
Andrew sudah menyelesaikan rapat dan kembali ke ruangannya. Andrew duduk di kursi dan menatap layar komputernya. Melihat beberapa data laporan.
Tok..
Tok..
Tok..
(Suara pintu diketuk)
Pintu terbuka, seseorang masuk dan menutup pintu kembali. Berjalan mendekari Andrew.
"Tuan, ada apa memanggil saya datang?"
Seoranng pria berdiri menatap Andrew yang sedang menatap layar komputer.
"Tolong berikan semua jadwal kegiatan papaku bulan ini" Kata Andrew tanpa memandang seseorang yang berdiri di hadapannya.
"Semua jadwal dipegang oleh tuan Alvin"
Seseorang tersebut merasa bingung karena Andrew tiba tiba saja menanyakan mengenai kegiatan Abed.
"hmm.. apa kamu tau, papaku ada menghadiri acara penting atau semacamnya" Andrew kembali bertanya, Andrew merasa penasaran.
"(Berfikir) seingat saya, ada beberapa acara tuan. Tetapi saya tidak tau pasti kapan dan di mana acara tersebut berlangsung. Karena undangan langsung saya serahkan kepada tuan Alvin."
"Baiklah, anda bisa kembali. Maaf telah menganggu anda bekerja dan juga telah membuat anda panik tuan." Andrew menatap seseorang di hadapannya dan tersenyum lebar.
"Tidak masalah tuan, maafkan saya karena saya tidak bisa memberikan informasi yang anda butuhkan. Atau anda ingin saya yang mencari tau?" Seseorang tersebut merasa tidak enak hati karena tidak bisa memberika apa yang Andrew butuhkan.
"Tidak masalah tuan, saya akan bertanya langsung kepada paman Alvin. Terimakasih sudah berkenan datang" Andrew menolak bantuan seseroang tersebut dengan halus dan sopan.
"Baiklah tuan saya mengerti. Saya permisi ingin kembali bekerja." Andrew mengangguk, seseorang tersebut berbalik dan pergi meninggalkan Andrew. Keluar dari ruangan Andrew.
Andrew duduk bersandar, menghela nafas panjang. Andrew menyandarkan kepalanya dan menutup mata perlahan. Rasa lelah melanda, pikirannya menjadi kacau karena hal yang tidak jelas, yang di lihatnya. Karena lelah memikirkannya Andrew terlelap tidur.
__ADS_1
Andrew bermimpi hal yang sama seperti apa yang di lihatnya. Di dalam mimpinya hanya ada bayangan. Andrew melihat banyangan mirip seperti papanya (Abed). Berdiri bersama banyak orang, berbincang bercanda tawa. Bayangan itu benar benar mirip seperti papanya. Postur tubuh yang sama, gaya rambut yang sama.
Andrew gelisah, keringat dingin keluar membasahi kiningnya dan menetes membasahi wajahnya. Hal buruk terjadi, dalam mimpi kejadian yang di lihatnya kembali terulang. Seorang yang di lihatnya mirip seperti papanya (Abed), diculik dan dibawa pergi ke sebuah rumah kosong. Disana seseorang tersebut disiksa, di pukul sampai babak belur. Sampai akhirnya seseorang datang dan menembak kepala seseorang yang mirip dengan papanya (Abed).
Dooorrrrrr..
(Suara tembakan)
Peluru melesat langsung menembus kepala seseorang yang babak belur tersebut. Seketika seseorang tersebut tergeletak tak berdaya. Dada Andrew kembali terasa sakit dan sesak. Air mata Andrew menetes, seketika mata Andrew terbuka. Andrew tersengal, Andrew langsung mengambil gelas berisi air minum di meja kerjanya. Andrew langsung menghabiskan air minumnya dalam sekali tegukan.
Tangannya gemetar saat memegang gelas. Gelas yang dipegangnya jatuh ke lantai dan pecah.
Praaaakkk..
(Suara gelas pecah)
Andrew menutup matanya kilas, memegang dadanya yang masih terasa sesak. Andrew mengatur nafasnya perlahan, mere**s kemejanya sediri.
"Kenapa ini bisa terbawa dalam mimpi? Kejadian itu sangat mengerikan, bayangan itu seperti papa. Tidak, tidak mungkin terjadi apa apa kepada papa. Itu hanya mimpi, hanya mimpi. (Menggelengkan kepala) jika itu papa aku pasti melihat jelas wajah papa. Kenapa ini hanya bayangan? Tetapi postur tubuh dan gaya rambut sangat mirip dengan papa. Aaahhhhhhh bagaimana ini, semua membuat kepala ku sakit" Batin Andrew yang gelisah, dalam batinnya Andrew menerka nerka.
Ketidak pastian dan teka teki. Andrew merasa bingung, keadaannya membuatnya seperti orang yang tidak sehat. Seperti orang gila. Andrew berdiri dan pergi, Andrew berjalan cepat meninggalkan ruangannya. Andrew membuka pintu ruangannya dan keluar, Andrew kembali menutup pintu dan berjalan mendekati sekertarisnya.
"GM. Apakah anda baik baik saja? Ada yang bisa saya bantu selain hal yang GM minta?" Sekertarisnya berdiri dari duduknya dan menawarkan bantuan.
"Tidak perlu, tapi aku ingin tau sesuatu. Kamu mengenal sekertaris papaku?" Andrew menatap sekertarisnya dengan penuh harapan.
"Tentu saja saya mengenal sekertaris Direktur. Ada apa tuan? Anda memerlukan apa?" Sekertaris merasa bingung melihat tingkah laku Andrew yang aneh.
"Tahukan kamu, apa saja kegiatan papaku bulan ini? Tolong carikan informasi mengenai itu. Aku butuh laaporan detai mnegenai kegiatan papaku bulan ini." Andrew tidak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya, dan meminta sekertaris pribadinya untuk mencari tahu.
"Baiklah tuan, saya akan mencoba mencari tahu. Saya akan bertanya kepada sekertaris pribadi Direktur Williams. Kenapa anda tidak mencoba bertanya kepada tuan Alvin? Bukankah beliau adalah asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan direktur?" Sekertaris berusaha menyampaikan pendapatnya.
"Kamu tetap cari tau, aku akan bertanya nanti. Kabari aku segera setelah informasi itu kamu dapatkan. Kamu mengerti?" Andrew menekankan kata katanya, membuat sekertarisnya terdiam ketakutan. Meski tidak terlihat kesal atau marah namun kata kata Andrew membuat seekertarisnya terdiam.
Andrew langsung pergi sesaat setelahnya, pergi menjauh dengan langkah kaki yang cepat. Andrew berlari kecil seakan diburu oleh waktu.
__ADS_1
♡♡♡♡♡
Di rumah sakit, Andrew langsung menemui dokter yang dia kenal. Andrew menyampaikan keluhanya. Dokter mendengar cerita Andrew, lalu memeriksa keadaab dan kondisi Andrew. Dokter menyarankan pemeriksaan menyeluruh karena Andrew mengeluh sering sakit di area kepala. Pemeriksaan di lakukan, Andrew menjalani pemerikasaan menyeluruh.
1 jam kemudian..
Setelah pemeriksaan berjalan dokter duduk di kursinya, dan Andrew duduk dihadapannya. Dokter melihat hasil pemeriksaan dan memberikan kepada Andrew.
"Ada apa Andrew? Hasil pemeriksaanmu tidak ada masalah. Semua baik baik saja" Dokter memberikan penjelasan jika keadaan Andrew sebenarnya dalam keadaan baik baik saja. Dan tidak perlu ada yang di khawatirkan.
"Lalu kenapa kepalaku selalu sakit dok, dan tadi dadaku terasa sesak seakan tertimpa seauatu yang berat" Andrew kembali menjelaskan keadaan yang dialaminya, Andrew merasa kesal.
"Tenangkan dirimu Andrew, jelaskan padaku. Apa saja yang kamu alami, apa yang kamu kerjakan atau lakukan sampai membuat kepalamu terasa sakit?" Dokter kembali bertanya, mencoba membuat Andrew tenang. Dokter terus menatap kearah Andrew. Andrew terlihat gelisah dan panik, tidak seperti Andrew yang biasanya.
Andrew menarik nafas dan menghembuskan nafas perlahan. Andrew mulai menceritakan kejadian yang dialaminya. Awal mula dia mengalami hal hal aneh di hidupnya. Dokter sempat terkejut, dan mengira jika Andrew hanya membual. Sampai Andrew menunjukan lengannya yang terluka karena menolong Alex. Andrew menceritakan semuanya sampai akhirnya dia menceritakan kejadian yang baru saja dia alami.
Andrew mengatakan jika kejadian yang di lihatnya sampai terbawa mimpi. Dan itu langsung membuatnya merasakan sakit yang luar biasa di kepala dan juga dadanya. Dokter masih diam, belum berkomentar apa apa. Andrew masih bercerita dan kembali menyakinkan dokter jika terjadi masalah dengan kepalanya.
Dokter menggelengkan kepala dan menghela nafas. Berdiri dari tempat duduknya dan berdiri di dekat Andrew. Dokter menepuk pelan bahu Andrew.
"Dengarkan aku Andrew, seperti aku tau penyebab sakit kepalamu. Bukan karena kondisi kepalamu yang bermasalah. Itu seperti sesuatu yang lain, semacam efek samping dari gejala yang kamu alami. Kamu unik Andrew, ada sesuatu yang tersembunyi di dalam tubuhmu. Kemampuan yang tidak semua orang miliki. Kamu tau, aku sempat berfikir jika kamu membual dan aku baru saja akan menyeretmu ke psikiater. Namun aku ingat jika ada bocah sepertimu di Inggris. Dia selalu mengatakan hal hal aneh, dia bahkan membantu pastor mengusir roh jahat yang merasuki tubuh manusia. Dia tampan dan pandai, mungkin sekarang dia sudah sebesar kamu Andrew. Aku sudah lama tidak ke Inggris, jadi tidak lagi berjumpa dengannya. Kamu tenangkan dirimu, ingat baik baik yang ada dalam gambaranmu. Seperti apa dia?" Dokter itu memberi penjelasan dan berbagi pengalaman kepada Andrew.
Andrew duduk bersandar menatap langit langit ruangan dokter tersebut. Matanya tidak lama terpejam. Andrew mulai menggambarkan sosok yang dilihatnya dan yang ada di dalam mimpinya.
@@@@@.......... @@@@@..........
Hallo hallo maaf ya terlambat update, saya sedang ada banyak pekerjaan..
Jangan lupa like,, komen dan vote nya..
Terimakasih semua..
Bye bye..
Sampai jumpa di next episode..
__ADS_1
Salam kasih,,
..Dea Anggie..