
Brian mendampingi Amelia mengikuti kelas yoga. Hari ini kelas yoga ramai, Brian melihat dari jauh Amelia yang sedang yoga. Brian menorehkan senyum tampannya melihat istrinya dengan perut membesar melakukan gerakan yoga sesuai instruksi.
"Baiklah, gerakan selanjutnya kita akan mencoba mengundang para suami untuk mendampingi istri dan melakukan yoga bersama"
Semua suami yang menemani istrinya mengambil posisi, termasuk Brian. Brian dan para suami lainnya duduk disamping kanan istrinya. Mereka melakukan gerakan sesuai instruksi dari instruktur yang juga berpasangan.
Gerakan demi gerakan dilakukan. Tiba saatnya pasangan saling berhadapan. Brian dan Amelia berhadapan, Brian dan Amelia saling menatap dan tersenyum.
"Jika tuan dan nyoya sudah dalam posisi. Gerakan selanjutnya adalah para pasangan silahkan saling berpegangan tangan dan menutup mata, tarik nafas dan hembuskan. Rasakan dan resapi perasaan dari lawan pasangan kita. Jangan gunakan pikiran, gunakan hati. Biarkan semuanya mengalir"
Semua melakukan sesuai instruksi termasuk Brian dan Amelia.
"Jangan biarkan hal negatif mengusai pikiran. Pikirkan kenangan indah atau harapan anda dimasa depan. Untuk para suami, resapi dalam dalam perasaan para istri. Begitu juga para istri, pahami isi hati suami masing masing. Ini adalah suatu bentuk kontak batin. Dimana kalian suami istri saling mendukung satu sama lain, saling peduli."
Brian merasakan sesuatu. Tangannya menggenggam erat tangan Amelia. Begitu juga Amelia.
"Katakan dalam hati masing masing dari para suami dan istri, "saya mencintai anda" yang aritnya mencintai pasangan masing masing. Genggam erat tangan pasangan. Luapkan semua yang ada dalam pikiran. Ingat, hal ini bertujuan untuk kalian para suami dan istri belajar mengenali emosi, perasaan dan gerakan tubuh dari pasangan kita. Gerakan gerakan dari pasangan adalah ungkapan dari perasaan. Sekecil apapun gerakan tersebut"
5 menit kemudian..
"Cukup, silahkan kembali keposisi awal. Saya akan membagikan lembaran kepada setiap masing masing. Disini saya ingin setiap suami atau istri menuliskan dua hal. Hal pertama silahkan menulis apa yang dirasakan oleh pasangan anda. Dan yang kedua silahkan tulis perasaan anda sendiri disaat melakukan gerakan sesuai instruksi saya. Ada yang perlu ditanyakan? (Semua terdiam) baiklah, saya akan bagi dan silahkan langsung menulis. Jangan lupa memberi nama. Cukup dengan nama belakang sebagai contoh Mr dan Mrs A."
Lembaran di bagikan, semua sibuk menulis. Brian dan Amelia juga menulis, Amelia menggoda Brian, melihat kertas Brian. Brian menatap Amelia dan mengerutkan dahinya. Menutup kertasnya dengan dua tangan, Amelia tertawa kecil diikuti Brian. Amelia dan Brian kembali menulis.
♡♡♡♡♡
Felix dan mamanya (Felicia) datang ke boutique Mely. Mely menyambut kedatangan Felicia dengan ramah. Pertemuan pertama sangat berkesan bagi Felicia. Felicia langsung menyukai sosok Mely yang ramah, sopan dan tentu saja cantik. Felicia jatuh hati kepada Mely, dan ingin Mely menjadi menantunya. Hal itu diutarakan Felicia kepada Felix disaat Mely pergi meningglkan ruangannya karena harus melayani pelanggan khusus.
Felicia: cepat lamar Mely, kalian harus secepatnya menikah.
Felix: mama, jangan membuatku malu. Kami baru saja berkencan.
Felicia: mama sudah jatuh hati pada Mely. Mely bisa mama andalkan untuk mengendalikanmu. Mama rasa hanya Mely yang mampu membuatmu tenang dan nyaman.
Felix: mama benar. Mely lah yang membuat Felix berubah. Felix menjadi seperti ini semua karena Mely, Mely adalah penerang dalam hidup Felix. Menghadapi Mely tidak mudah ma, dihadapannya anak mama ini tidak dapat berkutik.
Felicia: berjuanglah sayang. Mama mendukungmu, sering seringlah mengajak Mely ke rumah. Mama akan sering mengajak Mely pergi bersama agar kita semakin dekat.
Pintu ruangan terbuka, Mely masuk kedalam ruangan dan tersenyum manis menatap ke arah Felicia dan Felix. Mely menutup pintu perlahan, berjalan mendekati Felicia dan Felix. Mely duduk di sofa di samping Felicia.
Mely: maaf menunggu lama.
Felicia: tidak apa sayang, ayo makan. Kamu sangat sibuk ternyata, apa kami datang di saat yang tidak tepat.
Mely: maaf bibi, pelangganku begitu cerewet. Pegawaiku tidak bisa melayani dengan baik. Terpaksa aku harus turun tangan sendiri melayaninya.
Felicia: mengesankan, cantik, baik, ramah, sopan dan memiliki senyuman yang manis. Makanlah sayang, mulai sekarang kamu bisa memanggilku mama.
Mely yang sedang makan terkejut dan tersedak. Felix dengan sigap mengambil minum dan mendekati Mely, Felix memberikan minuman pada Mely dan mengusap punggung Mely perlahan. Mely meneguk habis minuman di gelas dengan sekali minum. Mely mengatur nafasnya perlahan menatap Felix. Felix tersenyum tampan menatap Mely.
Felix: apa kamu terkejut? Tidak perlu panggil mama jika tidak nyaman.
Mely: eh bukan itu maksudku, aku hanya terkejut. (Menatap Felicia) maaf bibi, ah.. maksud Mely Mama. (Wajah merona)
Felicia: (tersenyum bahagia menatap Mely) aku senang sekali, hmmmm.. teruslah memanggil mama sayangku.
Mely mengangguk. Felix kembali ke tempatnya dan kembali melanjutkan makannya. Felicia, Felix dan Mely makan bersama. Mereka berbincang santai, sesekali Mely dan Felix saling bertatapan dan saling tersenyum. Felicia yang melihat mengembangkan senyum lebar. Felicia sangat bahagia mengetahui anaknya berubah menjadi anak yang baik demi cintanya.
♡♡♡♡♡
Abed menikmati makan sianganya. Kim Ha Na terbangun dari tidur dan menatap Abed. Kim Ha Na terkejut, dan langsung duduk. Kim Ha Na mengusap matanya perlahan.
__ADS_1
Kim Ha Na: astaga, apa aku tertidur?
Abed: hmm.. (makan dengan tenang)
Kim Ha Na: kenapa tidak bangunkan aku jika kamu sudah selesai rapat?
Abed: kenapa menungguku?
Kim Ha Na: aku tidak akan pergi jika kamu tidak menerima balas budiku.
Abed: (meletakan makanannya di meja) makanlah makan siangmu, aku tidak tahu seleramu. Jika tidak suka bisa pesan yang lain. Kim Ha Na menggigit bibir bawahnya dan perlahan menyentuh kotak makan. Kim Ha Na tersenyum, makanan di dalam kotak makan ternyata makanan favoritnya.
Kim Ha Na: thanks, ini makanan favoritku. Aku selalu mencari makanan ini jika pergi kesini.
Abed: makanlah, selesai makan kita bisa bicara lagi.
Kim Ha Na mengangguk dan memakan makanan dihadapannya. Abed melanjutkan memakan makanannya dan sesekali menatap ke arah Kim Ha Na. Kim Ha Na makan dengan begitu lahap.
Abed: makanlah perlahan, jika cara makanmu seperti itu kamu akan tersedak.
Tok..
Tok..
Tok..
(Suara pintu diketuk)
Pintu terbuka, sekertaris masuk dan menutup pintu perlahan. Sekertaris berdiri di depan pintu. Abed menatap sekertarisnya dan menyapa.
Abed: ada apa?
"Itu tuan, ada seorang tamu asing. Asiaten nona Kim datang membawa tuannya yang ber nama Kim Ji Ho"
Kim Ha Na: dimana papaku?
"Eh.. papa? (Terkejut) mereka ada di depan. Apakah direktur mengijinkan mereka masuk?"
Abed: ya, biarkan mereka masuk. Dan tolong bereskan mejaku.
"Baik tuan"
Kim Ha Na terdiam, tidak bisa bicara karena bingung untuk apa papanya datang. Kim Ha Na hanya menatap Abed. Sekertaris mengangguk dan berbalik. Membuka pintu dan mempersilahkan Maria dan Kim Ji Ho masuk. Sekertaris berjalan mendekati meja dan meringkas semua sampah juga membersihkan meja. Abed berdiri dan menyambut Kim Ji Ho.
Maria dan Kim Ji Ho berdiri berhadapan dengan Abed. Maria tersenyum dan memperkenalkn diri.
Maria: hallo tuan Williams
Abed: hallo, (menatap Kim Ji Ho)
Maria: beliau papa dari nona Kim. Tuan Kim.
Abed: hallo tuan Kim. Pernalkan saya Abednego Williams.
Kim Ji Ho: saya Kim Ji Ho. Anda kekasih putri saya?
Abed terkejut, begitu juga Kim Ha Na. Kim Ha Na berdiri dan menghampiri papanya.
Kim Ha Na: papa, papa bicara apa? Siapa? Dia bukan kekasihku.
Kim Ji Ho: dia tampan dan baik. Kenapa tidak, papa setuju kamu dengannya.
__ADS_1
Kim Ha Na menatap Maria. Maria terkejut karena tuannya sudah salah paham dengan ceritanya. Kim Ji Ho mengira jika Abed adalah kekasih Kim Ha Na, dan juga Alasan Kim Ha Na belum ingin kembali ke korea.
Abed: maaf tuan Kim. Sepertinya anda sudah salah paham. Saya dan nona Kim.. (kata kata terputus oleh Kim Ji Ho)
Kim Ji Ho: jika kalian memang ingin berkejan silahkan. Aku akan mendukung, kamu oke. (Melihat sekeliling kantor Abed) kamu pasti pria yang bertanggung jawab. Aku bisa tenang menyerahkan anakku padamu.
Kim Ha Na: papa, dia bukan kekasihku. Berapa kali lagi Ha Na harus katakan.
Kim Ji Ho: Maria, atur makan malam bersama calon menantuku. (Menatap Abed) dan kamu calon menantuku, ayo kita pergi minum bersama setelah makan malam. Aku mennggu kedatanganmu.
Kim Ji Ho pergi meninggalkan ruangan. Kim Ha Na menatap Maria dengan tatapan kesal. Maria segera pergi mengejar Kim Ji Ho. Kim Ha Na menatap Abed dan tersenyum canggung.
Kim Ha Na: maaf Abed, papaku terlalu berlebihan. Sepertinya papa sudah salah paham mendengar cerita dari Maria.
Abed: oke, tolong jelaskan pada papamu jika kita tidak ada hubungan apa apa. Kita hanya tidak sengaja bertemu saat itu.
Kim Ha Na: aku mengerti. Aku akan pergi menyusul papaku. Kita bicarakan bisnis kita lain waktu. Bye..
Abed: bye.. hati hati dijalan.
Kim Ha Na: thanks. (Mengambil tas di sofa dan langsung pergi)
Kim Ha Na pergi meninggalkan ruangan. Berjalan cepat menyusul Maria dan papannya (Kim Ji Ho). Abed menghela nafas memegang kepalanya, kembali berjalan mendekati meja kerja. Abed duduk bersandar di kursi kerjanya menatap ke arah komputer yanga da di hadapannya.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"