Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 216


__ADS_3

Saat ini Hadi sedang mengobrol dengan ibu mertuanya Dahlia. Sedangkan Rosa, dia sedang memasak di dapur. Tapi jangan kira, Hadi Tama semalam mendapatkan apa yang menjadi tujuannya datang ke rumah Rosa. Semalam bahkan saat pakaian Rosa hampir di tangg4lkan oleh Hadi. Dahlia memecahkan barang di kamarnya dan jatuh ke lantai. Tentu saja itu hanya akting saja, hingga akhirnya Rosa memilih tidur di kamar ibunya dan menunggui ibunya karena takut terjadi apa-apa lagi pada sang ibu. Hadi pun terpaksa memaklumi hal itu.


"Nak Hadi, ibu minta maaf ya. Kamu jauh-jauh datang kemari, malah Rosa harus menemani ibu semalam!" ucap Dahlia dengan wajah sedih.


"Tidak apa-apa Bu, masih banyak waktu lain kali. Ibu sendiri bagaimana? apa sudah merasa lebih baik?" tanya Hadi menunjukkan simpatinya.


Sesungguhnya semalam Hadi sempat kesal, tapi mau bagaimana lagi. Tidak mungkin dia memaksa Rosa untuk menemaninya sementara ibunya sakit. Lagipula Dahlia sakit kan juga karena ulah Hadi.


"Sudah lebih baik nak, semalam Rosa terus memijat kepala ibu. Rasanya sudah tidak pusing seperti kemarin lagi!" terang Dahlia tersenyum tulus. Senyum Dahlia memang tulus, tapi apa yang di katakan nya tidak.


Sementara itu di dapur, Rosa malah sedang bicara melalui telepon dengan Safar yang sebenarnya sedang berada di sebuah rumah itu.


"Semuanya sudah di siapkan kan mas?" tanya Rosa memastikan.


"Sudah sayang, aku sudah siapkan CCtv yang tak terlihat di ruang tamu. Saat wanita penyihir itu datang, dan dia melakukan kekeras4n atau menyakiti mu. Semua itu akan terekam dalam rekaman CCtv, kita akan gunakan itu untuk menjebloskan wanita itu ke penjara!" jelas Safar.


"Huh, jadi aku harus diam saja saat dia menamparku atau menjambakku nanti?" tanya Rosa sedikit tidak rela.


"Dengar sayang, memang butuh sedikit pengorbanan untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan. Biarkan wanita penyihir itu melakukan segalanya yang dia mau, pasti Hadi juga tidak akan membiarkan dia menyiks4mu. Maka bersikaplah seperti wanita lemah tak berdaya, mengerti kan sayang?" tanya Safar.


"Baiklah, mas!" jawab Rosa.


Semalam Safar diam-diam datang ke rumah kontrakan Rosa dan memasang kamera CCtv di ruang tamu. Tidak sulit bagi Safar masuk tanpa ketahuan, karena dia bahkan punya kunci duplikat rumah kontrakan Rosa.


Semua itu dia lakukan, karena seorang teman kerjanya di perusahaan dimana dia dan Hadi bekerja memberitahu nya kalau Susan sedang mencari tahu tentang Rosa. Bahkan meminta alamat rumah Rosa pada seorang teman Susan yang masih bekerja di sana. Saat itulah Safar merasa kalau Susan pasti sedang curiga Hadi sedang bersama Rosa. Jika sampai Susan menemukan Rosa, pasti wanita itu akan mengamuk. Dan itu akan menjadi perangk4p untuk Susan sendiri, Rosa akan melaporkan semua kekeras4n yang akan di lakukan oleh Susan itu dengan bukti rekaman CCtv.


Benar saja, beberapa menit kemudian Rosa sudah mendengar keributan dari ruang tamu. Buru-buru,dia mematikan api kompor lalu menuju ruang tamu.


Dia sudah melihat Susan menghampiri Hadi Tama yang sepertinya sangat terkejut. Hadi berdiri dan mendekati Susan yang terlihat sangat marah. Mata dan wajahnya sudah merah.


"Mas, keterlaluan kamu ya, kamu bilang kamu sudah menceraikan wanita pelakor itu. Kenapa wanita itu masih kamu sewakan rumah, kenapa kamu menginap di sini mas?" pekik Susan yang ternyata memang tidak bisa mengendalikan emosinya.

__ADS_1


Meskipun awalnya Susan ingin bertanya tanpa emosi demi kandungannya agar tetap baik-baik saja. Tapi ternyata setelah dia masuk ke dalam rumah dan melihat Hadi duduk mengobrol dengan Dahlia, emosinya tetap tidak bisa dia kendalikan.


"Susan, kenapa kamu bisa ke sini?" tanya Hadi yang malah bingung kenapa Susan dan ibunya bisa menemukan mereka.


"Dasar pria bren9sek! sepandai-pandainya kamu menyembunyikannya dari Susan, kamu pikir aku bodoh. Kamu pasti juga belum menceraikan wanita itu kan?" tanya Mila menunjuk ke arah Rosa yang tengah memeluk ibunya yang sudah berderai air mata.


Tentu saja mereka itu hanya akting menjadi wanita lemah dan tak berdaya. Padahal dalam hatinya bersorak serang, karena rencana mereka berjalan lancar.


Susan yang memang sudah geram pada Rosa dan sikap sok polosnya langsung mendorong Hadi menyingkir dari jalannya. Dia langsung menarik tangan Rosa, hingga terlepas dari pelukan ibunya.


"Rosa...!" lirih Dahlia yang jatuh ke kursi karena kerasnya tarikan Susan pada Rosa membuat Dahlia terhuyung hingga jatuh.


Plakk


"Sial4n kamu wanita murahan, berani-beraninya kamu menggoda mas Hadi. Memangnya kamu tidak laku lagi apa? berani menggoda calon suami orang? dia itu ayah dari anak ku!" pekik Susan.


Plakkk Plokkk


Susan kembali memukul Rosa.


Hadi langsung menarik Susan menjauh dari Rosa.


"Apa yang kamu lakukan? aku yang datang kesini, semua ini bukan salah Rosa!" ujar Hadi membela Rosa yang terjatuh di lantai dan menangis tak berdaya. Tentu saja itu benar-benar hanya akting.


Mendengar Hadi membela Rosa, Susan benar-benar sudah tidak tahan lagi.


"Mas!!!" teriak Susan.


"Kamu jangan lupa ya, siapa yang sudah membantumu meraih posisi ini?" tanya Susan dengan suara keras dan tangan menunjuk-nunjuk ke arah wajah Hadi.


"Kita berdua yang bekerja sama menyingkirk4n Anton dan juga yang lain, agar kamu jadi kandidat satu-satunya wakil CEO. Kalau kamu macam-macam, aku akan laporkan semua itu pada pak Kamal!" gertak Susan sesuai dengan apa yang di instruksikan oleh Mila.

__ADS_1


Wajah Hadi langsung pucat, dia sempat lupa kalau Susan memang memegang rahasia terbesarnya itu.


"Atau harus ku tambahkan tentang penggelapa4n dana bansos dari pak Kamal juga agar kamu berhenti bermain-main dengan wanita pelakor itu?" tanya Susan membuat wajah Hadi semakin pucat.


Rosa yang tertunduk juga bisa mendengar hal itu.


'Astaga, ternyata mereka berdua benar-benar sama saja. Mas Hadi ternyata juga sejahat itu!' batin Rosa juga merasa sangat jijik pada Hadi sekarang.


Hadi Tama pun mengusap wajahnya gusar.


"Baiklah, apa mau mu?" tanya Hadi yang sudah menyerah karena memang dia tidak bisa membiarkan Susan melaporkan itu pada pak Kamal.


Mila yang mendengar pertanyaan itu dari Hadi. Langsung memberikan surat perjanjian perceraian antara Hadi dan Rosa pada Hadi.


"Tanda tangani ini, minta pada wanita menjijikk4n itu juga untuk tanda tangani surat itu. Atau apa yang di katakan Susan, akan dia lakukan!" gertak Mila.


Dahlia dengan susah payah menghampiri Rosa yang masih terduduk di lantai. Hadi pun menoleh ke arah Rosa dan Dahlia.


"Rosa, aku minta maaf!" ucap Hadi dan langsung menandatangani surat perjanjian perceraian nya.


Hadi bahkan langsung menghampiri Rosa dan memberikan pulpen yang ada di tangannya. Dengan wajah sedih Rosa menandatangani surat itu, tentu saja wajah sedih Rosa itu hanya akting.


Setelah Rosa tanda tangan, Susan tersenyum puas.


"Lihat itu kan wanita pelakor, kamu sudah kalah!" seru Susan bangga.


"Ayo mas!" ajak Susan pada Hadi. Dan Hadi pun hanya bisa mengikuti langkah Susan keluar dari rumah kontrakan Rosa.


Setelah mendengar suara dua mobil meninggalkan area rumah. Rosa pun berdiri di bantu Dahlia.


"Apa katamu Susan? aku kalah? ha ha ha, kamu yang sudah kalah Susan. Sebentar lagi kamu akan lihat rekaman kelakuanmu hari ini akan vir4l, setelah itu kamu akan mendek4m di penjara!" geram Rosa tersenyum pu4s.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2