
Felix mencium lembut kening Mely. Mely tersipu malu, Felix memeluk Mely lagi. Felix mengeratkan pelukan. Mely menutup mata merasakan hangatnya pelukan Felix.
(Dalam hati Mely)
Hmmm.. kenapa aku baru sadar pelukan ini sangat hangat dan nyaman. Aku justru ingin terus ada dalam pelukan ini. Aaaaahhhhh Mely, ayo sadar! Apakah kamu sungguh menyukai pria bodoh dihadapanmu? Kamu tidak akan mengujinya? Bagaimana jika dia hanya bermain main denganmu lalu pergi meninghalkanmu disaat kamu peduli dan menyukainya? Jangan bodoh Mely, bangunlah dari mimpimu. Bangunnnn!!
Mely melepas pelukan dan duduk bersandar. Felix tersenyum mencubit pelan hidung Mely.
Felix: sudah puas menangisnya? Bisa kita pergi makan malam? Aku sudah sangat lapar.
Mely: oke, kita makan apa?
Felix: kamu ingin apa?
Mely: burger, pizza? Ingin makan itu dari awal aku datang kesini
Felix: oke, supir tampanmu ini siap mengantar. (Menatap Mely)
Mobil melaju meninggalkan boutique. Mely dan Felix saling diam. Sampai pada akhirnya Felix membuka suara.
Felix: kamu baik baik saja? Apa kamu sakit?
Mely: aku baik baik saja. Tidak perlu cemas.
Felix: kapan kamu ada waktu? Aku ingin mengajakmu menemui mamaku.
Mely: (terkejut) apa? Mamamu?
Felix: ya, aku baru jemput mamaku. Aku menceritakanmu dan aku mengatakan jika aku sedang mengejarmu.
Mely: kamu bercerita tentangku? Semuanya? Soal aku merayumu?
Felix: semuanya! Tidak ada yang terlewat. Aku anak yang baik, tentu harus menceritakan semuanya. Aku menceritakan jika kamu adalah wanita cantik yang baik hati. Dan aku sangat sangat menyukaimu
Mely: Felix, kamu sungguh menyukaiku?
Felix: ya, aku seirus padamu. Kamu berfikir aku hanya menggodamu? Atau hanya memanfaatkanmu? Kamu salah besar Mely. Aku Felix Collyn hanya akan mencintai satu wanita yaitu kamu.
Mely: aku tidak punya keluarga. Aku adalah anak yatim piatu. Aku hanya punya seorang kakak, dan seorang sepupu yaitu Brian.
Felix: aku tau, aku tahu semua tentangmu. Bahkan aku tau jika kamu adalah seorang yatim piatu. Maaf aku menyelidiki latar belakangmu diam diam. Jangan marah Mely, aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat.
Mely: (tersenyum) baguslah jika kamu tau. Aku tidak perlu repot menjelaskan padamu. Dan aku yakin data yang kamu peroleh 100 persen akurat. Seorang Felix Collyn apa yang tidak bisa dia lakukan, hanya mencari sebuah data seseorang saja tentu tidak butuh waktu lama.
Felix: (mengusap wajah Mely) lupakan itu. Kamu bisa bercerita tentangku mengenai kehidupanmu. Ceritakan mengenai apa yang kamu ingin ceritakan, aku akan dengar semua keluh kesahmu.
Mely mengangguk, Mely menarik nafas dan menghembuskan nafas perlahan. Mely mulai bercerita, Mely menceritakan tentang keluarganya, papa, mama dan kakaknya. Menceritakan keluarga Brian juga. Mely bercerita mengenai kejadian yang menimpa keluarga Brian sehingga membuat orangtuanya berubah menjadi seseorang yang serakah, tega terhadap keponakannya sendiri. Sampai pada akhirnya Mely menceritakan kejadian saat orangtuanya terlibat kecelakaan, papanya meninggal di tempat kejadian, dan mamanya juga meninggal. Brian lah yang membantu Mely dan kakaknya melewati masa masa sulit.
..
..
..
..
..
Mely: begitulah, maka dari itu aku akan melawanmu jika kamu berani macam macam pada kakak sepupuku.
Felix: aku sudah berjanji padamu kan? Terserah kamu mau percaya atau tidak, aku tidak akan pernah menyakiti keluargamu. Aku memang jahat dan brengs*k aku selalu meremehkan orang. Melukai banyak hati, tapi aku berjanji padamu aku akan berubah! Aku akan berubah menjadi orang yang baik.
Mely: (tersenyum menatap Felix) aku percaya padamu tuan Collyn. Jangan pernah hancurkan kepercayaanku, oke..
Felix: (menatap Mely) pasti sayang, aku pasti memenuhi janji janjiku padamu.
Felix tersenyum senang, jantungnya berdebar cepat. Seakan akan ingin lompat keluar.
10 menit kemudian..
Felix dan Mely sampai di restorant. Felix dan Mely turun dari mobil berjalan bersama masuk dalam restorant. Mely merangkul lengan Felix. Felix dan Mely terlihat begitu sempurna, semua mata menatap. Tidak di sangka Mely dan Felix, bertemu dengan Brian, Amelia dan juga Max. Felix dan Brian saling menatap, Brian tersenyum menyapa Felix.
__ADS_1
Brian: hallo tuan Collyn. Lama tidak berjumpa.
Felix: hallo tuan Candra. Senang bertemu dengan anda. Hallo nyonya Candra. (Menatap Amelia)
Amelia: oh.. hai tuan Collyn. Silakan lanjutkan, kami akan pergi. (Tersenyum merangkul lengan Brian)
Mely: kakak sudah ingin pulang?
Amelia: ya, kami sudah puas menikmati pizza dan burger. Tuan Collyn tolong jaga adikku, maaf merepotkanmu.
Felix: tentu nyonya Candra. Dengan senang hati saya akan menjaga nona Candra.
Amelia: baiklah, kami permisi pulang. Sayang ayo.. (menarik Brian pergi meninggalkan restorant)
Brian: Mely, jangan pulang larut. Kami permisi tuan Collyn.
Mely: oke kak, hati hati di jalan.
Felix: tenang saja tuan Candra, aku akan menjaga nona Candra dengan baik dan akan mengantarnya pulang.
Brian: terimakasih tuan Felix. Sampai bertemu kembali. (Pergi bersama Amelia)
Amelia dan Brian pergi meninggalkan Mely dan Felix. Max menatap Felix dan menyapa.
Max: tuan saya juga pergi. Semoga hari anda menyenangkan.
Felix: hati hati dijalan Max.
Max mengangguk dan pergi meninggalkan Felix dan Mely. Felix dan Mely duduk dan memanggil pelayan memesan makanan.
♡♡♡♡♡
Amelia dan Brian sedang dalam perjalanan, mereka membicarakan Mely dan Felix.
Amelia: aku melihat mereka pasangan yang serasi. Bagaimana menurutmu?
Brian: aku masih ragu. Felix dikelilingi oleh musuh. Felix bukan orang biasa sayang, Felix itu seorang mafia. Kamu tentu mengerti maksudku. Kamu juga pasti mendengar apa kata Max tadi, bagaimana musuhnya dengan kejam menyerang dari berbagai sisi.
Brian: nyonya Candra... (terdiam menatap Amelia)
Amelia: fokuslah menyetir. Aku akan bicara pada Mely nanti.
Brian: baiklah nyonya, terserah padamu saja. Aku tidak ingin berdebat denganmu.
Amelia tersenyum dan meraba lembut wajah Brian. Brian fokus menyetir.
♡♡♡♡♡
Felix menatap Mely yang sedang lahap menyantap pizza. Felix tersenyum melihat wanita pujaan hatinya begitu menikmati makanannya.
Felix: kamu menahan makan berapa lama?
Mely: jangan ditanya, aku sudah hampir 6 bulan tidak makan burger dan pizza.
Felix: hahaha.. (tertawa keras) baiklah, makanlah puas puas, jangan terburu buru.
Mely: kamu mau? (melahap ditangannya pizza dengan sekali gigitan)
Karena ukuran pizza yang besar, tidak semua masuk kedalam mulut Mely. Felix yang duduk di samping Mely mengambil kesempatan emas. Felix mendekat dan memakan bagian pizza yang tidak tertampung oleh mulut Mely. Mely terkejut saat bibir Felix menyentuh bibirnya. Felix mencium Mely, menyapu bersih bibir Mely. Puas mencium Mely Felix melepas ciuman dan tersenyum tampan.
Felix: wow.. aku besedia melakukan ini setiap hari. Ini sangat manis dan lezat.
Mely: (wajah merona) jangan menggodaku Felix. Kita sedang ditempat umum sekarang.
Felix: memangnya kenapa? Ada masalah? Mau di manapun aku bebas menciummu. Jika dintempat sunyi aku tidak jamin hanya akan menciummu.
Mely: pria mesum. Jangan coba coba melakukan hal yang tidak tidak padaku. Atau aku kan membencimu seumur hidupku.
Felix: (membelai rambut Mely) bagaimana bisa aku menyakitimu Mely, aku sangat menyayangimu. Aku tidak akan membuatmu dalam kesulitan. Aku akan menjaga dan melindungimu.
Mely: benarkah? Kamu sungguh sungguh dengan kata katamu? (Tersenyum senang)
__ADS_1
Felix: (mengangguk) ya.. cintamu sudah membutakan mataku, membuka mata hatiku. Perhatianmu membuatku nyaman dan membuatku selalu ingin dekat denganmu.
Mely: hmmmm manisnya, kata katamu sungguh sangat manis Felix.
Felix terus memperhatikan Mely, Felix terus menatap Mely. Mely tidak memperdulikan Felix yang ada di sampingnya dan terus makan dengan lahap.
♡♡♡♡♡
Seorang wanita berparas cantik sedang duduk di sofa. Menyilangkan kaki dan menyilangkan tangan didada. Seseorang datang dengan langakah kaki cepat menghampirinya dari arah luar ruangan.
"Nona Kim, saya sudah dapatkan informasi mengenai Felix Collyn. Dan saya juga mendapatkan undangan pesta ulang tahun tuan Alfred"
(Meletakan sebuah dokumen dan undangan diatas meja)
"Apakah Felix Collyn akan hadir??"
"Tentu saja Nona. Felix Collyn adalah investor perusahaan tuan Alfred"
"baiklah Maria, kamu siapkan gaun terbaikku. Aku akan bertemu musuh tampanku. Tentu harus berpenampilan menarik dan terlihat sempurna"
Maria: baik Nona, meski tanpa gaun mewah Nona Kim Ha Na adalah wanita paling cantik.
Ha Na: mulutmu memang sangat manis Maria. Aku suka, pergilah aku akan pelajari informasi mengenai Felix Collyn.
Maria: baik nona Kim, saya permisi.
Maria pergi meninggalkan Kim Ha Na diruangnnya. Kim Ha Na mengambil dokumen di atas meja di hadapannya dan membacanya dengab seksama. Pempelajari hal hal yang berkaitan dengan Felix Collyn.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
Jangan lupa bantu Vote ya teman teman..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1