Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia
Lelaki Bayaran Amelia 34


__ADS_3

Angela kembali ke apartemennya usai dari pemakaman. Anggela menekan sandi apartemen dan membuka pintu. Angela masuk dan kembali menutup pintu. Angela melepas mantelnya, berjalan perlahan ke arah kamar.


"Lama tidak berjumpa Angela"


Angela menghentikan langkahnya dan menatap arah suara. Matanya membulat, melihat David duduk di sofa dan tersenyum. David berdiri dan menghampiri Angela perlahan. Angela melangkah mundur, berbalik dan berlari ke arah kamar.


David mengejar Angela, Angela masuk ke kamar dan menutup pintu, belum sampai menutup pintu sudah ditahan oleh David. David menahan pintu dengan kaki dan tangannya. Angela mendorong pintu sekuat tenaga.


Angela: David, jangan ganggu aku.


David: sayang, buka pintunya (mendorong, dan akhirnya berhasil membuka pintu)


Angela: kamu mau apa? Keluar dari apartemenku. Pergi.. (melangkah mundur perlahan)


David: kamu berani membantu Brian? Kamu membongkar jaringan kerjaku?


Angela: hah.. (tersenyum sinis) kamu pantas mendapatkannya.


David: apa kamu sadar Brian hanya memanfaatkanmu? Dia hanya mencintai Amelia istrinya. Kamu mengerti? Hanya aku yang mencintaimu! (Suara meninggi)


Angela: aku tidak peduli soal itu. Aku tulus membantu Brian karena aku menyayanginya. Jika kamu ingin macam macam pada Brian, kamu harus berhadapan denganku terlebih dulu.


David: dasar wanita gila. Kamu sudah dibutakan oleh cinta.


Angela: tutup mulutmu dan pergi, atau aku akan melapor pada pilisi.


David: cobalah.. (tersenyum jahat)


Angela meraba saku mantelnya, Angela mengeluarkan ponselnya, ingin menghubungi seseorang. Angela terburu buru hingga memencet nomor Brian. David geram, mendekati Angela merebut ponsel Angela. Dan segera mematikan panggilan. David membanting ponsel Angela ke lantai.


Angela: kamu.. (marah) pergi kamu David, aku tidak menyukaimu.


David: suka atau tidak, aku tidak peduli. Kamu hanya akan menjadi milikku Angela.


Angela: (terkejut) maksudmu??


David mencengkram tangan Angela dan membanting Angela ke ranjang. David begitu brutal, Angela berteriak memaki David. David melakukan hal diluar dugaan.


..


..


..


..


..


Angela: brengsek kamu David, lepaskan aku! Hiks.. hiks.. (Angela menangis tersedu)


David: haha.. (tertawa jahat) sekarang kamu mau apa? Kamu sudah menjadi milikku Angela.


Angela menangis keras, memaki David. David beberapa kali memukul Angela, hingga wajah Angela bengkak dan sudut bibir Angela berdarah. David geram karena Angela tidak menurut dan banyak bicara. David memakai kembali pakaiannya. David mendekati Angela mencium lembut kening Angela.


David: datanglah ke rumahku. Jika kamu datang aku langsung menikahimu. Jika tidak aku akan terus memburumu. Ingat, kamu hanya milikku. I love you Angela.


David pergi meninggalkan Angela. Angela terdiam, hanya bisa menangis. Dadanya terasa sesak, dia merasa jijik dengan tubuhnya sendiri. David sudah merenggut hal berharga darinya.


♡♡♡♡♡


Brian dan Amelia sampai di rumah. Mereka baru saja pergi jalan jalan dan berbelanja. Brian membaringkan Lovely dibox. Sepanjang perjalanan Lovely tertidur dalam pelukan Brian.


Brian berjalan perlahan ke sofa, mendekati Amelia yang sibuk melihat struk belanja. Brian tidur di pangkuan Amelia. Amelia melihat Brian kilas dan tersenyum cantik. Amelia membelai lembut kepala Brian. Matanya masih tertuju pada struk belanjaan.


Amelia: ada apa? Jika lelah istirahatlah. Sudah bolos kerja jangan berani berani menggodaku.


Brian: belum juga bicara sudah di larang.


Amelia: apa kamu mau bicara apa? Pasti hanya akan bilang, sayang aku bolos kerja, aku ingin selalu bersamamu.


Brian: hahaha.. (tertawa) kamu menggemaskan sayang. Aku semakin menyukaimu.


Amelia: (meletakan struk belanja di meja, menatap Brian) kira kira Angela sudah pulang belum ya?


Brian: entahlah, dia besok akan pulang ke Inggris. Jika kamu tidak keberatan kita bisa mengantarnya kan?


Amelia: tentu saja kita harus mengantar, hubungi Angela katakan jika kita akan mengantar ke bandara besok.


Brian: oke, tunggu sebentar.


Brian mengeluarkan ponsel, menyalakan layar ponsel. Melihat ada bebrapa pesan dan ada panggilan tidak terjawab dari Angela. Brian menghubungi Angela, panggilan tidak terhubung. Brian mencoba lagi, namun lagi lagi panggilan gagal. Brian mengerutkan dahinya menatap layar ponselnya.


Amelia: ada apa? Kenapa panik?


Brian: Angela tidak bisa dihubungi. Dia menghubungiku tadi, karena di mall berisik jadi tidak dengar. Aku curiga, ada sesuatu.

__ADS_1


Amelia: benarkah, lalu bagaimana?


Brian: aku akan suruh Thomas pergi kepemakaman, melihat Angela. Dan mengirim Arson dan Billy ke tempat kerja Angela dan apartemen. Tunggu, aku akan hubungi mereka.


Brian mengubungi Thomas, Brian memerintahakan untuk mencari tahu keberadaan Angela dan mengecek keadaan, apakah Angela baik baik saja atau tidak. Brian menyuruh, Thomas, Arson dan Billy berbagi tugas. Thomas mengiyakan perintah Brian. Dan mulai menjalankan tugas.


Amelia: bagaimana? Kenapa perasaanku jadi tidak enak?


Brian: hei, tenanglah sayang. Ada aku disini. Oke? (Bangun dan duduk disamping Amelia) kita berdoa saja semoga Angela baik baik saja, dab tidak ada masalah.


Amelia: ya semoga saja Angela baik baik saja.


Brian merangkul Amelia dan mengusap lembut kepala Amelia. Menenagkan Amelia yang gelisah. Ponsel Brian berdering, panggilan dari Arson. Brian menerima panggilan Arson.


(Panggilan terhubung)


Brian: Hallo..


Arson: tuan saya sudah ada di apartemen, berapa kode sandinya?


Brian: 1004, jangan tutup panggilannya Arson.


Arson: baiklah tuan..


♡♡♡♡♡


Apartemen Angela


Arson menekan sandi dan membuka pintu, menutup kembali pintu apartemen. Arson pelahan masuk. Panggilan masih terhubung


Arson: tuan saya sudah masuk ruang tamu. Nona Angela tidak ada.


Brian: cari di dapur, di kamar mandi, di kamarnya. Telusuri seluruh apartemen.


Arson: baik tuan, saya mengerti.


Arson melihat dapur kosong, hanya tersisa kamar tidur. Arson perlahan membuka pintu kamar dan terkejut, Angela tergeletak di lantai bersimbah darah.


Arson: tuan, saya menemukan nona. Dia terluka. Sepertinya ingin bunuh diri.


Brian: apa?? Cepat panggil Ambulance. Aku akan kesana sekarang. Hubungi aku jika kalian sudah perjalan ke rumah sakit. Aku akan langsung ke rumah sakit.


Arson:baik tuan.


♡♡♡♡♡


Brian memberitahu Amelia jika Angela terluka. Brian dan Amelia memutuskan pergi. Amelia menggendong Lovely, Brian dan Amelia keluar dari rumah, masuk kedalam mobil dan melesat pergi. Amelia terlihat cemas.


Amelia: kenapa bisa terluka?


Brian: pasti telah terjadi sesuatu, Angela tidak mungkin nekat bunuh melukai diri sendiri tanpa alasan.


Amelia: apa jangan jangan dia kecewa padamu? Lalu ingin bunuh diri?


Brian: tidak mungkin. Jika benar seperti itu dia pasti sudah melakukannya sejak dulu saat kami masih di universitas. Ponsel Brian kembali berdering. Brian menerima panggilan dari Arson, dan mengaktifkan pengeras suara.


(Panggilan terbuhung)


Brian: hallo..


Arson: tuan kami sudah dinperjalan menuju rumah sakit C.


Brian: oke, aku langsung kesana. Tolong kabari aku jika ada apa apa Arson.


Arson: baik tuan, saya mengerti.


Brian: terimakasih Arson, dan maaf merepotkanmu.


Arson: tidak perlu seperti itu tuan. Saya senang mendapatkan atasan baik dan pengertian seperti tuan. Hati hati di jalan tuan.


Brian: iya.. (memutus panggilan)


Brian fokus menyetir, memutar balik menuju rumah sakit.


Amelia: ada apa? Kenapa putar balik?


Brian: Angela sudah dalam perjalanan ke rumah sakit. Kita langsung kesana saja.


Amelia: syukurlah sudah ditangani. Semoga baik baik saja.


Brian: semoga saja..


♡♡♡♡♡


Rumah Sakit

__ADS_1


Brian dan Amelia sampai terlebih dulu dan menunggu datangnya Angela. Tak lama ambulance datang, Angela diturunkan dari mobil ambulance dan langsung di bawa ke IGD. Amelia dan Brian menunggu di ruang tunggu.


Amelia: aku rasa Angela bertengakar dengan seseorang.


Brian: maksudmu sayang?


Amelia: wajah Angela bengkak, bibirnya juga bengkak. Mungkinkah dia dipukuli?


Brian: kita akan tahu setelah dokter keluar.


Amelia: ya kita tunggu saja. Semoga dugaanku salah.


1 jam kemudian..


Dokter keluar, berjalan menemui Brian dan Amelia di ruang tunggu.


Dokter: keluarga Angela Biers?


Amelia: ya dok, kami kerabat jauhnya.


Dokter menceritakan hasil pemeriksaan secara detail, Brian dan Amelia terkejut.


Setelah menceritakan keadaan Angela, dokter pun pergi meninggalkan Amelia dan Brian. Brian memanggil Arson, Arson mendekati Brian. Siap menerima perintah.


Arson: ada perintah tuan?


Brian: minta copyan rekaman cctv apartemen golden city. Lalu bawa ke kepala polisi, ceritakan kejadian ini. Ingat jangan sampai bocor. Aku akan hubungi kepala polisi nanti.


Arson: baik tuan, saya mengerti. Saya persimi.


Arson pergi, Amelia dan Brian saling menatap.


Amelia: kamu mencurigai seseorang?


Brian: ya.. pasti dia, dia sungguh nekat. Kasian sekali Angela.


Amelia: jika pemikiran kita sama, mungkinkah David?? (Bicara perlahan)


Brian: (mengangguk) kita harus bantu Angela sayang. Kamu mengerti maksudku kan?


Amelia: tentu aku mengerti Brian. Bantulah Angela, berbuat baik baik pasti akan mendapatkan hal baik bukan?


Brian: terimakasih pengertianmu Amelia. Jika lelah pulanglah, aku akan pergi menemui seseorang dulu. Aku akan kirim boby kesini.


Amelia: kamu ingin kemana?


Brian: tenang saja, aku akan menjaga diriku baik baik.


Amelia: jangan buat aku cemas.


Brian: (mencium kilas kening Amelia) aku pasti akan baik baik saja sayang. Jangan cemas, jika kamu lelah kamu bisa pulang. Biar boby yang menjaga Angela.


Amelia: hati hati Brian.


Brian: oke.. (mencium pipi Lovely dan mencium pipi Amelia)


Brian berjalan perlahan meninggalkan Amelia. Amelia terus menatap punggung Brian. Lagi lagi harus menjumpai bahaya. Brian kekuar dari rumah sakit, menuju parkiran. Masuk dalam mobil dan melesat pergi menuju suatau tempat.


Hallo semua..


Terimkasih sudah mau berkunjung dan membaca karya saya..


Jangan lupa like, ☆ dan isi kolom komentar..


Mampir juga yuk, ke novel saya yang lain.


Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tanpan)


Jangan lupa like, ☆ dan isi kolom komentar ya..


Terimakasih..


Bye bye..


Sampai bertemu di episode selanjutnya..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2