
Melihat Dave terkekeh, hal itu tentu membuat Randy merasa begitu heran. Pasalnya dia tidak pernah melihat hal ini sebelumnya terjadi di tempat umum, Dave biasanya hanya akan mengeluarkan ekspresi wajah senang itu kalau di rumah, saat bersama Shafa dan juga kedua orang tuanya. Tapi kali ini adiknya itu terkekeh ketika mendengar sekertaris pribadi nya itu mengatakan sesuatu pada Joseph. Randy jadi penasaran, masalahnya dia tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan sekertaris pribadi Dave itu pada Joseph.
Yang lebih membuat Randy benar-benar ingin tahu adalah karena dia merasa aneh, saat Dave terkekeh, ekspresi wajah berbanding terbalik justru di tunjukkan oleh Joseph. Pria garang itu terlihat cemas, tapi Randy juga bisa melihat kalau Joseph seperti segan pada sekertaris pribadi Dave itu.
"Oh ya Dave, siapa wanita cantik yang ada di sebelah Joseph itu?" tanya Randy tanpa basa-basi dan terkesan begitu cuek.
Wajah Dave langsung menjadi serius dalam sekejap mata.
"Tuan Randy, ini adalah nona Sila sekertaris pribadi tuan Dave!" jawab Joseph menjawab pertanyaan dari Randy.
Joseph menyela dan menjawab dengan cepat karena dia sudah melihat ekspresi Dave yang begitu tidak senang dengan pertanyaan kakaknya itu. Joseph yakin kalau Dave tidak akan menjawab dan Randy juga tidak akan berhenti mengganggunya sampai dia mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya. Sudah cukup lama Joseph bersama dengan mereka. Joseph cukup tahu dan juga cukup mengerti bagaimana sifat kedua orang pria tampan yang kenyataannya adalah adik kakak yang ada di hadapannya itu.
"Oh ya, sejak kapan nona Sila bekerja untuk Dave?" tanya Randy lagi.
Dave sudah mulai kesal, dia sudah mulai mengepalkan tangannya.
"Nona Sila baru bekerja beberapa hari tuan Randy, dan ini adalah dokumen dari kami, silahkan di lihat!" ucap Joseph menjawab pertanyaan dari Randy lalu menyerahkan dokumen yang awalnya ada di depan Santoso pada Randy.
Randy meraih dokumen itu, tapi pandangannya tidak lepas dari Sila. Dan hal itu juga membuat Sila merasa sangat tidak nyaman.
'Memang Joseph tidak salah memberi julukan pada pria ini, dia memang buaya darat. Baru bertemu saja cara memandangnya benar-benar membuat orang merinding!' batin Sila merasa kesal juga dengan tatapan Randy padanya.
Randy meletakkan dokumen itu di depannya dan membukanya. Tapi baru melihatnya sekilas pandangan Randy lagi-lagi tertuju ke arah Sila.
"Berapa gaji yang diberikan Dave padamu, kalau nona Sila mau bekerja untuk ku, aku akan memberikan gaji lima kali lipat dari yang sudah Dave berikan padamu!" ucap Randy membuat dua orang wanita di sampingnya saling pandang dengan mulut terbuka sambil berkata 'Waw' tanpa suara.
Dave mendengus kesal.
"Sudahlah, tidak usah banyak bicara. Meski kamu beri dia seluruh hartamu juga dia tidak akan mau bekerja untuk mu! kalau tidak percaya, tanyakan sendiri padanya!" seru Dave yang sangat kesal pada Randy.
"Benarkah?" tanya Randy tak percaya. Matanya kembali tertuju pada Sila.
"Nona Sila, bagaimana kalau aku memberimu sebuah rumah dan juga sebuah mobil, sebagai gaji mu bekerja satu bulan untuk ku di perusahaan ku?" tanya Randy begitu percaya diri.
Dua wanita di sebelahnya matanya benar-benar berbinar, kalau di visualisasikan mata kedua wanita di samping kanan dan kiri Randy itu sudah menjadi hijau dengan logo dolar dimata mereka.
Tapi tidak sama dengan Sila yang hanya menghela nafas panjang sebelum bicara.
__ADS_1
"Maaf tuan Randy, seperti yang dikatakan tuan Dave. Terimakasih atas tawarannya tapi saya menolak!" tegas Sila.
Apa yang dikatakan oleh Sila itu membuat Dave tersenyum puas, tapi membuat Randy menggertakkan giginya karena kesal. Melihat Randy yang sudah kesal, tentu saja Dave merasa sangat puas.
"Ck.. sudahlah. Cepat baca dokumen itu, aku masih banyak pekerjaan!" seru Dave lagi.
Randy tidak bicara lagi, dia melirik sekilas ke arah Sila lalu membaca dokumen yang ada di hadapannya.
Beberapa saat kemudian setelah Randy selesai membaca, dia menutup dokumen itu.
"Kamu ini meskipun seorang pebisnis, apa tidak berpikir kalau kita ini saudara. Mematok harga sebanyak itu, apa kamu kekurangan uang?" tanya Randy yang sepertinya kurang setuju dengan harga yang tertera pada dokumen.
"Jangan membuat dirimu malu sendiri Randy, baru saja kamu menawarkan sebuah rumah dan sebuah mobil pada sekertaris ku!" sindir Dave yang membuat Randy hanya bisa menghela nafas.
Sila pun terkekeh mendengar ucapan Dave, dan hal itu makin membuat Randy tersinggung.
"Baiklah, kirim saja salinannya ke perusahaan ku. Tanda tangani saja pak Santoso!" perintah Randy dan Santoso pun menandatangi dokumen tersebut.
Awalnya Randy masih berpikir untuk bisa bernegosiasi tapi karena tadi dia terlanjur omong besar pada Sila, akhirnya dia malah harus setuju. Karena tidak mau harga dirinya turun di mata ketiga wanita cantik yang ada di ruangan ini.
"Sila, simpan ini!" ucap Dave yang memberikan dokumen itu pada Sila.
'Dia tidak pakai sarung tangan? dan dia duduk cukup dekat dengan Dave! Sebenarnya siapa wanita ini?' tanya Randy dalam hati.
"Oh ya nona Sila, apakah anda masih single?" tanya Randy mulai mencari tahu.
"Saya sudah bersuami tuan!" jawab Sila dengan cepat.
Randy langsung mengangguk paham.
'Sudah menikah, heh... aku terlalu banyak berpikir!' pikir Randy lagi.
Tanpa basa-basi Dave langsung berdiri.
"Pak Santoso, kami pergi dulu!" ucapnya yang hanya menyapa Santoso saja.
"Tuan Randy, pak Santoso kami permisi!" pamit Joseph dan juga Sila.
__ADS_1
Setelah ketiganya keluar dari dalam ruangan. Santoso juga segera berdiri.
"Saya juga mohon diri tuan Randy, selamat siang!" ucap Santoso lalu pergi dari ruangan itu.
Setelah mereka semua pergi. Mita pin merangkul lengan Randy dan mendekatkan dadanya ke lengan Randy.
"Tuan, apakah tuan tertarik pada sekertaris pribadi tuan Dave tadi?" tanya Mita dengan nada manja.
Sementara itu Sari juga tak mau kalah, dia malah sudah mengaitkan kakinya di kaki Randy.
"Tuan apa tidak puas dengan kami berdua?" tanya Tari tak kalah manja.
Randy hanya diam melihat keduanya secara bergantian.
'Wanita yang mudah di dapatkan seperti kalian berdua ini sungguh tidak menarik!' batin Randy.
Sementara itu setelah keluar dari ruang meeting, Dave, Sila dan Joseph menunggu di depan hotel. Mobil Dave sedang di ambil oleh petugas yang tadi memarkirkan nya.
Saat sedang menunggu, ponsel Dave berdering. Dan ketika Dave melihat ke layar ponsel, orang yang menghubungi nya adalah Oman. Dave langsung menggeser icon telepon berwarna hijau ke atas.
"Iya!" kata Dave singkat.
"Tuan, aku sudah temukan orang yang pada malam itu di bayar oleh Hadi Tama untuk tidur dengan nona Sila!" seru Oman dari seberang sana.
Tangan Dave langsung terkepal mendengar apa yang dikatakan oleh Oman.
"Kirim datanya padaku!" perintah Dave pada Oman.
"Baik tuan!" jawab Oman dengan cepat.
Sila melihat tangan Dave yang terkepal, dia memberanikan dirinya untuk bertanya pada suaminya itu.
"Ada apa tuan?" tanya Sila.
Dave hanya melihat ke arah Sila.
'Haruskah aku katakan, kalau aku telah menemukan pria yang di bayar oleh mantan suami mu untuk tidur dengan mu? tapi jika aku katakan, kamu pasti akan kembali merasakan rasa sakit hati itu Sila!' batin Dave.
__ADS_1
***
Bersambung...