Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 114


__ADS_3

Tok..


Tok..


Tok..


(Pintu diketuk)


Pintu terbuka, Amelia masuk ke dalam kamar Lovely. Amelia melihat Lovely dan Andrew sedang tertawa bersama melihat televisi. Lovely menatap Amelia dan tersenyum, Lovely menyapa Amelia.


Lovely: hai ma..


Amelia: bahagia sekali. Kalian sedang apa?


Andrew: (menatap Ameli) hai bi.. kami sedang melihat film kartun di televisi.


Lovely: ada apa ma? Perlu bantuan, atau seauatu?


Amelia: ayo kita makan, masakan spesial sudah siap.


Lovely: baiklah ma, aku dan Andrew akan segera keluar.


Amelia: oke, mama tunggu di meja makan. Hati hati Andrew.


Amelia pergi keluar kamar Lovely dan menutup pintu. Lovely mematikan televisi dan turun dari ranjang, begitu juga Andrew. Lovely merapikan ranjangnya dan berjalan bersama Andrew keluar dari kamar.


 


Di meja makan semua sudah berkumpul. Brian, Amelia, Alex, Abed, Kim Ha Na, Michael dan Mattew. Hanya Lovely dan Andrew yang tidak terlihat. Brian berjalan menghampiri Amelia yang pergi ke dapur mengambil gelas. Brian mendekat dan bertanya kepada Amelia.


Brian: dimana Love dan Andrew? (Berbisik)


Amelia: mereka akan turun, aku sudah memanggil mereka. (Berbisik)


Brian: mereka sedang apa? (Berbisik)


Amelia: (tersenyum lalu menggoda Brian) menurutmu apa? Seorang laki laki dan wanita dalam satu ruangan? Kita dulu sering melakukannya sayang. (Amelia mencium kilas bibir Brian)


Brian terkejut, mengerutkan keningnya. Brian sudah memikirkan hal hal aneh. Brian membayangakan jika Lovely dan Andrew melakukan hal sama sepertinya dengan Amelia saat masih muda dulu.


Brian: mereka melakukannya? Andrew melakukannya pada putri kesayanganku, tanpa ijin dariku? (Kesal)


Amelia: (menatap Brian lalu tertawa\)hei sayang, apa yang kamu pikirkan? Melakukan apa? Apa kau bilang mereka melakukan hal yang aneh? Aku hanya bilang mereka melakukan seperti kita, menonton televisi bersama lalu tertawa kencang seperti orang gila.


Brian: astaga, aku mengira mereka melakukan hal lain. Aahhh Brian, apa yang ada dalam pikiranmu. Ini memalukan! (Berguman)


Amelia: dasar pria tua. Lupakan itu, ayo bantu aku membawa gelas.


Brian: oke sayang, (Brian mendekati Amelia dan membantu membawa gelas)


Kesempatan tidak dilewatkan Brian, Brian mencium lembut pipi Amelia. Amelia terkejut, dan langsung melihat kiri kanan. Amelia menatap Brian dan tersenyum, Brian berbisik ditelinga Amelia dengan suara pelan.


Brian: i love you Amelia. Meski menua pun, bagiku kamu adalah wanita tercantik.


Amelia: jangan banyak bicara lagi. Aku akan mencubit perutmu nanti. Ayo, yang lain sudah menunggu.


Amelia berbalik dan berjalan mendekati meja makan, Brian tersenyum tampan mengikuti Amelia di belakang. Brian melihat Lovely dan Andrew yang menuruni tangga. Brian melihat Lovely dan Andrew yang saling tersenyum.

__ADS_1


Lovely dan Andrew berjalan mendekati meja makan, Brian berdiri di hadapan Lovely dan Andrew. Brian mengamati putrinya dengan teliti, mulai dari pangkal eambut hingga ujung kaki. Lovely dan Andrew saling menatap dan bingung.


Brian: kalian sedang apa di kamar?


Lovely dan Andrew terkejut. Andrew terdiam, tak berani menjawab. Begitu juga Lovely yang hanya diam. Lovely takut salah menjawab. Dan hal yang dilakukannya dengan Andrew tadi diketahui oleh Brian.


(Dalam hati Lovely)


Oh tidak.. apa papa tau, aku berciuman dengan Andrew. Ini buruk! Papa ku menyeramkan sekali jika seperti ini. Apa yang harus aku katakan. Apa aku harus bilang Andrew menciumku dan memelukku diatas ranjang? Apa aku harus bilang jika aku menyukainya. Maksudku menyukai apa yang aku lakukan dengan Andrew. Aaahhh Lovely apa kamu sudah gila? \(Menggelengkan kepala perlahan\)


(Dalam hati Andrew)


Astaga.. jika paman Brian tau aku mencium dan meluk Lovely diatas ranjang, pasti aku akan dipaksa menikahi Lovely. Haaaahhh.. itu kan hanya kesenangan sesaat. Jika itu terjadi, tamatlah riwayatku. Aku tidak mungkin menikahi Lovely yang sudah ku anggap sebagai saudariku sendiri.


Andrew: paman tenanglah, kami banya menonton televisi dan tertawa bersama. Bibi Amelia melihatnya, bukan begitu bi?


Amelia mendekati Brian dan merangkul pinggang Brian. Amelia meraba dan mencubit pelan pinggang belakang Brian.


Amelia: tentu saja, mereka tidak melakukan hal hal aneh sayangku \(menatap Brian dengan tersenyum dingin\)


Brian: \(menahan sakit\) ii..iya sudah, kalian duduk saja. Ayo kita makan siang.


Lovely dan Andrew berjalan mendekati kursi. Andrew membantu menarik kursi untuk Lovely duduk. Setelah Lovely duduk, Andrew menarik kursi untuk dirinya sendiri dan duduk. Lovely dan Andrew duduk berdampingan.


Lovely masih tetap memikirkan hal yang tadi terjadi di kamarnya. Jantungnya masih berdebar, Lovely mencuri pandang menatap Andrew. Diam diam Abed memperhatikan Lovely yang sedang mencuri pandang pada Andrew. Abed tersenyum tipis.


(Dalam hati Abed)


Hmmm.. dunia begitu sempit. Lovely menyukai Andrew? Bagaimana perasaan Andrew kepada Lovely? \(Menatap Andrew\)


Sepertinya anakku tidak peka terhadap wanita. Astaga..


Kim Ha Na: (mendekat dan berbisik kepada Abed) ada apa?


Abed: (berbisik) seperti biasa, masalah cinta. Apa lagi..


Kim Ha Na: siapa? \(Berbisik\)


Abed: aku masih belum yakin, nanti jika sudah pasti. Kamu adalah orang pertama yang tau sayang. (Berbisik)


Kim Ha Na mengangguk perlahan. Menyiapkan makana dipiring Abed. Kim Ha Na menyiapkan makanan di piring Michael dan Mattew. Amelia menyiapkan makanan di piring Brian dan Alex. Sedangkan Lovely menyiapkan makanan Andrew. Lagi lagi Abed melihat, Abed kembali melebarkan senyumnya.


Semuanya menikmati makanan masing masing. Tidak ada suara hanya terdengar suara gesekan sendok dan garpu yang bertemu diatas piring.


♡♡♡♡♡


Abed mengetuk pintu kamar Andrew. Abed membuka pintu dan masuk. Abed melihat Andrew yang sedang duduk bersandar di ranjang. Abed berjalan mendekati Andrew, Abed duduk di tepi ranjang. Abed menyilangkan kaki dan melipat tangan di dada menatap ke arah Andrew.


Abed: bagaimana keadaanmu?


Andrew: hai pa, baik. Aku baik baik saja. Hanya luka kecil (melihat tangannya yang diperban)


Abed: semua keperluanmu sudah disiapkan. Minggu depan kamu bisa berangkat ke Inggris bersama Lovely.


Andrew: Andrew mengerti. Terimakasih pa.


Abed: boleh papa bertanya sesuatu?

__ADS_1


Andrew: tentu saja, ada apa? Papa ingin bertanya apa?


Abed: bagaimana pendapatmu mengenai Lovely? Hmm.. maksud papa menurut penilaianmu sebagai seorang laki laki. Lovely wanita seperti apa?


Andrew: Lovely baik hati dan ramah. Ya, sedikit cerewet dan yang perhatian.


Abed: kamu tidak menyukainya?


Andrew: tentu saja suka papa. Kita tumbuh bersama dari kecil, aku juga menyayanginya. Lovely sudah seperti saudaraku sendiri.


Abed terkejut mendengar penyataan dari Andrew. Abed tidak menyangka jika Andrew akan berkata demikian. Abed terdiam dan berfikir.


(Dalam hati Abed)


Jika aku mengatakan Lovely menyukainya lebih dari sekedar teman dan saudara apakah Andrew akan membenci dan menjauhi Lovely? Akankah kedekatan mereka akan terpengaruh. Hubungan baik mereka mwnjadi retak? Astaga, ini tidak boleh terjadi. Aku akan simpan ini baik baik dalam hati dan mulutku. Aku tidak akan biarkan Lovely dan Andrew berpisah hanya karena ketidak nyamanan.


Andrew: papa, hallo.. (melambai di depan wajah Abed)


Abed: ahh iiya? (Tersadar) ada apa Andrew?


Andrew: ada apa pa? Papa kenapa? Sakit?


Abed: tidak ada, papa hanya ingin melihat keadaanmu. Itu saja. Papa sedikit lelah, mungkin karena terlalu keras bekerja sampai lupa waktu.


Andrew: semangat pa, papa adalah teladanku. Aku ingin menjadi orang sukses seperti papa. Orang yang hebat dan membanggakan.


Abed: jika kamu sukses, kamu harus menjadi orang yang rendah hati. Kamu mengerti?


Andrew: mengerti pa, Andrew juga harus sabar dan selalu berlapang dada jika mwngalami kesulitan. Selalu mwnolong dan mmebantu sesama. Dan tidak lupa mengucap syukur. Andrew tidak akan pernah melupakan ajaran papa.


Abed: papa bangga padamu nak. Pertahankan semuanya dan berpegang teguhlah pada pendirianmu.


Andrew: ya pa. (Tersenyum)


Abed: istrirahatlah, papa akan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda. Jika ada apa apa hubungi papa, mama atau kedua saudaramu.


Andrew: oke, selamat bekerja pa. Andrew sayang papa.


Abed: papa juga menyayangimu. (Mengusap lembut kepala dan rambut Andrew)


Abed berdiri dan pergi menuju pintu kamar. Abed membuka pintu dan keluar dari kamar Andrew. Andrew menghela nafas panjang dan memeluk bantal. Matanya terbuka menatap langit langit lamarnya. Beberapa pertanyaan terlintas, mulai dari kata kata Brian dan Abed. Hmmm.. Andrew tidak bisa berfikir jernih untuk saat ini.


-----@@@@@-----


Halllo hallo.......... aaaauuuuuuuu❤❤


Hai hai.....


Jangan lupa like,, komen,, ranting bintang dan berikan vote.


Sampai bertemu diepisode selanjutnya ya..


Bye bye..


Salam kasih,,


"Dea Anggie"

__ADS_1


 


__ADS_2