Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 152


__ADS_3

Davina melihat ke arah suaminya, Davina sangat syok mendengar apa yang dikatakan Dave. Rizal mengerti keterkejutan istrinya itu dan coba untuk mengusap punggung Davina beberapa kali dengan lembut.


'Dari sekian juta wanita yang ada di negeri ini, kenapa malah seorang janda yang bisa menyentuh Dave dan mengandung calon cucuku?' tanya Davina yang masih merasa ada yang kurang dalam kebahagiaan nya ini.


"Bu, mereka sudah menikah. Sah secara agama dan juga hukum. Memangnya kenapa kalau Dave menikah dengan seorang janda? putra kita Randy, juga seorang duda kan. Dia bahkan akan menikah dengan Karina yang masih single dan belum pernah menikah!" ucap Rizal membuat Davina menghela nafas berat.


Memang benar apa yang dikatakan oleh suaminya itu. Memangnya kenapa kalau Sila adalah seorang janda dengan satu anak. Randy juga duda, dan dia bisa menikah dengan wanita single dan masih peraw4n seperti Karina.


Davina pun coba untuk berbesar hati, masalahnya putranya juga bukan pria yang sempurna. Davina menghela nafasnya sekali lagi. Kemudian dia kembali mendekati Sila, dan memegang kedua tangan wanita yang sudah menjadi menantunya itu.


"Sila, maaf ya. Ibu hanya sangat terkejut saja. Ngomong-ngomong berapa usia anakmu?" tanya Davina.


Saat Sila baru akan menjawab pertanyaan dari Davina, Dave langsung kembali memeluk istrinya itu dari belakang bahkan mengecup pipi Sila dari samping lalu menjawab pertanyaan ibunya.


"Putri pertama kami usianya 4 tahun Bu!" jawab Dave dengan senyum bangga menyebut Mika sebagai putrinya.


Rizal yang merasa anak keduanya itu memang sangat bahagia bersama Sila bahkan sekarang matanya yang berkaca-kaca. Rizal langsung merangkul Davina dan berkata.


"Kalau begitu, besok kamu harus bawa cucu ayah dan ibu ke rumah ya!" ucap Rizal membuat Sila sangat lega.


Sila tersenyum sangat senang bahkan menganggukkan kepalanya dengan cepat pada Davina dan juga Rizal. Tidak bisa di ungkapkan oleh Sila, betapa senangnya dia karena ayah dan ibu mertuanya menerima Mika.


Ceklek


Pintu kamar rawat Randy terbuka menunjukkan Joseph yang yang mengantarkan Karina masuk ke dalam ruangan itu.


Davina juga langsung menyapa Karina dan mengajaknya menghampiri Sila.


"Karina sayang, ini adalah adik ipar mu. Sila!" ucap Davina dengan sangat antusias mengenalkan dua menantunya.


Sila dan Karina saling pandang.


"Ibu, sebenarnya Sila dan Karina itu sudah berteman lama!" sela Randy.

__ADS_1


Davina mengangkat alisnya ke arah Sila dan Karina bergantian. Dan keduanya mengangguk bersamaan.


"Bisa kebetulan begini ya, astaga kenapa aku tidak kepikiran. Pantas saja Dave begitu bersikeras membela Karina kemarin. Rupanya kalian bersahabat!" ucap Davina melihat ke arah Sila dan Karina bergantian.


Vincent yang sudah melihat banyak drama di depan matanya pun mendekati Shafa yang sejak tadi memilih berada di samping Randy. Tapi arah pandangan Shafa malah terus tertuju pada pria yang sedang berdiri diam saja di dekat pintu masuk kamar rawat Randy.


"Ayah, ibu, bagaimana kalau kita sekalian makan malam bersama saja. Kak Randy juga sudah akan check out malam ini kan?" tanya Vincent yang mengambil kesempatan untuk bisa memeluk pinggang Shafa di depan keluarganya.


Shafa sengaja tidak menepis tangan Vincent seperti biasanya karena Joseph melihat ke arahnya ketika Vincent bicara.


'Siall, kenapa aku harus melihat ke arah sana!' kesal Joseph dalam hati karena malah melihat pemandangan yang membuat hatinya terasa panas.


Davina yang mendengar perkataan Vincent langsung mengangguk setuju dengan usulan menantu bungsunya itu.


"Vincent, itu ide yang bagus sayang!" ucapnya membuat Vincent tersenyum senang karena sang ibu mertua setuju dan terlihat senang dengan usulannya.


"Jo, urus agar Randy bisa segera keluar dari sini!" seru Davina.


Shafa langsung menghampiri Sila dan juga Karina.


"Wah ternyata kalian adalah sahabat ya. Ini mengejutkan. Tapi aku senang mendengarnya!" ucap Shafa yang merangkul lengan Karina di tangan kirinya dan merangkul lengan Sila di tangan kanannya.


"Siapa nama keponakan ku kak?" tanya Shafa pada Sila.


"Mika!" jawab Sila singkat.


"Oh ayolah, siapa nama lengkapnya?" tanya Shafa yang penasaran dengan keponakan barunya.


"Mikaila Ha..!" Sila menjeda kalimatnya.


Sila langsung melihat ke arah Dave. Nama Mika memang adalah Mikaila Hadi. Hadi menambahkan namanya di belakang nama Mika. Bukan nama ayah tapi memang namanya yang sebenarnya, memang benar-benar nama lengkap Mika.


Dave tersenyum dan merangkul Sila.

__ADS_1


"Namanya Mikaila Hadi!" jawab Dave.


Davina yang penasaran pun bertanya.


"Ada apa dengan nama Hadi? kenapa Sila tadi tampak enggan menyebutkan nama itu?" tanya Davina penasaran.


"Hadi itu nama mantan suami Sila, Bu. Namanya Hadi Tama!" jelas Dave dan Davina juga Shafa pun mengangguk paham.


"Tidak apa-apa Sila, itu kan masa lalu. Semua orang pernah punya masa lalu tapi mereka akan hidup untuk mas kini dan masa depan kan?" tanya Rizal yang ingin menyudahi kecanggungan Sila.


Dave tersenyum pada ayahnya, ayahnya memang yang terbaik.


Setelah mengobrol beberapa lama, Joseph datang dan mengatakan kalau Randy sudah bisa keluar dari rumah sakit saat ini juga.


Tapi saat Davina akan membantunya mengganti pakaian, Randy malah sengaja meminta Karina yang membantunya.


"Biar Karina saja ya Bu yang bantu aku ganti pakaian!" ujar Randy.


Mendengar itu Sila langsung bereaksi seperti tidak senang dengan menaikkan sedikit bahunya.


Dave yang sedari tadi merangkul Sila menyadari hal itu dan berbisik pada Sila.


"Sayang, ingat tidak. Dia tadi sudah membantu kita. Jadi biarkan Karina membantunya, anggap saja kita membalas kebaikannya karena membantu membela kita di depan Tante Aline tadi!" bisik Dave pada Sila.


"Mas, tapi mereka belum muhrim!" bantah Sila yang sepertinya masih tidak iklhas Randy terus mencuri-curi kesempatan untuk berdekatan dan bersentuhan dengan Karina.


"Sayang, apa yang kamu pikirkan? di sini ada banyak orang. Memang apa yang bisa Randy lakukan pada Karina?" tanya Dave lagi yang merasa istrinya over thinking dalam hal ini.


Sila masih cemberut ketika Karina mulai melangkah maju dan membantu Randy untuk berganti pakaian di kamar mandi yang ada di dalam ruangan itu. Melihat istrinya cemberut Dave semakin gemas. Tapi dia sudah konsultasikan semua itu pada Jimmy, kenapa Sila akhir-akhir ini lebih over thinking dan mood nya sering berubah-ubah. Kata Jimmy itu biasa bagi wanita hamil, dan Jimmy meminta Dave agar lebih bersabar menghadapi Sila. Dan Dave pasti melakukan itu, karena dia sangat mencintai Sila.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2