
Tiba tiba saja Abed terkejut. Abed membuka matanya dan melihat Felix yang masih berlutut. Abed sudah kembali dalam dunia nyatanya. Abeb mendekat dan membantu Felix berdiri.
Abed: semua sudah berlalu. Istriku bicara padaku dia sudah memaafkanmu dan jika ada masalah kamu harus bicara pada Brian. Brian bisa membantumu.
Felix: benarkah? Apa benar Brian bisa membantuku?
Abed: kamu bisa percaya bisa juga tidak percaya. Itu yang istriku katakan padaku. Dan istriku ingin aku sampaikan hal ini padamu. Jika ada masalah, ceritakan pada kami. Aku sahabatmu Felix.
Felix : Abed, thanks..
Felix tersenyum dan mengangguk. Mereka melanjutakan langkah menuju pemakaman Adit.
1 jam kemudian..
Cafe..
Amelia dan Brian menunggu Abed dan Felix. Amelia menikmati jus jeruknya. Abed dan Felix datang, masuk ke dalam cafe dan berjalan mendekati meja Brian. Abed dan Felix duduk dihadapan Brian dan Amelia.
Abed: maaf menunggu lama, aku baru pergi melihat makam papa dan mama.
Amelia: kami juga baru datang. Santai saja.
Abed dan Felix memesan kopi kepada pelayan. Abes menatap Brian dan mulai buka suara. Felix terlihat gelisah, Amelia mulai curiga kepada Felix.
Amelia: Felix, kamu baik? Kamu terlihat sangat gelisah.
Felix: a.. aku baik baik saja.
Abed: (menepuk bahu Felix) ceritakan masalahmu pada kami. Kami pasti akan membantu sebisa kami.
Brian: Abed benar Felix. Katakan saja, kami siap membantu.
Felix menatap Amelia, Brian dan Abed. Felix menarik nafas dalam dan menghembuskan nafasnya perlahan.
Felix mulai bercerita, bercerita mengenai kesalahannya. Sehingga membuat Kim Ha Na murka. Felix juga mengakui kesalahanny. Mengakui semua perbuatannya tercela. Apa yang dia lakukan adalah kejahatan besar. Brian mengangguk menanggapi cerita Felix.
Brian: ceritamu sama seperti Amelia Felix. Wanita itu kehilangan calon suaminya. Dahulu Amelia juga kehilangan kekasihnya. Dan yang lebih mengejukan yang mmebunuh kekasih Amelia adalah Owen.
Jleb..
Bagai tertancap tombak. Seketika mata Felix melebar. Felix tidak menyangka Owen bisa nekat seeperti itu.
Amelia: tidak masalah Felix. Jangan merasa tiak enak hati. Aku sudah memaafkan Owen. Memang sangat sakit kehilangan orang yang kita sayangi. Tetapi aku tidak pernah menginginkan nyaaa owen saat itu. Wanita itu sungguh jahat Felix. Dia ingin kamu mati.
Felix: mau bagaimana lagi, aku sudah tidak bisa mundur. Karena aku memang bersalah. Aku harus bertanggung jawab..
Abed: wanita seperti apa dia? Luar biasa, demi balas dendam dia bahkan menjatuhkan perusahaanmu?
Felix: dia wanita yang luar biasa Abed. Dia bisa mengelabuhiku dan merusak bisnisku.
Brian: kami akan membantumu. Jangan kan seorang wanita, seorang laki laki sepertimu daja bisa berubah.
Felix: ya itu berbeda.
Amelia: oleh karena itu kita harus mengasihi musuh kita. Belajarlah mengasimu musuh musuhmu Felix.
__ADS_1
Brian: lalu rencanamu apa? Kamu akan ikut bersamanya dan meninggalkan Mely juga mamamu?
Felix: jika itu harus, aku tidak ada pilihan.
Abed: aku tidak setuju Felix! Apa kamu tidak merasa terluka meningglakan mamamu dan juga Mely kekasihmu? Aku akab membantumu. Oh ya Brian, nikita mengatakan jika musuh Felix masih saudaramu. Coba ingat lagi apa kamu punya saudara lainnya selain Lely dan Mely?
Brian: (mengerutkan dahi) aku tidak ingat hal itu. Karena papa dan mamaku masing masing hanya memiliki adik. Dan adik dari mamaku sudah meninggal di luar negri. Kami tidak pernah tau kabarnya lagi sampai pada saatnya mamaku pergi. Jadi yang aku tau hanya Lely dan Mely.
Ponsel Felix berdering, panggilan dari nomor asing. Felix menatap layar ponsel dan menerima panggilan.
(Panggilan terhubung)
Felix: hallo, siapa ini?
"Felix Collyn. Aku ingin bertemu denganmu. Ada hal penting yang harus kita selesaikan. Temui aku di apartemenku sekarang juga"
Felix: apa?? Apa kamu gila? Bukan kah aku akan menemuimu akhir bukan ini?
" pikiranku berunah, aku ingin kamu sekarang datang ke Apartemen Rosse no 101"
(Memutus panggilan)
Felix kesal, mencengkram ponselnya erat. Bria menatap dan menenagkan Felix. Begitu juga Abed.
Brian: ada apa?
Felix: dia menyuruhku datang ke apartemennya. Apalah dia akan membunuhku sekarang?
Brian: ayo aku temani kamu datang, kita temui saja bersama sama.
Felix: (menatap Amelia) lalu.. (kata kata terpotong)
Amelia: aku bisa naik taxi. Jangan cemaskan aku. Kalian baik baiklah disana. Ingat jangan kasar dan memukul keoada wanita.
Brian: aku mengerti sayang, ayo siapkan taxi untukmu pulang.
Amelia: ok. Semoga perjalanam kalian lancar ya, dan tidak akan ada lagi peperangan.
Amelia tersenyum, pergi meninggalakan Cafe diantar oleh Brian. Brian memesankan taxi untuk Amelia. Brian kembali masuk kedalam cafe, menemui Abed dam Felix. Setelah mengahabiskan kilopi mereka, mereka bergerak menuju apartemen Kim Ha Na.
♡♡♡♡♡
Brian, Abed dan Felix sampai diapartemen Kim Ha Na. saat Felix menekan bel pintu apartemen, seorang pelayan datang membuka pintu dan mempersilahkan masuk. pelayan mengatakan jika Kim Ha Na sedang pergi keluar untuk membeli sesuatu di supermarket. pelayan mempersilahkan Brian Abed dan Felix duduk.
mata Brian menatap sekitar apartemen Kim Ha Na. saat melihat sebuat foto berukuran besar mata Brian melebar. Brian segera mendekati foto untuk memastikan. Brian meraba salah satu diantara dua wanita yang ada di Foto. Air mata Brian mengalir, menetes tanpa sadar. Felix dan Abed berdiri mendekati Brian. Brian diam membisu tidak bersuara.
Felix: Brian, ada apa?
Brian: ini foto mamaku dan adiknya.
Abed: maaf, boleh kami tau siapa dua wanita yang ada di dalam foto?
pelayan terdiam, tidak berani bersuara. pelayan yang berdiri dibelakang hanya menunduk tanpa bicara apa apa.
" itu foto mamaku dan kakaknya"
__ADS_1
(suara meninggi)
semua terkejut, Abed sangat mengenali sura Kim Ha Na berbalik dan menatap Kim Ha Na. Kim Ha Na terkejut saat melihat Abed. Felix dan Brian juga berbalik menatap Kim Ha Na.
Kim Ha Na: (mendelkati Abed) kamu? ada urusan apa datang?
Abed: Felix, apa dia wanita yang kamu maksud?
Felix: ya, dia adalah.. (kata kata terpotong)
Abed: Kim Ha Na. Putri tunggal tuan Kim.
Felix terkejut, bagaimana bisa Abed mengenal Kim Ha Na. Kim Ha Na juga terkejut, melihat Felix dan Abed yang saling mengenal. Brian juga terlejut dengan pernyataan Kim Ha Na yang mengaku jika salah satu wanita dalam foto adalah foto mamanya dan juga kakak dari mamanya.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1