Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 96


__ADS_3

Flashback On


Pagi hari saat Karina akan berangkat bekerja, ketika dirinya membuka pintu. Seorang kurir berdiri di depan rumahnya. Tanpa mengetuk pintu, dia hanya berdiri di depan rumah itu saja.


"Selamat pagi nona? dengan nona Karina?" tanya kurir itu dengan sopan setelah Karina membuka pintu.


Karina pun menganggukkan kepalanya.


"Iya, saya Karina!" jawab Karina dengan cepat.


"Ini, nona saya mengantarkan paket untuk anda dari tuan Randy!" ucap kurir itu sambil menyodorkan sebuah box putih pada Karina.


Mendengar kalau paket itu dari Randy, Karina sama sekali tidak tertarik untuk menerima paket tersebut. Karina langsung melambaikan tangannya beberapa kali di depan si kurir. Jelas sekali dia menolak menerima paket tersebut.


"Tidak, tidak. Saya tidak mau terima paket itu. Tolong kembalikan saja pada pengirimnya!" ucap Karina lalu mengunci pintu rumah kontrakan nya.


Saat Karina akan pergi, kurir paket yang adalah seorang pemuda yang masih remaja itu pun berlutut dengan tumpuan kedua lututnya sambil menyodorkan paket itu pada Karina.


"Tolong lah nona, terima paket ini. Hari ini adalah hari pertama saya bekerja, jika paketnya di tolak maka saya akan mendapatkan sanksi nona. Saya harus bekerja untuk menghidupi keluarga saya nona, saya bahkan baru lulus sekolah. Tolong lah nona!" ucap Kurir itu dengan memelas dan ekspresi wajah yang begitu sedih.


Karina yang awalanya memilih menolak paket itu jadi kasihan pada si pemuda kurir itu. Tidak ada yang lebih tahu dari dirinya bagaimana rasanya berjuang demi keluarganya.


'Apa aku ambil saja ya, nanti aku bisa kembalikan sendiri pada si kadal buntung itu kalau aku bertemu dengannya!' batin Karina yang memang sangat kasihan pada si pemuda kurir itu.


Dengan terpaksa akhirnya Karina menerima paket tersebut dan menandatangani nota penerimaan barang yang di sodorkan oleh si kurir.


Kurir itu sangat senang, dia langsung berdiri dan sedikit membungkukkan badannya.


"Terimakasih banyak nona, terimakasih!" ucapnya yang langsung pergi dengan motor bebek nya.


Karina pun tersenyum melihat si kurir yang terlihat sangat senang.


"Semoga dia bisa sukses!" gumam Karina berdoa untuk pemuda kurir itu.


Karina pun kembali melihat ke arah box putih berukuran sekitar 5×10×15 cm itu. Karina sama sekali tidak berniat untuk membuka box pemberian Randy itu. Dia lalu memasukkan hadiah yang diberikan oleh Randy itu ke dalam tas kerjanya, karena dia rasa hari ini dia pasti akan bertemu kadal buntung itu di kantor. Karena hari ini adalah hari ulang tahun dari Riyanti bosnya, dan tidak mungkin kan pacar bosnya itu tidak datang.


Karina pun sepertu bisanya menuju halte bis dan naik bis menuju ke kantornya. Semua berjalan biasa saja, sampai pada jam 1 siang. Riyanti juga sudah menyiapkan pesta di kantor dan mengajak semua karyawannya untuk merayakan hari istimewa nya itu.


Sebuah ballroom di lantai dasar, di jadikan tempat pestanya. Semuanya sangat senang, karena hari ini mereka bisa santai sejenak melepaskan semua penat mereka.

__ADS_1


Tapi sementara semua orang sudah pergi ke tempat pesta yang di buat oleh Karina, beberapa orang masih sibuk dengan pekerjaan mereka. Salah satunya adalah Karina, yang masih sibuk merapikan semua peralatan yang biasa di pakai untuk menyimpan makanan dan minuman untuk kru pengambilan gambar. Karena semua peralatan itu tidak akan di pakai hari ini karena mereka sudah memesan makanan dari katering.


"Karina, ngapain masih di sini? ayo kita ke bawah, ya ampun jarang-jarang loh nona Riyanti bikin pesta di kantor. Pasti seru!" ajak Weni salah satu rekan kerjanya.


"Duluan aja, aku masih mau beresin semua uang ada disini. Memang acaranya dadakan ya, kenapa gak ada yang kasih tahu aku. Aku sudah keluarkan semua peralatan makan ini, jadi harus di beresin lagi!" jawab Karina yang masih berkutat dengan semua peralatan yang harus dia rapikan.


"Gak tahu juga, aku saja baru tahu tadi dari pengumuman pusat informasi. Tapi kan gak apa-apa dadakan begini, kita jadi punya alasan kan, kenapa gak ngasih kado sama nona Riyanti!" ucap Weni sambil terkekeh.


Karina yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya bahkan sampai ikut terkekeh karena apa yang dikatakan Weni.


"Masih lama gak kamu?" tanya Weni.


"Masih deh kayaknya, tuh lihat aku sudah terlanjur keluarkan semua alat makannya, aku mau lap dulu sekalian mau aku hitung! kamu duluan saja!" ujar Karina.


Weni pun melihat peralatan yang tadi di tunjukkan Karina. Dan masih sangat banyak.


"Ya sudah, aku duluan ya!" ucap Weni.


"Iya!" jawab Karina singkat.


Dan Weni pun meninggalkan Karina di gudang penyimpanan barang-barang. Karina pun melanjutkan pekerjaannya.


"Itu tadi piring yang buat kru, sudah... terus piring yang buat model juga sudah...!"


Krieeet...


Karina berhenti bergumam ketika mendengar suara pintu gudang yang terbuka.


"Eh, apa si Weni balik lagi ya?" tanya Karina bergumam.


"Wen! ada yang ketinggalan ya?" tanya Karina dengan suara yang sedikit keras.


Tapi setelah Karina bertanya seperti itu malah tidak ada jawaban. Tiba-tiba saja Karina merinding. Dia langsung cepat-cepat merapikan tas dan semua catatannya.


"Huh, gak mungkin makhluk halus kan. Sudah beberapa hari aku di sini aman-aman saja. Pasti bukan!" gumam Karina mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak takut.


Tapi saat Karina berbalik.


Duk

__ADS_1


"Aih, kadal buntung!" pekik Karina yang ternyata telah menabrak Randy yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakangnya.


Semua barang Karina terjatuh. Sambil menggerutu dia pun mengambil barang-barangnya satu demi satu.


Randy bahkan ikut berjongkok tapi dia tidak membantu Karina mengambil barang-barangnya yang jatuh. Dia malah mendorong Karina hingga Karina yang tidak siap pun terjatuh.


"Eh, mau apa kamu kadal buntung?" tanya Karina dengan nada suara meninggi.


"Sudah terlalu lama Karina, aku tidak pernah menunggu sampai selama ini untuk mendapatkan apa yang aku mau. Saat ini juga kamu harus aku dapatkan!" ucap Randy yang kemudian langsung menyerang Karina.


Kedua pergelangan tangan Karina di cengkram kuat okeh Randy hingga dia tidak bisa mendorong pria itu. Dan saat sudah seperti itu, Randy pun berusaha untuk mencium Karina. Dengan susah payah Karina terus menghindari ciuman dari Randy, dengan linangan air mata Karina berteriak.


"Tolong... tolong...!" Karina terus berteriak.


"Tidak akan ada yang mendengar mu, semua sudah ada di tempat pesta. Dan suara mu masih kalah dengan suara musik disana!" ucap Randy dengan mata yang sudah berkabut.


Karina masih tidak menyerah, dia masih terus berusaha menghindari ciuman Randy.


"Tolong... tolong...!" teriak Karina.


Hingga dia melihat sebuah panci besar yang ada di rak. Di dorongnya rak itu dengan kakinya yang masih bebas. Hingga panci itu jatuh di atas badan Randy. Randy yang terkejut akhirnya melepaskan salah satu tangan Karina. Kesempatan itu langsung di pakai Karina untuk meraih sapu di dekatnya untuk memukul Randy lalu mendorongnya.


Saat Randy sudah tidak fokus, Karina langsung menjauh dan bangkit berdiri. Dia pun berlari meninggalkan gudang. Dengan pakaian berantakan dia terus meminta tolong.


Namun sangat di sayangkan karena saat dia mengadukan semuanya pada Riyanti. Bosnya itu malah tidak percaya padanya dan lebih percaya pada Randy, kalau Karina yang merayu Randy dan mencuri hadiah yang sudah di siapkan oleh Randy untuk Riyanti. Alhasil, Karina di pecat secara tidak hormat karena memfitnah Randy, dan harus mengganti rugi hadiah yang dia curi dari Randy yang akan diberikan untuk Riyanti sebesar 2 Milyar.


Flashback Off


"Aku tidak melakukan itu Sila, aku tidak pernah mencuri!" lirih Karina.


"Aku percaya padamu Karina!" sahut Sila.


Dave yang sejak tadi juga sudah mendengarkan percakapan Karina dan Sila langsung berkata.


"Siapa nama orang yang telah memfitnah mu Karina?" tanya Dave dengan nada dingin.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2