
Selesai mengisi perut, Brian dan Lovely keluar dari restorant dan berjalan perlahan kembali ke rumah sakit.
Lovely mengangkat kepala keatas dan merasakan hembusan angin. Udara malam yang dingin menembus masuk kedalam tulang.
"Haruskan aku bicara pada papa sekarang? Papa tidak akan marah kan?" Batin Lovely.
Lovely melangkah menggandeng lengan tangan Brian. Lovely berjalan perlahan beriringan dengan Brian. Gedung rumah sakit sudah terlihat, Lovely mencengkram kuat lengan Brian.
"Tidak ada apa-apa, jangan takut." Kata Brian menggengam erat tangan Lovely.
Brian menggandeng tangan Lovely masuk dalam gedung rumah sakit. Saat kaki Brian dan Lovely baru melangkah, Lovely membuka suara dan meminta papanya berhenti.
"Papa tunggu."kata Lovely, menarik tangan papanya agar berhenti melangkah.
Brian mengerutkan dahi dan menatap Lovely. "Ada apa sayang? Diluar sangat dingin. Lebih baik kita masuk kedalam." Jawab Brian.
Lovely melonggarkan rangkulannya dan berjalan masuk kedalam gedung rumah sakit. Brian mengajak Lovely duduk di ruang tunggu.
"Ayo duduk, papa lelah." Brian beralasan. Sebenarnya Brian tahu, jika Lovely ingin bicara sesuatu.
Lovely duduk di samping Brian, masih ada keraguan di hati Lovely.
"Ayo Love, mau sampai kapan kamu diam. Ayo bicara, papamu sudah meluangkan waktu untukmu." Batin Lovely.
Brian duduk bersandar dan melipat tangannya, Brian melurusakan kakinya sejajar kedepan mencari posisi yang nyaman.
"Sayangku... seberapa berat masalahmu nak, sampai kamu enggan bercerita kepada papa. Papa adalah papamu, papa pasti akan melindungimu. (Brian mulai tidak sabar) Brian tahan, jangan mendesak putrimu bicara. Tarik nafasmu.. (Brian menarik nafas), hembuskan nafasmu.. (Brian menghembusakan nafas) tenang kan dirimu, sabar Brian sabar..." dalam hati Brian meracau.
Brian diam menunggu Lovely bicara, suasana hening. Terlihat orang berlalu lalang dan orang yang sedang berbincang jauh dari Brian dan Lovely.
"Ayo Love, jangan takut. Ini papamu sendiri. Bukan papa orang lain, lebih baik jujur dan membuat papamu terluka daripada kamu terus berbohong yang akhirnya membuat dirimu tidak dipercaya lagi oleh papa dan keluargamu. Kamu pasti bisa Love, ayo.." batin Lovely menyemangati diri sendiri.
Lovely menarik nafas dalam dan membuang nafas perlahan. Lovely menatap papanya dengan tatapan mata penuh arti.
"Papa.."Lovely memanggil Brian.
"Ya sayang, katakan. Papa sudah menunggumu bicara. Papa berjanji akan mendengarkan kamu bicara dan tidak akan menyela kata-katamu. Papa akan bicara setelah kamu selesai bicara." Jawab Brian.
Mata Lovely melebar, Lovely tersenyum tipis. "Papa, papa sudah melihat lukaku bukan? Ini.. ini.. (tubuh Lovely gemetar) ini adalah.. (Lovely menutup mata) ini adalah bekas luka yang Andrew berikan padaku pa.." suara Lovely serak seperti ingin menangis.
Brian terkejut, matanya seketika melebar. Brian menutup matanya kilas, seketika itu juga hatinya pedih seperti tersayat. Putri yang di besarkan dengan penuh kasih sayang dan penuh cinta dianiaya oleh seseorang yang sudah dianggapnya anak sendiri. Brian masih diam, Brian tidak bicara sesuai janjinya pada Lovely.
"Aku hanya berusaha untuk menenangkan hatinya pa, aku terus memaksa agar Andrew tidak terus menetus menyalahkan diri sendiri. Karena aku sangat peduli padanya hingga aku terus mengekangnya. (Mata Lovely mulai berkaca-kaca) aku sedih saat melihatnya melukai dirinya sendiri. Aku sedih saat Andrew berteriak histeris seperti orang gila di dalam kamarnya. Keadaanya semakin hari semakin kacau, dia memang kompeten dalam pekerjaannya lepas dari itu dia selalu hilang kendali. Maafkan aku pa.. maafkan putrimu yang bodoh ini." Ucap Lovely sembari menangis.
Air mata Brian perlahan menetes, dadanya semakin lama semakin sesak. Brian menatap jauh kedepan dengan tatapan mata kosong. Brian tidak sanggup melihat kearah Lovely.
Lovely menunduk dan menangis, "aku.. aku.. aku.. (Lovely bicara terbata-bata) aku ingin agar Andrew kembali menjadi Andrew yang dulu, Andrew yang baik dan sabar. Tetapi putrimu ini sudah gagal pa, aku tidak bisa mengarahkannya kembali. Andrew memukulku dan menyiksaku, dia bahkan pernah hampir melakukan hal itu padaku. Aku harus bagaimana pa.. (Lovely menangis keras) terakhir kali dia membuatku hampir mati, dia mencekikku dan menggores lengan ku dengan pecahan gelas. Aku hanya bisa menutup mata dan memanggil papa, mama dan Alex saat itu." Lovely menceritakan keadaanya pada Brian.
"Oh Tuhan, bagaimana ini? Aku tidak sanggup menahan keluhan putriku lagi. Beri aku kekuatan, (tubuh Brian gemetar) apa yang harus aku lakukan. Ternyata semuanya jauh dari apa yang aku pikirkan. Putriku begitu menderita disini, namun dia tetap bertahan agar seseorang yang dikasihinya selalu berada pada jalan-Mu. Berilah aku kesabaran Tuhan, apa yang aku dengar memang sangat menyakitkan hati dan mengecewakan. Jangan jadikan itu sebagai senjata untukku melakukan hal bodoh. Beri aku kesabaran, beri aku kesabaran.. (Brian mengatur nafasnya berulang-ulang) dadaku sangat sesak, tubuhku mati rasa. Apa yang harus aku lakukan?" Batin Brian bertanya-tanya.
__ADS_1
Brian menunduk kilas lalu menatap ke arah Lovely yang terdiam dan menunduk. Perlahan tangan Brian mengusap lembut kepala Lovely.
"Papa bangga padamu sayangku, kamu adalah wanita luar biasa. Percayalah rasa sakitmu dan kesedihanmu akan tergantikan. Jangan berkecil hati karena kamu gagal membuat Andrew kembali pada jalan yang baik. Boleh papa bertanya?" Brian meraba wajah Lovely lembut dengan penuh perasaan.
Lovely mengangkat kepalanya dan menatap wajah papanya (Brian). Mata Brian sudah merah dan berkaca-kaca begitu juga Lovely.
Lovely mengangguk perlahan, "katakan pa, apa yang ingin papa katakan." Jawab Lovely.
"Apa kamu membenci Andrew? Jawab jujur sesuai isi hatimu." Kata Brian.
Lovely kembali menangis dan mengangguk. Air matanya kembali tumpah, "ya.. ada rasa benci yang terselip dalam hatiku pa.." suara Lovely gemetar.
Brian memeluk Lovely, mencoba memahami keadaan dan kodisi putrinya. Mencoba mengerti jeritan hati Lovely.
"KETIKA HATI KITA DI SAKITI, TUHAN MENGAJARKAN AGAR HATI KITA MAU DAN TETAP MENGAMPUNI."
"KETIKA HIDUP KITA DIHAKIMI HINGGA KITA MERASA TIDAK BERDAYA, TUHAN MENGAJARKAN KITA UNTUK MAU DAN TETAP MENGASIHI."
"itulah mengapa papa selalu mengajarkan KASIH dan selalu menanamkan kasih dalam hatimu. Janganlah membenci jika tidak ingin dibenci, jangan mencela jika tidak ingin dicela. Ingat yang papa katakan, doakan orang yang bersalah kepada kita. Sekalipun hatimu benar-benar hancur dan koyak selalu ingat akan KASIH. KASIH membawamu dalam kedamaian. Papa tidak marah jika kamu berkorban sampai terluka seperti ini, jika kamu bertanya apakah papa kecewa? Tentu papa kecewa, bukan kecewa padamu. Melainkan kecewa pada diri papa sendiri. Karena papa lalai menjaga dan melindungimu. (Brian mengusap rambut dan punggung Lovely) Setelah ini lihatlah Andrew, temui Andrew. Letakan tanganmu di dadanya katakan dalam hatimu dengan tulus, jika kamu mau memaafkan kesalahannya. Walau dia sudah melukai hati dan fisikmu, kamu tentu tau jika dia bukan Andrew melainkan roh jahat yang merasuk dalam tubuhnya. Bukan begitu? Andrew selalu di didik dengan baik oleh paman dan bibimu, karena kesedihan yang berlarut membuatnya hilang kendali. Pikiran dan hatinya kosong, sehingga roh jahat itu bisa masuk dan mengusai semuanya. Papa bicara seperti ini juga bukan memihak kepada Andrew, papa juga akan bicara pada Andrew nanti. Andrew juga bersalah dan harus minta maaf padamu. Jika dia mau menebus kesalahanya itu lebih bagus. Kamu mengerti maksud papa kan Love?" Brian dengan suara lembut dan penuh kesabaran bicara pada Lovely.
Lovely mengangguk, hatinya mulai tenang setelah papanya memeluknya dan memeberikan nasihat. "Aku mengerti pa, aku akan berusaha membuang rasa benciku. Aku akan selalu menanamkan kasih dalam hatiku." Jawab Lovely yang masih ada dalam pelukan Brian.
"Lain kali jika ada apa-apa bicaralah, sepahit apapun papamu ini akan mencoba menelannya. Jangan pernah ragu atau takut untuk bicara kebenaran kepada papa. Papa lebih menyukai kejujuran dari pada kebohongan, berkali-kali papa tekankan padamu. Sekecil apapun jangan pernah ada kebohongan, kebohongan hanya akan merugikan dirimu sendiri. Kebohongan kecil, akan menjadi kebohongan besar. Kebohongan satu akan menjadi kebohongan dua, kebohongan dua akan menjadi tiga dan seterusnya. Kebohongan memang manis sayang, kebohongan memang lebih mudah dilakukan. Namun itu hanya sesaat. Kebohongan tidak akan membuatmu hidup tenang, berbeda dengan kejujuran, sulit untuk di ungkapkan dan terasa pahit saat mulutmu mengucapkan nya namun kamu tau, kejujuran adalah obat mujarab yang akan melekat selamanya dalam hidupmu. Yang akan membuat hidupmu selalu tenang. Mulailah jujur pada dirimu sendiri mulai saat ini, ini bukan perintah atau paksaan nak. Ini adalah ajaran dan nasihat papa, selagi papa bisa membawa kalian dalam terang dunia kenapa papa harus menjerumuskan kalian kedalam lubang kegelapan. Papa dan mama bukan lah orang tua sempurna, kami juga pernah melakukan kesalahan. Namun kami berusaha agar kamu dan Alex hidup lebih baik lagi, menjadi anak-anak yang kuat, tangguh dan penuh kasih. Papa tidak memintamu harus hidup sempurna sayang, hiduplah dengan penuh suka cita dan penuh rasa syukur, itu saja sudah lebih dari cukup. Oh putriku... maafkan papa nak, maafkan papa.." Brian mencium kepala Lovely kilas dan memeluk erat Lovely.
Lovely mendengar dengan baik setiap perkataan papanya. "Aku berjanji pa, aku akan menjalani hidupku dengan baik. Aku akan penuh dengan sukacita dan penuh dengan ucapan rasa syukur. Menanmkan kasih dan kejujuran, terimakasih papa." Batin Lovely.
"Maafkan Lovely papa, karena sudah berbohong. Lovely berjanji itu adalah kebohongan pertama dan terakhir." Ucap Lovely.
Brian tersneyum menekan hidung Lovely perlahan. "Papa akan pegang kata-katamu, jika kamu berbohong lagi papa akan menghukummu." Kata Brian tersenyum lebar.
"Aku berjanji pa, terimakasih untuk semuanya. Aku mencintai papa, papa segalanya." Lovely menyeka air mata Brian dan mencium kening Brian.
Lovely memeluk Brian. "Terimakasih papa.."suara Lovely lembut.
"Terimakasih kembali, mau menjadi putri papa. Papa bangga padamu, papa sangat menyanyangimu, kasih sayang papa dan cinta papa padamu lebih besar dari pada kasih sayang, dan cinta papa pada diri sendiri. Kamu segalanya, kamulah hidup papa, putriku tersayang." Jawab Brian, dengan mata yang masih berkaca-kaca karena terharu.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
__ADS_1
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1