
Hari ini Brian dan Amelia pergi ke kantor kejaksaan hendak menemui pengacara dan seorang jaksa yang menangani kasus Axis. Brian dan Amelia menitipkan Lovely di rumah David dan Angela. Asisten jaksa menyambut Brian dan Amelia.
"Hallo tuan dan nyonya Candra, silahkan duduk. Mojon maaf, jaksa Jayden sedang dalam perjalanan"
Brian: oke, kami datang terlalu awal. Maaf merepotkan.
"Tidak masalah tuan, nyonya dan tuan ingin minum sesuatu?"
Amelia: tidak perlu. Terimakasih (tersenyum)
Amelia dan Brian duduk di sofa menunggu Jaksa dan pengacara. Si asisten sibuk menatap meja san membereskan dokumen dokumen. Beberapa saat kemudian pintu terbuka, seorang wanita dan dua pria masuk ke dalam ruangan.
"Hallo, apakah kalian tuan dan nyonya Candra?"
Brian: ya.. aku Brian Antunius Candra, dan ini adalah istriku Amelia Candra.
"Hallo tuan, nyonya. Saya Caroline Jayden. (Berjabat tangan dengan Brian dan Amelia) saya adalah jaksa penuntut yang akan menangani kasus perusahaan Axis"
Amelia: hallo..
Caroline: perkenalkan ini adalah pengacara Steven Gray. Pengacara pendamping yang akan membantu pengacara Shawn. Dan ini adalah tunangan saya, Yohanes Lewi.
Brian dan Amelia saling berjabat tangan dengan Steven dan Yohanes. Mereka duduk dan mulai membahas kasus Alvin yang sudah melakukan kecurangan di dalam perusahaan Axis. Caroline mejelaskan detail point point penting yang harus dipahami Amelia dan Brian.
Caroline: menurut informasi yang saya dapat. Alvin sama sekali tidak memberikan informasi apa apa.
Amelia: Alvin itu benar benar membuatku kesal. Jadi masih belum diketahui siapa orang di balik Alvin?
Steven: belum nyonya. Kami masih terus menyelidiki, saya dan pengecara Shawn pasti akan terus berusaha mencari tahu.
Yohanes: maaf menyela, menurut saya jika tuan dan nyonya ingin tahu siapa orang di balik Alvin lebih baik kalian melakukan suatu kesepakatan.
Brian: maksud anda kami harus bernegosiasi dengan Alvin?
Yohanes: ya, saat ini Alvin sedang dalam posisi tidak beruntung. Tidak ada pihak pendukung yang datang melihat, ini adalah kesempatan bagus mengambil hati Alvin bukan. Tuan Candra bisa memberikan jaminan yang menguntungkan untuk Alvin. Alvin pun tidak mungkin selamaya ada di dalam bukan? Dengan uang semuanya akan selesai. Seperti kasus siapa ya.. saya lupa, Jaksa Jayden lah yang mmeberitahu saya.
Brian: siapa? (Menatap Caroline)
Caroline: Aditya Andreas. Dia di bebaskan dengan jaminan uang oleh sesorang yang misterius. Seseorang itu hanya mengirimkan beberpaa pengacara. Dan semua beres, untung saja jaksa itu bukan saya. Jika saya pasti akan menolak.
Brian: maaf.. boleh saya tahu info lebih lanjut mengenai Aditya Andreas?
Amelia: untuk apa? Kita tidak perlu ikut campur urusan orang lain Brian.
Brian: aku merasa ada hal aneh disini. Tenang saja, aku hanya ingin memastikan. Semoga dugaanku salah. Jaksa Jayden, boleh saya tahu?
Caroline: saya akan carikan semoga berkas salinan masih ada, karena kasus itu sudah ditutup. (Berdiri dan berjalan kearah meja kerjanya)
Caroline mencari sesuatu dalam tumpukan buku di mejanya. Caroline menyisihkan beberapa buku dan memindah beberapa buku. Membuka setiap laci, Caroline membuka laci lemari bawaha dan menagambil sebuah dokumen. Caroline tersenyum, apa yang di cari akhinya dia dapatkan. Caroline kembali ke sofa dan memberikan dokumen pada Brian.
Caroline: sebenarnya ini melanggar hukum. Namun saya melihat anda begitu tertatik.
Brian: (menerima) terimaksih Jaksa Jayden. Saya hanya ingin memastikan saja, karena kebetulan namanya sama persia dengan sahabat saya.
Caroline: sialahkan..
Brian membuka dokumen dan terkejut, mendapati foto Adit sahabatnya. Dugaannya benar, mata Brian melebar. Amelia mengintip ingin tahu apa yang membuat Brian terkejut. Amelia terkejut, Amelia menatap Caroline.
Amelia: buaknkah dia susah dijatuhi hukuman mati?
Caroline: iya itu benar. Hanya saja, orang yang manjamin punya kekuasaan besar. Dia mengenal beberapa hakim, jaksa dan pengacara hebat. Kasus ditutup dengan alasan bukti tidak akurat.
Amelia: mustahil, jelas jelas dia menculik anaknya sendiri. Memisahkan mama dan anak. Jika adit bebas, akankah dia kembali mengincar Andrew?
Caroline: kalian mengenal Aditya?
Brian: dia sahabat saya saat di SMA. Kami terlibat sedikit masalah yang rumit. Saat kasus inilah, saya terluka. Aditya bekerja sama dengan seorang bernama Owen menculik putri kami.
Caroline: astaga.. sungguh keterlaluan.
Amelia: maaf, sepertinya pertemuan kita kali ini cukup sampai disini. Kami akan hubungan lagi nanti, kita lihat saja dalam beberapa hari kedepan. Jika masih belum mengaku, saya sendiri yang akan datang bertanya. (Perasaan gelisah dan panik)
Brian: sayang, terjadi sesuatu?
__ADS_1
Amelia: entah.. melihat Adit aku teringat Andrew. Kasian Nikita jika Adit menamukan Nikita dan adit. Kamu tahu kan, Nikita sedang hamil.
Brian: tenangkan dirimu. Bukankah Abed sudah pindah rumah? Adit tidak akan menemukan rumah Abed semudah itu.
Caroline: baiklah, sepertinya nyonya Amelia memiliki firasat buruk. Lebih baik kita melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan beberapa bukti lagi.
Amelia: terimkasih pengertian anda Jaksa Jayden.
Caroline: panggil saja Caroline. Kita bisa berteman Amelia (tersenyum)
Amelia: ya.. tentu saja, itu hal bagus. Aku senang beteman denganmu Caroline.
Brian: jika kalian beteman, aku juga akan beteman dengan tuan Lewi. (Tersenyum)
Yohanes: Senang berteman denganmu Brian. Panggil saja aku Hans..
Brian: sedang bertemu dan beteman denganmu Hans.
Steven: anda tidak ingin berteman dengan saya tuan?
Brian: haha.. (tertawa kecil) iya Stev, mari kita semua berteman.
Steven: suatu kebanggan berteman dengan orang baik seperti anda tuan, saya sangat senang.
Brian: aku juga senang mengenal pengacara hebat sepertimu Steve.
Amelia: terimakasih untuk kalian yang sudah mau repot membantu kami. Kami permisi pulang, sampai jumpa di lain waktu.
Brian: kami permisi, Caroline, Hans, dan Steve. Terimakasih untuk waktu kalian. Lain waktu kita bisa bicara santai di luar kantor.
Hans: kami menunggu waktu luangmu Brian. Hati hati di jalan.
Amelia dan Caroline saling berpelukan, Caroline mengusap punggung Amelia lembut.
Caroline: semangat Amelia, aku tau kamu adalah wanita yang hebat.
Amelia: (melepas pelukan) kamu juga semangat. Jaksa cantik Caroline Jayden. Kami pergi, sampai jumpa..
Brian dan Amelia pergi meninggalkan kantor Caroline. Amelia meminta Brian mengantar ke rumah Abed.
♡♡♡♡♡
Pintu terbuka, pelayan membuka pintu.
Amelia: Nikita ada?
"Nyonya sedang pergi. Apa ada pesan?"
Amelia: pergi kemana? Dimana Andrew?
"Nyonya sedang pergi mengikuti kelas yoga, tuan muda pergi dengan nyonya besa"
Amelia: baiklah. Terimaksih.. aku akan kembali.
"Baik nyonya, hati hati dijalan"
Amelia: ya...(tersenyum tipis)
Amelia berbalik dan pergi, Brian berhenti saat berpapasan dengan Amelia.
Amelia: kita pulang saja. Nikita pergi yoga. Andrew pergi dengan mama.
Brian: oke.. ayo kita pulang. Tapi kenapa wajahmu muram?
Amelia: aku cemas, akankah Adit mengganggu Nikita?
Brian: kita doakan saja yang terbaik. Kita juga tidak tahu apa yang terjadi kedepannya kan? Tenangkan hatimu..
Amelia: (mengatur nafas) apa aku yang terlalu cemas, karena jika menyangkut anak anak aku akan selalu panik dan cemas. Ditambah Adit adalah pria jahat dan nekat.
Brian: sudah sudah, ayo pulang. Kita jemput Lovely dan beli ice cream.
Brian merangkul Amelia berjalan mendekati mobil. Amelia masuk kedalam mobil disusul oleh Brian. Mobil meluncur meninggalkan rumah Abed.
__ADS_1
♡♡♡♡♡
Nikita selesai yoga, sedang berjalan menuju parkiran. Nikita membuka mobil dan masuk, seseorang tiba tiba muncul dan ikut masuk kedalam mobil Nikita. Nikita terkejut, ingin berteriak namun mulutnya di bekap.
"Sayang.. aku merindukanmu sayang.. jangan berteriak. Atau aku akan memakanmu disini (berbisik lembut di telinga Nikita)"
Nikita melebarkan mata, mengenali suara yang didengarnya yang tidak lain adalah suara Adit. Jantung Nikita berdebar karena takut, tubuhnya gemetar. Air mata Nikita mengalir, Nikita mengangguk perlahan karena ketakutan. Adit melepas bekapan dan mebuka topi serta maskernya.
Adit: bagus ya, pergi dariku langsung disambut oleh Abed. Bahkan sekarang kamu hamil anak Abed?
Nikita: apa maumu? Jangan ganggu aku. Pergi dari hidupku Adit. (Menangis)
Adit mencengkram dagu Nikita dan *** dagu Nikita, Nikita meringis kesakitan.
Nikita: sa..kit.. (memegang tangan Adit)
Adit: aku pergi bukan berarti kamu bisa seenakknya dengan laki laki lain. Kamu hanya milikku. Milikku.. aku kamu mengerti?
Nikita: aku membencimu.. (suara lirih)
Adit: tapi aku mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu, kembalilah padaku. Aku tidam akan menyakitimu sayang..
Nikita: kamu.... (kata kata terputus)
Adit mencium paksa Nikita, Nikita menggigit bibir Adit hingga berdarah. Adit kesal dan menampar Nikita. Nikita memegang pipinya air matanya semakin deras mengalir.
Nikita: pergi.. pergi kamu pria Brengs*k!! Aku sangat membencimu.
Adit menarik rambut Nikita mendekat padanya, berbisik lembut dintelinga Nikita.
Adit: jika kamu masih saja keras kepala, kamu selamanya tidak akan bertemu dengan Andrew. Anak kita (tersenyum jahat)
Nikita terkejut, jantungnya seakan berhenti berdetak. Kata kata Adit seperti badai yang menerpa hati Nikita.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"