Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 174


__ADS_3

Julian berbincang dengan seseorang di ruang kerjanya. Julian terlibat percakapan yang serius dengan orang tersebut. Julian duduk santai di kursinya, mendengarkan seseorang di hadapannya berbicara.


"Tuan, apa rencana kita selanjutnya? Sepertinya keluarga korban terus mencari dan menyelidiki kasus itu." Tanya seseorang di hadapan Julian.


"Kamu sudah lakukan apa yang aku minta? Mengirim mereka semua kembali kesini?" Tanya Julian menatap seseorang di hadapannya.


"Su.. sudah tuan, mereka sudah tidak lagi bekerja, mereka diliburkan dan kembali kerumah mereka masing-masing." Jawab seseorang itu dengan nada gemetar.


"Baiklah, jangan bahas ini lagi mulai dari sekarang. Yang terpenting adalah terus awasi Simon Jack, tujuan ku hanya satu. Aku ingin dia meninggalkan dunia ini." Julian sudah mulai emosi, namun Julian berusaha mereda emosinya karena ingat jika wanita yang di impikannya ada di rumahnya itu.


Julian menarik nafas dalam lalu menghembuskan perlahan. Julian mengatur nafasnya berulang-ulang, Julian sungguh ingim menunjukan sisi baiknya pada Lovely dan menghilangkan sisi buruknya.


"Pergilah, kerjakan tugasmu. Kirim pesan padaku jika ada apa-apa." Perintah Julian.


"Baik tuan, saya akan pergi dan kembali bekerja." Kata seseorang itu yang langsung pergi meninggalkan ruangan Julian.


Ponsel Julian berdering, panggilan dari salah seorang orangnya yang jauh di luar kota. Julian menerima panggilan dan berbincang.


(Percakapan dalam panggilan)


"Hallo, katakan ada apa? Jangan hanya membawa kabar burung padaku." Bentak julian.


"Tuan tenanglah, kali ini saya membawa kabar baik. Saya dan yang lain sudah berhasil menghancurkan tempat tersebut, mereka yang menentang kita sudah ditangkap, apa yang harus kami lakukan?" Tanya seseorang dalam telepon itu.


"Apa lagi, jika mereka bersedia bergabung beri ampunan! Jika terus menentang bubuh saja. Tidak ada yang boleh menentang JR, kalian mengerti itu?" Julian berbiacara dengan nada suara yang tegas dan tanpa ada keraguan sedikit pun.


"Ba..baik tuan, segera laksanakan perintah." Kata seseorang itu merasa ketakutan mendengar suara Julian yang seakan ingin menelannya hidup-hidup.


Panggilan di akhiri, Julian berdiri dan berjalak keluar dari ruangannya. Julian memasukan ponselnya dalam saku celananya. Julian membuka pintu dan keluar dari ruangan, Julian menutup kembali pintu ruangannya.


Seoraang pelayan datang menghampiri Julian. "Tuan muda, ada seseorang yang datang." Kata pelayan itu.


"Siapa?" Tanya Julian tanpa ekspresi.


"Seseoang bernama Flip, ingin menjemput nona Lovely." Jawan pelayan itu lagi dengan menunduk tanpa melihat kearah Julian.


"Begitu ya, baiklah. Kamu panggil Lovely aku akan sabtut orang itu." Jawab Julian yang langsung berjalam menuju ruang tamu rumahnya.


Pelayan berjalan ke arah kamar Lovely, hendak memanggil Lovely. Julian berjalam perlahan menuju ruang tamu, sampai pada akhirnya melihat seseorang yang berdiri sedang memandangi foto keluarganya.


"Hmmm.." suara Julian tidak mengejutkan bagi Flip, karena Flip bisa mendengar suara sekecil apapun. Flip tidak berpaling dan terus memandangi foto seorang wanita dalam bingkai yang tertancap di dinding.


"Tidak salah lagi, bukankah ini bibi yang mendorongku sampai kecelakaan? Apa ini hanya imajinasiku? Mereka terlihat sangat mirip dari segi manapun." Batin Flip terus menatap ke arah foto.


"Maaf, apakah kamu mnegenal papa atau mamaku? Atau kamu mengenalku?" Julian akhirnya memulai percakapan.


Flip menghela nafas panjang, "hah.. maafkan aku tuan, aku hanya salah mengenali orang saja." Flip menatap Julian dan tersenyum tipis.


Mata Flip melebar, mematap ke arah Julian. Julian yang terlihat baik-baik saja ternyata memiliki sesuatu dalam dirinya. Flip sudah menentukan jika Julian bukan orang baik sama halnya dengan Andrew. Mereka adalah orang-orang korban dari hasrat untuk balas dendam, keserakahan dan ke egoisan.


Julian mendekati Flip dan mengulurkan tangan. "Hai, Aku Julian." Kata Julian memperkenalkan diri.


Flip menyambut tangan Julian, "hai, aku Flip." Jawab Flip ramah.


Tangan Flip dan Julian bertemu, Flip merasakan panasnya tangan Julian menandakan jika sisi buruknya sudah lebih banyak mengusai sisi baiknya. Flip menghela nafas panjang, dan segera melepaskan tangan Julian. Tangan Flip kembali seperti terbakar, namun kali ini Flip masij bisa menahan.


Julian merasakan sesuatu, Julian mere**s tangannya kilas untuk menimang apa yang dia rasakan. Julian memperhatikan tangannya sendiri lalu menatap Flip dengan senyuman, Julian berpura-pura tidak merasakan apapun.


"Apa yang aku rasakan tadi, tangannya begitu dingin seperti balok es. Apa karena suhu udara yang dingin sehingga tangannya beku? Ahh Julian, apa yang kamu pikirkan. Jangan berfikir hal-hal yang tidak mungkin dan tidak masuk akal." Batin Julian berusaha menenangkan diri.

__ADS_1


Flip juga memiliki pemikirannya sendiri mengenai Julian. "Pria ini, manis dimulut pahit di hati. Sungguh menjengkelkan kenapa selalu berhadapan dengan orang-orang seperti ini." Batin Flip.


"Senang bertemu denganmu Flip. Kamu sepupu Lovely?" Tanya Julian ramah.


"Ya, mamaku adalah saudara papa Lovely. Terimakasih sudah mau menolong saudariku tuan." Kata Flip dengan suara tenang.


"Tidak masalah, aku hanya kebetulan lewat saat itu. Aku melihatnya berlari dan dikejar oleh seorang pria. Aku harap kamu mengurus pria itu, pria itu terlihat sangat berbahaya untuk Lovely." Ucap Julian.


"Tentu saja, aku akan mengurusnya. Tidak hanya mengurusnya, aku juga akan mengurus orang-orang jahat yang suka mempermainkan perasaan, orang-orang yang berpura-pura baik yang ternyata hanyalah seorang berhati iblis." Jawab Flip tanpa ragu.


Mata Julian melebar mendengar kata-kata dari Flip. Kata-kata Flip begitu lembut namun menusuk sampai menembus tulang-tulangnya. Entah mengapa tulang-tulang Julian terasa nyeri dan sakit, tubuh Julian gemetar.


"Tuan, anda baik-baik saja?" Tanya Flip.


"Ya, aku baik-baik saja. Mungkin karena udara dingin, tubuhku menjadi lemah." Jawab Julian beralasan.


Flip terdiam, karena Flip tau jika Julian sebenarnya merasakan sesuatu dengan perkataannya yang begitu gamblang.


"Flip.." suara lembut Lovely menyapa Flip.


Flip memalingkan wajah dan tersenyum senang. "Lovely.." sapa Flip yang langsunng berlari menghampiri Lovely dan memeluk Lovely.


"Thanks Flip, kamu mau datang untukku. Aku tidak tau harus bagaimana lagi." Rengek Lovely.


Flip melepas pelukan dan mengusap kepala Lovely. "Ayo ikut denganku, kita bahas hal itu di rumah." Kata Flip.


Lovely mengangguk, Lovely mendekati Julian dan tersenyum cantik. "Julian terimakasih untuk kebaikanmu, jika ada waktu aku akan datang kembali dan melihatmu." Ucap Lovely.


"Sama-sama Love, jaga dirimu. Kapan saja kamu boleh datang kesini, karena kita sudah berteman bukan?" Jawab Julian.


"Ya, kamu benar. Kita sudah berteman. Sampai jumpa Julian." Lovely melambai dan berbalik pergi meninggalkan Julian.


Tangan Flip menggandeng tangan Lovely keluar dari rumah Julian. Julian kembali merasakan was-was dan tidak tenang dengan ucapan Flip, kata-kata Flip seakan seperti ancaman, Julian mengerutkan dahinya merasa tidak senang dengan perkataan Flip.


 


Lovely dan Flip masuk ke dalam mobil milik Flip. Flip mengemudikan mobilnya mengajak Lovely berkeliling, Flip diam dan tidak bicara apa-apa. Lovely terus menatap Flip, Lovely tau jika Flip menunggunya untuk buka suara.


"Flip.." suara Lovely lembut.


"Hmm.." jawab Flip, Flip fokus mengemudi.


"Flip, aku tidak mengerti haruas mulai bercerita dari mana." Kata Lovely menunduk.


"Cerita dari mana saja asalkan itu bisa membuatmu nyaman. Jika tidak ingin bicara aku juga tidak akan memaksamu Love. Aku tidak akan mengekangmu atau memaksamu bercerita." Jawab Flip.


"Baiklah, semalam Andrew marah besar dan aku melarikan diri dari rumah, dia berubah menjadi Moster yang bisa menerkamku kapan saja. Aku tidak mengerti mengapa suasana hatinya begitu buruk. Aku juga tidak pernah menyinggung apapun, aku mencoba perhatian namun perhatianku di salah artikan dan dia menganggap aku terlalu ikut campur. Aku hanya ingin dia baik-baik saja Flip. Aku tidak ingin dia selalu menyalahkan diri sendiri atas kematian paman abed dan orang-orang yang tidak bisa di tolongnya." Lovely menjelaskan panjang lebar pada Flip.


"Love, tenangkan hatimu dan fokuskan pikiranmu. Jangan pikirkan apa-apa lagi, aku mengerti semua maksudmu. Tapi kamu juga harus paham situasinya. Jika Andrew menggila maka sebaiknya kamu menghindar, nasib baik kamu tidak dibunuh dan kamu bisa kabur. Jika tidak papa, mama dan adikmu akan menangis meratapimu di pemakaman." Ucap Flip.


Flip mengatakan hal yang pedas pada Lovely bukan karena Flip tidak menyayangi atau membenci Lovely, kata-kata pedas Flip adalah ungkapan kekecewaan Flip atas sikap Lovely yang menurut Flip ceroboh dan bodoh. Bukannya menghindari bahaya, Lovely justru menyerahkan hidupnya pada bahaya.


Namun Flip menyadari, jika perilaku Lovely sampai senekat itu adalah kasih sayang Lovely kepada Andrew yang sangat luar biasa besar. Sehingga membutakan mata Lovely untuk melihat kenyataan didepan matanya.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..

__ADS_1


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"


 

__ADS_1


__ADS_2