
Brian menjemput Amelia di rumah sakit. Boby memberi kabar kepada Brian jika Abed sudah di bebaskan. Boby menerima kabar dari pengacara shawn. Brian tersenyum senang, Brian memutus panggilan dari Boby. Amelia keluar dari kamar kecil dan berjalan mendekati Brian.
Amelia: sayang, ada apa? Kamu terlihat senang.
Brian: kamu juga pasti akan senang sayang. Ini kabar baik, Abed resmi dibebaskan.
Amelia terkejut, menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya. Amelia sangat senang hingga air matanya menetes. Brian memeluk Amelia, Amelia terdiam tak bicara apa apa. Ini benar benar diluar dugaannya. Karena sebelumnya sangat sulit mencari celah menolong Abed. Amelia berfikir tidak ada harapan untuk Abed bebas.
Brian: ayo pulang, kamu harus banyak istirahat. Ingat kata dokter.
Brian melepas pelukan dan mencium kening Amelia. Brian menggandeng tangan Amelia dan pergi.
♡♡♡♡♡
Brian dan Amelia sampai di rumah. Begitu masuk ke dalam rumah Amelia langsung mencari Abed. Abed sedang menyuapi Andrew makan. Amelia mendekat dan langsung memeluk Abed, Amelia menangis tersedu.
Abed: hei, datang datang langsung menangis? (Mengusap punggung Amelia)
Amelia: (melepas pelukan menatap Abed) aku senang, aku.. aku.. (bicara terbata bata)
Abed: ada apa? Tenanglah, aku baik baik saja. Kakakmu ini sudah bebas sekarang.
Abed menyeka air mata Amelia, memeluk Amelia erat. Mencium kening Amelia.
Abed: jaga kesehatanmu sayang, jangan terlalu memikirkan hal hal yang tidak penting. Ingat bayi dalam rahimmu. (Mengusap rambut Amelia) sekarang semua baik baik saja, aku sudah kembali. Tidak perlu khawatir.
Abed melepas pelukan dan menatap Amelia. Abed menarik kedua pipi Amelia kekiri dan kekanan.
Abed: berikan kakakmu ini senyumanmu yang cantik.
Amelia: (tersenyum cantik) jangan tarik pipiku, sakit.. (mengeluh)
Abed: sayangku, kamu semakin cantik. Jangan menangis lagi. Oke?
Amelia: (mengangguk) oke..
Abed: makan lah dan istirahat, aku mendengar kesehatanmu buruk akhir akhir ini. Apa yang kamu pikirkan?
Amelia: tidak ada, aku baik baik saja. Hanya sering mual, itu saja. Aku ke kamar dulu kak, kamu juga harus banyak makan. Kamu terlihat kurus.
Abed: bukankah aku semakin tampan? (Tersenyum)
Amelia: tentu saja, kakakku paling tampan. Aku berharap ada seorang yang jatuh hati padamu. (Tersenyum)
Abed: jangan bicara hal yang tidak mungkin.
Amelia tertawa kecil, menatap Andrew. Mengusap kepala Andrew dan mencium lembut pipi Andrew. Amelia berjalan menuju kamar Lovely untuk melihat keadaan Lovely. Brian mendekati Abed, berdiri di samping Abed.
Brian: selamat Abed, ini semua diluar dugaan.
Abed: ya, aku juga terkejut. Aku tidak menyangka Felix membebaskanku.
Brian: aku dengar kabar itu. Felix menjaminmu dengan dirinya sendiri. Aku benar benar terkejut, ini semua tidak pernah aku bayangkan. Bagiku, kamu menjalani setengah hukuman dari tuntutan saja sudah baik.
Abed: apa kamu tau soal Felix dan Mely? Apa mereka berkencan?
Brian: mungkin, aku belum dengar kepastian dari Felix ataupun Mely.
Abed: Felix terlihat sayang mencintai Mely. Dan juga Mely terlihat bahagia.
Brian: entahlah, aku tidak mau banyak bicara. Kita lihat saja kedepannya seperti apa. Kita hanya bisa mengikuti alur, bukankah kehidupan kita seperti air yang mengalir di sungai?
Abed: kamu benar, kita lihat saja akhirnya. Apa kabarmu? Kamu terlihat sangat lelah.
Brian: aku banyak pekerjaan, belum lagi perusahaanku di Indonesia. Aku harus bergerak cepat menyelesaikan pekerjaanku, aku ingin meluangkan banyak waktu menjaga Amelia.
Abed: bicara perusahaan ada kabar apa? Maaf merepotkanmu selama aku tidak ada di kantor.
Brian: aku dengar tuan Alfred mengundangmu. Bicaralah pada Alvin, kabari dia.
Abed: oke.. istrirahatlah.
Brian menepuk bahu Abed dan pergi menyusul Amelia. Abed menatap Andrew dan tersenyum, Andrew tertawa menatap Abed.
__ADS_1
"Papa papa"
Abed: ya sayang, ini papa. (Mengusap kepala Andrew) putra papa sudah pandai bicara. Papa sayang Andrew. (Mencium kening Andrew)
Abed dengan kesabaran menyuapi Andrew makan. Abed memandangi Andrew, dalam pikirannya terbayang wajah Nikita. Andrew merindukan Nikita, merindukan senyum dan pelukan Nikita.
♡♡♡♡♡
Malam harinya..
Pesta meriah diadakan, pesta ulang tahun seorang pengusaha terkemukan di Amerika. Brian dan Amelia terlihat hadir dan memberi ucapan selamat kepada si empunya pesta. Setelah memberi ucapan selamat, Brian dan amelia duduk menikmati hidangan.
Di kejauhan Kim Ha Na terlihat mengamati pesta. Matanya bergerak mencari sesuatu.
Kim Ha Na: apakah Felix Collyn belum datang?
Maria: belum nona, saya sudah berkeliling mencari tau.
Kim Ha Na: lakukan sesuai rencana. Kita harus bisa membawa Felix Collyn ke korea.
Maria: baik nona.
Lama menunggu akhirnya Felix datang, Felix datang bersama Mely. Maria melihat dan menatap Kim Ha Na.
Kim Ha Na: akhirnya datang, ingat tugasmu Maria. Jangan sampai gagal. Jika ada kesempatan langsung suntikan suntikan yang aku berikan.
Maria: saya mengerti nona.
Felix dan Mely memberi ucapan selamat kepada Alfred. Alfred mempersilahkan Felix dan Mely menikmati pesta. Felix membawa Mely untuk duduk menikmati hidangan.
Felix: (menggandeng tangan Mely) kenapa tanganmu begitu dingin? Apa kamu gugup?
Mely: ya.. aku sangat gugup. Aku belum pernah menghadiri pesta seperti ini sebelumnya. Jangan jauh jauh dariku.
Felix: tenang saja, aku selalu ada di sisimu. Aku tidak akan biarkan kamu seorang diri. Disini banyak pria tampan yang melirikmu. Hanya saja mereka enggan karena melihatku.
Mely: apa aku terlalu mencolok?
Seseorang datang menghampiri Felix dan menyapa. Felix berbincang dengan orang tersebut. Seseorang itu mengajak Felix bertemu dengan beberapa rekan bisnis.
Felix: (menatap Mely, mendekat dan berbisik) sayang, jangan kemana mana. Tetaplah disini, aku akan menemui beberapa rekan bisnisku. Oke?
Mely: oke.. (tersenyum)
Felix menggenggam kilas tangan mely dan pergi mengikuti seseorang yang menyapanya. Felix pergi meninggalkan Mely.
Max masuk dalam kerumunan pesta da melihat situasi. Mata Max menatap seluruh sudut. Max mendapati sesuatu, beberapa orang yang berdiri terpisah dan terlihat mencurigakan. Max mencari Felix, perasaan Max tidak tenang. Max menemukan Mely dan bertanya pada Mely.
Max: Mely, dimana Felix?
Mely: pergi menemui beberpa rekan bisnisnya. Seseorang mengajaknya tadi.
Max: sial! Aku terlalu lengah.
Mely: apa ada sesuatu (panik) katakan ada apa?
Max: teteplah disini, jangan kemana mana. Aku akan mencari Felix. Semoga dia baik baik saja.
Max menyelinap diantara tamu undangan yang berkerumun. Max terus mencari Felix.
(Dalam hati Max)
Ayolah, dimana kamu felix. Semoga tidak terjadi apa apa padamu. Semoga hanya perasaanku saja. Aku merasa musuhmu mengincarmu Felix. Aku harus ada di sampingmu agar aku bisa melindungimu.
Kim Ha Na melihat Felix berbincang dengan beberapa orang. Kerumunan Felix terlihat lengah, Kim Ha Na tidak melihat penjaga di sekitar Felix. Kim Ha Na memberi isyarat pada Maria. Maria mengangguk dan pergi meninggalkan Kim Ha Na. Maria turun dan masuk dalam kerumunan. Maria menyembunyikan suntikan di tangannya, berusaha mendekati Felix.
-----------@@@@@----------
Gambar ilustrasi
Amelia Putri & Brian Antonius Candra
__ADS_1
-----
Boby & Lely Candra
-----
Mely Candra & Felix Collyn
-----
Maria & Max
-----
Abed & Kim Ha Na
-----
Angela & David
----------@@@@@----------
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1