
Lovely terus berusaha menghubungi papanya, ponsel papanya tidak bisa dihubungi. Lovely kesal, cemas dan panik, perasaannya campur aduk.
"Papa...." ucap Lovely lirih.
Lovely merasa tidak tenang dengan mimpinya. Perasaannya kacau, mimpi nya begitu mengerikan.
Tok..
Tok..
Tok..
Suara pintun kamar Lovely di ketuk, tidak lama terdengar suara Flip memanggilnya.
"Love, kamu sedang apa? Ayo kita pergi makan siang." Kata Flip, Flip sudah siap untuk pergi makan siang. Flip berdiri di depan pintu kamar Lovely.
Flip terus mengetuk pintu kamar Lovely.
Tok..
Tok..
Tok..
Didepan pintu kamar Flip menunggu, tidak ada jawaban atau apapun. Flip mengerutkan dahinya.
"Apa Lovely tidur, hmm.." Batin Flip.
"Aku akan melihatnya, jangan terus membuat kegaduhan dengan mengetuk pintu Flip." Kata Naomi yang langsung berjalan menembus pintu kamar Lovely.
"Ya ya ya.. hantu cerewet!" Guman Flip.
Didalam kamar Lovely sedang bersiap. Setelah keluar dari kamar mandi untuk mencuci muka Lovely bergegas merapikan diri, menyisir dan mengikat rambutnya. Lovely mengambil ponsel dan memasukan ponsel dalam tasnya lalu berjalan untuk membuka pintu. Naomi yang tau Lovely ingin keluar segera keluar dari kamar dan menemui Flip.
Diluat kamar, Naomi keluar dan mendekati Flip.
"Dia akan keluar, aku tidak ikut. Aku akan menunggumu di kamar. Nikmati harimu Flip." Naomi berjalan dan menembus masuk kamar Flip.
Flip menatap kepergian Naomi sampai masuk dalam kamarnya, Flip tidak mengatakan apa-apa. Pintu kamar Lovely terbuka, Lovely keluar dan menyapa Flip.
"Hai Flip, maaf aku tertidur tadi." Kata Lovely tersenyum.
Flip yang menatap kamarnya, memalingkan wajah menatap Lovely. Flip tersenyum tipis pada Lovely.
"Tidak masalah, ayo kita makan. Perutku sudah sangat lapar" Jawab Flip.
"Ayo.." kata Lovely.
Lovely dan Flip pergi, berjalan bersama meninggalkan hotel, Flip dan Lovely berencana makan siang bersama dan pergi jalan-jalan.
♡♡♡♡♡
Andrew tidak pergi ke kantor dan meminta sekertarisnya mengatur ulang jadwalnya. Andrew keluar dari kamarnya, Andrew melihat sekeliling dan menghela nafas panjang.
Biasanya meski hanya tinggal berdua bersama Lovely suasana ramai dan tidak sunyi seperti ini. Lovely selalu ceria dan banyak bicara, Lovely cekatan dan rajin bersih-bersih.
Bayang-banyang Lovely muncul, bayang-bayang di saat Lovely sedang bersih-bersih, bayang-bayang senyuman dan suara tawa Lovely. Andrew terdiam, mengepalkan tangannya. Andrew berjalan perlahan menuju kamar Lovely yang berada tidak jauh dari kamarnya.
Andrew berdiri di depan kamar dan membuka pintu kamar perlahan. Andrew masuk dan perlahan mendekati ranjang Lovely. Saat pintu kamar di buka, Andrew mencium aroma wangi khas Lovely. Lovely akan selalu menjaga kamarnya agar selalu bersih dan harum. Karenanya tidak heran Lovely suka mencuri masuk kamar Andrew untuk bersih-bersih dan merapikan seluruh kamarnya.
Andrew duduk di ranjang Lovely. Andrew meraba bantal Lovely dan meraba selimut Lovely.
"Love, apa kamu baik-baik saja? Kamu dimana? Aku sudah meminta beberapa orang mencarimu dan mereka belum menemukanmu. Aku merindukanmu.." batin Andrew.
Andrew berbaring di ranjang Lovely dan memeluk bantal Lovely. Andrew menangis merasa kesepian, Andrew ingin agar Lovely kembali padanya.
Sesuatu menyentuh kepala Andrew, membelai dan mengusap rambut Andrew. Andrew menutup mata merasakannya namun tidak ingin tau siapa yang menyentuh dan membelai kepalanya. Air matanya terus menetes, Andrew semakin erat memeluk bantal, Memendamkan wajahnya ke bantal.
"Andrew....." suara lembut Nikita memanggil.
__ADS_1
Andrew tidak merespon panggilan nikita, dan hanya diam. Nikita mendekat dan berbisik di telinga Andrew.
"Jangan sia-sia kan hidupmu anakku, kembalilah menjadi Andrew yang dahulu. Mama tidak menyalahkanmu, nak.." suara lembut Nikita membuat tubuh Andrew gemetar.
Nikita menatap Abed, Abed memegang tangan Andrew yang gemetar. Abed mengusap lembut tangan Andrew.
Andrew merasakan sesuatu yang dingin menyentuh tangannya, namun Andrew tidak mau melihat siapa yang menyentuh tanganyandan memilih tetap diam dalam posisinya.
"Andrew, kamu tidak ingin melihat papa dan mama?" Suara Abed memanggil Andrew.
Andrew masih diam, rasa takut, kesal dan bersalah masih saja menghantui Andrew. Andrew tahu jika papa dan mamanya datang, namun Andrew tidak ingin melihat atau bertemu papa dan mamanya.
"Kamu marah pada papa? Benar- benar tidak ingin melihat papa? Papa merindukamu Andrew.." Abed sedih melihat kondisi putranya yang begitu menyedihkan.
"Sebaiknya kita pergi, Andrew tidak ingin kita ganggu." Kata Nikita pada Abed.
"Papa pergi nak, maaf telah membuatku menjadi seperti ini. Ini bukan salahmu, papa tidak pernah menyalahkanmu untuk hal apapun. Kepergian papa bukan salahmu, papa lah yang tidak waspada dan tidak berhati-hati. Jangan selalu menyalahkan diri. (Abed mendekat dan berbisik) papa sedih melihatmu seperti ini, jujur saja papa juga kecewa nak. Tapi tidak apa, papa mengerti keadaanmu. Hanya satu permintaan papa, jadilah seperti Andrew kesayangan papa yang dulu. Papa menyayangimu, sangat sayang." Ucap Abed, Abed mencium kepala Andrew.
Andrew mere**s bantal yang di peluknya, air matanya keluar deras. Andrew memalingkan wajahnya dan memanggil papanya.
"Papa.... mama...." suara Andrew bergetar.
Andrew bangun dan duduk, Andrew melihat papa dan mamanya sudah jauh. Andrew menunduk, mengira papa dan mamanya benar-benar pergi. Dalam sekejap Abed dan Nikita sudah ada di samping Andrew.
"Jangan menangis, mama disini." Ucap Nikita.
Andrew mengangkat kepala dan menatap Nikita. "Mama.." suara Andrew mengecil dengan deraian air mata.
Nikita tersenyum menyeka air mata Andrew. "Jangan menangis sayang, jangan bersedih. Tersenyumlah seperti dulu, meski tidak ada papa dan mama di sampingmu bukankah masih ada mama Ha Na, Mic dan Matt? Mereka juga keluargamu nak. Jangan lupakan mereka, mereka juga sangat sayang padamu." Nikita menyakinkan Andrew.
Andrew memeluk Nikita, Andrew menangis dipelukan Nikita. Nikita mengusap-usap lembut kepala dan punggung Andrew, Nikita mengeratkan pelukannya.
Puas menangis dipelukan Nikita, Andrew melepas pelukan dan menatap Abed, tatapan mata yang begitu dalam membuat Abed tersentuh. Abet meraba wajah Andrew dan mengusap wajah Andrew, Abed menyeka air mata Abed.
"Papa merindukanmu nak.." kata Abed dengan senyuman hangat.
"Andrew juga pa.. maafkan Andrew.." Andrew menunduk, rasa bersalah kembali muncul dan menghantui.
Andrew kaget, matanya melebar mendengar ucapan Abed. Andrew mengingat kembali kejadian dimana dirinya menyiksa dan menyakiti Lovely.
"Jangan seperti papa Andrew, di masa lalu papamu ini adalah orang yang di benci semua orang. Biarkan keburukan itu berakhir pada papa, tidak akan ada pada kamu, Michael atau Mattew. Papa tidak akan membuat kalian menjadi monster seperti papa di masa lalu. Cukup papa yang mengalami itu, kamu mengerti nak. Papa mohon hentikan ini, biarkan semuanya berlalu. Jangan pikirkan hal-hal bodoh lagi, cukup nak, cukup.." Abed menunduk menangis.
"Papa maaf pa, Andrew bersalah. Andrew berjanji tidak akan seperti ini lagi." Andrew sedih melihat papanya menangis, hatinya seperti tercabik-cabik.
Abed mengangkat kepala dan menatap Andrew, "kemarilah, biarkan papa memelukmu. Biarkan papa menenangkanmu, menangislah, menjeritlah ungkapkan apa yang menjadi keluh kesahmu. Kemarilah nak, peluklah papamu ini." Abed tersenyum lebar merentangkan kedua tangan.
Andrew memeluk Abed, Andrew menangis sesenggukan. Abed hanya diam dan menepuk-nepuk punggung Andrew. Abed menatap Nikita, Nikita tersenyum. Abed meraih tangan Nikita dan menggenggam erat tangan Nikita.
Andrew menutup matanya merasakan kehangatan pelukan papanya, Andrew berusaha menenangkan hatinya. Saat menutup mata Andrew masuk dalam dunia lain. Dunia gelap tanpa cahaya, tidak ada siapa-siapa.
Tiba-tiba sosok aneh muncul berada jauh di hadapannya, mengenakan jubah bertutup kepala berwarna hitam. Tutup kepala terbuka, Andrew terkejut melihat sosok tersebut adalah dirinya, wajahnya pucat dan bermata merah. Memancarkan aura kemarahan dan kebencian.
"Kau bodoh Andrew! Siapa mereka, mereka bukan papa dan mamamu, mereka hanya mengasutku dan halanganimu untuk balas dendam. Pikirkan siapa yang membunuh papamu, jangan dengarkan mereka! Dengarkan aku, buru dan bunuh pembunuh papamu. Hahaha ayo Andrew lakukan apa yang aku perintahkan." Dengan suara dan tawa mengerikan sosok itu bicara pada Andrew.
Sosok lain muncul di sisi berbeda, cahaya terang menyinarinya. Sosok tersebut tidak sendiri, ada tiga sosok lain di belakangnya. Mata Andrew berusaha menyesuaikan cahaya silau di hadapannya.
Matanya melebar, sosok tersebut juga adalah dirinya. Ada Abed, Nikita dan juga Naomi.
"Jangan dengarkan Andrew, kau adalah aku, aku adalah kau! Papa, mama dan juga adikmu ada disini. Masih memihak iblis jahat itu? Tutup telingamu, tutup matamu biarkan keinginan hatimu berbicara, bebaskan kebencian, sakit hati dan rasa kecewamu. Lepaskan semuanya biarkan hidupmu diisi oleh harapan dan keyakinan, dan kepercayaan. Semua pasti baik-baik saja Andrew. Ingat kata-kata papamu, mamamu dan juga adikmu. Semua yang terjadi adalah jalan dan takdir sang pencipta. Kemarilah, ubah hatimu, ubah pikiranmu." Kata sosok itu dengan penuh keyakinan.
"Kemarilah nak.." suara Nikita.
"Andrew, jangan mengecewakan papa nak." Suara Abed.
"Kak, berjalanlah bersama kami. Kemarilah kak.." suara Naomi dengan tersenyum.
Andrew menatap kedua sisi, disisi kanan ada dirinya dan keluarganya. Disisi kiri dia hanya seorang diri, kepala Andrew menjadi pusing dan berat. Andrew berteriak dan memegang kepalanya, setiap kali hal itu muncul akan membuatkan menjerit histeris seperti hilang akal.
@@@@@... @@@@@...
__ADS_1
Hallo semua,
Apa kabar kalian semua? Semoga semua baik-baik saja.
Pasti penasaran kan, si Andrew bakalam baik atau makin menggila ya.. hayoooo.. hayoooooooo.. mana suaranya... hehe.. tunggu next episodenya ya.. pasti bakal lebih seru,, siapkan cemilan kalian..
❤❤❤❤❤
@@@@@... @@@@@..
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"