
Amerika..
Amelia masih sibuk di dapur, karena tidak bisa tidur Amelia menyibukan diri membersihka dan memerikaa peralatan makam di dapur. Amelia seorang diri di dapur, Brian dan Alex sudah pergi beristirahat.
Amelia mengelap peralatan makan dengan lap dan menata di lemari. Karena terserang flu Amelia merasa jika tubuhnya tidak baik, "walaupu sudah minum obat tetap saja aku tidak bisa tidur. Aku tiba-tiba saja rindu kepada Lovely, apakah dia baik-baik saja? (Amelia menatap jam dinding) ini sudah pukul 8 malam, disana sudah tengah malam. Pasti sudah tidur, ahh sedih sekali saat keluarga terpisah seperti ini." Batin Amelia.
Amelia merasakan sesuatu, tiba-tiba jantungnya berdebat kencang. Tangannya gemetar, Amelia berusaha tenang dan mengatur nafasnya. Amelia melihat gelas kesayangan Lovely, berniat membersihkan dan menyimpannya gelas Lovely. Amelia mengangkat gelas Lovely, karena tangannya gemetar akhirnya gelas Lovely jatuh dan pecah.
Praaankkkk..
(Suara gelas pecah)
Amelia kaget, Amelia jongkok, memungut dan mengumpulkan pecahan gelas berniat membersihkan. Namun jari tanganya tergores pecahan dan terluka, "ahh.. (Amelia menghisap jari telunjuk tangan kanannya yang terluka) ceroboh sekali, kenapa aku bisa menjatuhkan gelas kesayangan Lovely. Jika tau gelasnya pecah dia akan sedih, gelas ini adalah gelas hadiah dari Brian. Amelia apa yang kamu pikirkan, tidur tidak bisa sekarang yang ada hanya membuat masalah." Guman Amelia.
Amelia berdiri dan mencari kotak obat, Amelia membuka kotak obat dan mengambil plester lalu membalut luka di jari telunjuknya. Amelia mengatur nafasnya dan kembali membereskan pecahan gelas yang berserakan di lantai. Hati Amelia masih resah dan gelisah, jantungnya berdebar kencang tidak karuan.
Brian sedang beristirahat di kamarnya. Posisi tidurnya berubah-ubah, tidurnya tidak nyaman dan tidak nyenyak. Keringat dingin keluar membasahi dahi Brian, ternyata Brian sedang bermimpi buruk. Dalam mimpinya Brian sedang berdiri di depan kamar Lovely, saat Brian membuka pintu kamar Lovely, Brian melihat seseorang berdiri menatap jauh ke arah jendela.
Brian perlaha mendekat dan bicara. "Love, itu kamu sayang?" Tanya Brian berjalan mendekat.
Hiks..
Hiks..
Hiks..
Hiks..
Hiks..
\(Suara tangisan\)
Brian mengerutkan dahinya, masih penasaran dengan siapa seseorang yang berdiri tidak jauh darinya. Brian memberanikan diri mendekati seseorang itu, jika di lihat dari postur tubuh sangat mirip seperti Lovely.
"Love.. itu kamu? Ada apa? Kenapa menangis sayang? Kemarilah, biarkan papa melihatmu." Brian terus melihat seseorang di depannya yang terus menangis.
Brian ada di belakang seseorang yang diyakini oleh Brian adalah Lovely. Brian mengankat tangannya perlahan memegang bahu seseorang didepannya.
Hiks..
Hiks..
Hiks..
(Suara tangisan)
"Pa.. pa.." suara Lovely lirih, Brian terkejut mendengar suara Lovely yang lemas tak berdaya memanggilnya.
"Sayang, ada apa?" Brian kembali bertanya karena khawatir.
Seseorang di depan Brian memalingkan wajah, dan benar saja jika itu Lovely. Wajahnya terlihat sangat sedih, tiba\-tiba saja Lovely berjalan dan membuka pintu dan keluar ke teras depan kamarnya. Brian mengikuti Lovely, Lovely naik ke dinding pembatas dan langsung melompat. Membuat Brian langsung berteriak kencang memanggil Lovely.
"Tidaaakkk.. Lovely.." teriak Brian.
Seketika mata Brian terbuka. "Love.." teriak Brian.
Brian langsung bangun, duduk bersandar bantal. Brian mengambil air minum di atas meja yang ada di samping ranjang. Tangan Brian gemetar, sampai-sampai air dalam gelas bergoyang yang meluap kelaur. Brian meneguk hanis air minum dalam sekali minum, jantungnya berdebar-debar. Pikiran Brian kacau, ini adalah mimpi terburuk yang pernah di alaminya.
Brian meletakan gelas kosong dimeja dan mengatur nafasnya. Tubuh Brian seakan lemah dan tidak bertenaga, Brian memejamkan mata dan melipat tangan. Brian mulai berdoa,
"Ampuni kami untuk semua kesalan kami. Terutama setiap hati kami, dimana hati ini terkadang memiliki niatan yang buruk yang bisa datang tanpa di duga. Lindungi kami, jauhkan kami dari hal-hal buruk. Tuhan.. aku serahkan semua dalam tangan-Mu. Aku percaya Tuhan melindungi kami, memberi pertolongan kepada kami di saat kami dalam kesulitan dan kesesakan. Keresahan hati ini biarlah menjadi pengingat kami jika kami masih bisa mengandalkan doa sebagai harapan. (Brian menangis) Lindungi putri kami, ampunilah dia jika dia berbuat salah. Kami tahu Kasih-Mu begitu besar, jauhkan dia dari orang-orang jahat dan hal-hal buruk. Jagalah selalu hati dan pikirannya juga ucapanya agar tidak menyimpang dari pada-Mu. Dengarlah seru doaku Tuhan, hanya ini yang hamba-Mu pinta. Jagai selalu istri, kedua anak anak ku dan juga semua anggota keluargaku. Yang sakit Engkau pulihkan, yang sehat Engkau jagai, dan yang salah Engkau ampuni. Tutup hati dan telinga kami untuk kuasa jahat, buka hati kami untuk pemulihan dan kemuliaan. Amen." Brian berdoa di dalam hati.
Brian membuka mata dan melihat sisi ranjang, Amelia tidak ada di ranjang bersamanya. Brian turun dari ranjang dan mencari Amelia, Brian takut jika istrinya mengalami sesuatu hal yang tidak diinginkan. Brian mencari Amelia di kamae mandi, Brian membuka pintu kamar mandi dan melihat kamar mandi yang kosong tidak ada siapa-siapa.
Brian kembali berjalan mendekati ranjang dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja didekat gelas air minum. Brian berjalan keluar dan mencari Amelia, Brian mendengar suara dari arah dapur dan berjalan menuju dapur. Brian bernafas lega, melihat istrinya sedang sibuk mencuci piring. Brian mendekat dan memeluk Lovely dari belakang.
Lovely terkejut, "Brian.." ucap Amelia lirih.
"Kamu tidak tidur? Kamu membuatku cemas, aku tidak bisa menemukanmu di kamar. Dan di saat aku akan pergi ke ruang baca aku mendengar suara didapur, ternyata kamu disini sayangku. Hatiku tenang melihatmu baik-baik saja." Ucap Brian memeluk erat.
"Kenapa bangun? Ada apa?" Amelia memulai bertanya karena Amelia tadi melihat Brian sudah terlelap tidur.
__ADS_1
Brian menghela nafas, menyandarkan kepalanya di bahu Amelia. "Aku bermimpi buruk tentang Love, bagaimana ini. Jantungku berdebar kencang." Brian merasa sedih.
"Perasaanku juga tidak enak Brian, aku sangat merindukan putri kita. Ini sudah sangat larut di sana, kita tidak bisa mengganggunya juga kan. Kamu bermimpi apa?" Amelia melepas pelukan Brian dan berbalik menatap Brian.
"Hmm.. jadi kita sama-sama memikirkan Lovely? Hal buruk Mel, aku berharap itu tidak akan terjadi. Seburuk apapun keadaannya aku tidak akan biarkan putriku melakukannya. Tidak akan pernah ada kata bunuh diri dan sejenisnya." Brian memegang tengkuknya dan mengusapnya.
"Ada apa Brian? Ceritakan padaku ada apa?" Tanya Amelia, Amelia meraba wajah Brian dan menatap dalam mata Brian.
Brian melihat tangan Lovely yang di plaster lalu bertanya. "Kenapa? Ada apa dengan tanganmu sayang?" Tanya Brian.
"Terkena pecahan gelas saat aku memungutnya, kamu tidak perlu cemas Brian. Aku baik-baik saja." Ucap Lovely.
"Ayo aku bantu, agar cepat selesai dan kita kembali tidur. Aku harus berangkat lebih awal besok, akan aku selesaikan semua urusanku dan kita akan bersama-sama ke Inggris." Kata Brian.
Amelia terkejut mendengar kata-kata Brian. "Sepertinya hatimu benar- benar gelisah dan cemas Brian." Batin Amelia.
Brian membantu Amelia, untuk mencairkan suasana Brian akhirnya bercerita mengenai mimpinya. Cerita Brian membuat Amelia sedih, Amelia merasa resah ternyata tidak hanya dirinya yang gelisah dan memikirkan Lovely. Brian suaminya juga sama, bahkan sampai bermimpi buruk.
"Apa ini pertanda Brian?" Tiba-tiba Lovely bersuara.
"Apa maksudmu? (Brian memahami maksud Amelia hanya saja berpura-pura tidak mengerti) janga mengatakan hal-hal yang berlebihan. Lebih baik jika kamu doakan putrimu Mel, doakan keselamatan dan kesrhatannya. Aku tau apa yang kau rasakan, aku tau.." Brian tiba-tiba sedih dan menangis. Hatinya tidak sanggup lagi membendung perasaan sedih dalam hatinya.
Amelia mengusap punggung Brian. "Ayo kita pergi secepatnya, aku sangat khawatir." Ucap Amelia.
"Ya, kita akan pergi. Aku akan hubungi Mely dan Felix besok, setidaknya mereka lebih dekat dengan Lovely dan bisa melihat keadaanya. Aku juga akan menghubungi Lovely besok." Jawaban Brian membuat hati Amelia tenang.
Alex yang ingin mengambil air minum mendengar percakapan papa dan mamanya. Sebenarnya Alex sendiri merasa gelisah dan tidak nyaman, pikirannya hanya tertuju pada Lovely sejak pagi. Meski sempat menghubungi Lovely namun hati Alex tidak tenang.
"Apakah kakak dalam masalah? Papa dan mama sampai merasakan kegelisahan seperti itu. Akankah itu terjadi, perkataan Flip? Andrew akan berunah menjadi monster?" Alex mengerutkan keningnya dan kembali berjalan ke kamar. Alex mengurungkan niatannya untuk mengambil air minum.
Didalam kamar Alex meraih ponselnya dan menghubungi Flip. Panggilannya tersambung namun tidak diangkat oleh Flip. Alex panik dan terus menghubungi Flip.
♡♡♡♡♡
Inggris..
(Kejadian sebelum Alex menghubungi Flip)
Flip tidak bisa tidur dan membaca buku. Telinga Flip berdengung, Flip mendengar suara tamparan keras sehingga membuat wajahnya merasa nyeri. Flip menutup matanya dan mendengar kan dengan baik apa yang terjadi dan suara siapa yang didengarnya.
"Aku harys menolongnya, tidak boleh terjadi apa-apa. Andrew sialan, beraninya melukai saudariku." Flip mengepalkan tangan dan turun dari ranjangnya.
Flip membuka lemari dan mengekuarkan mantel juga syal. Flip langsung mengenakan mantel dan syal nya dengan cepat, Flip berbalik dan melihat Naomi yang sedang menangis. Flip dan Naomi saling bertatapan, Flip merasa tidak tega pada Naomi.
"Aku tau, jangan menangis! (Menyeka air mata Naomi) aku akan menolong Lovely dari monster itu. Jangan bersedih, aku pasti bisa menolongnya." Flip mengusap wajah Naomi dan tersenyum.
Flip bergegas, berjalan meninggalkan kamarnya dan keluar dari kamarnya. Flip berjalan cepat meninggalkan kamar hotelnya menuju rumah Andrew.
Saat di halaman tempat parkir hotel, Flip teringat jika mobilnya tertinggal di rumah dokter Frans karena Flip pulang naik bus setelah menolong seseorang yang dirampok.
"Aahh sial! Di saat genting seperti ini justru aku yang bodoh meninggalkan mobilku. Terpaksa aku harus naik taxi sekarang." Kata Flip menyalahkan diri sendiri karena lalai.
Flip melihat sekitar, dan melihat deretan taxi yang sedang terpakir di tempat parkir khusus taxi. Flip berjalan cepat dan menyapa salah seorang supir taxi.
"Hallo, maafkan saya.. bisakah anda mengantar saja menuju xxx (alamat rumah Andrew\) saya terburu-buru." Kata Flip.
"Naiklah nak, aku akan mengantarmu."kata seorang supir taxi yang sudah berusia senja.
"Terimakasih tuan." Flip senang.
Flip dan supir taxi masuk dalam taxi, Naomi duduk di samping Flip. Flip tanpa melihat langsung menggenggam erat tangan Naomi. Flip bicara menggunakan suara hati pada Naomi.
"Jangan khawatir, aku sudah berjanji padamu bukan. Aku akan menolong kakakmu dan juga saudariku Lovely. Beri aku semangat Naomi." Kata Flip.
Flip melihat lurus kedepan tanpa melihat sisi kirinya. Naomi yang mendengar suara hati Flip tersenyum, Naomi mendekat dan mencium lembut pipi kiri Flip lama. Flip terkejut, ingin berteriak tapi seketika tersadar jika dirinya ada dalam sebuah taxi.
(Berkomunikasi dengan menggunakan suara hati)
"Naomi hentikan, jangan membuatku malu." Kata Flip.
"Kenapa? Paman itu tidak akan melihatku menciummu, aku tidak malu menciummu." Jawab Naomi.
"Hantu nakal.." suara Flip lembut.
__ADS_1
"Thanks Flip. Aku berjanji jika kamu bisa menolong kakakku aku tidak akan mengganggumu lagi." Ucap Naomi.
"Jangan bicara lagi, aku tidak ijinkan kamu pergi kemanapun! Tetaplah di sisiku sampai akhir." Jawaban Flip secara spontan.
"Apa? Kamu sungguh akan biarkan aku tinggal di sisimu? Selamanya? Benarkah itu Flip?" Naomi merasa senang, akhirnya ada juga seseorang yang mencegahnya pergi disaat semua menginginkan kepergiannya.
"Semangat lah Flip, aku juga akan menolongmu sebisaku." Naomi merebahkan kepalanya di bahu Flip.
Flip tidak bicara lagi, Flip hanya tersenyum tipis dan melihat jalan.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1