Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 217


__ADS_3

Setelah acara pertemuan makan malam itu, sudah diputuskan bahwa pernikahan Andrew dan Lovely jatuh pada tanggal 8.


Terhitung dari hari ini masih ada sekitar 3 minggu. Amelia langsung menghubungi desainernya dan meminta janji temu. Amelia meminta desainernya menunjukan beberapa gaun pengantin untuk Lovely. Janji sudah di tentukan, Amelia sibuk mengurus hal yang lainnya, undangan pernikahan, dan juga hidangan untuk acara pernikahan.


Lovely yang ingin menikah namun Brian dan Amelia yang cemas dan panik mempersiapkan segala sesuatunya. Lovely masih tetap pada keniasaanya bekerja dan bekerja. Terkadang sampai lupa waktu dalam pekerjaan.


Karena kesibukan juga Andrew dan Lovely menjadi jarang bertemu. Mereka hanya berkomunikasi memelaui panggilan dan saling mengirim pesan. Andrew sering bepergian keluar kota untuk menyelesaikan pekerjaanya. Karena Andrew ingin jadwalnya kosong menjelang hari pernikahaannya.


Karena sudah merencanakan liburannya setelah menikah, Andrew mengatur jadwalnya sebaik mungkin. Menyelesaikan semua pekerjaan lebih awal.


 


3 mingu kemudian..


Hari demi hari terlewati, waktu berputar cepat. Tidak terasa hari pernikahan sudah semakin dekat, hanya tersisa satu hari saja.


Malam hatinya, Brian dan keluarganya mengadakan doa malam bersama. Bertujuan untuk mengucap syukur dan juga mendokam agar hari bahagia esok hari berjalan dengan baik dan lancar. Tanpa kendala, tanpa masalah apa-apa.


Usai berdoa, Alex dan Lovely kembali ke kamar maisng-masing, begitu juga Amelia. Brian masih duduk diam di ruang tengah, menatap sekeliling ruangan.


Brian menghela nafas panjang, berdiri dan berjalan menuju kamar Lovely. Brian berdiri di depan pintu, mengetuk pintu kamar perlahan.


Tok..


Tok..


Tok..


Pintu kamar diketuk, Brian membuka pintu dan melihat dalam kamar Lovely.


"Love, kamu sudah tidur?" Tanya Brian, yang masih ada di depan pintu.


"Papa, masuklah pa. Aku tidak belum tidur." Jawab Lovely.


Brian masuk, menutup pintu dan melangkah mendekati putrinya yang sudah ada di atas ranjang, dengan posisi duduk bersandar.


Brian naik keatas ranjang dan duduk di samping Lovely, Brian duduk bersandar. Brian memandangi sekitar kamar Lovely, menyelisik setiap sudut.


"Setelah menikah dan pergi dari rumah, boleh papa memakai kamarmu untuk tidur? Papa pasti akan merindukanmu jika kamu tidak ada di rumah." Kata Brian memecah keheningan.


"Papa, Lovely tidak akan pergi kemana-mana. Bukankah kita masih dalam satu kota yang sama. Lovely akan sering datang, Lovely juga masih harus bekerja bukan?" Jawab Lovely.


"Ya, semoga saja kamu mengingat kata-katamu Love. Papa ingin kamu tetap dekat dengan papa, mama dan juga Alex adikmu. Karena bagaimana pun kita adalah keluarga. Kami akan selalu mendukungmu, jangan pernah ragu berbagi apapun pada kami." Kata Brian.


"Papa.. jangan bicara sepeti itu, Lovely tidak akan pernah lupa pada papa, mama dan juga Alex. Papa jangan sedih saat Lovely tidak ada, papa harus jaga kesehatan papa. Tidak boleh tidur larut malam, papa harus menjaga pola makan dan cukup istirahat. Jika papa bekerja, papa melupakan semua itu." Lovely mulai mengomel.


"Hei nona Candra, bukan kah kamu juga sama seperti papamu ini? Jika bekerja lupa segalanya? Bisa-bisanya mengomel tidak tau diri sendiri seperti apa, uh.. papa kesal." Brian menggoda Lovely, berpura-pura kesal.


Lovely tertawa kecil, papanya sangat menggemaskan seperti anak kecil. Lovely merangkul lengan Brian dan menyandarkan kepalanya ke bahu Brian.


"Lovely sayang papa," ucap Lovely dengan suara lembut.


Brian tersenyum, mencium kepala Lovely. "Tidurlah sayang, papa akan menjagamu sepanjang malam ini. Ini adalah malam terakhir sebelum kamu pergi meninggalkan papa." Jawab Brian.

__ADS_1


"Pa.. apakah menurut papa, mama sudah menhadi istri idaman? Apakah papa sangat mencintai mama? Apakah cinta bisa menutupi kekesalan papa pada mama?" Lovely bertanya pada Brian.


"Sayang, pada dasarnya semua istri adalah idaman dari suami mereka masing-masing. Begitu juga mama, adalah istri idaman papa, yah.. meski terbilang sulit mendapatkan hati mama untuk pertemua awal namun papa puas mendapatkan istri yang baik dan tegas, juga bertanggung jawab penuh. Soal pertnyaan apakah cinta bisa menutupi kekesalan, kekesalan adalah hal alami yang ada dalam setiap hati, seperti halnya rasa kecewa dan benci, amarah murka dan sejenisnya. Jika kita benar-benar mengasihi pasangan kita, kita tidak boleh memberikan kekesalan kita, kebencian kita atau bahkan kemarahan. Berilah pengertian dan perhatian, pengertian yang berarti kita harus mau menahan diri dari rasa egois dan mau menang sendiri. Mau mengerti keadaan pasangan walaupun dalam keadaan yang sulit, perhatian yang berarti kita harus benar-benar menunjukan jika kasih kita itu nyata bukan hanya sekedar ada dalam ucapan. Memberi dukungan, semangat, pujian dan juga kata-kata manis, lakukan hal\-hal yang menyenangkan." Brian menjelaskan.


"Papa, jika seperti itu bukan kah akan merugikan? Maksudku bukankah ada pihak yang dirugikan, karena harus terus menerus mengalah. Sedangkan yang dikasihi seenaknya." Lovely merasa tidak sependapat dengan papanya.


Brian tersenyum, "Love, itulah cinta. Cinta memang terkadang egois, dan mau menang sendiri, terkadang juga membuat kita lupa akan segalanya. Tetapi papa perlu tekankan, cinta yang seperti itu akan merugikan diri sendiri. Cinta tidak terlihat, namun bisa di rasakan. Cinta tidak berbentuk namun bisa diungkapkan. Cinta tidak bersuara namun bisa membuat jantung hati kita berdebar dan berdegup kencang. Sulit untuk memahami apakah itu cinta, dan seperti apa sebenarnya cinta itu." Ungkap Brian, membuat Lovely tercengang.


"Wow papa, pemikiran papa sampai sejauh itu? Tapi jika dipikirkan apa yang papa katakan benar. Kadang kita seperti orang bodoh yang di perbudak cinta, menjadi gila karena cinta. Sepertiku saat itu," jawab Lovely.


"Itulah.. jika seseorang sudah siap mengenal cinta. Seseorang itu pun harus siap menerima segalanya, semua kebaikan dan keburukan yang datang dari cinta tersebut. Siap bahagia sekaligus menderita. Bahkan cinta memiliki nilainya sendiri, seperti kita yang juga mempunyai kelebihan dan kekuarangan." Brian memngusap kepala Lovely.


Lovely terdiam mencerna kata\-kata papanya. Setidaknya banyak hal yang diingatnya mengenai bayangan masa lalu. Papanya bukan orang yang suka mencampuri urusan orang lain atau menguruhi orang, namun setiap kata-katanya malam itu seperti cermin yang membuat Lovely bisa mengoreksi semua yang terjadi dalam hidupnya. Lovely menyesali perbutannya yang terkadang egois dan hanya demi mementingkan perasaanya saja. Tidak memikirkan perasaan orang-orang sekitarnya, orang-orang yang mengasihi dan menyayanginya.


 


Malam semakin larut, puas bicara dan berbagi kisah Lovely merasa kantuk. Lovely berbaring dan terlelap tidur. Brian menemani dan menjaga Lovely tidur. Brian diam-diam mendokan putrinya didalam hati. Inginkan yang terbaik untuk masa depan putrinya.


1 jam kemudian..


Brian keluar dari kamar Lovely, Brian berjalan dan masuk dalam ruang kerjanya. Brian duduk dan mengerjakan pekerjaan kantornya yang tertunda karena makam malam.


Brian menyelesaikan pekerjaanya dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Brian melihat istrinya Amelia sudah terlelap tidur, Brian naik keatas ranjang dan masuk dalam selimut. Brian berbaring dan terlelap tidu, menyambut mimpi indah.


♡♡♡♡♡


Pagi hari yang cerah, ditempat di adakannya upacara pernikahan. Andrew susah siap berdiri di depan Altar, menunggu datangnya calon mempelai wanita.


Andrew gugup, keringat dingin bercucuran. Perasaaan cemas, panik, sekaligus bahagia bercampur menjadi satu.


"Jangan gugup, tersenyumlah putriku." Bisik Brian di telinga Lovely.


"Iya pa, aku merasa sangat senang sampai gugup seperti ini." Jawab Lovely.


Brian melangakah mengimbangi langkah Lovely. Brian dan Lovely semakin dekat dengan Andrew, langkah demi langkah sampai akhinya Brian dan Lovely berdiri di hadapan Andrew.


Andrew mengulurkan tangan, Brian memegang tangan putrinya Lovely dan meletakan diatas tangan Andrew.


"Aku menyerahkan putriku padamu, jagalah putriku dan sayangi putriku dengan setulus hatimu. Berjanjilah padaku, Andrew." Kata Brian.


"Aku berjanji, akan menjaga dan meyanyangi Lovely setulus hati." Jawab Andrew bersungguh-sungguh.


Brian tersenyum, manatap Andrew dan Lovely. Perasaan haru muncul, membuatnya ingin menangis. Brian meninggalkan Andrew dan Lovely untuk melangsungkan upacara penikahan.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..

__ADS_1


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2