Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 65


__ADS_3

Sesuai kesepakatan, keesokan harinya Brian menjemput Ben dan membawa Ben kekantor polisi. Brian dan Ben langsung pergi menemui kepala polisi. Meminta keringanan hukuman untuk Abed.


 


Kantor polisi..


Abed berbincang dan menjelaskan kepada kepala polisi maksud dan tujuannya datang. Abed menyerahkan dokumen dan cd kepada kepala polisi.


Brian: mohon pertimbangkan kembali, Abed tidak sepenuhnya bersalah.


"Tuan.. saya sudah pernah katakan sebelumnya, ini sangat sulit. (Menatap Brian yang terlihat gelisah, kepala polisi menghela nafas panjang) baiklah tuan Candra saya akan mencoba membantu. Apakah ada hal lain?"


Brian: dia... (menepuk bahu Ben) adalah saksi kejadian saat itu. Namanya Ben, Ben adalah orang dari Aditya Andreas. Jika berkenan bolehkah Ben menjelaskan detail kejadian saat itu dan memberikan sesuatu pada anda?


Kepala polisi terkejut, karena orang orang yang sebelumnya tertangkap sudah di kirim penjara pusat. Dan ada kabar burung jika ada orang kuat yang menjamin dan membebaskan mereka setelah di kantor pusat. Kepala polisi menatap dalam ke arah Ben, hatinya sangat ingin membantu Brian. Dengan tenang kepala polisi mengangguk perlahan.


"Silahkan tuan Candra. Apa yang ingin anda sampaikan. Saya akan mencoba mempertimbangkan nya"


Brian: (menatap Ben dan mengangguk) bicaralah Ben. Jangan ragu ragu lagi. Kami semua akan melindungumu.


Ben mengangguk, menghembuskan nafas panjang dan mulai bercerita....


..


..


..


..


..


Kepala polisi mengerutkan dahi mendengarkan cerita Ben. Ben dengan suara gemetar meneceritakan secara rinci semuanya, mulai dari rencana Adit hingga saat Adit menelpon dan memerintah Ben dan yang lain untuk membunuh Abed. Ben memberikan ponselnya yang berisi rekaman percakapannya dengan Adit kepada kepala polisi. Kepala polisi memutar rekaman dan mendengarkan baik baik. Matanya melebar saat mendengar rekaman tersebut. Kepala polisi mendengar isi rekaman sampai habis. Lalu meletakan ponsel Ben dimeja, dihadapannya.


"Baiklah tuan Candra, saya akan mencoba bicara pada atasa saya dan tim saya. Semoga saja akan datang kabar baik kedepannya. Mohon anda sekeluarga bersabar."


Brian: baik tuan saya mengerti. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk kami.(Tersenyum)


"Saya harapkan yang terbaik tuan"


Brian: iya.. saya permisi tuan. Sampai jumpa..


Brian dan Ben meninggalkan ruangan. Kepala polisi menghubungi seseorang untuk membantunya mengurus kasus Abed. Mengajukan bukti baru untuk meminta keringanan hukuman.


♡♡♡♡♡


Rumah lama..


Brian dan Ben keluar dari mobil dan masuk dalam rumah, Brian dan Ben di sambut oleh Thomas, Arson dan Billy.


Brian: Ben.. tinggallah disini. Kamu akan aman, oke?


Ben: terimakasih tuan Brian. Anda sangat baik.


Brian: masih ada lagi satu tugasmu. Yaitu bersaksi di pengadilan.


Ben: saya akan melakukan apa saja unfuk anda tuan. (Menunduk)


Brian menepuk bahu Ben perlahan.


Brian: makan sianglah dengan Thomas, Arson dan Billy. Sekarang mereka adalah temanmu.


Ben: baik tuan..


Brian: Thomas, Arson, Billy.. tolong bantu aku menjaga Ben. Aku akan kembali kekantor.

__ADS_1


Brian pergi meninggalkan rumah lama untuk kembali ke kantor. Thomas, Arson, dan billy mengajak Ben makan bersama. Mereka memperlakukan Ben dengan sangat baik. Ben merasa senang dan merasa aman.


♡♡♡♡♡


Brian duduk di sofa dan menikmati makan siang buatan Amelia. Amelia datang ke kantor unruk mengirim makan siang Brian.


Amelia: jadi kepala polisi menerima dokumen yg kamu berikan?


Brian: ya.. semoga saja akan ada kabar baik.


Amelia: semoga saja, aku sangat berharap Abed mendapatkan hukuman ringan.


Brian: (menyodorkan makanan kemulut Amelia) makanlah, jangan banyak berfikir.


Amelia menatap Brian dan melahap makanan di sedok, mengunyah perlahan. Brian menatap Amelia dan terus menyuapi Amelia makan sampai makanan di kotak makan kosong.


Brian: sudah kenyang? Apa masih lapar?


Amelia: (mengambil makanan di meja dan menyuapi Brian) makanlah, aku suapi.


Brian: tidak, aku ingin makan sendiri.


Amelia: diam dan menurutlah sayang. Atau nanti kam akan tersedak. Oh ya.. bagaimana dengan boby? Apakah dia tidak rindu untuk pulang?


Brian: boby ingin tinggal lebih lama disana. Biarlah, Boby juga sudah dewasa dan bukan anak anak lagi. Aku hanya memperingatkan untuk bejaga jaga dan selalu waspada.


Amelia: apakah Lely dan Boby bisa bekerja sama dengan baik?


Brian: entahlah.. ita lihat saja kedepannya bagaimana hasil dari kerjasama mereka.


Amelia: pasti sukses. Boby adalah pekerja keras sepertimu sayang. Dia juga baik.


Brian: aku tau sayang. Itulah kenapa aku meminta Boby mendampingi Lely. Karena aku yakin Boby bisa membimbing Lely lebih baik lagi.


Amelia merapikan kotak makan dan memasukan dalam tas. Brian membantu Amelia mengelap meja dan mengumpulkan sampah. Amelia berdiri dan berjalan mendekati meja kerja Brian. Amelia langsung mengotak atik komputer di depannya dan membaca beberapa email.


Brian: tidak, semuanya baik baik saja.


Amelia: bagus, kamu mulai teliti dan menajalankan semua instruksiku dengan baik. Dari awal aku yakin kamu adalah orang yg bisa diandalkan Brian.


Brian: (mendekati Amelia,menarik kursi dan duduk di samping Amelia). Hadiah apa yang akan kamu berikan? Aku sudah bekerja keras untuk Axis.


Amelia: jika lelah istirahat saja. Ayo kita bertukar tempat sementara waktu.


Brian: aku tidak mau, bagaimana bisa istriku bekerja keras sedangkan aku duduk santai di rumah.


Amelia: atau begini saja, bawa pekerjaanmu pulang. Kita bisa selesaikan bersama.


Brian: ya baiklah, aku akan menuruti apa katamu saja.


Amelia: bagus, ini baru suaminya Amelia. Suami idaman semua wanita (Amelia memalingkan wajah menatap Brian dan mendekat pada Brian. Amelia mencium lembut pipi Brian) aku menyayangimu suamiku.. (tersenyum)


Brian: (merangkul Amelia dan menyandarkan kepala di bahu Amelia) terimakasih untuk segalanya sayang. Kamu adalah istriku, namun sikapmu seperti seorang ibu padaku. Kamu sangat lembut, penuh kehangatan, penuh kasih dan sabar. Hmmmmm... (menutup mata)


Amelia: (mengusap kepala Brian perlahan) selama kamu nyaman dan bahagia, aku akan berikan semua kasih sayang dan cintaku padamu.


Brian: kamu yang terbaik istriku.


Amelia: istirahatlah jika lelah, berbaringlah di sofa. Aku akan lanjutkan pekerjaanmu.


Brian: bekerjalah, aku ingin menempel padamu seperti ini. Apa boleh?


Amelia: hmm boleh saja.


Brian tertidur dibahu Amelia. Amelia memeriksa dokumen diatas meja dengan seksama. Membalik lembar demi lembar dengan perlahan.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


Apartemen Max..


Max baru saja menerima laporan mengenai kasus Abed. Max langsung menghubungi Felix yang sedang ada di Jepang.


(Panggilan terhubung)


Felix: Max... ada apa?


Max: tuan.. Ben sudah melapor dan menceritakan seluruh kejadian kepada kepala polisi. Ben juga bersedia bersaksi di pengadilan.


Felix: apa?????.. (terkejut) bagaimana kerja orangmu. Menangkap tikus kecil saja tidak mampu. (Mulai kesal)


Max: maaf tuan.. apa yang harus saya lakukan tuan? Jika Ben buka suara mengenai saya, maka... (terdiam)


Felix: cari dan bunuh Ben! Aku tidak mau dengar kata gagal! Kamu mengerti Max????? (Marah)


Max: (suara gemetar karena takut) baik tuan, saya mengerti. Saya akan lakukan sesauai dengan perintah anda.


Felix: bagus.. hubungi aku jika kamu sudah beresakan Ben. (Memutus panggilan)


Max mengerkan tangan mencengkaram ponsel. Max kesal kepada Ben, dan ingin segera menyingkirkan Ben. Max menghubungi orang orangnya untuk menemukan Ben. Max akan dalam masalah besar jika sampai Ben hadir menjadi saksi dalam persidangan.


Hallo semua..


Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Beri tip juga boleh..


😉😘


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


 


__ADS_2