Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 290


__ADS_3

"Nyonya...!" Anita baru akan bicara tapi air matanya sudah membuatnya tidak bisa meneruskan perkataannya itu.


Melihat Anita yang begitu sedih sampai tak bisa berkata karena terus menangis. Sila yakin kalau Anita pasti sedang mengalami masalah yang berat.


Sila pun berdiri dari kursinya, lalu duduk di kursi yang ada di sebelah Anita. Sila mengusap pelan punggung Anita.


"Mau ku peluk?" tanya Sila.


Anita yang memang adalah seorang pribadi yang introver tak punya teman dekat di rumah ataupun di tempat kerja. Dia hanya sibuk bekerja dengan baik dan bekerja saja. Tidak ada teman dekat karena memang pekerjaan nya tidak bisa membuatnya terlalu dekat dengan siapapun.


Dan yang saat ini Anita butuhkan memang sebuah pelukan juga dukungan dari seorang teman dekat atau sahabat. Mendengar tawaran Sila yang juga merupakan istri dari bosnya, Anita pun sangat terharu. Dia langsung memeluk Sila, ketika Sila merentangkan satu tangannya ke arah Anita.


"Hiks... hiks...!" Anita menangis sejadi-jadinya di pelukan Sila.


Sebenarnya sudah beberapa hari ini dia punya masalah dengan tunangannya. Tapi mau mengadu pada siapa dia sendiri bingung. Kedua kakak nya laki-laki yang ada dirumahnya. Sedangkan adiknya yang wanita sudah pergi ke luar kota karena sudah menikah dan ikut dengan suaminya. Mereka sedang menanti kelahiran buah hati mereka yang pertama. Jadi Anita sangat enggan menceritakan masalahnya pada sang adik.


******* dari rasa sedih Anita adalah saat kemarin dia menghadiri pernikahan Randy dan Karina. Tunangan nya bahkan tidak mau datang bersamanya ke pesta pernikahan Randy dan Karina. Anita tidak mempermasalahkan hal itu, tapi tadi saat tunangan nya itu mengajaknya makan siang bersama. Tunangan nya itu malah mengatakan hal yang membuatnya sesak saat bernafas. Dia bilang kalau Anita tidak mau menikah dengannya secepatnya dengan memberikan mahar yang besar sesuai adatnya maka lebih baik pertunangan mereka di batalkan saja. Dan hubungan mereka berakhir sampai di sini.


Anita sangat syock. Bagaimana mungkin bisa seperti itu, sementara mereka sudah bertunangan selama 2 tahun. Dan pesan terakhir dari sang ibu Anita, yang meninggal setahun yang lalu adalah agar Anita menikah dengan Anwar, pria yang juga masih saudara jauh dari ibu Anita.


Anita pun mulai menceritakan kisahnya pada Sila.


"Tunangan saya minta kami menikah secepatnya nyonya, tapi terus terang saja aku masih belum punya dana yang cukup untuk menyelenggarakan pesta mewah dan mahar yang dia mau. Aku bilang aku butuh waktu satu atau satu setengah tahun lagi, tapi dia malah bilang kalau satu bulan lagi tidak bisa melangsungkan acara pernikahan, dia akan memutuskan hubungan kami, hiks... hiks...!"


Anita bercerita dengan sesenggukan. Sila yang mendengar cerita Anita benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran tunangan Anita itu.


Tapi Sila memang tahu beberapa adat masih di pegang teguh sampai sekarang. Tapi kalau hanya memberi waktu satu bulan, bukankah itu sama saja dengan pemeras4n.


Sila semakin tidak respek pada tunangan Anita ketika mendengar kalau dia akan membatalkan pertunangan mereka hanya kalau Anita tidak bisa menuruti kemauan nya itu.

__ADS_1


'Picik sekali pikiran pria itu, apa dia tidak tulus mencintai Anita? pasti begitu, pasti pria itu tidak tulus, kalau dia tulus pada Anita, dia tidak akan seperti itu, sampai mengancam memutuskan hubungan segala!' pikir Sila sambil terus mengusap punggung Anita dengan lembut.


"Aku minta maaf Anita, tapi setelah aku mendengar cerita mu, apa tidak sebaiknya kamu bicarakan ini dengan keluarga mu? maksudku minta pendapat dari mereka!" kata Sila memberikan saran.


Anita malah menarik dirinya dari pelukan Sila dan menyeka air matanya kembali dengan tissue.


"Sudah nyonya, sudah tiga hari lalu aku bicara pada kedua kakak ku, mereka bilang mereka tidak bisa membantuku. Dan bilang kalau lebih baik aku putus saja dengan Anwar, tapi ini adalah amanah dari ibuku sebelum dia meninggal nyonya, aku tidak tahu sekarang aku harus bagaimana. Di sisi lain, aku juga sangat mencintai Anwar, dia dulu tidak begini. Dia dulu sangat baik, dua bulan ini dia banyak berubah...!"


Mendengar penjelasan Anita, Sila tiba-tiba saja langsung flashback ke belakang. Di mana dulu Hadi Tama begitu berbeda dengan Hadi Tama sebelumnya. Saat selingkuh dengan Susan, Hadi Tama berubah. Meskipun tidak kasar dan marah-marah seperti tunangan Anita. Tapi saat itu Hadi Tama berubah semakin baik dan romantis. Itu juga adalah perubahan kan. Sila kembali ingat akan hal itu, Sila tidak mau negatif thinking, tapi entah kenapa dia punya feeling kalau dugaan nya tentang Anwar yang mungkin selingkuh itu adalah benar.


Namun Sila masih enggan mengatakan kemungkinan itu pada Anita yang masih sedih. Sila takut anita semakin sedih.


Sila lalu menggenggam tangan Anita lalu berkata.


"Anita, aku akan bicara pada suamiku. Kalau memang bisa, kami akan membantumu. Kamu akan mengadakan acara pernikahan untukmu, bagaimana?" tanya Sila pada Anita.


Anita terlihat sangat terkejut, tapi dia langsung tersenyum dan menyeka semua air matanya.


Sila mengangguk pelan. Tapi dia sebenarnya punya rencana lain. Anita terlihat sangat mencintai Anwar. Tapi kalau dugaan nya tentang Anwar yang sudah mendua hati itu benar. Maka meskipun mereka menikah, Anita juga tidak akan bahagia. Anita bahkan pasti akan sangat menderita, tekanan batin dan terus berkorban perasaan.


"Iya, sekarang kamu mau pulang atau bagaimana? aku akan minta Oman mengantar mu?" tanya Sila.


Namun Anita langsung melambaikan tangannya di depan dadanya dengan cepat berkali-kali.


"Tidak nyonya, tidak usah. Aku akan kembali ke kantor nyonya. Aku akan pergi sendiri...!"


"Tidak Anita, kamu masih seperti ini. Biar Oman mengantar mu ya, agar aku lebih tenang!" ucap Sila.


Setelah Sila mendesak Anita, akhirnya Anita mau menerima tawarannya agar kembali ke kantor dengan Oman.

__ADS_1


Sila pun menghampiri Oman yang duduk di meja yang ada di dekat meja Kakak iparnya Niken.


"Oman...!"


Mendengar panggilan Sila, Oman Laing berdiri dan menyahut.


"Iya nyonya!" jawab Oman sopan.


"Tolong antar Anita kembali ke kantor ya!" seru Sila.


Oman langsung mengangguk.


"Baik nyonya!" jawab Oman.


Sila langsung menuju ke meja yang ada Niken dan Mika di sana. Sementara Oman langsung menghampiri Anita yang berdiri dekat pintu keluar.


"Ada apa? habis menangis karena pria itu lagi? aku sudah bilang padamu, dia itu bukan pria yang baik!" kata Oman sedikit ketus pada Anita.


Anita terlihat kesal karena menurutnya Oman tidak berhak menilai tunangan nya. Mereka bahkan baru bertemu satu kali, bagaimana bisa Oman berkata seperti itu tentang Anwar. Menurut Anita, Oman berlebihan.


"Bukan urusan mu, cepat antar aku! aku ada meeting penting setengah jam lagi!"


"Sudah tahu, ada meeting. Malah sibuk menangisi pria macam itu...!"


"Ih, kamu ini bawel ya. Mau antar tidak?" tanya Anita kesal.


"Ck... sebenarnya aku malas. Tapi ayolah!" ajak Oman yang berjalan duluan melewati Anita yang tengah melotot kesal pada Oman.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2