadak, karena memang sejak dari jelan tadi sedan hitam itu melaju sangat kencang.


Joseph yang melihat itu langsung turun dari gardu ronda dan segera berlari ke arah sedan hitam tersebut.


Benar saja, dari dalamnya Randy tampak keluar dengan tergesa-gesa. Bahkan dia membanting kuat pintu mobilnya.


Randy yang memang jaraknya sudah sangat dekat dengan pintu rumah kontrakan Karina segera menggedor pintu rumah kontrakan Karina itu.


Brak Brak Brak


"Karina keluar kamu, berani-beraninya tidak menjawab panggilan ku!" bentak Randy yang sepertinya kesal karena Karina mengabaikan panggilan dari Randy.


Joseph pun akhirnya sampai di sana dan langsung berada di depan pintu. Melihat ada Joseph di depan pintu, Randy pun semakin marah.


"Kamu! kenapa kamu di sini. Minggir!" teriak Randy pada Joseph.


"Tuan, sebaiknya tuan pergi dari sini!" sahut Joseph dengan wajah datar.


"Cih... apa kamu bilang? pergi? minggir ku bilang. Ini bukan urusan mu!" bentak Randy lagi pada Joseph dan kali ini Randy bahkan mencengkeram lengan kiri Joseph dengan kuat dan mendorongnya menyingkir dari hadapannya.


Tapi dengan cepat Joseph yang lain memegang kedua tangan Randy uang mencengkram lengan kirinya. Lalu melepaskan tangan Randy itu.


"Jo, ku katakan sekali lagi. Menyingkir dari hadapan ku atau kamu akan menyesal!" bentak Randy dengan mata yang sudah merah dan melotot pada Joseph.


Sementara itu di dalam rumah kontrakan Karina. Wanita muda itu sedang berdiri di belakang pintu dengan gagang sapu yang dia pegang dengan kuat. Air matanya juga terus mengalir dan tangan serta kakinya gemetaran. Dia kira Joseph tadi tidak ada disana, karena itu saat mendengar suara Randy, Karina langsung mengambil sapu dan berdiri di depan pintu. Kalau-kalau Randy berhasil mendobrak masuk setidaknya dia bisa langsung memukulnya dengan sapu.

__ADS_1


Karina sudah tidak perduli lagi dia akan di tuntut atau akan mengalami hal yang lebih mengerikan lagi, karena baginya kehormatannya adalah yang terpenting. Dia akan mati dengan terhormat kalau dia bisa mempertahankan kehormatannya. Tapi dia tidak akan bisa hidup dan menanggung malu seumur hidup jika kehormatannya sampai hilang di tangan pria seperti Randy.


Tapi begitu mendengar suara Joseph yang terus meminta Randy pergi. Karina menghela nafasnya lega, meski dia masih ketakutan dan gemetaran tapi dia benar-benar merasa ada yang melindunginya.


"Maaf tuan, aku tidak akan membiarkan tuan Randy mendekati dan mengganggu nona Karina!" tegas Joseph dengan ekspresi super duper datar.


Randy terkekeh.


"Heh, kamu panggil wanita itu apa barusan? nona? sejak kapan dia jadi nona mu?" tanya Randy yang merasa apa yang dikatakan Joseph itu sangat konyol.


Joseph hanya diam, dia memang seperti itu. Dia tidak akan menjawab pertanyaan yang menurut nya tidak penting. Apalagi pertanyaan itu. ikan dari Rizal atau Dave. Meskipun Randy juga adalah anak dari Rizal majikan utamanya, tapi Joseph tidak pernah menganggap Randy sebagai bos nya. Jadi dia merasa tidak punya kewajiban melaksanakan semua perintah Randy.


"Menyingkir bo*doh!" pekik Randy yang hanya bisa menggertak Joseph.


Randy sadar betul kalau Joseph bukanlah lawan yang sepadan kalau mereka sampai berkelahi satu lawan satu. Jadi dia masih berusaha menggertak Joseph dengan kata-kata nya.


"Maaf tuan, sebaiknya anda pergi sekarang!" ucap Joseph dengan pandangan mata yang sudah memancarkan aura begitu kelam dan dingin.


'Sial! kenapa juga Joseph bisa ada di sini. Apa hubungannya dengan macan betina itu?' tanya Randy dalam hati.


Karena Randy merasa kalau Karuna pasti sudah sangat tertekan. Dan jalan satu-satunya untuknya lepas dari tuntutan 2 Milyar itu hanya dengan menjadi milik Randy. Randy tahu kalau Karina tidak punya koneksi dengan orang yang bisa membayar uang sebanyak itu, dia sangat yakin kalau hari ini dia bisa mendapatkan Karina.


"Aku memang tidak punya uang sebanyak itu, tapi sebaiknya tuan Randy telepon pengacara tuan Randy. Ku rasa sekarang uangnya sudah masuk ke rekening tuan!" jelas Joseph yang membuat Randy semakin geram.


Dengan mengepalkan tangannya dia mencengkram kerah baju Joseph.


"Jangan bilang Dave yang membantu Karina?' tanya Randy.


Randy menduga hal tersebut, karena hanya adiknya itulah yang tahu tentang pengacara nya dan juga nomer rekening nya.


Joseph dengan wajah datarnya pun menjawab.

__ADS_1


"Iya tuan Randy, tuan Dave yang sudah membayar denda nona Karina!" jawab Joseph dengan nada suara yang sama seperti saat awal dia bicara.


Begitulah Joseph, nada suara dan ekspresi nya memang kelewat datar.


Randy bertambah geram, dia melepaskan kerah baju Joseph lalu mengusap wajahnya kasar.


"Sial! kenapa Dave ikut campur urusan ku?" tanya Randy pada Joseph.


"Untuk hal itu, tuan bisa tanyakan pada tuan Dave sendiri!" jawab Joseph dengan cuek.


Randy lagi-lagi harus mendengus kesal. Dia melirik tajam ke arah pintu rumah kontrakan Karina.


'Ck... apa sebenarnya yang istimewa dari wanita itu. Kenapa Dave sampai membantunya juga?' tanya Randy dalam hati yang masih tidak mengerti kenapa Dave bisa membantu Karina.


Merasa kalau dirinya tidak mungkin berbuat banyak dengan adanya penjagaan Joseph pada Karina. Randy pun memilih untuk pergi dengan terus memaki Joseph hingga masuk ke dalam mobilnya.


Mobil Randy pun akhirnya melaju meninggalkan area rumah kontrakan Karina.


"Nona Karina apa anda baik-baik saja?" tanya Joseph yang yakin kalau Karina pasti ketakutan di dalam rumah.


Ceklek


Pintu terbuka, menampakkan Karina yang wajahnya masih sembab dengan mata yang merah. Joseph juga melihat sapu yang dia genggam dengan tangan yang gemetaran.


"Te.. terimakasih tuan Joseph!" ucap Karina pelan dan sedikit tergagap.


'Kasihan sekali nona Karina!' batin Joseph.


"Nona jangan cemas, aku akan menjaga anda di luar! sekarang masuk, kunci pintunya dan beristirahat lah!" ucap Joseph.


Karina pun mengangguk patuh, dan kembali menutup pintu.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2