
Andrew mengangguk mendengar Brian bicara, Andrew memakan puding mangga susu dan menguyahnya. Memakan puding mangga susu mengingatkanya akan Lovely. Karena puding mangga susu adalah kesuakaan Lovely.
Brian: ada apa dengamu dan Lovely?
Andrew: ada apa paman? Tidak ada apa apa.
Brian: jangan berbohong Andrew, tadi kalian masih bersama dan terlihat baik baik saja. Sampai kalian datang kembali dan langsung berpisah. Ini bukanlah gaya Lovely dan gayamu. Paman sangat tau kalian, saat bertemu dan bersama kalian akan lengket seperti kertas dan lem. Kemana mana bersama dan selalu terlihat ceria.
Andrew: tidak ada apa apa paman. Aku hanya lelah saja, semalam kurang tidur.
Brian: sungguh tidak ada apa apa? Jika memang begitu baiklah, paman tidak akan memaksamu bercerita. Kalian sudah mulai dewasa tentu memiliki hal hal pribadi yang ingin disimpan seorang diri. Maafkan Lovely jika dia membuatmu kesal Andrew. Kamu tentu paham, sejak kecil kamu adalah oreng terdekatnya. Dia akan manja dan bersikap berlebih padamu.
Andrew: itu sudah biasa paman. Bukan Lovely jika tidak manja dan menggemaskan. (Tersenyum)
Brian: oh ya, dimana papamu? Paman hubungi tidak bisa. Ponselnya tidak aktif.
Andrew: pergi menemui rekan bisnis yang sedang sakit paman. Entah mereka kemana aku tidak bertanya dengan jelas. Mereka terkadang merahasiakan sesuatu dariku.
Brian: jangan begitu, banyak alasan mengapa orangtua menjadi misterius. Salah satunya orangtua tidak ingin anaknya menjadi khawatir. Tahukan kamu jika kami orang tua sebenarnya tidak ingin menjadi beban anak anaknya? Oleh karena itu meski kami tidak baik, kami selalu berkata "oke, papa dan mama baik baik saja" dengan senyum lebar yang mengiasi wajah.
Andrew: kenapa harus seperti itu paman? Aku tidak pernah berfikir jika papa dan mama adalah beban.
Amelia tersenyum mendengar perkataan Andrew, Amelia mendekati Andrew dan duduk di samping Andrew. Kini Andrew ada di antara Brian dan Amelia.
Amelia: hei tampan, dengarkan bibi baik baik. Papa dan mamamu tidak ingin cerita karena mereka masih mampu mengatasi persoalan atau masalah mereka. Jika mereka tidak mampu dan butuh pertolongan pasti akan membutuhkanmu. (Tersenyum) bukankah begitu sayang? (Menatap Brian)
Brian: (tersenyum menatap Amelia) ya itu benar. Yang ingin orang tua lihat adalah anaknya tumbuh sehat, dan rukun satu sama lain.
Amelia: apa kamu ada masalah dengan papa dan mamamu?
Andrew: (menggeleng) tidak bi.
Amelia: kamu melihat hal aneh? Apakah papa dan mamamu bertengkar?
Andrew: tidak juga. Mereka tidak pernah bertengkar jika itu dihadapan kami. Entah jika dibelakang kami.
Amelia: sudah lupakan itu. Kamu ingin makan apa untuk makan siang? Pamanmu akan memasak.
Andrew: aku harus pulang awal bi, ada orang yang sedang memperbaiki rak kaca kamar mandiku. Dan juga harus pergi kekantor.
Amelia: wah, sayang sekali. Sering seringlah datang sebelum kalian pergi ke Inggris.
Andrew: ya bibi.
Brian: semangat bekerja Andrew.
Andrew: pasti paman. (Meraih ponsel nya di sofa dan melihat layar) sudah waktunya pulang, aku pulang paman bibi, maaf merepotkan paman dan bibi.
Amelia: hati hati sayang.
Brian: hati hati Andrew.
Andrew meletakan piring berisi mangga di meja, lalu berdiri. Andrew berjalan pergi meninggalkan Brian dan Amelia. Andrew berjalan dan bertemu Alex. Alex menyapa Andrew.
Alex: kak, kebetulan sekali bertemu.
Andrew: ada apa?
Alex: kak, kakak sudah mau pergi?
Andrew: ya, aku harus ke kantor juga nanti sore. Ada apa? Dimana kakakmu? Aku ingin berpamitan.
Alex: itu di kamarnya. Aku mencari kakak Andrew untuk ini. Tolong hibur kakakku, dia terlihat sedih saat makan puding kesukaannya. Bahkan makan pudingnya juga tidak habis.
Andrew terdiam, Alex terus membujuk Andrew membantu mwnghibur Lovely. Andrew menghembuskan nafas panjang dan mengangguk.
Andrew: baiklah, baiklah.. aku akan temui kakakmu di kamar. Aku pergi dulu.
Alex: oke kak, maaf merepotkan dan terimakasih.
__ADS_1
Andrew menepuk bahu Alex dan berjalan melewati Alex. Alex melangkahkan kaki berjalan menuju kamar Lovely. Andrew bingung, kenapa Lovely bersedih. Banyak pertanyaan muncul di benak Andrew.
♡♡♡♡♡
Dikamar Lovely mendengarkan lagu dengan earphone. Lovely berbaring diatas ranjang dengan mata terbuka menatap langit langit kamarnya.
Tiba tiba air mata Lovely menetes. Lovely tidak menyangka jika Andrew tega padanya. Hatinya terasa sesak karena dia tolak terus menerus oleh Andrew. Bahkan Andrew tak ingin diperlakukan manis oleh Lovely.
Lovely menyeka air matanya dan bangun, Lovely duduk memeluk bonekanya. Lovely menggelengkan kepala perlahan saat mengingat wajah Andrew. Lovely menyakinkan dirinya untuk tidak lagi berkhayal mengenaim Andrew.
Lovely: wajah tampan tetapi perkataanya sungguh sangat pedas. Membuatku kesal saja, aku tidak akan menganggumu lagi, aku akan bersikap dingin padamu. Dasar Andrew, menyebaklan. Aaahhhh menyebalkan, menyebalkan.. sangat menyebalkan.. (mere**s boneka dipelukannya)
Tok..
Tok..
Tok..
(Suara pintu diketuk)
Lovely terkejut, melepas earphone di telinganya dan mendengarkan sesuatu.
Tok..
Tok..
Tok..
(Suara pintu diketuk)
Lovely mematikan musik di ponselnya dan turun dari ranjang dengan hati hati. Denga langakah perlanhan Lovely berjalan menyeret kakinya menuju pintu kamar.
Lovely membuka kunci pintu dan membuka pintu, Lovely mengintip dan melihat Andrew. Lovely segera menutup pintu, kaki Andrew masuk ke celah dan menahan pintu agar tidak tertutup. Andrew memaksa Lovely membuka pintu.
Lovely: pergi, aku tak ingin melihatmu.
Andrew: buka Love, biarkan aku masuk dan bicara.
Andrew: aku mohon, ijinkan aku bicara Love.
Lovely: tidak, aku tidak akan membuka pintuku.
Andrew mendorong dengan kuat dan membuka paksa kamar Lovely. Lovely akhirnya kalah dan pintu pun terbuka. Andrew masuk kedalam kamar dan menutup pintu. Lovely terus menatap Andrew dengan perasaan kesal dan kecewa. Andrew mendekati Lovely, Lovely langsung berbalik dan melangkah pergi.
Baru beberpa langkah, tubuhnya terasa berat. Kakinya juga tidak leluasa bergerak. Andrew memeluknya dari belakang dengan erat.
Lovely: lepaskan, jangan seperti ini. Bukankah kamu memintaku untuk tidak berlebihan? Kanapa kamu seperti ini? (Mata berkaca kaca) lepaskan aku Andrew.. (meronta)
Andrew: maafkan aku.. (memeluk erat Lovely) jangan sedih dan menangis.
Lovely: aku tidak sedih, aku juga tidak menangis. Untuk apa aku sedih dan menangis?
Andrew melepas pelukan dan membalik tubuh Lovely, Andrew menatap Lovely, mata Lovely terlihat berkaca kaca.
Andrew: kamu marah padaku?
Lovely menggeleng, berusaha menahan air matanya keluar.
Andrew: kamu membenciku? Ingin memakiku?
Lovely menggeleng, air matanya jatuh membasahi pipinya. Lovely tidak mampu menahan air matanya.
Andrew menyeka air mata Lovely dan memeluk Lovely erat. Andrew tidak bisa melihat Lovely menangis dan bersedih.
Andrew: maafkan aku Love, aku terlalu berlebihan. Jangan sedih lagi, aku minta maaf.
Lovely: (melepas pelukan) jadi maksudmu apa? (Terisak)
Andrew: kamu boleh menyukakiku. Karena aku juga menyukaimu. Maaf.. aku selalu menghindari perasaanku. Maaf Love..
__ADS_1
Lovely: kamu menyukaiku?
Andrew: tentu saja, aku sangat menyukaimu. Hanya saja aku takut jika aku memiliki rasa lebih dari suka kepadamu.
Lovely: jika aku menyangimu, jika aku mencintaimu, bagaimana? Apakah kamua juga akan........ (kata kata terputus)
Andrew memegang wajah Lovely dan mencium bibir Lovely. Andrew mencium Lovely dengan penuh perasaan. Lovely meragkul leher Andrew dan membalas ciuman Andrew. Lovely menutup matanya merasakan Ciuman Andrew, Andrew menutup matanya perlahan. Lidah mereka saling bertemu dan melilit satu sama lain.
Jantung mereka berdebar. Ini pertama kalinya bagi Andrew. Lovely melepas ciumannya dan membuka mata menatap Andrew, Andrew membuka mata dan menatap lovely. Lovely tersenyum cantik, begitu juga Andrew. Andrew menempelkan hidungnya ke hidung Lovely. Mencium kilas bibir Lovely.
Lovely: jadi..
Andrew: jadi apa?
Lovely: bagaimana sebenarnya perasaanmu padaku?
Andrew: masih harus dijelaskan lagi?
Lovely: maksudmu?
Andrew tersenyum, kembali mencium bibir Lovely. Lovely melepas ciuman, dan memegang wajah Andrew dengan dua tangan.
Lovely: kamu menyukaiku?
Andrew: ya..
Lovely: kamu menyayangiku?
Andrew: hmm sangat sayang..
Lovely: kamu mencintaiku?
Andrew: aku mencintaimu lebih dari apapun.
Lovely tersenyum, memeluk Andrew. Andrew mengeratkan pelukan dan mencium lembut rambut Lovely.
Lovely: kenapa kamu berkats jika kita hanya bisa menjadi saudara? Kamu menyakiti hatiku Andrew. Aku sangat sedih.
Andrew: aku punya alasanku Love.
Lovely: (melepas pelukan) apa? Katakan alasanmu?
Andrew: aku tidak ingin kehilanganmu.
Lovely: aku tak mengerti. Kamu mencintaiku, aku mencintaimu. Lalu kenapa kamu akan kehilanganku?
Andrew: jika kita tidak memiliki ikatan, makan kita bisa bebas dekat seperti yang kita jalani saat ini. Namun berbeda jika kita sudah terikat dalam sebuah hubungan. Jika kita marah dan kesal, maka kebencian yang timbul pasti akan memisahkan jarak diantara kita. Membuat kita saling menjauh, dan enggan untuk bertegur sapa, membuatmu dan aku tersiksa. Karena jika kita berjauhan hanya akan ada kerinduan. Kamu paham maksudku Love?
Lovely: aku mengerti. Inilah yang dilakukan papa dan mamaku dulu. Menjalani sebuah hubungan tanpa sebuah ikatan. Apapun itu aku bahagia, karena kenyataanya cintaku tidak bertepuk sebelah tangan.
Andrew: kamu tidak marah lagi?
Lovely: tidak, aku senang sekarang. (Tersenyum cantik)
Andrew: akhirnya senyum cantikmu timbul. (Membelai wajah Lovely) aku menyangimu Love, sangat sayang. (Mencium lembut kening Lovely)
_____@@@@@_____
auuuu auuu... jangan baperr ya..
Aduh, menulis ini kenapa saya juga ikutan baper.. Andrew dan Lovely yang jalani saya yang nulis malah cekikikan kayak orang gak waras🤧🤧🤧🤧🤧 aduuuhhh sudah mulai di serang demam lope lope..
Jangan lupa like,, komen dan vote ya..
Terimakasih semuanyaaaaaa..
Sampai jumpa di next episode,, bye bye..
Salam kasih,,
__ADS_1
-Dea Anggie-