Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPIDOSE 103


__ADS_3

Amerika.


Abed melihat Kim Ha Na yang sedang duduk santai si sofa membaca buku. Abed duduk di samping Kim Ha Na.


Abed: sayang, apa yang kamu baca?


Kim Ha Na: oh.. ini novel lama. Aku suka ceritanya jadi aku tidak pernah bosan membacanya.


Abed: dimana Andrew? Sejak tadi aku tidak melihatnya.


Kim Ha Na: biarkan saja. Andrew sudah dewasa sayang. Jangan terlalu mengekang semua kegiatanya..


Abed: kamu selalu memanjakan Andrew. Dia tidak pernah dengar kata kataku lagi.


Kim Ha Na: (tersenyum) sayangku, ayolah.. kamu juga pernah muda. Bukankah masa muda sangat menyenangkan?


Abed: ya baiklah, istriku selalu berkata manis padaku. Aku tidak bisa membantah kata katanya. (Mencium lembut kening Kim Ha Na, memeluk Kim Ha Na) terimakasih untuk semuanya sayang. 20 tahun kita bersama, kamu selalu mendukungku dan selalu perhatian padaku.


Kim Ha Na: (melepaskan pelukan, meraba wajah Abed) lihat wajahmu, semakin tua karena terlalu banyak berfikir. (Mencium lembut pipi Abed) aku lah yang seharusnya berterimakasih. Kamu mau menjaga dan mau menerimaku.


Abed: i love you.. (menatap Kim Ha Na)


Kim Ha Na: me too.. (menatap Abed)


Abed mencium lembut bibir Kim Ha Na kilas. Mencium hidung Kim Ha Na.


Abed: besok adalah hari peringatan kematian Nikita. Kita akan ke pemakaman bersama, kita juga akan kunjungi pemakaman mama.


Kim Ha Na: oke sayang, aku mengerti. Bicara soal Nikita. Kapan kamu akan bicara kepada Andrew? Bagaimanapun dia juga harus tau siapa orangtua kandungnya.


Abed: apa aku bisa mengatakan yang sejujurnya? Haruskah aku juga mengatakan jika akulah yang membunuh papa kandungnya?


Kata kata Abed tanpa di sadari didengar oleh Andrew yang sedang berdiri tidak jauh dari Abed dan Nikita. Andrew terkejut, mendengar pengakuan Abed. Bagai tertusuk pisau, Andrew merasakan sakit dalam hatinya. Mata Andrew berkaca kaca. Namun Andrew berusaha tenang, seolah tidak mendengar apa apa. Andrew berjalan masuk menuju kamarnya dengan langkah cepat. Melihat Andrew, Abed menyapa Andrew.


Abed: Andrew, kamu sudah pulang?


Andrew: (berhenti) sudah pa.. (suara pelan)


Kim Ha Na: sayang ada apa?


Andrew: tidak ada ma, Andrew hanya lelah. Ingin pergi tidur.


Andrew bergegas melangkah menuju kamarnya. Membuka pintu kamarnya dan masuk, Andrew kembali menutup pintu dan mengunci pintu. Pikiran Andrew sudah kacau, kepalanya terus memikirkan perkataan Abed.


Andrew berjalan mondar mandir dikamar. Hatinya gelisah, Andrew terus mengingat kata kata Abed.


Andrew: tidak mungkin, aku pasti salah dengar. Tidak mungkin papa kandungku dibunuh. Siapa aku? Apa aku hanya anak angkat papa Abed dan mama Ha Na? Tidak bisa terus begini, aku akan tanyakan kepada papa nanti. Tidak, aku akan tanya sekarang. Tapi, bagaimana jika papa berbihong atau menutuli semuanya. Siapa? Aku harus bertanya kepada siapa? (Mulai kesal)


Andrew duduk di sofa dan berfikir. Andrew teringat tentang Amelia.


Andrew: aku hanya bisa bertanya kepada bibi Amelia. Hanya dia satu satunya saudara papa. Ya.. aku harus tau semua kebenarannya. Siapa aku dan siapa sebenarnya orang tuaku. Ataukah mungkin aku anak dari hubungan terlarang?


Andrew semakin gelisah, berkali kali mengatur nafas mencoba menenangkan diri. Andrew terkejut saat tiba tiba mendengar pintu kamarnya diketuk. Andrew perlahan berjalam menuju pintu. Membuka pintu perlahan dan melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya.


Kim Ha Na berdiri didepan pintu menatap Andrew.


Kim Ha Na: apa sedang sibuk?


Andrew: tidak ma (membuka pintu lebar, berdiri di depan pintu) ada apa?


Kim Ha Na: luangkan waktumu besok. Kita akan pergi ke pemakaman.


Andrew: iya ma, aku mengerti.


Kim Ha Na: oke, mama tidak akan mengganggumu. Istirahatlah.. (mencium lembut kening Andrew)


Andrew: mama juga, jaga kesehatan mama.


Kim Ha Na tersenyum dan kengangguk perlahan. Kim Ha Na pergi meninggalkan Andrew. Andrew kembali masuk kedalam kamar dan menutup pintu.


♡♡♡♡♡


Keesokan harinya..


Abed, Kim Ha Na, Andrew, Michael dan Mattew pergi ke pamakaman. Di pemakaman mereka bertemu dengan Brian, Amelia, Lovely dan Alex.


Andrew: hai Love (menyapa) bagaimana kabarmu? bagaimana liburanmu di Indonesia?


Lovely: hai Andrew, aku baik baik saja. Ya begitulah, aku meengunjungi pemakaman kakek dan nenekku. Kamu baik baik saja?

__ADS_1


Andrew: ya, baik.


Abed: Andrew, Lovely ayo. Kita harus mengunjungi nenek.


Andrew: iya pa.


Lovely: oke paman.


Andrew dan Lovely berjalan beriringan di belakang. Mereka bercerita mengenai keadaan masing masing sepanjang perjalanan.


Amelia mendekati Abed, Amelia berbicara dengan suara perlahan agar tidak didengar oleh yang lain.


Amelia: kak..


Abed: hmm, ada apa?


Amelia: apa kamu sudah beritahu Andrew?


Abed: belum, aku masih ragu ragu.


Amelia: tunggu apa lagi, baritahu saja. Cepat atau lambat Andrew juga harus tau.


Abed terdiam, Brian melihat raut wajah Abed berubah, Brian meraih tangan Amelia dan menatap Amelia. Amelia menatap Brian, Brian menggelengkan kepala. Amelia mengerti maksud Brian dan menghela nafas panjang.


Amelia kembali berjalan disisi Brian. Amelia dan Kim Ha Na juga hanya saling menatap. Tak ada yang bicara, hanya terdengar suara dedaunan kering yang terbang diterpa angin dan suara langkah kaki. Lovely dan Andrew juga terdiam.


Mereka sampai di depan pemakanan Nikita. Abed meletakan bunga dan mengusap foto Nikita. Begitu juga Amelia yang juga meletakan bunga di samping batu nissan Nikita.


Mereka berdoa, selesai berdoa Michael tiba tiba angkat suara. Bertanya kepada Abed. Pertanyaan Michael membuat semuanya terkejut.


Michael: pa, ma, siapa bibi ini? Kenapa setiap tahun kita datang mengunjunginya? Aku tidak pernah bertanya sebelumnya karena aku sekarang penasaran aku ingin tahu.


Kim Ha Na: itu.. dia.. (kata kata terputus oleh Abed)


Abed: dia adalah bibi Nikita, mama kandung Andrew.


Mendengar ucapan Abed Andrew melebarkan matanya. Andrew tak menyangka jika wanita yang selalu dia kunjungi setiap tahunya adalah mamanya. Andrew berjalan dengan langkah lemas mendekati batu Nissan Nikita. Andrew langsung berlutut dan memeluk batu Nissan mamanya. Tangisannya pecah, Abed mendekat dan memeluk Andrew dari belakang.


Abed: maafkan papa Andrew. Hari ini papa akan menjelaskan semua kepadamu. Maafkan papa.


Andrew: sekian lama pa, papa baru katakan sekarang?


Abed: maaf Andrew, papa tidak ingin kamu terluka dan sedih.


Abed terdiam tak bisa berkata. Andrew tiba tiba melepas tangan Abed yang merangkul bahunya. Andrew berdiri dan menatap Abed.


Andrew: apa aku bukan anak kandung papa?


Abed: (mengerutkan dahinya, berdiri menatap Andrew) tentu saja Andrew anak papa.


Andrew: apa papa yakin? Banyak perbedaan diantara kita. Bahkan golongan darah kita pun tidak sama.


Abed: jangan hiraukan itu. Andrew tetap anak papa. Oke?


Andrew: siapa?..


Abed: siapa?..


Andrew: siapa papa kandung Andrew? Jawab pa..


Kim Ha Na ingin mendakti Andrew, Namun Abed memberi isyarat kepada Kim Ha Na untuk tidak ikut campur. Kim Ha Na merangkul Michael dan Mattew.


Abed: ayo ikut papa. Papa akan tunjukan dimana makam papa kandungmu.


Abed berjalan melewati Andrew, Andrew mengepalkan tangan, emosinya mulai naik. Andrew berjalan mengikuti Abed, Andrew berjalan sedikit menjauh dari Abed.


Lovely mendekai Brian, merangkul lengan Brian.


Lovely: pa..


Brian: (memegang erat tangan Lovely) semua akan baik baik saja, jangan cemas.


(Dalam hati Amelia)


aku harap semua baik baik saja. Tetapi aku merasa akan ada badai. Semoga aja ini hanya perasaanku, jangan sampai sesuatu terjadi. (Merasa cemas dan gelisah)


Alex mendekat dan merangkul Amelia. Alex merasa mamanya sedang dalam keadaan tidak baik. Amelia menatap Alex dan tersenyum tipis.


Alex: mama baik baik saja?

__ADS_1


Amelia: ya, mama baik baik saja. Jangan cemas.


Kim Ha Na juga merasa cemas, keringat dingin keluar membasahi telapak tangannya. Michael menatap Kim Ha Na.


Michael: ma, apakah papa akan marah padaku?


Kim Ha Na: tidak sayang. Tidak akan ada yang marah. Semua baik baik saja.


 


Sementara itu, di tempat lain Abed berdiri di depan batu nissan Adit. Andrew berdiri di belakang Abed.


Abed: inilah makam papa kandungmu.


Andrew menghela nafas memberanikan diri menatap foto yang ada di batu nissan. Maka Andrew seakan ingin keluar dari tempatnya. Wajah Adit begitu mirip dengannya. Bahkan sangat mirip.


Air mata Andrew menetes, Andrew tak sanggup berkata dan hanya mampu meneteskan air mata. Andrew berlutut di depan batu nisaan Adit. Andrew maraba foto Adit.


Andrew: pa.. pa.. (suara serak)


Abed: maafkan papa Andrew.


Andrew: kenapa?


Abed: papa tidak bermaksud menyembunyikan ini padamu.


Andrew: kenapa papa tega membunuh papa kandungku?


Abed terkejut, matanya melebar mendengar kata kata Andrew. Hatinya sakit mendengar Andrew mengatakan hal yang mengejutkan.


Abed: papa akan jelaskan. Papa.. (kata kata terputus oleh Andrew)


Andrew: Andrew ingin sendiri pa.. Andrew ingin sendiri..


Abed menutup mata kilas dan menghela nafas panjang. Abed dengan berat hati mengabulkan permintaan Andrew.


Abed: papa akan pergi. Kita bertemu di pemakaman nenek.


Abed pergi meninggalkan Andrew seorang diri di makam Adit. Andrew terdiam terus menatap foto Adit. Air matanya terus mengalir, hatinya hancur mengetahui jika papa dan mamanya sudah tiada.


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Beri tip juga boleh..


😉😘


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


 


__ADS_2