Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 -EPISODE 146


__ADS_3

Andrew bekerja keras menyelesaikan semua pekerjaanya. Dari pagi sampai sore hari Andrew sibuk dengan pertemuan dan rapat, bahkan sampai melewatkan waktu makan siangnya.


Andrew masuk dalam ruangannya dan melihat sebuah bungkusan di atas meja. Andrew kembali berjalan keluar ruangan menemui sekertarisnya. Andrew berdiri di depan meja sekertarisnya dan menatap sekertarisnya.


"Apa ada orang yang masuk ke dalam ruanganku?" Tanya Andrew.


"Ya tuan, ada nona Candra yang datang. Nona melihat anda tidak ada di ruangan, Nona menunggu begitu lama smapai akhinya pergi." Jawab sekertarisnya, berdiri dari tempat duduknya.


"Sudah berapa lama dia pergi?" Tanya Andrew lagi.


"Kira-kira lima menit tuan. Baru saja pergi." Jawab sekertarisnya dengan rasa bingung.


Andrew menutup mata kilas dan berlari kearah lobby kantornya. Andrew mengejar Lovely, Andrew merasa terlalu acuh kepada Lovely. Andrew terus berlari dan Akhirnya sampai di lobby, tidak menemukan Lovely. Matanya menyusuri sekeliling kantornya, dari sudut-ke sudut namun Lovely tidak terlihat.


Lovely keluar dari arah kamar kecil menuju lobby sedang bicara dengan temannya di ponsel. Lovely terlihat senang, senyum cantiknya mengembang. Lovely tidka sadar melewati Andrew karena fokus melihat dokumen di tangannya. Andrew melihat Lovely, dan langsung meraih tangan Lovely. Menarik Lovely mendekat padanya. Lovely terkejut menatap Andrew.


"Nanti kita bicara lagi, aku sedang ada urusan. Bye.." Lovely mengakhiri panggilannya.


"Kamu tidak menungguku Love?" Tanya Andrew.


"Aku menunggumu Andrew, dua jam cukup untuk menunggu bukan? (Lovely menarik tangannya yang di tarik oleh Andrew)


"Maaf, aku sibuk. Aku.." kata-kata Andrew disela oleh Lovely.

__ADS_1


"Aku sibuk dan tidak ada waktu. Bukan kah itu yang ingin kamu katakan? Sudahlah lupakan saja, jangan makan makanan yang aku bawa jika sudah tidak layak. Aku harus pulang sekarang, sampai besok Andrew." Jelas Lovely.


"Love.. apa kamu kesal padaku? Kamu marah padaku?" Andrew merasa Lovely sedang dalam keadaan tidak baik.


"Tidak masalah, bukankah aku harus belajar menelan rasa kecewa dan sakit hati jika ingin bersamamu? Aku tidak ingin mengganggumu Andrew, selesaikan pekerjaanmu nanti kita bicara lagi." Lovely berbalik, Andrew menghadang Lovely pergi.


"Andrew, kembalilah bekerja. Bukankah kamu sibuk?" Kata Lovely.


"Jangan pergi Love, aku mohon." Andrew memohon pada Lovely dengan tatapan mata sedih.


Lovely menghela nafas panjang. "Baiklah, aku tidak akan pergi."


Andrew tersenyum, menggandeng tangan Lovely kembali keruangannya. Lovely berjalan dibelakang Andrew, menatap punggung Andrew. Lovely tersenyum melihat kearah tanganya yang di gandeng dan di genggam erat oleh Andrew. Lovely merasa senang, seketika rasa kecewa karena lelah menunggu perlahan sirna.


"Untunglah makanan yang aku bawa masih bisa dimakan. Aku sudah dinginkan sebelum aku tutup tadi." Ucap Lovely setelah mencicipi makanan di dalam kotak makan.


"Kamu yang memasak?" Tanya Andrew.


"Ya, maafkan aku jika tidak sesuai seleramu. Aku sudah belajar semampuku pada papaku." Jawab Lovely santai.


Andrew tersenyum tipis, mengambil sendok langusung memakan masakan Lovely. Lovely terus menatap ke arah Andrew, Lovely penasaran bagaimana rasa masakannya.


"Bagaimana rasanya? Jika tidak enak bilang. Kita pesan saja, aku memang tidak pandai memasak." Ucap Lovely cemas jika masakannya gagal.

__ADS_1


"Ini enak. Hanya karena aku diam bukan berarti masakanmu tidak enak Love. Aku hanya sedang menikmati saja. Jangan berfikir macam-macam." Jawab Andrew.


Lovely tersenyum merasa senang, Lovely merebahkan kepalanya ke bahu Andrew. "Jadi bagaimana lukamu? Sudah lebih baik? Tanya Lovely.


Andrew terdiam, meletakan sendok dan menggenggam ringan tangannya. Andrew tidak ingin membuat Lovely khawatir, Andrew mengaku jika lukanya baik-baik saja.


"Lukaku baik-baik saja Love. Aku merawat lukaku dengan baik." Andrew berbohong, kenyataannya lukanya terbuka dan sangat sakit. Namun rasa sakit ditangannya tidak sebanding dengan rasa sakit hatinya saat harus kehilangan papa tercinta.


"Jangan melakukan hal bodoh lagi Andrew, jika ada apa-apa kamu harus ceritakan pada kami. Mamamu, saudara-saudaramu. Aku atau keluargaku, bukankah hatimu akan lebih tenang jika kamu berbagi beban mu bersama kami? Kami bisa memberimu saran, memberimu dukungan. Kami akan selalu ada untukmu Andrew." Lovely cemas, tidak ingin Andrew bertindak nekat.


Andrew hanya diam, tidak menjawab apa-apa. Lovely mengangkat kepala dan Menatap Andrew. Lovely bergeser dari posisinya sedikit menjauh, Andrew mengerutkan dahi menatap Lovely. Lovely tertawa, menepuk pahanya perlahan dan meminta Andrew berbaring di pangkuannya. Seketika wajah Andrew berubah, Andrew tertawa senang. Andrew mengangguk dan berbaring di pangkuan Loveky.


@@@@@..... @@@@@.....


Hallo..


Janga lupa like,, komen dan Sarany ya..


Terimakasih..


Bye bye..


♡Dea Anggie😉♡

__ADS_1


__ADS_2