Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 213


__ADS_3

Brian menemani Lovely sampai terlelap tidur, setelah memastikan putrinya tertidur Brian segera turun dari ranjang dan berdiri merapikan selimut Lovely. Brian mengecup lembut kening Lovely.


"Selamat tidur putriku, selamat bermimpi indah." Suara Brian lirih.


Brian pergi dan meningglkan kamar Lovely. Brian berjalan kedapur mengambil air minum, Brian mengambil gelas dan mengisinya dengan air putih. Brian membawa gelas berisi air putih bersamanya. Brian melangkah menuju kamarnya untuk beristirahat.


♡♡♡♡♡


Andrew dan Kim Ha Na berbicara. Andrew tidur dipangkuan Kim Ha Na, Kom Ha Na mengusap-usap kepala Andrew dengan lembut. Kim Ha Na mendengarkan keluh kesah putranya, Andrew menceritakan apa yang di katakan Brian. Kim Ha Na tersenyum dan meraba wajah Andrew karena gemas.


"Apa yang dikatakan pamanmu benar, kehidupan sebelum dan sesudah menikah tidak lah sama. Sebelum menikah kamu bisa lakukan apa yang kamu mau, setelah menikah kamu tidak bisa lakukan hal yang kamu lakukan sebelum menikah. Jika ingin pergi setidaknya harus memberitahu kamu akan kemana dan bertemu siapa kepada istrimu, jika ada masalah berbagilah masalahmu dengan istrimu, bukan hanya dipendam sendiri. Tidak ada kata canggung atau sungkan dalam sebuah pernikahan. Maka dari itu belajarlah terbuka, belajarlah percaya. Mama hanya ingin kamu, Mic, dan Matt bahagia, hidup baik dan menjadi orang-orang yang berguna." Kim Ha Na berbicara dengan suara lembut.


"Kami anak-anak mama juga ingin mama bahagia. Mama jangan terlalu cemas, kami baik-baik saja." Kata Andrew.


"Waktu begitu cepat berlalu, tidak terasa kamu sudah akan menikah. Hmmmm.. (Kim Ha Na menghela nafas panjang) sepertinya baru kemarin kamu masih merengek meminta cake coklat pada mama, sekarang putraku sudah tumbuh dewasa dan mandiri. Mama bangga padamu nak, jangan pernah menyerah pada apa pun. Jangan berputus asa, karena kita semua memiliki harapan. Tidurlah, mama akan menemanimu sampai kamu tidur." Kim Ha Na menepuk bahu Andrew perlahan.


Andrew bangun, menata bantal dan berbaring. Kim Ha Na menyelimuti Andrew, dan mengusap-usap bahu Andrew.


"Selamat malam mama, selamat tidur." Ucap Andrew.


"Mmhh.. selamat malam sayang, selamat tidur." Jawab Kim Ha Na dengan senyuman manis.


Andrew tersenyum, matanya perlahan tertutup dan terlelap tidur. Kim Ha Na berjaga, menemani Andrew sampai Andrew benar-benar larut dalam mimpinya.


Kim Ha Na duduk bersandar bantal, menatap langit-langit kamar Andrew. Melihat bintang yang berkilauan, Kim Ha Na menutup matanya perlahan mengingat masa lalu. Dimana Abed begitu bersemangat memasang bintang-bintang dilangit-langit kamar Andrew.


Abed mengatakan jika bintang-bintang itu adalah teman tidur putranya. Agar putranya tidak takut tidur seorang diri, dan akan selalu ingat jika ada bintang yang menerangi kegelapan.


Karena itu pula Andrew tidak pernah mau kamarnya dirubah, meski sudah dewasa tetap ingin memakai kamar lamanya.


Kim Ha Na membuka mata perlahan, menyeka air matanya. Baginya semua kenangan masa lalu tetap akan tersimpan dalam hati, karena masa lalu yang begitu indah tidak akan pernah bisa lenyap begitu saja.


Kim Ha Na turun dari ranjang dan pergi meninggalkan Andrew di kamarnya. Kim Ha Na membuka pintu dan keluar dari kamar Andrew, Kim Ha Na kembali menutup pintu. Kim Ha Na berjalan kembali ke kamarnya. Sebelum masuk dan menemui Andrew, Kim Ha Na sudah lebih dulu menemui Mattew, dan Michael. Bahkan Kim Ha Na juga menemui Julian dan Seira.


 


Dikamar Kim Ha Na melihat Marco duduk bersanadar bantal dan membaca sebuah dokumen. Kim Ha Na langsung naik keatas ranjang, dan masuk dalam selimut. Kim Ha Na duduk disamping Marco.


"Sudah malam, ayo tidur. Apa yang kamu lihat itu?" Tanya Kim Ha Na.


Marco menutup dokumen ditangannya, melepas kaca matanya dan meletakan di meja. "Hanya laporan biasa, kamu sudah temui anak-anak?" Tanya Marco.


Kim Ha Na mengangguk, "sudah."


Kim Ha Na merebahkan kepalany ke bahu marco. Marco merangkul Kim Ha Na dan mencium kepala Kim Ha Na.


"Ada apa?" Suara Marco lembut.


"Tidak, aku hanya lelah. (Kim Ha Na menatap Marco) bagaimana kantormu, tidak ada masalah kan?" Tanya Kim Ha Na.


"Tidak ada, kenapa memikirkan pekerjaan. Bertanyalan hal yang lain" kata Marco.

__ADS_1


"Hmm hal lain? Apa yang harus aku tanyakan?" Kim Ha Na menggoda Marco.


Marco tersenyum, mencium kilas bibir Kim Ha Na. "Aku menyukaimu bibi Kim." Ucap Marco.


Kim Ha Na tersenyum, memeluk Marco. "Marco, terima kasih. Aku harap kamu bisa bersabar menghadapiku."


Marco mengeratkan pelukan, "aku akan menjagamu, aku akan melindungimu. Aku akan selalu ada untukmu, selalu ada disisimu." Marco bicara dengan penuh kasih.


Marco melepas pelukan dan membelai wajah Kim Ha Na. Marco mendekatakan wajahnya perlahan, Marco mencium bibir Kim Ha Na. Kim Ha Na menutup matanya perlahan, merasakan ciuman Marco.


♡♡♡♡♡


Amelia dan Brian bersiap tidur. Brian memeluk Amelia dari belakang.


"Tubuhmu semakin kurus, kamu tidak makan dengan benar? Apa sedang diet?" Tanya Brian berbisik.


"Hmmm.. kurang lebih seperti itu. Aku sudah mulai ikut yoga. Aku ingin menjaga tubuhku agar terlihat tetap cantik dan sehat." Jawab Amelia.


"Pantas saja perutmu jadi rata seperti ini, tidak perlu yoga pun kamulah wanita paling cantik, bukankah sudah aku katakan jika aku tidak akan pernah bisa melihat wanita lain selain kamu." Brian mengeratkan pelukan, mengusap perut Amelia.


"Tetap saja, bagi wanita penampilan paling utama. Lelaki pandai berbicara, aku hanya melihatmu. Pada kenyataanya setelah melihat wanita cantik mata sekan ingin lepas karena terpesona. Bukan begitu tuan Candra? Ingat saat kita belanja tadi? Bukankah ada wanita yang berusaha menarik perhatianmu dengan dada besarnya?" Amelia sedikit kesal.


Brian mencium tengkuk Amelia, "aku tidak tertarik dengan barang palsu, yang asli lebih menyakinkan." Jawab Brian.


Amelia diam, dalam hatinya tertawa mendengar kata-kata Brian. Brian sungguh pria yang sangat jujur, bisa-bisa mengatakan hal-hal yang menggelikan seperti itu.


"Apa kamu marah padaku? Sayang.. aku sungguh hanya mencintaimu, sangat mencintaimu." Brian menciumi rambut Amelia mencoba merayu Amelia.


Amelia tetap diam, masih mencoba menggoda Brian. "Menggelikan, sikapnya masih saja sama. Au senang sekali melihat Brian yang seperti ini, (Amelia tersenyum lebar) benar-benar menggemaskan. Dalam hati Amelia.


"Aku tidak marah, aku hanya menggodamu." Amelia tersenyum.


"Sayang, jangan seperti ini. Aku sungguh mengira kamu marah padaku." Kata Brian dengan suara lembut.


"Mana mungkin, aku tidak akan bisa amrah padamu. Karena aku percaya padamu, kamulah lelaki terbaikku." Ucap Amelia.


Brian tersenyum, mencium kening dan hidung Amelia. Amelia memeluk Brian, mata cantiknya mulai terpejam, Perlahan Amelia terlelap tidur. Brian mengeratkan pelukan, Brian menutup mata dan tertidur.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,

__ADS_1


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


 


__ADS_2