Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 242


__ADS_3

Sementara itu kakek Praja yang sudah mendapatkan kabar dari penjaga rumah yang ikut melihat kalau Aline sudah di tangkap dan di masukkan ke dalam mobil polisi dan di bawa ke kantor polisi pun segera menghubungi anaknya Adi Praja.


Setelah itu, kakek tua itu langsung naik ke lantai dua. Dia mencemaskan Luna, karena sejak tadi Luna tidak keluar dari dalam kamarnya. Kakek Praja sudah minta seorang pelayan untuk melihat keadaan Luna dan mengatakan Luna ada di kamarnya dan tidak membiarkan siapapun masuk.


Begitu pula saat kakek Praja membuka pintu, baru terdengar suara handel pintu yang di putar, Luna sedang berteriak.


"Pergi!" teriak Luna.


Mendengar Lina berteriak seperti itu, kakek Praja merasakan pedih di dalam hatinya. Dia tahu semua ini pasti membuat Luna syock berat.


Kakek Praja tidak perduli meski Luna sudah memintanya pergi. Kakek Praja tetap membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar Luna.


"Aku bilang per...!" teriak Luna.


Namun ketika dia melihat kakeknya yang masuk ke dalam kamarnya. Dia menghentikan teriakannya dan langsung berlari ke arah kakeknya itu dan langsung memeluknya.


Luna menangis di pelukan sang kakek sampai tersedu-sedu.


"Aku sudah bilang pada ibu kek, aku sudah bilang padanya kalau aku tidak ingin jadi menantu orang kaya, aku hanya ingin menikah dengan orang yang mencintai ku dengan tulus. Tapi ibu tidak mau dengar kek, ibu terus berusaha menjadikan aku menantu keluarga Hendrawan hiks... hiks...!"


"Tolong ibu kek, ibu melakukan semua ini karena aku... aku yang bodoh kek, aku yang tidak bisa seperti yang di inginkan ibu.. hiks hiks..!"


Luna bicara sangat kacau, dia bahkan meracau tidak karuan. Ada kala dia mengatakan semua itu kesalahan ibunya, tapi ada kalanya dia merasa kalau dia yang membuat ibunya jadi seorang yang kejam. Karena ketidakmampuan dirinya menjadi yang seperti ibunya mau.


"Aku takut kek.. hiks.. hiks..!"


Hingga akhirnya Luna mengakuinya, dia bahkan takut pada Aline ibu kandungnya sendiri.

__ADS_1


Kakek Praja bisa mengerti semua yang Luna rasakan. Dia yang di paksa mendekati dua putra dari keluarga Hendrawan oleh Aline. Kakek Praja yakin, pasti banyak hal buruk yang sudah terjadi, sampai Luna jadi kacau begini.


Dengan tangan mengusap kepala Luna perlahan dan lembut. Kakek Praja berkata dengan pelan.


"Tenanglah Luna, tenang ya. Mulai sekarang kakek akan melindungi mu. Tidak akan ada yang bisa memaksakan kehendaknya padamu lagi, termasuk ibu mu!" ucap Kakek Praja membuat Luna semakin erat memeluk sang kakek dan juga semakin keras menangis.


***


Beberapa lama kemudian, semuanya sudah tiba di kantor polisi. Aline di keluarkan dengan paksa dari mobil, butuh sampai empat orang petugas polisi wanita untuk membuat Aline yang terus melawan dan memberontak untuk di keluarkan dari dalam mobil.


"Lepaskan! aku tidak mau keluar. Kalian semua akan menyesal, kalian tidak tahu siapa aku? siapa suami dan ayah mertuaku? lepaskan aku!!" sambil terus memberontak, Aline terus berseru seperti itu.


Aline masih saja tetap sombong meskipun kenyataannya, seluruh keluarga Praja sudah sangat kecewa dan tidak mau membelanya lagi.


Karena kesal seorang petugas wanita yang sejak tadi mendapatkan tendangan dari Aline juga mulai naik pitam.


"Tidak usah banyak bicara, cepat ikut kami keluar dari dalam mobil. Atau jangan salahkan kami jika bertindak kasar!" pekiknya kesal.


"Lepaskan aku! aku tidak mau!" pekik Aline yang masih terus memberontak bahkan menendang-nendang petugas polisi wanita yang berusaha mengeluarkannya dari dalam mobil.


"Benar-benar merepotkan!" gerutu salah satu petugas wanita yang dari tadi bahkan sempat kena cakar kuku tajam Aline.


Dengan kesal, dua petugas wanita yang memang sudah mendapat beberapa luka di tubuh mereka akibat tendangan dan cakaran Aline pun menarik paksa baju yang di pakai Aline. Dua lainnya menarik kaki Aline, hingga tak dapat lagi menendang ke arah mereka.


Aline di tarik keluar dengan paksa. Hingga saat keluar dari dalam mobil, posisinya juga tidak bisa di deskripsikan. Untung dia memakai setelah blouse dan celana panjang, jika tidak entah pemandangan apa yang terlihat ketika dia berhasil di keluarkan dari dalam mobil.


Mendapatkan perlakuan seperti itu, Aline pun berteriak keras.

__ADS_1


"Kalian kurang aj4r, akan ku laporkan tindakan kalian ini!" teriak Aline.


"Nyonya, kamu yang memaksa kami!" balas seorang petugas polisi wanita.


Dengan dua orang yang memegang lengan Aline, juga dua orang yang mendorongnya. Aline pun berhasil di paksa masuk ke dalam kantor polisi. Terlihat jelas berapa keras usaha para petugas polisi wanita itu dari pakaian mereka yang basah karena keringat. Bahkan satu orang petugas polisi wanita langsung mengusap wajahnya dengan sapu tangannya.


"Haih, benar-benar merepotkan!" ujarnya.


Mereka juga cukup heran kenapa tenaga wanita paruh baya seperti Aline sangat membuat mereka kerepotan. Padahal itu wajar, karena Aline memang adalah salah satu wanita yang bergaya hidup sangat sehat, dari segi makanan yang dia konsumsi juga berbagai treatment yang membuat tubuhnya sehat dan bugar. Meskipun usianya sudah hampir paruh baya, tapi vit4litas tubuhnya setara dengan wanita yang berumur tiga puluh tahunan ke atas.


Aline yang di paksa duduk di sebuah kursi di sebuah ruangan pun menatap kesal pada semua petugas polisi wanita yang membawanya ke sana. Tak lama kemudian, tiga orang polisi pria juga masuk dengan membawa sebuah laptop juga beberapa berkas dokumen.


Salah satu petugas polisi pria duduk di depan Aline.


"Nyonya Aline Praja, sebaiknya anda kooperatif agar hukuman anda tidak bertambah dari kasus yang seharusnya!" ujarnya.


"Tidak! aku tidak melakukan kejahatan apapun. Aku akan tuntut kalian semua!" pekiknya.


Aline masih terus menyangkal kejahatan yang dia lakukan, dua jam pemeriksaan masih tetap saja Aline menyangkal. Hingga petugas pun menghadirkan Iwan dan Jupri ke hadapan Aline. Bahkan saat Iwan dan Jupri memberikan keterangan yang sama. Aline masih tetap menyangkal. Tapi polisi punya cukup bukti dan saksi yang sangat menyudutkan Aline. Dari mulai rekaman CCtv jalan, dimana kala itu mobil Aline keluar dari jalanan yang menuju ke gudang tempat markas Iwan dan juga Jupri.


Lalu bukti transfer uang yang di kirimkan dari salah satu rekeningnya ke rekening Iwan. Tak dapat menyangkal lagi, Aline pun menatap kesal pada Iwan dan Jupri.


"Dasar bren9sek. Kalian sudah menjebak ku. Aku tidak bersalah, mereka yang melakukan kejahatan itu, bukan aku!" Aline masih terus berteriak histeris.


"Nyonya Aline, dari semua bukti dan saksi mata, maka mulai detik ini anda kami tetapkan sebagai tersangka!" tegas petugas di depan Aline.


"Tidak... aku tidak melakukan apapun, tidak!" Aline masih terus berteriak histeris.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2