Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 218


__ADS_3

Upacara pernikahan berlangsung, Lovely dan Andrew mengucap janji pernikahan mereka.


"Saya, Andrew Williams dengan ini bersedia menerima Lovely Mirachel Candra sebagai istri saya. Bersedia menerima dalam segala keadaan, dalam suka mau pun duka, dalam senang mau pun susah, dalam sehat mau pun sakit. Juga dalam keadaan kaya maupun miskin, berjanji akan selalu mencintai dan menyanyangi. Selalu bersama hingga mau memisahkan kami berdua." Andrew mengucapkan janjinya dengan suara lantang.


"Saya, Lovely Mirachel Candra dengan ini bersedia menerima Andrew Williams sebagai suami saya. Bersedia menerima dalam segala keadaan, dalam suka mau pun duka, dalam senang mau pun susah, dalam sehat mau pun sakit. Juga dalam keadaan kaya maupun miskin, berjanji akan selalu mencintai dan menyanyangi. Selalu bersama hingga mau memisahkan kami berdua." Lovely juga mengucapkan janjinya.


"Dengan ini keduanya resmi menjadi pasangan suami dan istri. Silahkan bertukar cincin dan mempelai pria bisa mencium mempelai wanita." Kata pendeta yang memimpin jalannya upaca pernikahan.


Andrew menyematkan cincin di jari manis tangan kanan Lovely. Begitu juga Lovely menyematkan cincin di jari manis tangan kanan Andrew, Andrew mencium kilas bibir Lovely.


Prookkk..


Prookk..


Prookkk..


Suara tepuk tangan para tamu undangan yang menyaksikam jalannya upacara pernikahan.


Tidak jauh dari altar, Brian sudah berulang-ulang menyeka air matanya. Merasa terharu, rasanya bahagia sekaligus sedih. Bahagia melihat putrinya sudah menikah dan berharap bahagia. Sedih karena waktu berjalan cepat sehingga Brian merasa kehilangan putri kecil kesayangannya.


Amelia mengusap-usap punggung Brian. "Selamat sayang, kita sudah menjadi papa dan mama mertua." Ucap Amelia.


"Ahh.." Brian menyeka air matanya, "waktu cepat sekali berjalan. Tugas mengantar putriku sampai ke altar sudah aku penuhi, lega sekali rasanya. Hanya bisa berharap mereka selalu bahagia dan hidup rukun." Ucap Brian dengan suara gemetar.


"Sudah, sudah.. jangan menangis lagi. Astaga, bayi besarku menangis.." Amelia menggoda Brian, berusaha menghibur Brian agar tidak bersedih.


Brian tersenyum, menatap Amelia dengan tatapan mata tajam. "Nyonyaku, kamu memanggilku apa?


"Apa? Panggilan sayang untukmu, bayi besarku yang tampan dan menggemaskan." Amelia tersenyum.


Brian merangkul pinggang Amelia, "Anak gadis kita sudah menikah, tidak ingin membuat baby kecil yang mungil dan menggemaskan?" Brian berbisik di telinga Amelia.


Wajah Amelia memerah, Amelia mencubit perut Brian. "Bicara apa kamu, jangan berfikir hal-hal yang tidak-tidak. Menyebalkan!" Amelia merasa malu.


 


Upacara pembertkatan sudah dilakukan, sekarang Lovely dan Andrew bersiap menyambut tamu-tamu yang datang mengucapkan selamat.


Brian dan Amelia adalah orang pertama yabg mengucapkan selamat, Brian memeluk Lovely erat.


"Selamat menempuh kehidupan baru sayangku, jadi lah istri baik dan bijaksana. Seorang istri yang mampu menjadi sandaran suaminya di kala suaminya tidak berdaya. Berilah Andrew dukungan dan semangat, lakukan tanggung jawabmu dengan sepenuh hati. Kelak, jadilah mama hebat putriku. Papa sayang padamu." Nasihat Brian untuk putri tercintanya.


Brian kembali menangis, tidak bisa manahan air matanya. Lovely juga menangis di dalam pelukan Brian.


Amelia memeluk Andrew, memberikan nasihatnya pada Andrew. "Anakku, tugas baru sudah menunggumu! jadilah suami yang bijaksana dan penuh kasih. Jangan pernah kamu menyakiti hati istrimu, kamu harus mengerti jika istri bukan budak pelampiasan nafsu dan amarahmu. Istri adalah bagian tubuhmu, tulang rusukmu. Jika kamu menyakiti istri sama halnya kamu menyakiti tubuhmu sendiri. Istri tidak bisa kamu jadikan pion yang berdiri di depanmu, tidak juga sebagai batu pinjakanmu. Seorang istri akan selalu berdiri disamping suaminya, karena dari situlah ia berasal. Selamat menempuh kehidupan baru sayang, doa mama yang terbaik untukmu. Percayalah, papa dan mamamu pasti bahagia di sana melihatmu." Amelia melepas pelukan mencium kening Andrew


"Terima kasih ma..ma.." Andrew gemetar, air matanya menangis tiba\-tiba.

__ADS_1


Amelia mengusap kepala Andrew, "terima kasih kembali. Jagalah putriku baik\-baik Andrew. Aku percaya sepenuhnya kepadamu." Ucap Amelia dengan suara lembut.


Posisi berubah, Amelia mendekat dan memeluk Lovely, sedangkan Brian mendekat dan memeluk Andrew.


Amelia melepas pelukan, membelai wajah Lovely. "Putriku cantik sekali, selamat berbahagia sayang. Jadilah istri bijaksana, rendah hati dan mandiri. Jalankan kewajibanmu dengan hati yang tulus, mengarungi lautan tidaklah semudah yang dilihat. Pasti akan ada badai angin yang datang, tetap kuat walau appun yang terjadi. Jangan takut, akan ada hasil dari setiap usaha. Kegagalan hanyalah pintu masuk menuju istana kesuksesan. Apapun masalahmu kelak, hadapi bersama dengan Andrew. Saling mendukung, saling peduli, dan juga saling membantu satu sama lain. Mama berharap kamu selalu berfikir jernih, dan berdingin hati Love. Mama ingin yang terbaik untukmu, mama menyayangimu." Amelia menatap dalam mata Lovely.


"Mama, terima kasih." Lovely meneteskan air mata menatap Amelia.


"Tersenyumlah!" Amelia menyeka air mata Lovely, "ini adalah hari bahagiamu," ucap Amelia.


Lovely mengangguk, kembali memeluk Amelia. Brian juga memberikan nasihat Andrew, memberikan ucapan selamat.


"Kenapa menangis? Apa mama mertuamu memarahimu?" Tanya Brian.


"Tidak pa, mama hanya memberiku beberpa nasihat saja. Mengingatkanku untuk menjaga Lovely." Jawab Andrew.


Brian menepuk pelan bahu Andrew, "sepertinya aku tidak perlu banyak berkata lagi. Doa dari kami, yang terbaik untuk kalian. Berjuanglah, raih kebahagiaan dan impian kalian untuk menjadi keluarga yang bahagia dan damai sejahtera." Brian tersenyum memberikan dukungan.


"Terima kasih pa, aku tidak akan mengecewakanmu." Andrew menatap Brian dengan penuh keyakinan.


Brian mengangguk, mengiyakan kata\-kata Andrew. Tidak lama, Marco Kim Ha Na datang menyapa dan memberi selamat kepada Lovely dan Andrew. Begtiu juga Michael dan Mattew juga datang bersama Kim Ha Na juga Marco.


Mely, Felix, Flip dan Alex datang. Ada Lely, Boby, Anthony, dan Jeffry. Tidak ketinggalan, Julian dan Seira. Semua datang memberikan selamat untuk pernikahan Andrew dan Lovely. Turut berbahagia untuk kebahagiaan Lovely juga Andrew.


Semua berjalan baik-baik saja dan lancar. Mulai dari upacara pernikahan, pesta pernikahan sampai dengan berakhirnya pesta tersebut.


Para undangan juga kembali pulang, semua pergi meninggalkan tempat itu. Brian, Amelia kembali ke rumah. Alex pergi bersama Flip, karena ingin membicarakan sesuatu.


@@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta

__ADS_1


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


 


__ADS_2