Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
S2 - EPISODE 169


__ADS_3

Andrew diantar pulang oleh Seira dengan taxi. Seira dan Abed sudah sama-sama mabuk. Seira meminta supir taxi untuk menunggunya, karena harus mengantar Andrew sampai depan pintu rumah. Supir taxi mengiyakan bahkan menawarkan bantuan, namun Seira menolak. Dan langsung memapah Andrew berjalan mendekati pinru utama rumahnya, meski dengan langkah sempoyongan Seira masih mampu berjalan memapah Andrew.


"Pulanglah Seira, aku baik-baik saja." Ucap Andrew.


"Ya aku akan pulang setelah aku melihatmu masuk kedalam rumahmu." Jawab Seira, Seira cemas jika terjadi sesuatu pada Andrew.


Seira menekan bel rumah beberapa kali, Andrew menghela nafads dan meraba saku celanya ingin mengambil kunci rumah. Belum sampai kunci dikeluarkan pintu sudah terbuka, Lovely keluar dan terkejut melihat Andrew yang mabuk berat. Lovely juga melihat kearah Seira, Lovely menatap dari bawah ke atas. Seira memakai pakaian sexy dan ketat menonjolkan buah dadanya yang besar, meski sudah mengenakan mantel namun kesexyan Seira masih terlihat.


"Maaf nona, aku mengantar Andrew karena dia sudah cukup mabuk. Dia minum banyak wine dan aku melarangnya pulang dengan mobil, aku minta maaf sudah mengganggumu." Kata Seira dengan suara lembut.


"Pulanglah Sei, aku sudah baik-baik saja." Kata Andrew.


"Ya.. aku akan pulang, masuklah dan cepat tidur. Bye Andrew.." Seira melambaikan tangan dan berbalik pergi meninggalkan Lovely dan Andrew.


Seira membuka pintu taxi dan masuk ke dalam taxi. Taxi melesat pergi membawa Seira meninggalkan rumah Andrew.


Lovely melihat Andrew berjalan masuk kedalam rumah dengan langkah lamban. Lovely menutup pintu dan mengunci pintu. Lovely berjalan cepat, bergegas menolong Andrew, membantu memepah Andrew. Andrew menepis tangan Lovely dan menolak bantuan dari Lovely.


"Jangan menyentuhku! Aku tidak butuh bantuanmu, aku bisa berjalan sendiri tanpa bantuanmu. Aku tidak buta Love!" Andrew kembali berkata kasar, kata-kata Andrew benar-benar menusuk.


"Aku tau kamu tidak buta, aku hanya ingij membantumu. Apa itu salah?" Kata Lovely dengan lemah lembut.


"Salah! Aku tidak mmebutuhkan bantuanmu! Urus saja urusanmu sendiri, jangan pedulikan aku." Andrew kembali berjalan.


Andrew memegang kepalanya yang twrasa semakin pusing dan berat. Andrew menggelengkan kepala perlahan agar tersadar. Andrew melangkah dan hampir jatuh, Lovely langsung membantu dan menolong Andrew. Andrew mendorong Lovely ke dinding tak ingin bantuan dari Lovely.


Meski sudah di dorong dan diperlakukan kasar dengan sabar Lovely masih mengikuti Andrew di belakang. Lovely tak ingin Andrew sampai jatuh dan terluka. Andrew membuka pintu kamar dan masuk, dengan cepat Andrew membanting pintu kamar dan hampir saja Lovely terhempas pintu kamar.


Lovely terkejut, menghela nafas panjang. Lovely berbalik menuju dapur dan mengambil air minum untuk Andrew. Lovely membawa air minum di gelas berjalan menuju kamar Andrew. Lovely membuka pintu dan masuk, menutup pintu perlahan.


Lovely melihat baju Andrew yang berserakan di lantai. Lovely memungut baju Andrew dan meletakan di sofa. Lovely melihat sekeliling kamar, tidak melihat Andrew. Pintu kamar mandi terbuka, Andrew keluar dari kamar mandi dengan wajah basah dan ada handuk di tangannya. Andrew bertelanjang dada, hanya menggunakan celana panjang.


Andrew menyeka wajahnya yang basah, meletakan handuk di sofa. Andrew melewati Lovely begitu saja tanpa bicara tanpa melihat Lovely. Lovely membawa gelas berisi air madu dan menahan Andrew, Love menahan tangan Andrew dan menghentikan langkah Andrew.


"Minumlah ini Andrew, aku membawakan air untukmu. Setelah itu kamu bisa istirahat." Kata Lovely dengan suara lembut.


Andrew dengan cepat berbalik, Andrew menerima air minum pemberian Lovely. Andrew tersenyum manis pada Lovely. Lovely senang karena Andrew mau menerima pemberiaanya. Setelah menerima gelas berisi Air, dengan sengaja Andrew melempar gelas ke dinding dan membuat Lovely terkejut. Lovely melihat gelas yang di lempar oleh Andrew, Andrew tersenyum dingin dan menatap Lovely tajam.


"Jangan pedulikan aku! Kamu tidak dengar?" Andrew kesal.


"Cukup Andrew! (Menatap Andrew tajam) aku berusaha dengan baik memahamimu. Aku selalu bersabar padamu, jika kamu menolak tidak perlu melempar gelas seperti itu. Aku mencintaimu karena itu aku peduli padamu, meski kamu berubah aku akan tetap mencintaimu." Lovely hanya kesal sesaat namun kembali bersikap lembut. Lovely ingat jika kekesalan hanya akan membuatnya dalam masalah. Lovely kembali mengalah kepada Andrew.


"Pergi!" Andrew membentak Lovely.


"Semakin kaku menghindar dariku, aku akan semakin mendekat padamu. Semakin kamu bicara kasar padaku, aku akan semakin lemah lembut. Aku akan menerima semuanya, aku sudah siapkan hatiku seluas angkasa untuk menampung murkamu, menampung kemarahanmu" Lovely tersenyum manis pada Andrew.


Andrew mengepalkan tangan menarik tangan Lovely mendekat padanya. "Dengar baik-baik, ini terakhir kalinya aku bicara padamu. Jangan pernah menguruhiku, ataupun peduli padaku lagi. Lakukan apa maumu Love, jangan selalu memancing emosiku. Aku bisa membencimu." Kata Andrew berbisik di telinga Lovely.


Lovely tertawa keras, "hahaha.. apa kamu mengancamku? Silahkan saja. Aku tidak peduli dan tidak takut pada ancamanmu." Kata Lovely dengan penuh keyakinan.


Andrew geram, Lovely benar-benar tidak menurut dan berani membantahnya. Andrew mencengkram tangan Lovely dengan kuat, Lovely menahan rasa sakit, Lovely menggigit bibir bawahnya. Andrew yang melihat Love menahan rasa sakit merasa senang.

__ADS_1


"Apa ini sakit? (Mengangkat tangan Lovely dan mencengkram lebih kuat) aku bertanya, apa ini sakit Lovely?" Bentak Andrew.


"Ti..tidak sakit, (berbohong) ini tidak sakit." Jawab Lovely.


Andrew melempar Lovely ke atas ranjangnya, Andrew menindih dan menahan tangan Lovely. Andrew hendak mencium bibir Lovely namun Lovely menolak, Lovely memalingkan wajah sehingga Andrew tidak bisa mencium bibir Lovely.


Andrew mengeratkan gigi, "kamu mengatakan kamu mencintaiku, kenapa tidak ingin aku menciummu? Bukankah ini yang kamu mau, atau perlu kita lakukan itu? Aku akan memuaskanmu, aku tidak akan mengecewakanmu." Andrew geram.


Lovely terdiam, tidak bicara. Lovely terus berpaling dan tidak ingin menatap Andrew. Lovely menutup mata kilas menahan air matanya jatuh.


"Kenapa kamu seperti ini Andrew? Aku mencintai bukan berarti kamu bisa seperti ini padaku. Aku memang suka menggodamu dulu, tetapi sikapmu manisa dan kamu begitu lembut. Sangat berbeda dengan sekarang, kamu begitu kasar dan selalu melakukan kekerasan padaku. Membuat hatiku hancur." Batin Lovely.


Andrew mencengkram memegang dua tangan Lovely dengan satu tangannya dan mencengkram dagu Lovely dengan satu tangan lainnya. Andrew mencium apksa Lovely dengan brutal, membuat Lovely kehabisan nafas. Lovely menggigit bibir Andrew hingga berdarah, Lovely menatap tajam pada Andrew. Andrew langsung menampar Lovely beberpa kali sampai sudut bibir Lovely berdarah dan pipi Lovely merah lebam.


Andrew mendekati wajah Lovely dan menjilat darah yang ada di sudut bibir Lovely. Lovely mendengus, merasakan perih seketika memalingkan wajah. Andrew merasa tersinggung dan kembali menampar Lovely. Andrew berdiri dan menarik tangan Lovely sampai turun dari ranjang, Andrew mendorong Lovely menempel di lemarinya. Andrew membuka lemari dan melihat dasinya, Andrew meraih dasinya, langsung mengikat tangan Lovely.


Andrew kembali melempar Lovely ke ranjang. Dan menarik baju Lovely hingga sobek, Lovely melebarkan mata dan berteriak meminta Andrew menghentikan perbuatannya. "Brengs*k! Apa yang akan kamu lakukan, apa kamu sudah gila?" Andrew tak menggubris kembali mencengkram dagu Lovely.


"Diam! Atau aku akan membunuhmu!" Andrew mengancam.


Andrew mengusap dada Lovely, Lovely menutup matanya dan menendang kuat perut Andrew sampai Andrew jatuh. Andrew memegang perutnya dan mengeluh.


"Sial! Wanita tidak tau di untung! Sudah bagusa aku tidak menghabisimu. Kamu membuatku kesal Love jangan salahkan aku jika aku berbuat keji padamu." Andrew menahan rasa sakit, Andrew memalingakan wajah dan melihat pecahan gelas. Andrew tersenyum, meraih pecahan gelas tersebut.


Andrew berdiri dan menatap kearah ranjang, Lovely sudah tidak ada. Lovely berusaha lari mendekati pintu, Andrew mengejar Lovely, mendorong Lovely hingga jatuh ke lantai. Lovely berteriak minta tolong, Andrew membungkam mulut Lovely.


"Diam! Jangan berteriak, atau akau akan benar-benar membunuhmu." Andrew menatap tajam, mendekatkan pecahan gelas di hadapan Lovely.


"Hemmhhmmm.. (menahan rasa sakit) jangan bunuh aku Andrew, ampun.." rintih Lovely.


Andrew tersenyum senang, mengusap darah Lovely yang mengalir dengan jari telunjuk tangan kanannya. Andrew mendekati lengan Lovely yang tergores dan menjilat darah Lovely.


"Hmm.. darahmu manis Love. Aku suka! Jika kamu tidak patuh aku akan menggores seluruh tubuhmu. Apa kamu mengerti?" Kata Andrew yang kembali menjilati jati telunjuknya yang berlumuran darah.


Lovely terdiam, mengepalkan dua tangannya yang tetikat. Rasa takut mengalahkan rasa sakit karena goresan pecahan gelas, kaki Lovely gemetaran. Andrew semakin menggila, Andrew bahkan mengancam akan membunuhnya.


"Aku harus pergi, jika tidak aku pasti akan mati. Tidak..! Andrew yang ada di hadapanku bukan manusia lagi, dia sudah seperti iblis! Tidak ada yang bsia menolongku, jika aku mati bagaimana? Apa yang harus aku lakukan sekarang. Andrew terus menikmati luka di lenganku." Batin Lovely.


Lovely menutup matanya membayangankan papanya, membayangkan mamanya dan juga adiknya. Dalam hatinya menjerit..


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..

__ADS_1


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta)


•Perfect Father


•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2