
Sementara itu Sila yang sudah tiba di sekolah Mika di antaranya oleh Oman langsung masuk ke dalam sekolah dan mengikuti rapat wali murid yang di adakan oleh pihak sekolah.
Hampir sayu jam rapat wali murid itu di lakukan, dan hasilnya adalah anak-anak akan mempersembahkan masing-masing satu pertunjukan untuk memperingati hari sumpah pemuda. Bisa membaca puisi, fashion show memakai cosplay baju pahlawan atau yang berhubungan dengan sumpah pemuda. Juga bisa membuat lukisan atau memainkan musik. Apa saja yang memang menjadi kebisaan dari murid-murid di Kober tersebut.
Setelah selesai rapat wali murid, Sila keluar dari sekolah. Dan Mika pun sudah ada di dalam mobil bersama Diah. Dan Oman berdiri di samping pintu mobil. Begitu melihat Sila datang, Oman segera membukakan pintu mobil untuknya.
Setelah Sila masuk ke dalam mobil, mereka pun melaju menuju ke kediaman Hendrawan. Karena kebetulan Sila ingin mempertemukan Shafa dengan Mika. Agar Shafa bisa lebih ceria.
Tapi saat di perjalanan menuju kediaman Hendrawan, Mika kecil bertanya pada Sila.
"Mama, tadi mama ngapain sama mamanya Aurel?" tanya Mika kecil yang polos.
Sila tersenyum dan memeluk anaknya itu.
"Mama tadi rapat wali murid, Miss Eny gak bilang sama Mika. Kalau minggu depan Mika akan menyanyi lagu pahlawan di sekolah?" tanya Sila yang sudah tahu performance apa yang akan putrinya itu tampilkan.
"Waw, Mika akan nyanyi di sekolah?" tanya Mika dengan tatapan mata berbinar.
Sila pun mengangguk dengan cepat sambil tersenyum.
"Iya sayang!" jawab Sila.
"Wah, Mika senang sekali mama. Papa pasti juga akan senang lihat Mika nyanyi nanti..!" ucap Mika yang begitu senang dan berharap papanya juga akan hadir dan menyaksikan penampilannya.
Sedangkan Sila terdiam, senyum di wajahnya mendadak hilang.
Masalahnya sudah satu minggu ini Hadi bahkan tidak pernah menelpon Mika.
'Apa mas Hadi akan datang kalau Mika memintanya datang?' tanya Sila ragu.
Sila yang tidak ingin membuat Mika terlalu berharap akan kedatangan ayah kandungnya pun berusaha memberi penjelasan pada Mika.
"Mika sayang, nanti mama akan coba hubungi papa dan minta papa untuk datang melihat Mika tampil di sekolah. Tapi kalau papa sibuk dan tidak bisa datang, Mika jangan sedih ya sayang. Kan masih ada mama dan juga Daddy!" jelas Sila dengan suara yang begitu pelan dan lembut.
"Papa sibuk sekali ya ma?" tanya Mika.
Sila pun mengangguk.
"Tapi Mika rindu papa ma, papa sudah lama tidak menemui Mika. Kenapa sih ma, kalau Mika tinggal sama papa dulu, Mika gak bisa ketemu mama. Sekarang Mika tinggal sama mama, gak bisa ketemu papa!" keluh Mika.
Keluhan yang merupakan isi hati Mika itu lolos begitu saja dari bibir mungil Mika. Sila sampai terkesiap mendengar putrinya yang berusia 4 tahun sudah bicara seperti orang dewasa begitu. Sila jadi sedih melihat wajah Mika yang cemberut seperti itu.
__ADS_1
"Sayang, tidak seperti itu. Mama dan Daddy kan sudah janji pada Mika. Kalau kapanpun Mika ingin bertemu papa, mama dan Daddy akan mengantar Mika pada papa, tapi saat ini papa sedang sibuk!" jelas Sila.
Meski Sila berusaha menjelaskan, tapi Mika masih tetap merajuk. Mika bahkan memalingkan wajahnya dari Sila, lalu gadis kecil itu memiringkan duduknya membelakangi Sila dan melipat kedua tangannya di depan dada dengan bibir manyun. Diah sampai terkekeh melihat aksi Mika itu. Oman yang juga ikut mendengarkan percakapan dua orang yang duduk di kursi penumpang bagian belakang itu juga sesekali melirik Mika yang menurutnya malah semakin menggemaskan saat marah.
Sila sampai memegang pelipisnya ketika melihat Mika merajuk seperti itu.
"Mbak Iyah, apa Aurel itu selebgram cilik. Atau orang tuanya cont3nt kre4tor?" tanya Sila yang mulai curiga dengan kelakuan putri kecilnya itu.
"Iya nya, maminya Aurel itu selebgram nya!" jawab Diah.
'Pantas saja, putri kecilku jadi pintar merajuk dan bermain drama begini. Rupanya sahabatnya seorang artis cilik!' batin Sila.
"Baiklah sayang, sebentar ya. Mama telepon Daddy dulu untuk minta ijin membawamu menemui papa mu! okey?" tanya Sila yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Mika.
Tapi Mika masih tidak mau menoleh ke arah Sila, Sila sampai geleng-geleng kepala terhadap tingkah Mika.
Sila pun langsung menghubungi Dave.
"Halo sayang, apa kamu merindukan suami mu ini? Aku akan pulang cepat malam ini, kalau Mika sudah tidur pakai gaun malam mu yang warna hitam kemarin yang aku belikan untukmu itu ya sayang " tanya Dave membuat Sila tersipu sendiri.
Melihat ibunya yang senyum-senyum sendiri, Mika pun berdehem.
"Ekhem ekhem, uhukk... uhuk...!"
Mika kecil itu terbatuk-batuk karena memang dehemannya terlalu besar.
Sambil membuka tutup botol minum Mika, Sila pun mengernyitkan keningnya lagi.
'Ya ampun, apa iya di depan ku ini putri kecil ku yang berusia 4 tahun itu. Aurel sudah banyak mengajarinya drama, astaga! ku rasa aku harus sedikit menjauhkan Mika dari anak itu!' batin Sila.
"Sayang, masih sakit tidak tenggorokan mu?" tanya Sila cemas.
Diah dan Oman yang duduk di kursi depan juga ikut geleng-geleng kepala atas tingkah Mika itu.
"Mama, tu de puin ma, tu de puin...!" ucap Mika membuat Sila menelan salivanya dengan sangat susah payah.
"Iya sayang, sebentar ya!" balas Sila yang tidak mau memperpanjang drama Mika.
"Mas...!" panggil Sila pada Hadi.
"Ada apa sayang, apa itu tadi suara batuk Mika? apa dia sakit? cepat panggil Jimmy?" tanya Dave bertubi-tubi. Dave bahkan lebih panik dari Sila.
__ADS_1
"Mas, iya tadi itu Mika batuk. Mas, apa boleh aku menghubungi mas Hadi. Mika ingin bertemu dengan mas Hadi?" tanya Sila.
"Tentu saja, ajak Oman dan Diah bersama kalian ya!" jawab Dave.
"Baik mas, terimakasih ya mas!"
"Iya sayang, aku mencintaimu!" ucap Dave.
"Aku juga!" balas Sila.
Sila pun langsung menghubungi nomor telepon Hadi. Dua kali Sila mencobanya karena telepon itu tersambung hanya saja tidak juga di angkat-angkat oleh Hadi.
Hingga ketiga kalinya.
"Halo Sila..!"
Baru Hadi menyapa, Mika meraih tangan sang ibu dan minta Sila menyalakan speaker ponsel nya. Sila pun akhirnya menuruti permintaan Mika dan menghidupkan speaker ponsel nya.
"Papa!" panggil Mika dengan suara riang.
"Mika sayang, bagaimana kabar mu nak? papa rindu sekali padamu!" jawab Hadi terdengar sangat tulus merindukan Mika.
"Papa, Mika mau ketemu papa!" ucap Mika.
"Mika sayang, papa minta maaf ya. Papa sedang di luar kota. Nanti kalau papa pulang pasti papa akan langsung menemui Mika!" ucap Hadi.
Namun Mika langsung terdiam, wajahnya yang tadinya ceria kembali murung lagi.
"Mika...!" panggil Hadi.
"Mas, tidak apa-apa. Nanti kalau sudah kembali kabari aku ya mas, aku akan mengajak Mika menemui mu!" ucap Sila.
"Iya Sila!"
Sila pun memutuskan panggilan telepon dan memeluk Mika.
"Sayang jangan sedih, papa bilang kan sedang ada di luar kota. Mika dengar sendiri kan kalau papa bilang nanti kalau papa sudah kembali akan segera telepon mama, dan mama akan bawa Mika ke papa secepat pesawat jet!" ucap Sila sambil memeluk erat anaknya.
Diah dan Oman hanya bisa tersenyum melihat Sila dan Mika.
'Itulah bedanya kasih sayang nyonya dan tuan Hadi. Nyonya Sila akan meninggalkan semuanya demi Mika, sedangkan tuan Hadi...!' batin Diah.
__ADS_1
***
Bersambung...