Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 61


__ADS_3

Hari persidangan Abed di gelar. Orangtua dan paman Adit datang ke persidangan. Mereka bertemu Brian, Brian menyapa orangtua dan paman Adit. Sapaan Brian tidak digubris. Brian di acuhkan begitu saja.


Amelia duduk berdampingan dengan Brian. Disamping Amelia ada Caroline dan Hans. Caroline memegang erat tangan Amelia, berusaha menenangkan tangan Amelia.


Tuntutan demi tuntutan di bacakan. Abed bersikap tenang, di dampingi dua pengacara. Pengacara Steven memberikan penjelasa dan pembelaan berharap hukuman Abed bisa berkurang. Namun jaksa penuntut menolak dan bersikeras manuntut hukuman yang berat. Persidangan semakin memanas.


Jauh di bangku belakang, Felix duduk melihat jalannya persidangan. Max duduk mendampingi Felix, Max memantau situasi.


Felix: mereka orang tua Adit?


Max: ya tuan.. disamping nya juga ada paman dari Adit.


Felix: oh.. sepertinya aku harus menyapa untuk mengucapkan turut berdukacita.


Max: tuan, anda ingin menemui mereka?


Felix: tentu saja.. (tersenyum tipis)


Hukuman sudah di putuskan, Abed di vonis hukuman 15 tahun penjara. Amelia terkejut, pembelaan Steven dan Shawn gagal. Felix merasa bahagia melihat sahabat lamanya menderita di dalam jeruji besi. Felix berdiri dan menatap Max.


Felix: ayo Max, kita pulang..


Max: (berdiri) baik tuan..


Felix: kita akan rayakan ini club, pesanlah tempat juga wanita wanita sepeeti yang lalu.


Max: ya tuan, segera saya laksanakan.


Felix berjalan keluar ruang sidang diikuti Max. Felix merasa menang dapat menjatuhkan Abed dan menghancurkan keluarga Abed.


Sementara itu Amelia menangis tersedu dalam pelukan Brian. Brian juga kecewa dengan keputusan pengadilan. Caroline menepuk bahu Amelia perlahan.


Caroline: maaf Mel, kita gagal..


Amelia: (melepas pelukan, menyeka air mata) tidak masalah Caroline. Thankyou.. kamu sudah lakukan yang terbaik.


Brian: thanks.. Carolin, Hans..


Yohanes: tetap semangat Amelia. Semoga kedepannya kita semua menjadi lebih baik lagi.


Amelia: thankyou.. (suara lirih)


Caroline: aku pergi dulu Amelia, ada persidangan 30 menit lagi. Aku harus siap siap.


Amelia: oke, selamat bekerja ya. Semangat Caroline.


Caroline: semangat.. bye bye (melambaikan tangan)


Caroline dan Yohanes pergi meninggalkan Amelia dan Brian. Amelia berdiri dan pergi menemui Abed, Amelia memeluk Abed dan menangis.


Abed: sudahlah, aku baik baik saja sayang. Jangan menangis lagi, oke?

__ADS_1


Amelia: maaf.. aku tak bisa membantumu. Aku sedih kamu harus menerima hukuman seberat ini. 15 tahun bukan waktu yang singkat.


Abed: (melepas pelukan) tidak masalah berapa tahun aku harus di penjara. Kamu tidak perlu cemas, aku pasti akan baik baik saja Adikku.


Amelia: (menangis) aku akan mengunjungimu setiap hari.


Abed: tolong jaga Andrew untukku. Dan kamu Brian (melihat ke arah Brian) maaf jika aku harus merepotkanmu soal perusahaan.


Brian: aku akan membantu menjaga perusahaanmu Abed. Aku akan berusaha semampuku mwnjaga andrew dan bibi Amnada.


Abed: thankyou Brian.. (tersenyum tampan) aku harus pergi, selamat tinggal.. (menatap Amelia dan mencium kilas kening Amelia) maaf sayang, kakak mu yang bodoh ini harus menambah bebanmu. Jaga kesehatanmu, i love you..


Amelia: i love you too.. (memelum erat Abed untuk yang terakhir) aku pasti akan sangat merindukanmu kak.. (menangis tersedu)


Abed: aku juga Mel..


Amelia: (melepas pelukan) jaga kesehatan kak, aku akan datang berkun jung setiap hari dan membawakan makanan enak untukmu? (Tersenyum lebar dengan air mata yang masih mengalir)


Abed: (menyeka air mata Amelia) adikku yang manis, thankyou..


Brian mendekat dan memeluk Abed. Brian menepuk lembut punggung Abed. Brian tak bisa berkata kata, kedua matanya sudah mulai memanas ingin meneteskan air mata.


Abed: (melepas pelukan) selamat tinggal adik, dan adik iparku.. (menatap Amelia dan Brian)


Abed berbalik dan berjalan meninggalkan Amelia dan Brian.


Petugas jaga mengikuti Abed, membawa Abed kembali masuk kedalam jeruji besi.


♡♡♡♡♡


Club..


Felix sedang bersenang senang dengan rekan rekannya. Beberapa bergosip mengenai Abed yang di panjara. Karena beberapa dari mereka mengenal Abed.


"Felix, kamu sudah menemui Abed? Bukan kah kalian teman baik dan sangat dekat?"


Felix: aku baru datang dari Australia. Melihat beritanya saja aku kaget. Aku tidak percaya Abed membunuh orang dengan brutal seperti itu.


"Pasti kamu sangat sibuk sampai sampai tertinggal berita panas seperti ini. Bacalah artikel dan kamu akan tahu berita tentang Abed sudah tersebar"


"Kamu benar, bahkan sudah banyak kalangan yang mencemoh dan mencibir Abed. Kasian sekali"


"Sungguh malang si Abed, ditinggal istri dan calon bayi. Sekarang harus dipenjara juga. Jika aku jadi Abed lebih baik aku bunuh diri menyusul istri dan bayiku"


Felix: benarkah yang kalian katakan? Istri dan bayi Abed meninggal? (Pura pura tidak tahu dan memasang wajah penasaran)


"Ya.. istrinya jatuh dan keguguran, apda Akhirnya Abed hilang kendali. Ada yang mengatakan Abed adalah seorang Psikopat"


Felix: jangan asal, Abed seorang yang baik mana mungkin seorang psikopat (pura pura membela Abed) mungkin kalian hanya membaca berita palsu.


"Entahlah, aku hanya baca diartikel. Aku malas mengunjungi Abed. Takut jika aku salah biacara aku akan dibunuh olehnya.. (tertawa diikuti beberapa orang)"

__ADS_1


Suaran tawa dan ramai memenuhi ruangan Felix terdiam. Namun dalam hatinya merasa sangat puas dan bangga. Dimata rekan rekannya Abed adalah seorang monster berdarah dingin dan kejam.


(Dalam hati Felix)


Semakin banyak kamu dibenci aku semakin bahagia. Abed Abed.. kasian sekali, kamu harus mendekam di balik jerusi besi selama 15 tahun. Selamat menikmati teman, aku menunggu kabar baik darimu yang datang.


Felix kembali melanjutakan perbincangan bisnisnya dengan teman taman . Felix sudah tak membahahas tentang abed dan yang lainnya.


♡♡♡♡♡


Amanda terkejut mendengar berita tentang Abed. Amanda terlihat tenang dan santai, Air mata Amanda sudah mengering. Sehingga tak bisa lagi menangisi putra tunggalnya.


Amanda meraba bingkai foto di tangannya. Foto anaknya Abed. Amanda sangat terpukul dan kecewa dengan vonis yang di berikan pengadilan. Bagi Amanda itu sangat menyakitkan, Hatinya hancur dalam sekejap mata.


Hallo semua..


Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Beri tip juga boleh..


😉😘


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2