
Lovely terbangun dari tidurnya. Lovely melihat Andrew sudah tidak ada, Lovely menemukan secarik kertas ditangannya. Lovely membaca tulisan tersebut. Ternyata Andrew sudah pulang lebih dulu karena merasa tidak nyaman di rumah sakit. Lovely merasa kecewa lagi-lagi merasa seperti sampah yang sudah dibuang. Lovely mengambil ponsel dalam tasnya, berniat memanggil taxi.
Matanya tertuju pada layar ponsel, ada pesan dari papanya. Lovely membuka dan membaca isi pesan dari Brian. Mata Lovely berkaca-kaca dan akhirnya air matanya tumpah. Ponselnya berdering, Lovely terkejut ternyata panggilan dari Brian. Lovely menyeka air matanya dan mengatur nafas. Lovely menerima panggilan dari Brian.
(Percakapan di telepon)
"Hallo pa.." jawab Lovely.
"Hallo sayang, bagaimana kabarmu? Kamu sibuk?" Tanya Brian penasaran.
"Hmm tidak pa, aku hanya sedang bersantai saja." Jawab Lovely berusaha tenang.
"Apa kamu yakin baik-baik saja?" Brian kembali bertanya pada Lovely. Karena merasa tidak yakin jika putrinya dalam keadaan baik-baik saja.
"Aku baik-baik saja pa. Papa apa kabar? Papa baik?" Tanya Lovely.
"papa baik sayang, jaga dirimu baik-baik disana. Ingat jika ada apa-apa katakan pada papa. Jangan menunggu papa dengar kabarmu tidak baik dari orang lain. Papa akan marah besar padamu." Brian mengomel.
"Oke papa, jangan terus mengomel. Telinga Lovely sakit papa. Papa jangan terlambat makan, nanti Lovely hubungi papa. Bye papa, i love you.." Lovely berbicara manis pada Brian, membuat hati Brian senang.
"Baiklah, selamat bekerja sayang. Papa juga mencintaimu. Bye.." Brian memutus panggilannya.
Lovely menghela nafas panjang, memasukan ponselnya dalam tas. Lovely berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan. Lovely bertanya kepada petugas administrasi menanyakan biaya rumah sakit. Petugas administrasi p⁰mengatakan jika Andrew sudah membayar biaya tagihan perawatan rumah sakit. Lovely ber oh ria dan pergi meninggalkan tempat tersebut, Lovely berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk kembali ke rumah. Hatinya masih merasa kesal mengingat perlakuan Andrew padanya.
♡♡♡♡♡
Andrew kembali kekantor dan bekerja seperti biasa. Perban yang melingkar di kepalanya di lepas dan hanya di ganti dengan palster untuk menutupi luka di dahinya. Semua terkejut melihat kondisi Andrew, tidak ada yang berani bertanya atau mengusik Andrew. Mengingat saat di rapat ada dua orang staf adminitrasi yang dipecat karena salah membuat laporan.
Sekertaris Andrew merasa bingung, secepat itu bosnya pulang dari rumah sakit. Dan yang lebih mengherankan bosnya tidak berangkat kekantor bersama Lovely. Sekertaris Andrew tidak berani berburuk sangka dan terlalu mencampuri urusan atasannya. Karena dia tidak mau kehilangan posisinya apalagi sampai kehilangan pekerjaanya.
__ADS_1
Diruanganya Andrew sedang memeriksa laporan. Sikapnya yang diam dan dingin membuatnya semakin misterius. Andrew terlihat fokus bekerja dan tidak terlihat dalam masalah atau terlihat kacau seperti hari sebelumnya.
Ponselnya berdering, panggilan masuk dari seorang yang memberikannya informasi. Andrew mengambil ponselnya di meja dan menerima panggilan.
(Percakapan di telepon)
"Katakan, ada informasi apa?" Tanya Andrew tanpa bertele-tele.
"Tuan, saya ingin memberikan informasi mengenai Somon Jack. Simon Jack mempunyai seorang istri dan seorang putri. Namun istri dan putrinya meninggal karena kecelakaan beberapa bulan yang lalu. Kecelakaan di duga karena supirnya yang mengantuk dan mobil yang di tumpangi menabrak truk. Simon Jack juga mempunyai andil dalam perdagangan gelap. Bisnis haram dan prostitusi. Tidak mempunyai musuh di dunia bisnis karena Simon Jack adalah orang yang royal dalam berinvestasi" Seseorang di ujung telepon menjelaskan dengan detail apa yang di ketahuinya.
"Sudah temukan rumah Simon Jack? Atau tempat yang baisa dia kunjungi?" Tanya Andrew.
"Rumah Simon Jack ada di pusat timur kota tuan. Dan kegiatan Simon Jack setiap malam adalah pergi ke Clubnya. Bertemu dengan teman-temannya. Apakah ada perintah, tuan?" Kembali bertanya kepada Andrew.
"Berikan alamat Clubnya padaku, tugasmu mengawasi rumah Simon Jack. Beritahu aku jika kamu menemukan sesuatu yang mencurigakan." Perintah Andrew.
"Baik tuan saya akan kirim alamat Clubnya pada anda. Dan saya akan melaksanakam perintah anda untuk rmngawasi kediaman Simon Jack.
"Bagus! Aku akan mentransfer sisa uangmu." Andrew memutus panggilannya.
"Jika dugaanku benar, orang-orang tersebut mengincar Simon Jack dan orang-orang itu bukan musuh yang berasal dari rekan bisnis melainkan musuh dari dunia gelapnya. Untuk mengetahui dunia gelap Simon Jack hanya ada satu cara, pergi ke Clubnya dan menggali informasi sebanyak-banyaknya. Aku harus bisa menemukan kebenarannya, aku harus temukan pelaku-pelaku yang sudah menghabisi nyawa papaku. Aku akan habisi semuanya sampai ke akarnya!" Andrew bicara dengan penuh kebencian.
♡♡♡♡♡
Julian Roobs sedang duduk bersantai diruangannya. Ponselnya berrdering, panggilan dari teman lamanya. Julian Roobs menerima panggilan dari temannya.
(Percakapan dalam telepon)
"Hallo.." sapa Julian.
"Hai, tuan muda Roobs bagaimana kabarmu? Ayo kita bertemu dan minum beberapa gelas wine."kata Teman Julian.
__ADS_1
"Hai teman, lama tidak berjumpa. Kabarku selalu baik bagaimana denganmu?dimana baiklah dimana kita bertemu?" Tanya Julian.
"Club S.. pukul 9 malam. Aku sudah pesan ruanga untuk kita. Jangan lupa bawa kekasihmu. Ayo kita bersenang senang. Haha.. " Teman Julian menggoda Julian.
"Kekasih? Aku tidak punya kekasih. Aku masih ingin mencari yang sempurna untukku. (Membayangkan Lovely, saat dirinya melihat Lovely. Tangan Julian menggenggam erat, mata Julian menutup perlahan. Julian masih ingat lembut dan wangi aroma tubuh Lovely) aku akan mengenalkannya padamu jika aku sudan temuman dia." Kata Julian.
"Wow.. apa itu? Siapa wanita incaranmu kawan? Dia pasti wanita yang sangat cantik. Sejauh ini semua wanita-wanitamu cantik dan sexy." Ucap temannya yang membuat Julian bangga dan besar kepala.
"Sudalah, kita bahas lagi saat kita bertemu nanti, sampai bertemu di Club S." Kata Julian mengakhiri panggilan.
Julian meletakan ponselnya di meja, senyumnya mengembang. "Akhirnya aku bisa pergi bersenang-senang lagi. Aku akan melupakan sejenak masalahku dengan pak tua Simon Jack itu. Sial! Jika aku ingat-ingat perbuatanya sungguh menjijikan! Beraninya menipuku. Aku JR (Julian Roobs) tidak akan mengampunimu Simon Jack. Aku akan menghabisimu dan mengambil kembali semua hak ku."
@@@@@..... @@@@@.....
Hallo hallo hallo...
Ketemu lagi kita..
Apa kabar kalian semuaaaa??
Harus baik ya,, tetap sehat dan bahagia..
Jangan kemana-mana masih ada episode selanjutnya lho..
Jangan lupa beri like,, komen dan vote ya..
bantu beri ranting bintang ☆ juga teman teman..
Terimakasih banyak..
Bye bye..
__ADS_1
♡Dea Anggie😉♡