
Keesokan harinya Abed, Amanda, Andrew dan pengasuh Andrew berpamitan untuk pergi kembali ke rumah lama. Amelia, Brian, Lely dan Mely mengantar sampai di depan rumah. Abed dan kelarganya pergi meninggalkan rumah rumah Brian. Brian dan Amelia berpamitan pada Lely dan Mely. Brian mengantar Amelia pergi yoga. Brian dan Amelia pergi meninggalkan rumah. Beberapa saat kemudian Felix datang dengan mobilnya. Felix datang menjemput Mely untuk pergi ke boutique. Mely langsung masuk kedalam mobil, Felix menyapa Lely dari kejauhan. Felix dan Mely pergi meninggalkan rumah.
♡♡♡♡♡
Di boutique..
Felix sedang membantu Mely menata lemari. Felix terlihat kelelahan, Mely menatap Felix dan tersenyum. Mely membawa saputangan dan mendekati Felix. Mely menyeka keringat Felix. Felix menatap Mely, Felix tersenyum dan menarik Mely dalam pelukannya.
Felix: (memeluk Mely) aku merindukan pelukanmu sayangku.
Mely: Felix cukup! Nanti karyawanku melihat.
Felix: (melepas pelukan) kalau begitu ayo cari tempat lain.
Mely bingung, Felix menarik tangan Mely dan masuk kedalam ruangan Mely. Felix menutup pintu dan mendorong Mely sampau menepel di pintu. Felix terus menatap Mely dengan tatapan mata penuh kasih sayang. Jantung Mely berdebar, Mely memegang dadanya dan mengatur nafasnya perlahan. Felix mendekat dan mencium bibir Mely. Mely mengusap tengkuk Felix. Felix semakin memanas menggigit lembut bibir Mely.
Tok..
Tok..
Tok..
(Suara pintu diketuk)
Mely dan Felix terkejut, Mely melepaskan ciuman dan tersenyum kepada Felix. Mely meraba lembut wajah Felix.
Mely: jangan menggodaku lagi. Aku akan buka pintu. Kembalilah ke kantor tuan Collyn.
Mely memegang gagang pintu hendak membuka pintu. Felix memegang tangan Mely dan kembali mencium Mely, Mely terkejut. Mely melebarkan matanya. Mely mendorong Felix dan menutup mulutnya. Mely memalingkan wajahnya dari Felix.
Felix: (tersenyum) baiklah, aku akan kembali ke kantor. Aku akan datang dengan mama untuk makan siang. Sampai bertemu sayang (mencium kilas kening Mely)
Mely mengangguk dan membuka pintu, Mely menatap karyawannya dan melihat beberapa dokumen di tangan karyawannya.
Mely: ada apa?
"Saya ingin memeberikan ini kepada anda" (menyodorkan berkas dokumen kepada Mely)
Mely: (menerima) oke, kembalilah bekerja.
Felix: (mencium kilas pipi Mely, lalu pergi) i love you..
Mely tersenyum menggelengkan kepala. Felix berhenti dan berbalik menatap ke arah Mely, Felix tersenyum tampan melambaikan tangan. Mely melambaikan tangan, wajah Mely memerah seperti kepiting rebus. Felix memasukan tangannya dalam saku celana, berbalik dan pergi dengan langkah cepat. Mely menutup pintu dan melanjutkan pekerjaannya.
♡♡♡♡♡
Sesampainya di rumah, Abed langsung pergi ke kantor. Alvin menghubungi Abed jika ada seseorang yang mencari. Seorang wanita asing berkulit putih. Alvin mengatakan jika wanita tersebut ingin membicarakan bisnis. Dengan langkah cepat Abed berjalan menuju ruangannya. Abed membuka pintu dan masuk. Abed terkejut melihat Kim Ha Na duduk manis di sofa ruangannya. Abed kembali menutup pintu dan berjalan menuju meja kerjanya.
Abed: ada apa? (Duduk di kursi kerja menatap komputer)
Kim Ha Na: hai tuan Williams
Abed: cepat katakan keperluanmu, aku sibuk. Tidak bisa berbincang. (Mengambil berkas di hadapannya dan membaca)
Kim Ha Na: kamu acuh padaku? Aku susah payah datang, kamu ingin mengusirku? (Kesal)
Abed: maaf nona Kim. Aku tidak ada masalah denganmu, jadi kita tidak akan membahas apa pun. Oke?
__ADS_1
Kim Ha Na: kenapa kamu menolongku saat itu?
Abed: karena rasa kemanusiaan. Apa kamu puas dengan jawabanku? Aku tidak akan meminta imbalan apapun. Maaf aku harus bekerja. (Membawa dokumen dan berdiri) aku ada rapat nona Kim.
(Dalam hati Kim Ha Na)
Sial! Pria seperti apa Abed ini. Sungguh menyebalkan, aku kesal! Bisa bisanya dia mengacuh kan ku. Baru kali ini ada pria sepertinya, semua pria bertekuk lutut padaku. Tetapi pria ini justru dingin kepadaku. (Kesal)
Kim Ha Na berdiri menatap Abed dari kejauhan. Abed menghela nafas dan berjalan perlahan. Abed menatap kilas Kim Ha Na dan pergi melewati Kim Ha na. Kim Ha Na menahan lengan Abed. Abed menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kim Ha Na.
Abed: ada apa?
Kim Ha Na: kenapa kamu begitu dingin kepada wanita?
Abed: tidak. Itu hanya perasaanmu, tolong jaga sikapmu nona Kim (melepaskan tangan Kim Ha Na) ini kantor. Pulanglah..
Kim Ha Na: aku ingin menawarkan kerja sama bisnis, bukankah kamu rekan bisnis tuan Alfred?
Abed: maaf, aku sedang sibuk. Nona Kim, jika ingin bicarakan bisnis bisa menunggu sampai selesai rapat. Maaf aku harus pergi ke ruang rapat.
Abed pergi meninggalkan Kim Ha Na. Kim Ha Na semakin kesal, tetapi Kim Ha Na berusaha menahan. Kim Ha Na memutuskan menunggu Abed. Kim Ha Na kembali duduk di sofa. Kim Ha Na bermain game ponselnya.
3 jam kemudian..
Diruang rapat terjadi sedikit masalah, dan Abed berusaha menengahi. Ada perbedaan pendapat dari beberapa pekerjanya. Setelah menyelesaikan masalah rapat dibubarkan oleh Abed. Abed dan Alvin pergi meninggalkan ruang rapat.
Abed: kamu sangat berpengalaman Alvin. Maaf merepotkanmu.
Alvin: tidak perlu sungkan tuan, saya senang memiliki atasan seperti anda.
Abed dan Alvin berjalan beriringan. Ditengaj jalan Alvin berpamitan ingin kembali ke ruangannya. Abed melanjutakan langkahnya berjalan menuju ruangannya. Abed membuka ruangan dan menutup kembali ruangannya. Abed terkejut melihat Kim Ha Na yang tertidur pulas di sofa. Abed mendekati Kim Ha Na.
Tok..
Tok..
Tok..
(Suara pintu diketuk)
Sekertaris Abed masuk membawa setumpuk berkas. Dan berjalan mendekati Abed. Meletakan di meja dihadapan Abed. Saat berjalan sekilas sekertaris melihat Kim Ha Na yang tertidur di sofa.
"Tuan, apa saya perlu hubungi asistennya?"
Abed: tidak, aku akan mengantarnya nanti. Pesankan makan siang untukku dan untuknya.
"Ba.. baik tuan, saya permisi"
Sekertaris pergi meninggalkan ruangan. Ponsel Abed berdering, panggilan dari Felix. Abed mengambil ponsel dari saku jasnya dan menerima panggilan dari Felix.
(Panggilan terhubung)
Abed: hai Fel, ada apa?
Felix: apa kamu sibuk?
Abed: tidak.. katakan, ada perlu apa?
__ADS_1
Felix: besok jika ada waktu ayo kita pergi bersama ke pemakaman Owen.
Abed: (teringat Nikita) ahh baiklah, aku ikut denganmu. Aku juga ingin mengunjungi makam istriku.
Felix: baiklah, kita bertemu di pemakaman besok sore. Sampai jumpa kawan.
Abed: oke, sampai jumpa (memutus panggilan)
Abed meletakan ponselnya di meja dan menatap foto Nikita yang ada di mejanya. Abed tersenyum menatap foto Nikita.
(Dalam hati Abed)
Aku akan menemuimu besok sayang, aku akan membawa bunga favoritmu. Maaf aku belum datang mengunjungimu setelah aku keluar dari penjara. Senyummu sangat manis, aku selalu merindukan senyumanmu sayang.
----------@@@@@----------
Maaf kan saya hari ini update terlambat. Saya sedang dalam masa masa GALAU. Sebenarnya hari ini saya ingin OFF UPDATE. Tetapi karena saya mencintai dan menyayangi kalian semua saya akhirnya berhasil update. Maafkan saya teman teman, jika eposide sedikit, kurang menarik dan lain sebagainya. Saya harap pembaca semua maklum. Karena saya pribadi juga punya kehidupan nyata😉. Sekali lagi saya sangat berterimakasih kepada semua pembaca setia LBA. Semoga saya selalu semangat dan sehat, agar bisa selalu aktif menulis dan menyuguhkan cerita yang semakin menarik. i love you...❤❤❤❤❤
----------@@@@@----------
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"