
Pelelangan berlangsung. Abed dengan tenang mengikuti acara, dari awal sampai saat acara lelang berjalan. Abed bersama dengan Simon Jack. Sesekali mereka berbincang dan tertawa bersama. Mata jahat terus mengawasi, Simon Jack dan Abed terus diawasi.
Acara lelang selesai, Simon Jack dan Abed berpindah tempat untuk minum bersama. Simon Jack merayu Abed agar mau minum meski hanya segelas. Karena mengenal dan pernah dekat sebelumnya, Abed menerima tawaran Simon Jack.
♡♡♡♡♡
Brian, Amelia dan Kim Ha Na menikmati hidangan yang di sajikan oleh penyelanggara pesta begitu juga Alex, Michael dan Mattew. Lovely dan Andrew datang dan duduk bersama, mereka mulai menikmati cake dan puding susu.
Andrew menyendok puding susu dan hendak melahap. Seketika pandangannya berubah menjadi gelap. Andrew melihat hal yang sama, namun kali ini Andrew berhasil mendekati orang yang di culik tersebut. Andrew melihat jam tangan milik Abed. Andrew kembali sadar dan langsung berdiri dari duduknya membuat kaget seluruh orang yang ada di meja. Semua menatap Andrew, Andrew mengeluarkan ponselnya menghubungi Abed, panggilan tersambung namun tidak dijawab. Andrew berusaha lagi, Andrew beberapa kali menghubungi Abed namun tidak ada jawaban.
Andrew memukul meja di depannya. "Sial!" Umpat Andrew.
Andrew manatap Kim Ha Na. "Ma, hubungi papa. Katakan pada papa untuk tetap berada dalam gedung. Jangan biarkan papa keluar atau pergi kemana- mana. Aku akan segera menyusul papa. Papa ada dalam bahaya." Kata Andrew, Andrew berlari pergi meninggalkan pesta.
Dengan langkah terburu buru Andrew pergi meninggalkan gedung temoat pesta bazar berlangsung. Andrew kesal kenapa baru menyadarinya sekarang, padahal mimpi dan gambaran selalu nyata terlihat.
"Aahhh bodoh sekali aku, kenapa tidak bisa tau dari awal! Jika aku tau, aku akan temani papa kepesta itu atau memaksa papa untuk ikut bersama mama. Andrew bodoh sekali kamu, sangat bodoh!" Andrew memaki dirinya sendiri.
Andrew gelisah, perasaannya benar-benar tidak enak. Pikiranya kacau, Andrew manambah laju kecepatan mobilnya agar bisa segera sampai digedung pesta tempat papanya berada.
♡♡♡♡♡
Ponsel Abed bergetar, Abed meraba ponselnya dan mengeluarkan dalam jasnya. Abed melihat layar ponsel dan melihat Kim Ha Na memanggilnya. Abed menerima panggilan, menutup satu telinganya agat bisa mendengar suara Kim Ha Na.
(Percakapan dalam telepon)
"Hallo, iya sayang. Ada apa?" Tanya Abed.
"Syukurlah kamu menerima panggilanku. Andrew tiba-tiba pergi." Kim Ha Na sudah berbicara dengan keras, namun karena keramaian Abed tidak bisa mendengar dengan jelas.
"Apa? Aku tidak dengar suaramu. Aku akan kesana sekarang. Tunggu aku." Abed menutup panggilan.
Abed berpamitan kepada Simon Jack dan beberapa teman yang lain. Abed menggenggam ponselnya erat berjalan menuju parkiran. Aska sudah terlebih dahulu pulang karena sedang ada urusan keluarga, terpaksa Abed pulang seorang diri.
Beberapa orang bergerak mengikuti Abed. Seseorang menghubungi atasannya dan mengatakan hika target bergerak dan akan segera di tangkap. Abed berjalan keluar gedung, Abed merasa sesuatu yang aneh. Berhenti dan berbalik, melihat sekeliling. Abed tidak melihat apa-apa karena orang yang
mengikutinya bersembunyi.
Abed berbalik dan kembali berjalan, langkahnya semakin cepat. Perasaannya tidak enak, Abed melihat ponsel dan berusaha menghubungi seseorang, belum sampai memanggil seseorang Abed sudah tersungkur karena pukulan di tengkuknya. Ponsel Abed terjatuh, Beberapa orang membawa Abed dalam mobil mereka. Ponsel Abed terinjak sampai retak.
__ADS_1
Abed dibawa pergi menuju sebuah tempat. Di perjalanan mata dan mulut Abed sudah lebih dulu di tutup agar tidak tau siapa yang menculinya dan berteriak. Tangan Abed juga diikat.
Sesampainya di sebuah rumah kosong Abed di bawa masuk dan diikat di kursi. Tubuh Abed disiram air, Abed tersadar namun tak dapat melihat apapun karena gelap dan dapat bicara karena mulutnya di tutup. Abed mengerang berusaha memberontak dan melepaskan tali yang mengikatnya. Beberapa orang membawa balok kayu dan memukuli Abed, Abed tak berteriak kesakitan namun tak bisa mengeluarkan suara karena mulutnya tertutup.
"Apa ini? Kenapa aku si pukuli seperti ini. Ahhh ini sakit sekali, badanku sakit. Kepalaku pusing." Batin Abed, Abed terua bergerak berusaha melepas tali yang mengikatnya.
♡♡♡♡♡
Andrew sampai dilokasi dan turun dari dalam mobil, Andrew berlari dan menginjak sesuatu. Andrew menemukan ponsel Abed. Andrew menggengam erat ponsel papanya dan berlari masuk dalam mobil. Andrew melesat pergi karena sudah dipastikan jika papanya sudah dibawa penculik. Andrew berusaha menemukan lokasi rumah kosong yang ada dalam ingatannya.
Andrew menangis memanggil papanya, Andrew sangat takut. Andrew menambah kecepatan laju mobilnya diatas rata rata. Andrew sudah tidak peduli apa-apa lagi. Yang dia pedulikan hanya keselamatan papanya.
Ponsel Andrew berdering, Andrew tak menghiraukannya. Pikirannya terus mengingat jalan dan lokasi rumah yang dilihatnya. Andrew beberapa kali menyeka air matanya, perasaanya sudah sangat kacau.
♡♡♡♡♡
Abed terus disiksa sampai lemas. Abed tidak bisa melawan bahakan sudah tidak bisa bergerak. Tubuhnya seakan mati rasa, sekujur tubuh Abed sudah penuh luka.
"Hahaha.. kamu akan mati dan bertemu anak istrimu." Suara seorang pria yang sedang bahagia menyiksa seseorang di depannya.
"Minggir, bos mengatakan ini harus di akhiri!" Seseorang lain datang dan langsung mengeluarkan pistol dari saku jasnya.
Samar samar Abed melihat Nikita dan putrinya dalam pandangannya yang gelap. Abed melihat Nikita dan Naomi sedang menangis. Dada Abed terasa sangat sesak. "NIKI.. NAOMI.. ANDREW.." Batin Abed dengan menahan kesakitan.
(Suara tembakan)
Seseorang membidik dan melesatkan tembakan tepat mengenai kepala Abed. Darah segar keluar mengalir dan membasahi tubuh Abed.
♡♡♡♡♡
Andrew hampir saja mengalami kecelakaan. Andrew hampir bertabrakan dengan mobil yang ada didepannya. Tiba tiba saja tubuhnya mati rasa dan tidak dapat mengendalikan kemudi, jantungnya berdebar dengan kencang. Tangannya gemetar. Andrew berhrnti sesaat, tidak lama kemudian Andrew melanjutkan perjalanannya mencari rumah kosong tersebut.
♡♡♡♡♡
Orang kepercayaan Julian Roobs mendapat panggilan dari orangnya melaporkan jika Simon Jack sudah tiada. Orang kepercayaan Julian Roobs tersenyum dan memutus panggilan, hendak menghubungi Julian Roobs memberi kabar. Matanya menatap sekitar pesta mencari tuan besarnya. Matanya seakan ingin lepas dari tempatnya, seseorang tersebut melihat jika Simon Jack masih ada di pesta bahkan bertegur sapa dengan Marco Roobs.
Seseorang itu kembali menghubungi bawahannya. Panggilannya ditetima.
(Percakapan dalam telepon)
__ADS_1
"Kirim foto orang yang sudah kalian tangkap itu. Sekarang! Cepat.." bicara dengan nada panik.
"Baik tuan, langsung saya kirim. Tunggu." Mengambil gambar Abed dan mengirim kepada orang kepercayaan Julian Roobs.
Orang kepercayaan Julian Roobs melihat gambar dan terkajut, pakaiannya mirip dengan Simon jack. Model dan warna yang sama hanya berbeda pada dasi yang dikenakan saja. Seseorang tersebut kesal dan langsung memaki orang orangnya. "Kalian bodoh! Kenapa bisa salah orang, orang yang bersama kalian bukan Simon Jack. Kalian bagaimana bisa salah menagkap orang. Bodoh! Bodoh!" Marah dan kesal karena misinya gagal.
"Apa kami salah orang? Lalu bagaimana ini tuan?" Bingung dan panik karena salah sasaran.
" aku akan hubungi tuan muda, kalian cepat tinggalkan rumah itu. Jangan tinggalkan barang bukti apapun. Cepat pergi." Perintahnya kepada orang orangnya.
"Ba-baik tuan. Kami akan lakukan perintah anda." Memutus panggilan dan bergegas pergi meninggalkan rumah kosong termpat Abed terbunuh.
♡♡♡♡♡
Julian Roobs sedang duduk menikmati Wine. Ponselnya berdering, Julian menerima panggilan dari orang kepercayaannya.
(Panggilan di telepon)
"Hallo, bagaimana? Sudah kamu selesaikan?" Tanya Julian.
"Maafkan kami tuan, misi gagal. Orang orang kita salah sasaran dan sudah salah membunuh orang." Menjelaskan dengan suara gemetar.
"Apa? Bagaimana bisa. Ahhh kacau! Kalian benar-benar tidak becus bekerja. Bukankah aku sudah berikan foto pak tua Simon Jack padamu? Bagaimana bisa salah orang. Aku ingin sekali membunuhmu sekarang!" Julian marah, memaki orang kepercayaannya.
"Maafkam saya tuan, seperti orang kita tidak memahami gambar yang saya kirimkan. Karena saya baru saja mengambil gambar baru, dari posisi belakang. Dan disaat yang sama Simon Jack sedang berada bersama seseorang. Jas yang mereka kenakan sama. Saya tidak detail memberi informasi." Jelas ormag kepercayaan Julian.
"Tarik kembali orang orangmu, aku akan kembali kesana sekarang. Sial! Kenapa aku bisa percaya kepada orang bodoh sepertimu. Perkerjaan kecil saja tidak bisa! Kalian membuatku marah! Aaaarrrrgggghhhh!!!!!!!!" Memutus panggilan, Julian marah dan kesal, pergi meninggalkan pesta bazar.
Julian dengan cepat berjalan meninggalkan gedung, masuk dalam mobilnya dan melesat pergi bersama perngawal dan asistennya menuju gedung lokasi pesta lelang.
@@@@@...... @@@@@.....
Hallo hallo..
Jangan lupa like,, komen dan vote ya..
Terimakasih sudah mau mampir membaca..
Sampai jumpa di next episode, siapin hati kalian buat menerima kenyataan.. Maafkan saya harus membuat Abed tiada karena dari sinilah awal kisah Andrew dan Lovely dimulai juda dengan adanya Julian yang sebenarnya memiliki dua muka. Maafkan saya semua, saya terpaksa melakukan ini karena beginilah yang seharusnya terjadi..
__ADS_1
Bye bye..
♡Dea Anggie😉♡